BIN | Bekasi – Kapolres Metro Bekasi bersama Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. M. Horison Ramadhan dan Kapolsek Cikarang Timur AKP Bambang Krisnady mengecek pengaman Liga 1 sekaligus menyapa suporter Persebaya FC (Bonek) yang menginap di parkir timur Stadion Wibawa Mukti. Sabtu Malam Minggu (6/8/2022).
Belasan Bonek tersebut sudah datang di Stadion Wibawa Mukti beberapa hari sebelum laga Persebaya FC Vs Bhayangkara FC dimulai, yaitu pada Minggu (7/8/2022) besok.
Sebagian besar para suporter itu datang bermodalkan kenekatan demi mendukung klub sepakbola (Persebaya FC) yang mereka cintai.
Menurut Kapolres Metro Bekasi, “agar tidak berpencar sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami menyediakan satu tempat yang cukup luas serta meminta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bekasi untuk mendirikan tenda buat mereka” Ungkapnya.
Dan menurut Kapolrs Metro Bekasi di sekitar tenda itu berdiri pula WC portabel sehingga keberadaan mereka terpantau dan tetap dalam perhatian terutama makanannya.
“Kami mengajak mereka untuk tetap menjaga kondusifitas selama berada di Stadion Wibawa Mukti jelang laga Persebaya FC kontra Bhayangkara FC besok”tutupnya.(Red)
BIN | Bekasi – Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, sinergitas antara Kota dan Kabupaten Bekasi dalam mencegah dan menangani bencana harus terus ditingkatkan. Terutama dalam penanganan sungai yang mengalir di dua wilayah. Mitigasi bencana harus dijalankan dari hulu hingga hilir.
Hal tersebut disampaikan Dani Ramdan, di acara Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Bekasi, di Gedung Balai Warga, Perumahan Irigasi Bekasi Timur, Jumat (05/08).
“Perlu adanya kerjasama mitigasi bencana antara Kota dan Kabupaten Bekasi, karena sungainya saling terhubung. Mudah-mudahan ke depan bisa terbangun mitigasinya dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Dani Ramdan menyebutkan, Pemkab Bekasi telah memberikan perhatian lebih untuk penanganan sampah yang berada di sungai. Masalah tersebut harus ditangani oleh berbagai pihak serta lintas instansi.
“Khusus bencana ini, kami akan coba terus perdalam dalam hal penanganan sampah di sungai. Ini cukup serius di Kabupaten Bekasi, karena sampahnya berasal dari hulu, tengah, sampai hilir,” jelasnya.
Kerjasama antara Pemkab Bekasi dan Pemkot Bekasi selama ini telah berjalan, melalui pertemuan rutin antara Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dan Plt. Walikota Bekasi Tri Adhianto yang digelar setiap bulan, untuk mendiskusikan berbagai bentuk kerjasama.
“Saya sudah bertemu secara rutin setiap bulan dengan Plt. Walikota Bekasi. Ada berbagai kerjasama, bukan hanya terkait bencana, tapi ada yang menyangkut aset, perkembangan ekonomi, transportasi, dan lainnya,” tuturnya.(Red)
BIN | Bekasi – Anggota Polsek Cibarusah, Aipda Karyono,S.H yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Wibawamulya, menghadiri giat musyawarah warga Kota Serang Baru (KSB) RW 08 Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi.Jumat (05/08/2022) pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai.
Turut hadir dalam giat tersebut Ketua Forum RT/RW Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua RW 08, Sarikin,S.H, Kaur Kramtib, Kadus 1, Linmas RW 08, Ketua Karang Taruna, Ketua RW 007, Ketua RW 009, Ketua RT Blok H, I da J beserta para pengurus RT Perumahan KSB.
Aipda Karyono dalam sambutannya, mengajak masyarakat lebih memaksimalkan Kamtibmas dengan cara ronda malam serta pos keamanan lingkungan (poskamling) di setiap lingkungannya.
