27.5 C
New York
Saturday, June 27, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 152

Analis Kebijakan Muda DPMPTSP Kab,Bekasi; Bermodalkan KTP, NPWP, dan Email, Sudah Bisa Memiliki NIB

BIN | Kabupaten Bekasi – Analis Kebijakan Muda, Sub Koordinator Perizinan Sosial dan Ekonomi pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Sumarwoko mengatakan perizinan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui online single submission (OSS) sudah sangat mudah bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bekasi.

“Mereka hanya bermodalkan KTP, NPWP, dan Email, mereka sudah bisa memiliki NIB, rata-rata kalau perorangan itu risikonya rendah dan itu langsung keluar NIB, itulah izinnya mereka,” terang Sumarwoko usai menjadi narasumber pada acara sosialisasi pelayanan perizinan berusaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Direktorat Manajemen Industri dan Investasi Kemenparekraf RI, di Hotel Primebiz, Cikarang Selatan, pada Selasa, (02/08/2022).

Dia menjelaskan untuk perizinan sektor ekonomi kreatif kebanyakan merupakan milik perorangan yang berisiko rendah dan relatif mudah dalam melakukan perizinan, tetapi untuk sektor pariwisata dapat dilihat dari nilai investasi yang dimiliki pelaku usaha.

“Jadi kalau risiko rendah itu nilainya di bawah 5 Miliar, kalau misalnya di atas 5 miliar ada tahapan selanjutnya, seperti sertifikat standar, dan izin lingkungan, jadi yang di bawah 5 Miliar masuk ke kategori UMK,” tuturnya.

Dalam mendukung upaya pemerintah pusat dalam hal perizinan sistem OSS ini, menurutnya, di tingkat Kabupaten Bekasi mendukung sesuai dengan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat.

“Kita sifatnya hanya sosialisasi, memberikan pendampingan, atau penyuluhan-penyuluhan bahkan kita jemput bola ke Kecamatan bagi para pelaku UKM yang belum memilki NIB, kita juga mendata bagi pelaku usaha yang belum memiliki NIB,” ungkapnya.

Manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan adanya NIB yang dimiliki para pelaku usaha ini menurutnya penting dalam merumuskan suatu perencanaan untuk realisasi investasi di Kabupaten Bekasi sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan data pemilik NIB.

Sumarwoko mengatakan selain pendampingan izin OSS yang dibuka mulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore di Kantor DPMPTSP Komplek Pemkab Bekasi dan di Mal Pelayanan Publik Cikarang utara, ke depannya juga DPMPTSP akan turun langsung ke 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi dalam hal pendampingan perizinan NIB sektor ekonomi kreatif atau pelaku UKM di Kabupaten Bekasi.

“Nanti kita akan bagi, untuk sektor pariwisata di kecamatan apa, sektor industri dan ekonomi kreatif di kecamatan apa, kita akan jemput bola untuk pembuatan NIB On The Spot,” lanjutnya.

Dia berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat dapat memahami mengenai bagaimana kemudahan perizinan di sektor ekonomi kreatif atau di sektor pariwisata.

“Karena walau bagaimanapun masih banyak masyarakat yang belum memahami sistem perizinan ini, sebenarnya perizinan ini kan self service, kapan saja dan di mana saja itulah kemudahan perizinan seperti ini, nah dengan adanya sosialisasi ini diharapkan mereka bisa memahami, bahkan bisa memberikan pemahaman kepada pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif lainnya,” tandasnya. (Red)

Kabid Permukiman Dinas Perkimtan Pemkab Bekasi Targetkan Bulan Ini Pembangunan Capai 50 Persen

BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui DPRKPP pada Bidang Permukiman terus meningkatkan proses pembangunan diwilayah Kabupaten Bekasi, Selasa (2/8).

Kepala Bidang Permukiman, Yayan Yuliandi mengatakan pelaksanaan pembangunan infrastruktur pada Dinas Disperkimtan sudah mencapai kurang lebih 25 persen.

“Sampai saat ini sudah mencapai sekitar 25 persen jadi target kita di bulan Agustus bisa sampai 30 sampai 50 persen,” ucap Yayan.

