22.6 C
New York
Friday, June 26, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 89

Kuatkan Tali Ukhuwah Islam, Dr. Andian Parlindungan, MA Hadiri Halal Bihalal

BIN | Jakarta – Dr. Andian Parlindungan, MA, beberapa waktu lalu menghadiri kegiatan halal bihalal 1444 H di dua masjid raya Bintaro di Tangsel, yaitu Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) dan Masjid Raya Kebayoran Residence (MRKR). Kegiatan halal bihal di kedua masjid di atas juga bertabur ustad yang selama ini menjadi narasumber kegiataan kajian dan dakwah di sana, diantaranya Dr. Rusli Hasbi, KH. Afdholi, Dr. Rachman Al-Habsyi, Dr. Ya’kub Amin, dll.

Kegiatan HBH di dua masjid tersebut dilaksanakan pada hari yang sama dengan waktu yang berbeda. Turut hadir para pengurus serta ketua Masjid MRBJ bapak Prastowo M. Wibowo dan MRKR Bapak Abdul Azis Noor.

Kedua masjid di atas memiliki peran strategis dalam proses pembentukan kepribadian muslim sejati, dikarenakan masjid tidak hanya digunakan untuk kegiatan sholat semata, tetapi masjid berfungsi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, pusat pendidikan, pusat kegiatan sosial, dan tentu dapat menjadi pusat membangun peradaban. Demikian ujar Andian Parlindungan kepada awak media.

Selanjutnya menurut Andian bahwa kehadiran kedua masjid tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar khususnya dan warga Tangsel umumnya. Keduanya hadir menguatkan tali ukhuwah umat Islam, dan para pengurus bekerja keras untuk menjadikan masjid-masjid di atas sangat nyaman digunakan untuk beribadah. Hanya saja dibutuhkan peran serta dan aktif masyarakat sekitar untuk memakmurkan masjid, sehingga masjid betul-betul dapat berfungsi untuk membangun peradaban Islam dan umat manusia.

Andian Parlindungan yang juga Caleg DPR RI dari PAN untuk dapil Tangsel (Tangerang Raya) 2024 yang akan datang diharapkan oleh beberapa ustad yang hadir, jika kelak berhasil duduk di DPR RI dapat berkontribusi untuk pemberdayaan peran masjid untuk meningkatlan berbagai aspek penting, yaitu ibadah, pendidikan, ekonomi umat, dll.
Dr. Rusli Hasbi, Habib Rachman al-Habsyi dan KH. Afdholi turut mendoakan dan bantu berjuang untuk kesuksesan Andian Parlindungan menuju Senayan 2024. (Red)

Jaga Situasi Kamtibmas, Polsek Cibarusah Rutin Patroli Gabungan di Malam Hari

BIN | Bekasi – Dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi bersama Koramil 09/Cibarusah, Pol PP Kecamatan Cibarusah dan Karang Taruna Kecamatan Cibarusah, meningkatkan patroli malam hari di tempat – tempat rawan terjadinya kejahatan. Sabtu malam (20/05/2023)

Sasaran patroli adalah pemukiman warga, obyek vital, mini market dan jalan – jalan yang sepi dan minim penerangan.

Kapolsek Cibarusah, Iptu Arie Andhika Silamukti, menjelaskan bahwa sebenarnya patroli sudah rutin dilaksanakan. Namun demikian lebih ditingkatkan pada saat jam dan lokasi yang rawan terutama saat malam hingga dini hari menjelang subuh.

“Patroli dilaksanakan guna mengetahui sejauh mana kesadaran warga dalam melaksanakan kegiatan pada malam hari. Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan terwujud dengan baik apabila tumbuh kesadaran dengan sendirinya dari warga terhadap lingkungannya,” kata Kapolsek.

Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan bahwa kehadiran petugas selain patroli juga memberikan keamanan kepada warga.

“Patroli kita tingkatkan pada malam hingga dini hari, harapannya dapat menekan tindak kejahatan. Namun demikian, kita juga butuh peran serta masyarakat, jika ada kejadian menonjol atau hal yang mencurigakan segera dilaporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat,” tambahnya.