“Langkah ini dilakukan akibat maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi akhir-akhir ini. Karena itu diingatkan seluruh komponen masyarakat terus waspada dengan segala kemungkinan buruk,” katanya..
Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat musyawarah keamanan di Balai Perjuangan RT 04/008 Desa Wibawamulya.
Pelaksanaan ronda malam, kata dia, adalah langkah tepat dalam meminimalisir tindakan kriminal yang merugikan masyarakat.
Untuk itu, Aipda Karyono menginstruksikan seluruh Ketua RW dan RT untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, agar memberdayakan kembali budaya jaga malam yang sudah ada.
Menurut dia, masyarakat juga harus membantu kepolisian dalam menjaga keamanan denga budaya ronda, karena polisi juga memilik keterbatasan dalam bertugas.
Sebab, kata dia, terjadinya pencurian atau tindakan kriminal lainnya akibat diberikan kesempatan atau peluang oleh pemiliknya.
Sementara itu, Ketua Forum RT/RW Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua RW 08, Sarikin,S.H, mengatakan kepada awak media mascipol.id , bahwa tindak kriminalitas pencurian sering terjadi belakangan ini.
“Dengan meningkatnya kasus kejahatan pencurian yang terjadi di wilayah KSB, maka kami perlu mengadakan rapat atau musyawarah untuk mencari solusi, kami akan meningkatkan Kamtibmas,” ujarnya.
Sarikin juga memberikan himbauan kepada warganya melalui para Ketua RT, agar selalu tetap waspada dengan tindak kriminalitas yang akan terjadi, adapun teknisnya seperti apa, besok kami akan mengadakan rapat terlebih dahulu dengan para pengurus,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan M.Nurdin SE selaku sekertaris Forum RT/RW Kecamatan Cibarusah dan sekaligus ketua RW 007 Blok I, bahwa keamanan adalah tanggungjawab bersama.
“Keamanan lingkungan adalah tanggungjawab kita bersama dan kepedulian warga, agar bisa memininalisir terjadinya pencurian, dan membuat sistem yang lebih baik kepada linmas-linmas yang ada,” ungkap M.Nurdin,S.E.
Sementara, Sigit selaku Ketua RT 02 Blok J menerangkan, banyaknya jalan-jalan tikus salah satu penyebab timbulnya kejahatan pencurian.
“Kami akan minta izin kepihak management Developer,untuk menutup akses yang memungkinkankan kemudahan pencuri yang kabur, dan Kami akan segera tutup akses akses tersebut bersama aparatur Desa Wibawamulya, agar tidak ada mis komunikasi dengan warga lainnya.” tutupnya. (Wati)
BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi menyatakan, aplikasi Bekasi Berani Beli (Bebeli) dan Bekasi Nyambung Bae (Bebunge) akan menjadi aplikasi pertama milik Pemerintah Kabupaten Bekasi yang masuk dalam ekosistem kubernetes.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum mengatakan, masuknya Bebeli dan Bebunge dalam ekosistem kubernetes bertujuan untuk meningkatkan nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Bekasi,
“Kubernetes adalah platform yg berbasis open source, penggunaan open source masuk di dalam penilaian indeks SPBE serta dalam rangka mendukung program Indonesia Go Open Source,” kata Bahrul Ulum, Jumat (05/08/22).
Masuknya dua aplikasi ini ke dalam ekosistem kubernetes juga dapat meningkatkan kualitas aplikasi Bebeli dan Bebunge.
“Secara teknis, dua aplikasi ini akan menggunakan metode manajemen workloads yang dikontainerisasi serta menyediakan konfigurasi dan otomatisasi secara deklaratif,” terangnya.
Selain itu, kata dia, pengembangan aplikasi Bebeli dan Bebunge mendapat pendampingan dari Platform Lyrid, sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.