Hal demikian dikarenakan proses pelaksanaan pembangunannya baru dilakukan. penyedia sudah ada dan semua sudah dalam masa kontrak.

“Saya harap pencapaian progres dibulan ini bisa terpenuhi sesuai dengan yang kami inginkan,” kata dia.

Yayan meminta wartawan dan organisasi masyarakat apapun yang terjadi dengan pembangunan pada bidangnya agak melakukan konfirmasi demi terwujudnya kemitraan yang baik.

“Saya berpesan sesuai hadist Nabi Muhammad SAW sesama manusia kita saling meningatkan, jadi hal itu jadikanlah motivasi bagi kita semua,” tandasnya (Bisri)

Ibut Jari Kades Bojong Mangu Bersyukur Pembangunan Jalan Menuju Jembatan Cibeet Terealisasi

BIN | Kabupaten Bekasi – Akses jalan menuju Jembatan Bojongmangu, yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi dan Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang saat ini mulai dikerjakan.

Jalan pendekat menuju jembatan yang melintasi Sungai Cibeet itu memiliki panjang 385 meter dan lebar 9 meter, dengan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi tahun 2022. Ditargetkan jalan pendekat tersebut selesai dikerjakan pada November 2022.

Kepala Desa Bojongmangu, Ibut Jari mengaku bersyukur atas direalisasikannya pembangunan jalan pendekat tersebut, agar masyarakat bisa lebih lancar dan nyaman menuju Jembatan Cibeet.

“Ya, dengan dibangunnya jalan pendekat jembatan Kali Cibeet ini, kami yakin sangat bermanfaat bagi warga, dan perekonomian masyarakat bisa meningkat,” kata Ibut Jari, Selasa (02/08).

Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, kata Ibut, Jembatan Cibeet juga dapat mempermudah akses untuk para pekerja dari dua wilayah, baik dari Kabupaten Bekasi maupun Karawang.

“Mudah-mudahn pembangunan infrastruktur di Desa Bojongmangu ke depan bisa ditingkatkan lagi, mengingat wilayah yang luas dan jumlah penduduk juga semakin bertambah,” harapnya.

Sementara itu Ketua Forum BPD Kecamatan Bojongmangu, mengaku bangga, karena pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Bojongmangu terus meningkat.

“Jembatan Kali Cibeet penghubung antara Bekasi-Karawang selesai tahun 2021, di tahun 2022 ini langsung dibangun jalan pendekatnya. Ini harus disambut baik, karena akan besar manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

“Semoga dengan lancarnya mobilitas masyarakat dari kedua daerah, akan berdampak positif untuk peningkatan ekonomi warga, khususnya masyarakat Kecamatan Bojongmangu,” ucapnya.(Red)

Resmi Ade Komarudin Jabat Plt Diskominfosantik

BIN | Kabupaten Bekasi – Jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, kini secara resmi dijabat oleh Drs. Ade Komarudin, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kominfosantik.

Ade Komarudin mendapatkan kepercayaan dari Pj Bupati Bekasi untuk meneruskan estafet kepemimpinan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi.

Dirinya mengaku optimistis dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dan yang akan datang, termasuk program smart city di Kabupaten Bekasi.

“Iya saya mendapat mandat dari Pj Bupati Bekasi untuk menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik. Tentunya saya siap untuk melanjutkan program unggulan yang sudah berjalan dan yang akan datang,” ucap Ade Komarudin, seusai melakukan serah terima jabatan di Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Selasa (02/08/22).

Asisten Administrasi Umum (Asda III) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Drs H. Jaoharul Alam, ME yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Kominfosantik memberikan apresiasi atas kerjasama dari seluruh pegawai Diskominfosantik yang telah melakukan dan memberikan kinerja terbaiknya selama dirinya menjabat.

“Terimakasih karena selama saya menjabat sebagai kepala dinas, semuanya telah menunjukkan kinerja terbaiknya. Kita sama-sama menghadapi segala rintangan yang ada dengan baik dan semoga kedepan Diskominfosantik semakin jauh lebih baik lagi,” ucap Jaoharul.