Kemudian untuk antisipasi kejahatan jalanan seperti geng motor, pencurian ataupun begal, pihaknya secara khusus telah menginstruksikan anggota Reskrim dan Samapta untuk patroli pada jam rawan dengan lokasi berpindah pindah. (Wati)

DPRD Kabupaten Bekasi Terima laporan LKPJ Bupati Bekasi Tahun 2022

BIN | Kabupaten Bekasi – DPRD Kabupaten Bekasi menerima laporan LKPJ Bupati Bekasi tahun 2022 pada rapat Paripurna yang digelar pada Jumat (19/05/2023). Paripurna LKPJ Bupati Bekasi itu merekomendasikan 115 usulan yang dapat ditindaklanjuti Pj Bupati Bekasi sebagai kegiatan acuan pembangunan.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, dalam sambutannya mengatakan, dengan diserahkannya seluruh masukan berupa rekomendasi dan catatan dari anggota DPRD Kabupaten Bekasi akan menjadi catatan acuan dasar yang penting bagi kerja-kerja pembangunan di Kabupaten Bekasi kedepannya.

“Tentunya akan menjadi acuan dan pondasi bagi kami Pemerintah Daerah untuk memberikan pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik lagi,” kata Dani Ramdan.

Pj Bupati Bekasi melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat komitmen pembangunan dengan lebih memperhatikan partisipasi, aspirasi yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Pada tahun 2022 Alhamdulillah banyak keberhasilan yang telah dicapai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan cukup banyaknya pengakuan dan penghargaan dari berbagai pihak terhadap kemajuan di berbagai bidang,” ungkapnya.

Meskipun terbilang berhasil, dia melanjutkan, masih banyak masukan dan saran masyarakat yang perlu terus didengar aspirasinya agar dapat melengkapi kekurangan dalam setiap program pembangunan. Dengan begitu, sudah seharusnya Pemkab Bekasi memperkuat komitmen pembangunan melalui pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023.

Dani juga turut memberikan apresiasi terhadap berbagai pihak mulai dari Pimpinan dan Anggota DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta unsur swasta yang telah mendukung program-program Pemkab Bekasi sepanjang tahun 2022.

“Termasuk jajaran pemerintah desa dan masyarakat yang telah memberikan dukungan dan bekerja keras bahu-membahu melaksanakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di tahun yang lalu,” pungkasnya.(Red)

Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Gelar Sosialisasi Tanda Tangan elektronik

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi menggelar sosialisasi Tanda Tangan elektronik di Aula Diskominfosantik pada Jumat (19/05/2023).

Sosialisasi tersebut diimplementasikan kepada para tenaga pengajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kepala Bidang (Kabid) Persandian, Disikominfosantik, Dede Sutardi menyampaikan, pemanfaatan tanda tangan digital (elektronik) terus disosialisasikan.

Kali ini, sosialisasi dilakukan pada SMP Negeri se-Kabupaten Bekasi. Untuk selanjutnya, disosialisasikan kembali ke tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri Se-Kabupaten Bekasi.

“Kita melakukan sosialisasi kembali tentang tanda tangan elektronik. Saat ini, yang sudah itu baru semua perangkat daerah, Kecamatan. Sebelumnya, kita sudah mengadakan sosialisasi tanda tangan elektronik untuk Puskesmas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dede menjelaskan, dalam menunjang perkembangan digital tanda tangan elektronik sangat penting untuk terus disosialisasikan, hal ini untuk menunjang sistem pemerintahan berbasis elektronik. Sehingga, memudahkan dalam proses pelayanan kepada masyarakat.

“Intinya keunggulan tanda tangan elektronik itu, percepatan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum tandatangan elektronik, penandatangan harus menunggu kehadiran langsung. Bisa terlambat, bila yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Namun, kata Dede, dengan tanda tangan elektronik akan lebih memudahkan dan akan mempercepat.

“Jadi tidak ada kendala, dimana dalam melayani masyarakat. Jadi dengan elektronik, dengan hari sekarang dibuat, dalam waktu singkat bisa ditandatangan pimpinan. Walaupun sedang berada di luar kota maupun di luar negri. Intinya, untuk mempercepat pelayanan,” katanya.

Dirinya memastikan, di tahun 2023 tandatangan elektronik akan tercapai di tahun 2023. Dari mulai tingkat SD, SMP Kelurahan, Kecamatan hingga Perangkat Daerah.

“Target semua sudah selesai tahun ini,” tukasnya.

