27.5 C
New York
Saturday, June 27, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 150

Ketua Umum DMI Jabar Berikan Apresiasi Kepada Polri Yang Berhasil Ungkap Kasus Kematian Brigadir J



BIN | Jawa Barat – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provisni Jawa Barat, KH. Achmad Sidik, mengapresiasi Kapolri dan segenap pihak di kepolisian yang telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan beberapa oknum perwira tinggi, perwira menengah dan bintara di jajaran Kepolisian.

“Sebagai orang yang mencintai dan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, kita tentu patut memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pihak kepolisian, yang telah membongkar kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai ke akar-akarnya,” kata Achmad Sidik, Rabu 10 Agustus 2022.

Menurut dia, meskipun pada awalnya masyarakat pesimis dan memperkirakan penyelesaian kasus ini hanya akan menyentuh bagian ranting-ranting saja atau bahkan hilang ditelan bumi, namun melalui kerja keras, sikap tegas dan profesionalitas Listyo Sigit beserta seluruh jajarannya telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J dan menetapkan status tersangka pada mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. Hal ini tentunya akan menjadi salah satu momentum yang baik bagi Pihak Kepolisian untuk dapat menjawab semua keraguan yang selama ini ada di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, berkat kerja keras, sikap tegas dan profesionalitas dari Kapolri dan pihak kepolisian, kasus ini bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya dengan menangkap dan menjadikan tersangka siapa yang telah menjadi aktor utama dan atau otak intelektual dalam kasus terbunuhnya Brigadir J,” ujar Achmad.

Ketua Pimpinan DMI Jawa Barat ini mengharapkan kasus Brigadir J dapat dijadikan oleh Polri sebagai momentum untuk berbenah, memperbaiki diri dan instropeksi di dalam internal Kepolisian agar kepercayaan masyarakat terhadap salah satu lembaga penegak hukum di Tanah Air ini semakin meningkat. Dengan demikian, lanjut Achmad, Polri pun diharapkan dapat menjadi salah satu agen perubahan bangsa dan negara agar Indonesia mampu menjadi negeri yang maju, berakhlak, berkeadilan.

“Diharapkan pihak kepolisian akan bisa menjadi salah satu agen dalam perubahan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini ke arah yang jauh lebih baik sehingga diharapkan negeri ini akan bisa menjadi negeri yang maju, berakhlak, dan berkeadilan di mana rakyatnya hidup dengan aman, tenteram, damai, sejahtera, dan bahagia,” ucap Achmad. (Red)

Pemerintah Optimistis PMK tak Lagi Merebak Mulai Akhir Tahun



BIN | Jakarta, 9 Agustus – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) meyakini wabah PMK akan mencapai nol kasus baru di seluruh Indonesia mulai akhir tahun 2022. Saat ini sudah 6 provinsi dinyatakan bebas dari temuan kasus baru PMK.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito, belum lama ini.

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku.

Pemerintah memperketat penerapan biosecurity hingga ke level turis asing, baik yang datang ke Indonesia maupun yang akan pulang ke negaranya. “Salah satu contohnya dengan menempatkan foot mat dan disinfectant spray di kedatangan maupun keberangkatan Bandara Internasional Ngurah Rai dan Sentani, dan area lain yang termasuk ke dalam zona bebas PMK,” kata dia.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Satgas PMK semakin menggiatkan distribusi vaksin dan penyuntikannya dengan prioritas hewan-hewan ternak di zona hijau.

“Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 1,2 juta (dosis) vaksin. Di Indonesia, jumlah kasus baru PMK melandai. Dan ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK,” ujar dia.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Dan 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

“Studi membuktikan bahwa vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara,” katanya.

Berdasarkan data Satgas PMK per 9 Agustus 2022, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, 6 provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias zero case. Empat di antaranya adala Bali, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Kalimantan Selatan.

Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia



BIN | Jakarta, 8 Agustus – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah mewabah pada hewan ternak Indonesia tidak akan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. PMK bukan zoonosis karena penyakit ini tak menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

“PMK itu bukan penyakit zoonosis. Jadi tidak menular kepada manusia. Manusia bukan inangnya. PMK hanya menyerang hewan berkuku genap. Kita (manusia) berkuku ganjil,” kata Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat, Elise Wieke, belum lama ini.