Dalam kesempatan itu, seluruh Kepala Bidang, Pejabat Fungsional dan seluruh pegawai Diskominfosantik menyambut Plt. Kepala Dinas Kominfosantik sekaligus melepas Kadis Kominfosantik sebelumnya yang telah resmi pertanggal 25 Agustus menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda Kabupaten Bekasi.

Jaoharul juga menyebutkan bahwa Diskominfosantik Kabupaten Bekasi memiliki program terkait smart city yang harus terus dikembangkan dan dijalankan.

“Diskominfosantik juga sudah mendapat alokasi dari Kementerian Kominfo untuk penyusunan masterplan smart city yang sudah masuk bimtek tahap ketiga. Dan kemungkinan grand desain smart city ini akhir tahun sudah selesai,” ujarnya.(Red)

Proyek Pemda Bekasi Di Backup RT, Penegak Hukum Diminta Ambil Sikap

BIN | Kabupaten Bekasi- Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi Kabupaten Bekasi, Asep Saepullah keluhkan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan di Kampung Bakung Kulon Rt 02 Rw 04 Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran yang belum diketahui sumber anggarannya.

Lebih parahnya lagi tidak ada pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi baik dari Dinas, PPTK, Konsultan sehingga kegiatan pengecoran Jaling tersebut diduga cacat mutu bahkan tidak sesuai dengan RAB.



“Lapisan pondasi bawah saja bukan pakai beskos yang berkualitas agregat A, tetapi pakai limbah cormen. Artinya mutu lapisan bawah saja sudah cacat tidak berkualitas,” ucapnya.

Maka dari itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi turut memantau kegiatan diwilayah itu jangan seolah-olah tutup mata.

“Saya khawatir beberapa hari kedepan kwalitas coran akan rusak retak-retak, karena lapisan bawah tidak mekai beskos yang berkulitas,” katanya.

Selain mutu, papan informasi proyek pun tidak terpampang seakan ingin mengelabui masyarakat, padahal hal itu sudah diatur dalam undang-undang.

“Oleh sebab itu berharap Pemkab Bekasi turut memantau langsung ke lapangan dan memberi teguran kepada kontraktor, agar mengganti LPB dengan beskos yang berkulitas,” tutupnya.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun kegiatan pengecoran Jaling di Kampung Bakung Kulon, Desa Karang Patri dibackup oknum Rt.

“Informasinya koordinasi dipegang oleh Rt Kamal, dan desa pun pengondisian semua ada di Rt Kamal,” ucap salah satu narasumber yang ingin disembunyikan namanya.

Artinya kegiatan pengecoran didaerah tersebut diduga berbau korupsi. Maka dari itu penegak hukum diminta segera mengambil sikap tegas sesuai hukum kepada oknum Rt di Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran. (Bisri)

Proyek Drainase Di Kampung Irian Salah Kamar, Dinas DPRKPP Pemkab Bekasi Tutup Mata

BIN | Kabupaten Bekasi- Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi Kabupaten Bekasi, Asep Saepullah nilai pembangunan drainase di Kampung Irian Rt 03 Rw 06 Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin diduga korupsi.

Perlu diketahui, saluran air tersebut dikerjakan oleh CV Ufuk Fajar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi dan sumber dana dari APBD Tahun 2022.

“Penyimpangan tersebut akibat kurangnya pengawasan di Bidang Wasdal, PPTK, Konsultan dan Pengawas dinas DPRKPP Kabupaten Bekasi,” ucap Asep.

Menurut dia lebih parahnya lagi kegiatan tersebut tidak sesuai dengan lokasi yang sudah diterapkan pada papan informasi proyek.

“Mestinya pembangunan drainase itu berada di Rt 03, tetapi malah dibangun di Rt 02 Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin,” tuturnya.

Kalau pun diganti titik lokasi hal itu mesti menempuh persetujuan terlebih dahulu dari pihak pemerintahan desa setempat agar mengetahui, karena titik lokasi pembangunan saluran air di Rt 03 sudah diajukan dalam Muarenbang.

“Maka dari itu kami mendesak Dinas DPRKPP turut memantau kegiatan diwilayah itu jangan seolah-olah tutup mata,” jelasnya.