Untuk informasi, pemanfaatan tanda tangan digital (elektronik) telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Sehingga Tanda Tangan Elektronik ini memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan manual pada umumnya dan memiliki kekuatan hukum serta akibat hukum yang sah.(Red)

DPMD Kabupaten Bekasi Sosialisasi Penggunaan Dana Stanting Untuk Seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi mengadakan sosialisasi penggunaan Dana Stanting untuk seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi. Sosialisasi ini terjalin antara BPK perwakilan Jabar, Kementerian Desa dan Departemen Keuangan di support oleh Anggota DPD RI, Rabu (17/05/2023).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rahmat Atong menyambut baik kegiatan ini terlaksana karena Desa adalah pemamfaatan Anggaran
Dana Desa khusus nya dana yang di luncurkan oleh pemerintah untuk menuntas kan kemiskinan extrim termasuk stanting sebagai mana di Amanatkan oleh Presiden.

“Ya kami sangat respon apa yang di lakukan oleh BPK perwakilan Jabar hari ini di Kabupaten Bekasi (16/05/23),sangat bermanfaat kepada teman teman Kepala Desa di Kabupaten Bekasi” katanya.

Masih kata Rahmat Atong Dengan ada nya sosialisasi ini para kepala desa dapat memahami bagai mana cara menggunakan Dana bantuan secara baik dan tepat serta memahami bagai mana cara membuat laporan untuk pertanggung jawaban karena sumber dana ada dari APBN (Pusat) Banprov (dari Provinsi) juga ada dari APBD ini semua harus kita pertanggung jawabkan.

“Dalam hal stanting lebih konsen di acara sosialisasi kali ini, maka dalam masalah stanting masih ada hal hal yang belum tuntas semua dari awal covid 19 sampai sekarang masih ada Desa yang belum membuat laporan maka tadi di sampai kan masih ada yang terhutang ini dimaksud masih ada Desa yang belum selesai membuat laporan” Sambungnya.

Rahmat Atong katakan dalam waktu dekat ini Dia akan brifing dan berkumunikasi sama kepala kepala Desa yang belum menyelesaikan laporan supaya dapat membuat laporan sebagai mana yang di harapkan oleh Nara Sumber tadi baik dari Departemen Kuangan maupun dari BPK perwakilan Jabar sendiri. (adv)

Kadin Disperkimtan Nur Chaidir; Program Rutilahu Juga SPALD-S, Kolaborasi Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mengupayakan program lintas perangkat daerah untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan ekstrem dan stunting di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan), Dinas Sosial dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melakukan kolaborasi dengan mensurvei penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).

“Ya, kami melakukan survei secara acak, data di lapangan sudah sesuai dengan data kemiskinan ekstrem dan data stunting. Jadi program ini sudah sangat tepat sasaran sesuai dengan fokus pemda terkait pengurangan stunting dan kemiskinan ektrem,” ucap Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir saat melakukan survei kepada penerima manfaat di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, pada Rabu (17/05/23).

Nur Chaidir mengatakan, kolaborasi antar dinas ini bertujuan untuk menyelaraskan program lintas dinas yang tujuannya adalah untuk mengatasi dan menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting dengan mengintervensi target-target yang perlu dicapai.

“Karena Disperkimtan kaitannya dengan bantuan Rutilahu dan SPALD-S, maka kami berharap kolaborasi ini berjalan terus sehingga kemiskinan ekstrem lambat-laun dapat dikurangi sehingga bisa nol persen dan angka stunting pun bisa dikurangi sampai nol persen,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin menjelaskan, dalam melakukan intervensi terhadap kemiskinan ekstrem dan stunting, pihaknya bersama dinas terkait, saling beririsan dalam penanganan. Kolaborasi yang dilakukan dinilai sangat efektif dalam menjangkau target-target yang telah ditetapkan.

Ini kan sudah jalan dalam eksekusi kemiskinan ekstrem yang ada di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data yang sudah kita verifikasi dan validasi ada 1.926 jiwa. Kalau program Rutilahu saja 2.500, ya semua berarti sudah habis miskin ekstrem dengan intervensi dalam program Rutilahu ini,” kata Endin.

Dirinya memaparkan, program untuk mengintervensi miskin ekstrem memang tidak hanya Rutilahu, tetapi juga bantuan sosial dan bantuan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Sehingga yang dilakukan Pemkab Bekasi dalam penanganan miskin ekstrem dan stunting sudah tepat sasaran. Artinya pemerintah daerah dalam mengeksekusi program Insya Allah manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Firzawati menambahkan, penanganan stunting melalui program SPALD-S sudah sangat tepat. Sehingga pola hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga bisa diciptakan dengan program yang tepat sasaran.