Elise berharap masyarakat tetap mengonsumsi produk hewan ternak, baik dalam bentuk segar ataupun olahan, seperti biasanya. “Untuk masyarakat, tetaplah mengonsumsi hewan yang rentan PMK. Tanpa harus takut dan ragu. Yang penting pengolahannya benar: dimasak sampai dengan matang,” kata Elise.

Ia menjelaskan tidak ada perbedaan fisik produk segar dari hewan terpapar PMK dengan yang tidak terpapar. “Secara fisik tidak terlihat perbedaannya. Karena memang yang diserang PMK itu kan daerah mulut dan kuku,” katanya.

Kendati produk segar hewan terpapar PMK aman dikonsumsi, ia meminta masyarakat untuk mengolahnya dengan cara tepat. Hal ini bukan karena potensi virus menginfeksi manusia, tetapi guna memotong rantai penyebaran melalui manusia sebagai carrier.

“Misalkan daging itu minimal 30 menit direbus dulu, sebelum diolah. Harapannya virus sudah mati. Atau didiamkan di pendingin selama 24 jam, harapannya virus-virus sudah mati (di situ),” katanya.

Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja menambahkan, untuk produk olahan dari hewan ternak di zona merah tetap aman dikonsumsi masyarakat. Zona merah adalah 70% wilayah sudah terdapat wabah PMK yang menjangkiti ternak.

“Untuk semua produk olahan dari zona merah sebenarnya bisa dibawa ke zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Kenapa? Karena namanya produk olahan tentu sudah melalui berbagai proses agar memenuhi syarat kesehatan dan sebagainya, termasuk juga untuk (bebas penyakit) PMK,” katanya.

Untuk mengendalikan PMK, Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain menerapkan karantina ketat bagi distribusi hewan ternak dengan mewajibkan peternak mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Sedangkan bagi produk daging yang diimpor, harus memiliki surat rekomendasi bebas PMK dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Hadirnya CV ECO PRODUK INDONESIA Berikan Manfaat Bagi Warga Desa Situsari Bogor

BIN | Bogor – Kehadiran perusahaan arang briket CV ECO PRODUK INDONESIA didalam wilayah Kampung Karet Jl.Swadarma RT 02/01 Desa Situsari,Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor,Jawa Barat, menuai manfaat bagi masyarakat sekitar.

Hadirnya CV ECO PRODUK INDONESIA yang akan memproduksi produk arang briket di Kabupaten Bogor, juga memberikan sosial yang tinggi bagi masyarakat sekitar.



Seperti hal yang disampaikan oleh Ecih (47) salah seorang karyawan CV ECO PRODUK INDONESIA sekaligus masyarakat Kampung Karet, yang saat ini berdomisili didekat perusahaan kepada awak media(09/08/2022).

“Saya ingin kerja agar ada masukan untuk biaya sehari-hari, kalau di perusahaan lain dengan usia saya yang sudah tidak muda lagi, pasti tidak akan di terima,namun sejak adanya perusahaan ini saya jadi bisa kerja,” ucapnya.

Mengenai pro dan kontra terkait kehadiran perusahaan arang briket tersebut, saat dikonfirmasi awak media di kesempatan giat musyawarah antara warga dengan pihak perusahaan, Kepala Desa Situsari, Dahlan, membenarkan keberadaan CV ECO PRODUK INDONESIA memang masuk didalam wilayahnya.



“Kami selaku pemerintahan desa dengan adanya perusahaan arang briket ini, warga kami bisa bekerja dan ada pemasukan, kami hanya menginginkan masalah ini kondusif. Sebab dengan adanya CV ECO PRODUK INDONESIA di wilayah kami, bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar serta memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar yang tidak bekerja dengan memberikan konpensasi kepada tiap tiap kepala keluarga yang berdekatan dengan pabrik,” ungkapnya.

Ari Indra David,S.H,M.H, kuasa hukum dari CV ECO PRODUK INDONESIA, menerangkan, jika perusahaan CV ECO PRODUK INDONESIA dari awal berdirinya tidak ada permasalahan baik terkait surat perizinan lingkungan dan legalitas perusahaan semuanya lengkap dan terpenuhi sampai dengan UKL -UPL dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

“Kami sangat mengharapkan perusahaan ini bisa berjalan tanpa hambatan, Kehadiran CV ECO PRODUK INDONESIA telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, ini guna mengurangi angka pengangguran, terkhusus di Kampung Karet Desa Situsari Kecamatan Cileungsi ini,” beber David.