Belum lagi, Asep menjelaskan, pemasangan batu pada pembangunan saluran air tersebut tumpang tindih dengan pekerjaan yang sudah lama dibangun bertahun-tahun.

“Jadi pembangunan yang sudah lama tidak dibongkar terlebih dahulu sampai dasar pondasi bawah,” kata dia.

Artinya pelaksana kegiatan secara terang-terangan diduga melakukan korupsi anggaran APBD dengan tidak dibangunnya awal pembangunan drainase sesuai pada list kegiatan.

“Kami menduga pihak Dinas DPRKPP, baik PPTK dan pengawas tutup mata. Jika terus didiamkan pembangunan ini kami akan cepat rusak dan gagal kontruksi,” pungkasnya (Bisri)

Food Estate di Lahan yang Sudah Jadi Tuai Hasil Positif

BIN | Jakarta, 29 Juli – Langkah pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan jangka panjang melalui program Food Estate mulai memperlihatkan hasil positif. Ini terutama terjadi pada lahan food estate yang sudah jadi dan stabil alias bukan lahan bukaan baru.

“Saya mengunjungi beberapa spot. Di Kalimantan Tengah yang dibina langsung oleh Kementerian Pertanian, (hasilnya) bagus. Tapi untuk lahan yang sudah “jadi”, di sana sudah stabil,” kata Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bustanul Arifin dalam sebuah diskusi daring bertema “Ancaman Krisis Pangan Global: Antisipasi Kebijakan yang Diperlukan” baru-baru ini.

Di Pandih Batu dan Belanti Siam, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu, kemajuan yang ada di kedua wilayah tersebut cukup baik. Ini terutama karena ada pendampingan secara reguler oleh Kementerian Pertanian. Mulai dari memberikan advokasi, penyuluhan, bahkan menyalurkan bantuan benih dan bibit padi serta hortikultura lain. Juga hewan-hewan ternak.

“Di situ bagus. Hasilnya ya memang tidak setinggi di Jawa, tapi produksinya 4 ton hingga 5 ton padi per hektare. Kalau di Jawa kan (produksi padi) 6 ton per hektare. Baru saya kepikiran, jangan-jangan untuk hal seperti itu pendampingan menjadi hampir mutlak,” kata Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung itu.

Rata-rata produktivitas beras di Indonesia, jelas Bustanul, mulai membaik. Ini ditandai oleh peningkatan produktivitas dari 5,13 ton per hektare di 2020 menjadi 5,23 ton per hektare di 2021.

“Produktivitas beras pada 2021 mulai pulih. Tahun 2022 ekonomi beras lebih kompleks karena ancaman krisis. Inovasi baru dan perubahan teknologi menjadi amat krusial untuk menjawab tantangan baru ke depan,” katanya.

Menurut Bustanul, perlu strategi antisipasi dan aneka kebijakan ketahanan pangan ke depan. Dalam jangka menengah, kata dia, dibutuhkan pendampingan dan pemberdayaan petani pada pertanian presisi, digitalisasi rantai nilai pangan, serta kerja sama Quadruple Helix ABGC.

Sebagai informasi Quadruple Helix merupakan model inovasi yang menekankan pada kerja sama antara empat unsur, yaitu pemerintah daerah/otoritas publik, industri, universitas/sistem pendidikan, dan komunitas masyarakat/pengguna.

Sementara Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Edi Santosa sebelumnya mengaku optimistis program Food Estate mampu mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia atau world food storage pada 2045. “(Indonesia sebagai lumbung pangan dunia) sangat mungkin (terwujud), syaratnya harus betul-betul serius,” kata Edi.

Korban Luka Bakar Kecewa Ditolak Minta Rekom, Kapuskes Kedung Waringin Tak Ada Upaya Minta Maaf



BIN | Kabupaten Bekasi, – Keluarga korban luka bakar kecewa atas sikap pelayanan Puskesmas Kedung Waringin Kabupaten Bekasi yang menolak memberikan surat rekom. Parahnya lagi, penolakan penolakan surat rekom disertai dengan bahasa yang tidak menyenangkan oleh seorang oknum Pegawai Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kedung Waringin yang bernama Rosilah. Kejadian tersebut di alami salah seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Mustika Raya pada hari Jum’at, Tanggal 22 Juli 2022.