Regional VP Business Development Asia Pacific Lyrid, Fiksa Atlita Natanugraha mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan agar aplikasi Bebeli dan Bebunge yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat berfungsi secara optimal dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.
“Ya, kami dari Lyrid akan membantu pengembangan sistem aplikasi Bebeli dan Bebunge. Kami juga akan memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM yang terdaftar pada aplikasi Bebeli agar kedepan bisa berkembang menjadi startup,” kata Fiksa.
Aplikasi Bebeli merupakan toko daring pertama milik Pemkab Bekasi, untuk membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya. Dijadwalkan aplikasi ini akan diluncurkan oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, menjelang perayaan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-72.
Sedangkan aplikasi Bebunge adalah portal utama aplikasi pelayanan publik yang terintegrasi milik Pemkab Bekasi untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, informasi dan layanan publik lainnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Desa Sukabungah terpilih mewakili Kecamatan Bojongmangu dalam Lomba Kampung Bersih Makin Berani tingkat Kabupaten Bekasi yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-72.
Camat Bojongmangu, Agung Suganda mengatakan, Desa Sukabungah menampilkan inovasi Taman Kawung Luwuk di Kampung Warudoyong, yang akan dijadikan destinasi wisata untuk para penggemar sepeda (Goeser) dan tempat pemilahan sampah.
“Selama ini Kecamatan Bojongmangu sering menjadi Juara 1 ketika ada perlombaan yang berkaitan dengan lingkungan. Kami juga berharap Kampung Warudoyong bisa menjadi yang terbaik dalam Lomba Kampung Bersih Makin Berani Tingkat Kabupaten Bekasi,” kata Agung saat mendampingi Tim Penilai tingkat Kabupaten Bekasi, di Desa Sukabungah, pada Jumat (05/08/22).
Hadirnya Taman Kawung Luwuk di Kampung Warudoyong, kata Agung, merupakan hasil partisipasi masyarakat, sehingga kampung tersebut tertata rapi, bersih dan aspek keamanannya juga sudah bagus.
“Kami melakukan polesan sedikit saja untuk menambah keindahannya, dan semua ini tidak direkayasa dalam menghadapi lomba saja, tapi karena masyarakat di sini sudah terbiasa, menjaga kebersihan, keindahan dan keamanan kampungnya sendiri,” terangnya.
Sekdes Sukabungah, Didin Hasanudin mengatakan, sejak dulu, masyarakat Kampung Warudong sudah terbiasa menjaga kebersihan dan keamanan kampungnya, dan semangat gotong-royongnya masih terjaga.
“Ya, seperti dalam Lomba Kampung Bersih ini, kami pemerintahan desa, hanya menggerakkan, semua yang kerja, merapikan, semuanya swadaya masyarakat, bahkan di kampung ini setiap malam juga ada ronda malam yang dijadwal secara bergiliran,” katanya.
Selama ini, Pemerintah Desa Sukabungah aktif mengedukasi masyarakat agar bisa menjaga kebersihan, keindahan dan keamanan kampungnya.
“Kami membiasakan ada kegiatan Jumat Bersih, pemerintahan desa turun langsung bersama masyarakat, untuk membersihkan sampah dan saluran air, agar masyarakat terbiasa hidup sehat, menjaga kebersihan, keindahan dan keamanan kampungnya,” kata dia.(Red)
BINGUNG | Kepri – Dengan terbitnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang ke 4 dari Satuan Reskrim (Sat. Reskrim) Polres Kabupaten Bintan dengan nomor SP2HP/40/VII/RES.1.24/2022/Reskrim atas laporan LSM Cindai Kepri, Edi Susanto selaku Ketua Umum Cindai sangat mengapresiasi kinerja Kapolres Bintan saat ini.