“Intinya, kami dari pihak perusahaan CV ECO PRODUK INDONESIA sudah mengantongi legalitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya, kami pun berusaha untuk memberikan manfaat bagi warga sekitar dengan memberikan bantuan Corporate Social Responbility (CSR) secara rutin.” pungkas David. (Wati)

Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Dikunjungi Tim Penilai Kampung Bersih

BIN | Bekasi – Tim Penilai Lomba Kampung Bersih Tingkat Kabupaten Bekasi yang dipimpin Staff Pelaksana Pol PP Kabupaten Bekasi,Komarudin, melakukan penilaian lapangan ke Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi,sebagai salah satu peserta lomba Kampung Bersih kategori Perumahan terbaik tingkat Kecamatan Serang Baru, Senin (08/07/2022).

Kehadiran rombongan Tim Penilai Kampung Bersih Terbaik Tingkat Kecamatan Serang Baru disambut Kepala Desa Sukasari, Muhamad Nursolehudin, Sekcam Serang Baru,Cece,S.Ag.MM, Babinsa Koramil 12/Serang Baru,Bhabinkamtibmas,Staff Desa Sukasari, Ketua RW 07,Ketua RT 01 sampai dengan RT 012,BPD,Karang Taruna,PKK, Posyandu dan tokoh masyarakat serta tokoh Agama.



Pelaksanaan penilaian Kampung Bersih terbaik di Kecamatan Serang Baru, merupakan penilaian prestasi atas hasil yang dicapai oleh RW 07 Desa Sukasari.

Sekcam Serang Baru yang mewakili Camat, Cece,S.Ag.MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dengan ditetapkannya RW 07 untuk kategori perumahan terbaik tingkat Kecamatan tahun 2022,maka ditetapkan pula untuk mewakili Kecamatan Serang Baru mengikuti Penilaian Lomba Tingkat Kabupaten.



“Kami dari Kecamatan Serang Baru ada 2 tempat yang masuk kriteria untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten, yang pertama kategori perkampungan yang diwakili Desa Jayasampurna dan kategori perumahan yaitu RW 07 ini, mudah-mudahan nilainya mendekati sempurna dan menjuarai tingkat Kabupaten,” harap Cece.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukasari Muhamad Nursolehudin mengatakan, bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada warga RW 07 atas kesiapan untuk mengikuti lomba dan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh RW 07 sehingga ditetapkan untuk mengikuti Lomba tingkat Kabupaten, partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti lomba sangat tinggi yang dibuktikan dengan wajah baru keadaan lingkungan RW 07.

Dengan keunggulan tersebut, Kepala Desa Sukasari berharap, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru menjadi yang terbaik tingkat Kabupaten,tentunya dengan Evaluasi, masukan dan saran dari Tim Penilai Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

“Saya, selaku Kepala Desa Sukasari, menyampaikan terimakasih kepada warga, saya merasa bangga dengan kemajuan pesat RW 07,melihat warga begitu meriah menyambut kami, terciptanya kekompakan antar warga desa Ketua RW dan RT, ini sungguh luar biasa,” ujar Kepala Desa Sukasari dengan semangat.

Komarudin, Staf Pelaksana Pol PP Kabupaten Bekasi sekaligus perwakilan dari tim penilai Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, menuturkan kepada awak media Beksi Indonesia News,menyampaikan dalam penilaian Kampung Bersih Makin Berani ada sejumlah indikator.

Pertama, kata dia, yakni keamanan,kebersihan lingkungan, ketahanan pangan dan sosial.

“Tim penilai akan memberikan poin-poin yaitu keamanan, kebersihan lingkungan, ketahanan pangan dan sosial, karena hal itu yang diutamakan oleh pak PJ Bupati.” tutup Komarudin. (Wati)

Pemkab Bekasi Berikan Tablet Tambah Darah Kepada 124 Ribu Remaja Putri Berusia 12-18 Tahun

BIN | Kabupaten Bekasi – Dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera memberikan Tablet Tambah Darah bagi lebih dari 124 ribu siswi atau remaja putri berusia 12-18 tahun di Kabupaten Bekasi. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi mengatakan, pemberian tablet pertama tersebut rencananya akan dilaksanakan serentak di SMP/MTs, SMA/MA/SMK, serta Pendidikan Luar Biasa (PLB) se-Jawa Barat pada tanggal 11 Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekda Dedy Supriyadi saat membuka kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah di Kabupaten Bekasi Tahun 2022, di Hotel Zuri Express, Cikarang Selatan, Senin (8/8).