Mustika Raya, Perwakilan dari pihak keluarga pasien luka bakar yang ditolak saat meminta Surat Rekomendasi untuk Bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupatrn Bekasi, meyampaikam kekecewaannya, bahwa pihak keluarga tidak pernah dipanggil ataupun dihubungi untuk penyeselaian masalah terkait bahasa kasar (Hinaan) yang dilontarkan oleh salah satu oknum Pegawai Puskesmas Kedung Waringin yang di ketahuai bernama Rosilah.

“Saya merasa sangat kecewa, sampai saat ini baik dari Rosilah atau Kepala Puskesmas Kedung Waringin tak ada itikad untuk meminta atas apa yang dialaminya”, Ungkapnya.

Tak ada maksud lain ia mengungkapkan ini kepada publik. Agar apa yang sudah terjadi, tidak terjadi kepada masyarakat yang lain.

Ia pun sangat menyayangkan sikap Kepala Puskesmas Kedung Waringin atas apa yang dialami belum ada itikad baik untuk meminta maaf, Karena dia kan sebagai pimpinan harusnya ada itikad baik komunikasi untuk meminta maaf kepada keluarga korban.

“Ini kok permintaan maafnya lewat media, kan saya yang dikecewakan, kenapa tidak kekeluarga korban dulu meminta Maaf,” Ujarnya

Dikatakan Mustika Raya, Permasalahannya kan ada pada diri saya dan keluarga saya, kenapa tidak duduk bersama untuk menyelesaikan masalah, kenapa tidak ke pokok masalahnya yaitu saya dan keluarga.

Iapun berharap adanya perbaikan dari Pelayanan di Puskesmas Kedung Waringin, karena ini sudah sering terjadi, Agar hal serupa tidak terjadi lagi kepada masyarakat lainnya.

Untuk memperkuat bahwa pihak Puskesmas Kedungwaringin belum memiliki itikad baik untuk penyelesaian masalah Mustika Raya bersedia membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa dirinya serta keluarga sampai saat ini tidak pernah ada pemanggilan dalam penyelesaian masalah yang dialami dirinya dan keluarga dengan pihak oknum petugas kesehatan Puskemas Kedungwaringin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kedung Waringin, dr. Ahmad Memohon Maaf dilansir dari MediaIntijaya.com denga judul berita “Puskesmas Kedung Waringin Akan Berikan Pelayanan Terbaik” Yang diterbitkan Pada Hari Kamis Tanggal 28 Juli 2022.

“Saya atas nama Kepala Puskesmas Kedungwaringin,menyampaikan bahwasanya di dalam memberikan pelayanan di Puskesmas ini kami sebenarnya sudah semaksimal mungkin dilakukan, namun ketika ada hal dugaan dari staff kami yang belum maksimal memberikan kepuasan terhadap pelayanan  masyarakat, saya mewakili Puskesmas Kedungwaringin memohon maaf kepada masyarakat umumnya, khususnya masyarakat wilayah Kecamatan Kedungwaringin.” ucap Kepala Puskesmas Kedung Waringin, dr.Ahmad

dr. Ahmad juga berjanji akan menjumpai kepada keluarga ibu Mustikaraya, dan mempertemukan staff  kesehatan tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. (AA)

Antisipasi Keributan Lebih Besar, Pertandingan Sepakbola Dihentikan Pemdes Sindangmulya dan Panitia

BIN | Bekasi – Pertandingan olahraga Sepak bola yang seharusnya menjadi pertandingan yang menarik bagi para pecinta olahraga tersebut, namun sangat disayangkan apa yang terjadi saat pertandingan Sepakbola antar RW Desa Sindangmulya Kecamatan Cibarusah,Kabupaten Bekasi, dalam memperebutkan Piala Sindangmulya Cup 2022, ada segelintir suporter fanatik dari kedua team Sepakbola tersebut membuat keributan. Minggu (31/07/2022)

Keributan terjadi seusai babak pertama. Hal itu dipicu kekecewaan para suporternya yang merasa tidak puas dengan hasil pertandingan. 