” Surat kita terima (03/08/2022) sore dengan tanggal yang tertera disurat (29/07/2022). Sebenarnya kita agak sedikit kecewa, karna dari SP2HP ke 3 dan ke 4 jaraknya sangat jauh, 1 tahun 6 bulan. Namun kita sangat apresiasi dengan kinerja Kapolres Bintan saat ini, berarti laporan kita tidak didiamkan saja,” terang Edi Cindai (sapaan akrab).
Diketahui dalam SP2HP ke 4 ini menerangkan pihak-pihak yang sudah di interogasi oleh Penyidik Reskrim Bintan diantaranya CPN, RA, DN, APZ, EJA serta dari pihak Imigrasi Kelas II Uban dan Kelas I Tanjungpinang.
“Kami berharap dalam proses lanjutan penyelidikan laporan kami ini, pihak-pihak yang lain belum diperiksa juga dipanggil. Seperti GT, YT dan ER yang turut kita laporkan atas dugaan penerima Gratifikasi dari PT.MIPI serta saudara S selaku Owner PT. MIPI,” tambahnya.
Proses penyelidikan lanjutan ini didasarkan atas Surat Perintah Penyelidikan Lanjutan Nomor:Sp.Lidik/71/VII/Res.1.24/2022/Res yang diterbitkan tanggal 18 Juli 2022.
“Kami menduga, dalam kegiatan expor impor PT. MIPI ini sudah merugikan negara puluhan bahkan ratusan milyar rupiah dari sektor pajak barang masuk dengan memanfaatkan izin kawasan FTZ, serta dari sektor expornya juga cukup berbahaya karna sudah dibidik oleh pihak Amerika Serikat yang dalam hal ini penerima barang dari PT. MIPI dan perusahaan lainnya dalam kawasan industri PT. MIPI kaitannya dengan perang dagang Negara Cina dan Amerika,” tutup Edi Cindai. (rilis Cindai Kepri)
BIN | Kabupaten Bekasi – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi tengah mempersiapkan pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) peragaan bendera semafor terbanyak, dengan menampilkan pesan sandi bertuliskan “Kabupaten Bekasi Makin Berani.”
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi, R. Yana Suyatna mengatakan, aksi tersebut akan digelar di Bumi Perkemahan (Buper) Karang Kitri Desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu, bertepatan dengan peringatan HUT Pramuka ke-61, pada 14 Agustus 2022.
“Ya, untuk pemecahan Rekor MURI Semafor sedang kita siapkan. Kalau satu SMA dari 23 kecamatan masing-masing mengirimkan 200 orang, sudah terkumpul 4.600 orang. Ditambah SD dan SMP penggalang, kita prediksi sekitar 7.500 orang, itu sudah memenuhi Rekor MURI Tahun 2022,” kata Yana, di Buper Karang Kitri, Jumat (05/08/22).
Ia menyebutkan, Rekor MURI peragaan semafor terbanyak pernah dilakukan di Kota Kediri dengan jumlah sekitar 5000 peserta.
“Sekarang kita sedang konsolidasi. Untuk peserta kita siap, bahkan ada sekolah yang siap mengirimkan 500 sampai 1000 orang, hanya masalahnya mereka terkendala oleh terbatasnya kendaraan yang menuju ke Buper Karangkitri,” terangnya.
Alternatif yang kedua, kata Yana, bisa dilakukan secara virtual dengan melibatkan peserta Jambore Ranting dengan bendera semafor di 23 kecamatan di seluruh Kabupaten Bekasi.
“Kalau dengan sistem zoom (virtual), dan bisa dicatat sebagai pemecahan rekor, ini jumlahnya bisa lebih banyak lagi, bisa sampai 25.000 orang,” ujarnya.
Namun demikian, Yana Suyatna menegaskan, apakah nanti peragaan bendera semafor Pramuka Kabupaten Bekasi dapat memecahkan rekor Muri atau tidak, yang paling utama adalah hadirnya kebersamaan.