Dedy Supriyadi berpesan kepada perangkat daerah terkait untuk saling berkolaborasi dan melakukan berbagai inovasi dalam menyukseskan kegiatan ini, serta memastikan agar tablet tersebut benar-benar dikonsumsi oleh remaja putri.

“Kepada perangkat daerah agar berkolaborasi untuk melakukan inovasi agar tablet ini tidak hanya diberikan saja tapi dipastikan benar-benar dikonsumsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan hal tersebut dilakukannya agar memastikan status gizi para remaja putri khususnya di Kabupaten Bekasi meningkat, sehingga dapat memutus mata rantai terjadinya stunting, menurunkan kasus anemia, serta meningkatkan kesehatan sebagai bekal mempersiapkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan produktif.

Selain itu, ia juga meminta agar pada pelaksanaan pemberian tablet nanti, seluruh Perangkat Daerah terkait dapat memastikan target tercapai hingga di atas 79 persen.

“Harus dipastikan para remaja putri ini mengikutinya. Target untuk pencapaiannya usahakan di atas 79 persen. Selain menyisir remaja putri di sekolah, sisir juga remaja putri yang putus sekolah, karena stunting banyak terjadi di rumah tangga miskin,” ucapnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi, Milik Safiyah, mengatakan bahwa pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri putus sekolah akan diberdayakan melalui Posyandu Remaja, yang saat ini telah berjalan di Kabupaten Bekasi. 

Masing-masing Puskesmas setidaknya harus memiliki 1 hingga 2 Posyandu Remaja, guna memastikan pelayanan kesehatan pada remaja dapat tetap berjalan.

“Untuk yang putus sekolah kita berdayakan melalui Posyandu Remaja yang saat ini sudah berjalan di Kabupaten Bekasi. Di setiap Puskesmas setidaknya harus ada 1 hingga 2 Posyandu Remaja tersebut, jadi nanti pelaksanaannya akan dilakukan oleh Puskesmas,” katanya.

Agar manfaat pemberian tablet tambah darah dapat lebih maksimal, ia menuturkan remaja putri tersebut nantinya harus mengonsumsi tablet tambah darah setiap minggunya, selama 52 minggu kedepan.

“Jadi pada tanggal 11 Agustus 2022 nanti merupakan pemberian tablet pertama. Para remaja putri ini akan diberikan tablet tambah darah setiap minggunya selama 52 minggu ke depan,” tuturnya.

Sebagai informasi, pemberian tablet tambah darah di Kabupaten Bekasi dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Bupati Bekasi Nomor 24 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Siswi SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan PLB di Kabupaten Bekasi. (Red)

Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, kembali menggelar bimbingan teknis tahap ketiga penyusunan masterplan smart city Kabupaten Bekasi

Kegiatan dalam rangka implementasi gerakan menuju Kota Cerdas Kabupaten Bekasi itu, dihadiri Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bekasi, di Aula Lantai 4 Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, pada Senin (08/08/2022).

Perwakilan Dewan Smart City Kabupaten Bekasi, Riri Sadiana mengatakan pelaksanaan program smart city tahap ketiga yang akan berlangsung selama dua hari ini, untuk menyusun 6 program quick wins (prioritas), setelah di Bimtek sebelumnya membahas identifikasi masalah, dan program dan inovasi yang dimiliki Kabupaten Bekasi.

“Bimtek pertama kita mencoba menemukan identifikasi dan faktor penyebab masalah, Bimtek kedua kita rumuskan solusi berupa inovasi yang di-input ke dalam ami.bekasikab.go.id,” terang Riri Sadiana.

Keenam aspek dalam perumusan quick wins yang tengah dirumuskan pada bimbingan teknis ketiga ini meliputi, Smart Government, Smart Living, Smart Environment, Smart Economy, Smart Branding, Smart Society.

“Secara singkat nantinya akan dievaluasi setiap tahunnya oleh pusat. Dari sekian banyak program yang ada, kita pilih yang bisa diimplementasikan dengan cepat,” tuturnya.