“Saya mendukung sekali. SPALD-S ini merupakan hajat hidup manusia dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, minimal mengurangi kondisi tidak sehat, agar mereka hidup secara layak. Dan risiko yang diakibatkan karena membuang hajat sembarangan itu juga bisa tereliminasi,” ujarnya.(Red)

Firzawati Kadin DPPKB; Program Rutilahu Sangat Membantu Untuk Pencegahan Stunting

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi secara langsung meninjau para penerima manfaat dari program Rutilahu dan SPALD-S yang digulirkan oleh Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi.

Kepala DPPKB Kabupaten Bekasi, Firzawati mengatakan, kedua program tersebut sangat berkaitan erat dengan aspek-aspek dan prioritas dinasnya terhadap permasalahan dan pencegahan stunting di Kabupaten Bekasi.

“Kolaborasi yang dilakukan Disperkimtan sangat berkorelasi terhadap program yang kami usung terutama penurunan stunting, dimana target-target yang telah ditetapkan atau sasaran yang kami kunjungi memang merupakan keluarga yang berisiko stunting,” ucap Firzawati, Rabu (17/05/23).

Firzawati juga menjelaskan, para penerima manfaat ini memang terindikasi sebagai keluarga berisiko stunting. Hal itu dikarenakan rumah tinggal yang tidak layak huni dan pola hidup sehat dengan sarana sanitasi yang layak tidak terpenuhi oleh masyarakat penerima manfaat.

“Kondisi masyarakat tidak memiliki sarana MCK, jika nanti menikah kemudian memiliki anak. Nah itu yang kemudian dikhawatirkan menjadi indikator terjadinya stunting, maka dari itu kedua program ini sangat penting untuk mengatasi permasalah stunting dari sisi kelayakan hidup masyarakat,” katanya.

Firzawati menyebutkan, berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Bekasi sendiri masih ada sekitar 3.899 anak di bawah usia dua tahun (baduta) yang menjadi fokus perhatian dari DPPKB untuk dilakukan pendampingan secara intens demi mengintervensi angka stunting di Kabupaten Bekasi.

“Kami ada 2.000 lebih tenaga tim pendamping keluarga. Nanti Insya Allah akan kita dampingi termasuk semua keluarga berisiko stunting ini,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, dirinya berharap berharap akan ada perubahan mindset atau cara berpikir dari masyarakat untuk bisa lebih peduli dengan kesehatan keluarga.(Red)

DPRD Kabupaten Bekasi Dukung Pemda Realisasikan Program Bekasi Terang 2023

BIN | Kabupaten Bekasi– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi dukung Pemkab Bekasi merealisasikan pemasangan PJU di 23 kecamatan.

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan DPRD kepada pemerintah dalam program Bekasi Terang 2023, (17/5).

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Helmi mengatakan realisasi program Bekasi Terang 2023 dinilai mampu meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mencegah aksi kejahatan jalanan yang semakin marak akibat kondisi jalan tanpa penerangan.

“Yang utama dan paling urgent adalah maraknya aksi kejahatan di ruas jalan sepi dan tidak ada lampu penerangan atau sering dikenal aksi begal,” katanya

Dia menyebut sejumlah informasi terkait aksi pembegalan di Kabupaten Bekasi disebabkan kondisi jalan yang gelap.

Para pelaku begal cenderung kerap memanfaatkan jalanan gelap saat melancarkan aksinya.

“Beberapa kali kami mendengar aksi begal di Babelan, di Ruas Jalan CBL, lalu di pinggiran Kalimalang. Apa penyebabnya? Setelah dicermati, ternyata pelaku begal ini sengaja memanfaatkan kondisi jalan yang gelap untuk melakukan tindak kriminal,” katanya.

Selain mencegah aksi kejahatan, kondisi jalan yang gelap serta berlubang juga kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas.

“Dengan program Bekasi Terang ini, dua masalah yakni begal dan kecelakaan bisa ditekan sekaligus, dengan catatan program ini merata di 23 kecamatan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Yana Suyatna mengatakan pemerintah daerah berencana memasang lampu penerangan jalan umum di total 300 titik dengan prioritas pada Ruas Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL).

“Yang jadi prioritas utama itu di Jalan CBL, Cabangbungin, Tarumajaya, juga Muaragembong. Termasuk jalan-jalan yang sepi dan gelap, menjadi skala prioritas,” katanya.