“Jadi pada prinsipnya kita akan hadirkan jumlah peserta semaksimal mungkin. Apakah nanti tercatat sebagai Rekor Muri atau tidak, tergantung jumlah peserta yang bisa kita kumpulkan. Yang pasti, kita akan cari solusi bagaimana para peserta bisa hadir di Buper Karang Kitri Bojongmangu,” tandasnya.(Red)
BIN | Jakarta, 2 Agustus – Ketersediaan vaksin yang memadai akan mampu menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah mewabah di Indonesia. Vaksinasi juga meringankan beban yang ditanggung peternak.
Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Yudi Guntara Noor mengatakan, vaksin PMK saat ini sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit pada hewan-hewan ternak berkuku genap di Indonesia. Yudi mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mendatangkannya.
“Kami sangat mendukung (impor vaksin). Karena kalau enggak ada vaksin, enggak bisa memutus PMK,” kata Yudi Guntara ketika dihubungi, Rabu (3/7).
Ia menjelaskan, keberadaan vaksin bisa mengurangi beban biaya pengeluaran, baik dari peternak secara pribadi ataupun dari pemerintah dalam jangka panjang.
“Kalau divaksin, ternak-ternak yang sakit tidak akan bisa menularkan. Kalau tidak ada vaksin, biaya operasional peternak akan semakin besar seperti untuk desinfektan, perlengkapan, dan lainnya,” kata Yudi.
Menurut Yudi, prioritas pemberian vaksin ditargetkan bagi hewan-hewan ternak yang masih sehat di wilayah terdampak wabah dan wilayah yang masih belum terdampak sama sekali. “Di Jawa itu kan masih ada juga sapi yang belum kena (PMK). Itu harus segera divaksin supaya terbentuk antibodi. Agar tidak mudah tertular,” katanya.
Selain itu, ia menyarankan vaksin juga disuntikkan ke hewan-hewan selain sapi, seperti kambing, domba, babi atau hewan berkuku genap lain agar penularan PMK bisa semakin berkurang. “Jadi hewan-hewan yang berpotensi terkena atau menularkan itu semua harus divaksin. Seperti yang ada di kebun binatang, rusa, banteng, itu juga bisa kena. Harus divaksin,” katanya.
Ada empat hal yang harus dilakukan pemerintah sebelum mendistribusikan vaksin impor agar tepat guna dan berhasil menekan penyebaran PMK, yaitu kematangan perhitungan dan kepastian dukungan dana operasional, kesiapan rekam data hewan ternak, perluasan sasaran hewan yang akan disuntikkan vaksin, dan percepatan pelaksanaan.
“Vaksin on the right track. Vaksin itu harus. Kalau dibilang PMK itu akal-akalan untuk mendatangkan vaksin, saya tidak setuju,” kata Yudi.
Diketahui, jumlah hewan ternak yang sudah divaksin per 3 Agustus 2022 pukul 10.09 WIB mencapai 943.701 ekor. Sebanyak 277.765 ekor dari 457.847 ekor hewan yang terjangkit PMK masuk dalam kategori sembuh. (Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyambut dan turut mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 dengan memasang target sesuai acuan Kementerian Kesehatan RI.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bekasi, Masrikoh mengatakan BIAN Tahun 2022 merupakan upaya pemerintah mengajak ibu pemilik balita melindungi anaknya dari penyakit menular sekaligus memberikan pemahaman mengenai penanganan bagi anak balita pasca imunisasi.
“Dalam pelaksanaan BIAN di Kabupaten Bekasi ini, pastinya para ibu akan diberikan pengertian tentang bagaimana menatalaksana anak balitanya yang telah diberikan imunisasi, supaya anak tetap sehat,” ujar Masrikoh di kantornya pada Rabu, (03/08/2022).
Dia menerangkan pendamping imunisasi juga akan melakukan pengawalan apabila ada anak Balita yang setelah diimunisasi mengalami dampak seperti demam atau sejenisnya.