Riri mengungkapkan, selain mengundang SKPD untuk berdiskusi dalam penyusunan quick wins, pihaknya juga mengundang komunitas binaan pemerintah Kabupaten Bekasi, sebagai perwakilan dari masyarakat di setiap kecamatan, yang akan melakukan dialog dalam penyusunannya.

“Pada akhirnya quick win ini dari kita hanya berupa formulasi, dari pembimbing smart city Kabupaten Bekasi itu dari Kementerian Kominfo, nanti kita serahkan kepada Pak Pj Bupati apakah cocok atau ada sesuatu yang lebih fundamental dan urgent untuk kepentingan masyarakat Bekasi,” jelasnya.

Penyusunan masterplan smart city yang telah masuk tahap 3 ini, terang Riri, diikuti oleh OPD secara antusias dengan indikator jumlah peserta, dan dari penginputan data di ami.bekasikab.go.id yang dilakukan OPD sudah signifikan sebanyak 80 persen.

“Bagaimana untuk yang 20 persen, ternyata pada saat kita konfirmasi mereka masih menggojlok program apa yang ingin diajukan,” lanjutnya.

Hal terpenting lagi mengenai penyusunan masterplan menurut Riri, Pj Bupati Bekasi telah membuat visi untuk masterplan smart city Kabupaten Bekasi, yaitu “Mewujudkan Kabupaten Bekasi yang SMART”.

“SMART ini singkatan, Sinergi, Modern, Akuntabel, Responsif, dan Transparan, begitu,” terangnya.

Riri Berharap, masterplan smart city dapat dirampungkan pada September 2022 mendatang, dan menjadi program-program yang dapat dijalankan oleh pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya dia juga menambahkan Diskominfosantik yang merupakan leading sektor dapat berperan dalam hal diseminasi informasi, infrastruktur teknologi, perbaikan data dan kebijakan yang berbasis data demi mendukung perwujudan masterplan smart city Kabupaten Bekasi.

“Melihat komitmen Pak Pj Bupati Bekasi, ada harapan besar bahwa smart city bisa berjalan. Kita juga melihat hari ini Sumber Daya Manusia di Kabupaten Bekasi sudah tidak terlalu tertinggal dan dapat mengikuti zaman, edukasi bisa lewat sosmed dan seterusnya, jadi kita tinggal komitmen bersama, bahwa ini kepentingan masyarakat,” tandasnya.(Red)

Dinas Pendidikan dan Bakesbangpol Gelar Lomba Cerdas Cermat

BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan dan Bakesbangpol, menggelar lomba cerdas cermat dengan tema wawasan kebangsaan dan kebekasian untuk pelajar tingkat SMP di 7 Subrayon se-Kabupaten Bekasi. Lomba ini diikuti oleh siswa sekolah negeri maupun swasta.

Acara yang digagas langsung oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan tersebut, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda, secara hybrid, pada Senin, (08/08/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengatakan perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bekasi dan HUT RI Ke 77 tahun ini, selain bertujuan menumbuhkan karakter pada siswa-siswa melalui pemahaman pada wawasan kebangsaan dan kebekasian sejak dini, juga bisa menjadi ruang motivasi serta belajar berkompetisi.

“Saya berharap acara ini akan mendorong anak-anak kita untuk terus belajar lebih baik, terutama untuk menguji sejauh mana anak-anak kita mengetahui wawasan kebangsaan dan kebekasian,” terangnya usai membuka secara virtual babak penyisihan lomba cerdas cermat, di kantornya.

Hasil dari para pemenag perlombaan ini, terangnya, akan dilanjutkan ke final pada tanggal 10 Agustus 2022 mendatang, yang akan dibuka langsung oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, di Gedung Wibawa Mukti.

“Saya berharap ini juga bisa menjadikan motivasi ke anak-anak kita, bahwa penyelenggaraan ini memang menjadi program dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Hari Jadi Kabupaten Bekasi, dan Hari Kemerdekaan,” ungkapnya.

Mengenai penjurian perlombaan cerdas-cermat yang diselenggarakan ini akan dilakukan oleh perwakilan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tiap satuan pendidikan SMP yang ada di 7 Sub Rayon.