Dia mengaku pemasangan lampu penerangan jalan umum ini akan menambah keindahan jalan selain juga menekan angka kasus kejahatan jalanan serta kecelakaan lalu lintas.

“Kalau pemasangan lampu PJU ini juga menjadi prioritas teman-teman Banggar (Badan Anggaran) DPRD, maka program Bekasi Terang bisa terealisasi dan merata di 23 kecamatan,” tandasnya (Adv).

Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Gelar Pelatihan dan Pemantauan Kesehatan Lingkungan Pada Pembudidayaan Ikan Air Tawar

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi melalui Bidang Perikanan Budidaya menggelar pelatihan dan pemantauan kesehatan lingkungan pada pembudidayaan ikan air tawar yang diselenggarakan Hotel Grand Zury pada Rabu (17/05/2023).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 orang serta 12 Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) air tawar penyuluh dan perikanan serta dihadirkan narasumber (Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan) BPKIL dari Serang Banten.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Iman Santoso mengatakan, peserta semua bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik serta mengambil ilmu yang telah disampaikan oleh pemateri agar bisa diimplementasikan dalam pembudidayaan ikan air tawar.

“Permasalahannya yang sering terjadi dialami adalah saat pembesaran ikan yang kurang maksimal sehingga timbulnya penyakit pada ikan, maka dari itu kita gelar kegiatan pelatihan ini agar lebih paham dalam budaya ikan air tawar,” terangnya.

Iman menjelaskan, karena dalam budidaya ini ada beberapa jenis yang harus diperhatikan diantaranya manajemen pakan, kualitas air serta kesehatan ikan dan lingkungan.

“Ya, kalau tiga manajemen itu sudah bisa dikuasainya oleh pembudidaya, mudah-mudahan ikan tersebut akan menjadi sehat serta berkembang dengan baik, sesuai yang kita harapkan,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Kabupaten Bekasi Toni Dartoni menambahkan, Kabupaten Bekasi memiliki potensi produksi perikanan budidaya yang besar sehingga bisa menjadi sektor unggulan.

“Saya berhap dengan apa yang sudah dilatih dapat diterapkan, sehingga para peserta dapat memelihara ikan dengan meminimalisir penggunaan pakan ikan yang dapat menekan biaya produksi, menghasilkan ikan air tawar berkualitas serta dapat dijual ke daerah-daerah yang dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya, sehingga bisa menjadikan sektor unggulan khusus diwilayah Kabupaten Bekasi,” terangnya.(Red)

Polsek Cibarusah Cek TKP Penemuan Mayat di Desa Sindangmulya

BIN | Bekasi – Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi lakukan pengecekan penemuan mayat berinisial DA (51) alias Jablai di Kp. Cikoronjo RT 002/004, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Jawa Barat.

Giat pengecekan TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek Cibarusah Iptu Arie Andhika Silamukti S.T.K, M.Si, didampingi oleh Wakapolsek Iptu Indradi, Kanit Reskrim Iptu Sutarman beserta Kanit Intel Ipda Salim, dan Kanit Samapta Ipda Anwar Sadar.

Waktu kejadian diketahui pada hari Rabu (17/05/2023), sekitar pukul 09.00 Wib. Korban DA (51) alias Jablai dengan saksi – saksi yaitu TS (45), R (40), I (40) dan S (50).

Kapolsek Cibarusah menjelaskan kronologisnya, bahwa mayat tersebut ditemukan oleh TS yang melihat Ruko Bengkel korban terbuka. Lalu TS mengecek Ruko korban dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Dengan rasa penasaran, TS masuk Ke dalam bengkel dan melihat korban terlentang tak sadarkan diri.

“Saksi TS langsung melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Desa Sindangmulya Aipda Rudi melalui Telpon whatsapp,” terangnya.

Lanjut Kapolsek, diperkirakan korban meninggal beberapa jam yang lalu karena sakit dan terdapat beberapa obat di ruko korban. Hasil pengecekan olah TKP sementara, tidak ditemukannya luka pada korban.

“Pihak Kepolisian menghubungi dan mencari identitas korban beserta keluarga korban. Korban saat ini sudah di bawa ke RSUD Cileungsi untuk dilakukan Visum,” pungkas Kapolsek Cibarusah, Iptu Arie Andhika Silamukti. (Wati)