“Bila terjadi demam, pada balita yang telah divaksin mohon diinformasikan, kemudian nanti akan diberikan obat penurun panas atau paracetamol dan sejenisnya.
Bila terjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya segera laporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi atau ke puskesmas terdekat tempat pelaksanaan imunisasi,” tuturnya.
Mengenai target pelaksanaan BIAN Tahun 2022 in, Ia sampaikan mengacu kepada target yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI.
Untuk Imunisasi Campak-rubella untuk anak 9-59 bulan ditetapkan 95 Persen dan untuk imunisasi terusan atau kejar bagi anak 12-59 bulan, ditetapkan 80 Persen terhitung mulai Agustus sampai September 2022.
Dia berharap pelaksanaan BIAN di Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan di tiap Puskesmas, Paud dan tempat lainnya yang sudah ditetapkan dapat berjalan sukses dengan mencapai target yang ditentukan Kemenkes RI.
“Semoga tidak terjadi KIPI bagi para Balita, petugas yang memberikan pelayanan diberikan kesehatan supaya bisa memberikan pelayanan maksimal.
Semoga semua yang bekerjasama dalam pelaksanaan BIAN bisa saling mendukung, baik kepala desa, kader PKK atau petugas kesehatan lainnya,” tandasnya.(Red)
BIN | – Jadi tersangka pungutan liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kepala Desa Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan (PH) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi.
Kepala Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Bekasi Siwi Utomo menjelaskan, hari ini Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penahanan terhadap Kades Aktif (PH) yang ditetapkan sebagai tersangka kasus Pungli program PTSL.
“Hari ini Selasa tanggal 2 Agustus 2022, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menetapkan PH sebagai tersangka Pungli program PTSL tahun 2021,”kata Kastel Kejari Kabupaten Bekasi Siwi Utomo kepada awak media, Selasa (02/08/22).
Adapun kronologis singkat terhadap tersangka Kades berparas Cantik tersebut, penyidikan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang keberatan atas permintaan uang dari program PTSL.
Awalnya kata Siwi, Desa Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 merupakan salah satu desa yang mendapatkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi.
Selanjutnya proses untuk para warga bisa mendaftarkan tanahnya untuk mengikuti Program PTSL dilakukan dengan mengajukan berkas permohonan ke masing masing Ketua RT,
“Selanjutnya dokumen tersebut diteruskan ke Ketua RW, Kepala Dusun, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, Sekdes dan terakhir diserahkan kepada kepala Desa Lambang Sari untuk selanjutnya diserahkan Ke pihak BPN,”ungkapnya.
Kemudian lanjut Siwi, untuk penyelenggaraan PTSL ini, Kepala Desa Lambang Sari mengadakan rapat bersama dengan Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT.
“Dimana dalam keputusan rapat Kepala Desa Lambang Sari memerintahkan kepada Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT untuk meminta uang kepada para warga yang mau mengikuti program PTSL agar membayar sebesar Rp.400.000 (empat ratus ribu),”terang Ia.
Selanjutnya Siwi berujar, untuk tiap sertifikat dan uang tersebut dikumpulkan kepada Kepala Desa Lambang Sari. Uang tersebut untuk biaya patok, materai, fotokopi dan lain sebagainya dibebankan kepada pemohon.
“Bahwa total permohonan yang masuk untuk mengikuti program PTSL di Desa Lambang Sari adalah sebanyak 1180 sertifikat untuk tiga dusun. Selanjutnya dari total uang hasil pungutan PTSL sebesar Rp.466.000.000 (empat ratus enam puluh enam juta puluh juta ),”tandasnya.
“Ada dugaan masih melakukan permintaan uang dengan jumlah yang lebih besar terkait penyalahgunaan program PTSL dari pemohon badan hukum atau perusahaan. dan untuk kepentingan penyidikan Tersangka PH telah dilakukan penahanan untuk waktu 20 hari ke depan, sampai tanggal 21 Agustus 2022,”pungkasnya.(red)