Edy Sutarsan selaku Humas Pemdes Sindangmulya mengatakan, Pemdes bersama anggota Polsek Cibarusah dan Babinsa Koramil 09/Cibarusah mengambil alih keputusan untuk menghentikan pertandingan, karena melihat masing-masing kedua belah Suporter tampak memanas dan dikhawatirkan akan terjadi keributan antar warga. 

“Saat akhir pertandingan ada sedikit kendala tetapi sudah diantisipasi oleh anggota, sehingga tidak ada hal-hal yang mengarah ke kejadian lebih fatal,” kata Edy. 

Edy juga menambahkan, Ibu Kepala Desa Sindangmulya R Selpi Indriani,SE mengambil sikap tegas namun terukur, menghentikan pertandingan dan untuk hadiah di bagi 2, serta mengambil keputusan bahwa tidak ada yang mendapatkan juara pertama. 

“Akhirnya Ibu Kepala Desa mengambil sikap tegas namun terukur, beliau menghentikan pertandingan dan untuk hadiah di bagi dua,” terang Edy Sutarsan selaku Humas Pemdes Sindangmulya. 

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Cibarusah Ipda Rianto saat dikonfirmasi awak media Beksi Indonesia News, membenarkan telah terjadi keributan pada pertandingan sepakbola antara RW 05 dan RW 03 Desa Sindangmulya. 

“Ya benar, tadi ada sedikit kesalahfahaman antar suporternya, tapi tidak sampai baku hantam, dikhawatirkan adanya keributan kami berkomunikasi dengan Pemdes dan Panitia agar menghentikan pertandingan.” terangnya. 

Kanit Binmas menegaskan bahwa, saat pembagian hadiah tidak mengizinkan kedua pihak untuk membawa pendukungnya, demi menjaga kondusifitas 

“Saat nanti pembagian hadiah, perwakilannya saja yang hadir di kantor desa untuk antisipasi.” tutup Ipda Rianto. (Wati) 

Kodim 0509 Kabupaten Bekasi Giat Pembinaan Lingkungan Hidup

BIN | Bekasi – Kodim 0509/Bekasi menggelar kegiatan program pembinaan lingkungan hidup khususnya dalam kegiatan penghijauan, dengan melibatkan Koramil 12/Serang Baru, Polsek Serang Baru, Pemdes Sukasari dan elemen masyarakat di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/07/2022).

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dihadiri oleh Mayor Inf Dasim selaku Kepala Staf Kodim 0509/Bekasi, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Muhamad Said, Camat Serang Baru Mirtono, Danramil 12/Serang Baru Kapten Inf Sayute Pradodo, Kapolsek Serang Baru AKP Somantri,SH dan Kepala Desa Sukasari M.Nursolehhudin.

Menurut Dandim 0509/Bekasi Letkol Inf Horison Ramadhan melalui Kepala Staf Kodim Mayor Inf Dasim, penyelenggaraan program pembinaan lingkungan hidup ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan gerakan menjaga dan melestarikan Lingkungan Hidup khususnya dalam kegiatan penghijauan.

“Dengan kegiatan penghijauan ini, kita dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang dapat mengakibatkan bencana alam di Kabupaten Bekasi,” ucap Kasdim 0509/Bekasi.

Dandim melalui Kasdim 0509/Bekasi, mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat tanaman tersebut.

“Mari kita jaga bersama sehingga nanti setelah berbuah dapat bermanfaat bagi anak cucu kita, ” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Danramil 12/Serang Baru Kapten Inf Sayute Pradodo, Ia sangat berterima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0509/Bekasi, karena sangat peduli terhadap lingkungan terutama pada penghijauan, mengingat di Kabupaten Bekasi masih rentan terjadi bencana alam seperti banjir.

“Terimakasih untuk Kodim 0509 Kabupaten Bekasi,jadi saya rasa langkah ini sangat baik dan tepat, mengingat Kabupaten Bekasi ini masih minim penghijauan dan untuk meminimalisir banjir,maka kita perlu peduli dengan lingkungan dengan penanaman pohon terutama di wilayah rawan banjir seperti di wilayah sungai Citarum Harum, pinggiran danau dan lahan yang berada di dataran rendah.“ tukas Danramil 12/Serang Baru.(Wati)