“Karena pendekatannya itu wawasan kebangsaan, oleh karena itu guru yang terkait dengan itu adalah guru yang mengajar PKN untuk wawasan kebangsaan, untuk kebekasian ada guru IPS, dan masukan dari masyarakat, itu materi yang akan ditanyakan kepada anak-anak,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata Carwinda, Pemerintah Kabupaten Bekasi, telah melakukan upaya agar kearifan lokal di Kabupaten Bekasi mulai ditanamkan di sekolah, salah satunya secara visual dengan memakai pakaian adat Bekasi.

“Kita menerjemahkannya kalau Hari Rabu anak-anak menggunakan baju adat Bekasi, sebulan sekali. Mereka juga dianjurkan memakai pakaian adat dari masing-masing asalnya, artinya kita juga memberikan ruang bagi budaya lain untuk sama-sama berkembang di Bekasi,” terangnya.(Red)

Turnamen Sepakbola Karang Taruna Cup 2022,Tim Kedai Tower Serang Baru Maju ke Babak Semifinal

BIN | Memasuki akhir pelaksanaan turnamen Karang Taruna Cup yang digelar Karang Taruna Desa Sukasari sejak 26 Juni 2022 lalu dilapangan Camel Pasir Randu Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, di hari Minggu (07/08/2022) dipertandingkan antara Tim Pemdes Sukasari melawan Tim Kedai Tower Serang Baru.

Pantauan dilapangan, tingkat antusias supporter pendukung ke dua tim tampak begitu besar, mereka saling memberikan dukungan kepada timnya masing-masing.

Pada pertandingan ini, tim Kedai Tower berhasil unggul 3-0 atas tim Pemdes Sukasari. Dengan kemenangan ini sudah dipastikan tim Kedai Tower akan melenggang ke babak semi final.

Manager tim Kedai Tower, Nunu Gomes, saat ditemui usai pertandingan, menyampaikan ucapan terima kasih atas segala perjuangan dan dedikasi timnya sehingga dapat memenangkan pertandingan.



“Diakui permainan tim kami ini masih banyak kekurangan, banyak hal yang harus diperbaiki dari pertandingan pada sore ini, tapi kami optimis dan tujuan kami untuk menang, Alhamdulillah mereka berjuang dengan keras sehingga pas pluit panjang ditiup kita menang 3-0. Harapan kami, tim kami dapat lolos ke babak final dan meraih kemenangan,” tandasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Asep Hasanudin selaku Ketua panitia turnamen Sepakbola yang sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Sukasari, mengatakan bahwa turnamen Sepakbola Karang Taruna Cup 2022 diadakan setiap tahunnya dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar warga Desa Sukasari dan mencari bibit-bibit pemain Sepakbola.

“Alhamdulillah sejauh ini acara turnamen Sepakbola Desa Sukasari berjalan dengan lancar dan aman, jujur saja, kami dari panitia awalnya ada timbul kekhawatiran juga, tapi Alhamdulillah tidak ada hal-hal yang mengganggu kelancaran turnamen ini dan yang lebih penting adalah, dengan adanya turnamen sepakbola ini, kita dapat silaturahmi antar warga disamping sebagai pencarian bibit pemain.” pungkasnya. (Wati)

Giat Rutin Warga Perumahan Bumi Cahaya Residen Bersihkan Lingkungan

BIN | Bekasi – Warga Perumahan Bumi Cahaya Residen RT 003 RW 06, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, rutin membersihkan lingkungan secara gotong royong. Upaya ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap bulan. Tujuannya agar lingkungan tetap asri, rapi dan bersih,” kata Ketua RT 003, Iwan Setiawan kepada awak media Beksi Indonesia News, Minggu (07/08/2022).

Dikatakannya, kerja bakti dilakukan dengan membersihkan saluran air, memotong rumput liar dan membersihkan empang dari tanaman eceng.

“Agenda utama Kami adalah membersihkan saluran air, empang dan pemotongan rumput, Kami juga melakukan pengecekan terhadap lampu jalan lingkungan,jika ada yang mati langsung diganti,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, pihaknya juga melakukan perawatan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum), dengan penanaman bibit pohon yang berguna untuk penghijauan dilingkungan perumahan Bumi Cahaya Residen.

“Mudah-mudahan upaya ini bisa bermanfaat bagi warga Perumahan Bumi Cahaya Residen dan menjadi contoh untuk warga lainnya,” tutupnya.

Dari hasil pantauan awak media Beksi Indonesia News dan sampai berita ini terbit,kegiatan Kerja Bhakti warga perumahan Bumi Cahaya Residen masih berlangsung. (Wati)