BIN || Kabupaten Bekasi – Keberadaan baleho tentang Arnaen yang terpampang dan berdiri di dalam Gedung Juang 45 Tambun, menuai kritikan pedas sang pembuat gambar, yang mengaku tidak pernah ada informasi atau koordinasi dengan di pasanganya baleho yang cukup besar tersebut.
Kritikan pedas tersebut di ungkapkan Blanco yang tidak lain merupakan sang pelukis gambar Arnaen.
Blanco mengaku dirinya kesal dan tentu kecewa, gambar wajah Arnaen yang di buatnya secara imajiner ternyata telah lama terpasang tanpa ada kordinasi atau informasi ke dirinya.
“Jelas saya sangat kecewa, gambar yang di buat dengan susah payah dengan seenaknya dipasang di gedung Juang, tanpa koordinasi dg saya. Entah sudah berapa pasang mata yang melihat tanpa tau jika sosok wajah itu hasil imajinasi saya,” ujarnya.
Di tambahkan Blanco, ini jelas sudah sangat melanggar dan tidak menghargai karya yang dibuatnya. Dan dengan tidak, Blanco menyatakan akan segera menempuh jalur hukum, karena sudah sangat merugikan dirinya sebagai pembuat gambar wajah Arnaen.
“saya sudah berkordinasi dengan pengacara saya, dan akan saya tempuh melalui jalur hukum tentunya,” kesal Blanco.
Di singgung pihak mana yang rencana akan di tuntut melalaui jalur hukum, dengan tegas pria berperawakan gempal tersebut mengatakan para pihak yang akan dia tuntut adalah Pemerintah Kabupaten Bekasi, Disbudpora dan pengelola gedung juang 45 Tambun.
“Apa yang saya lakukan ini bertujuan jangan sampai ke depannya, dengan seenaknya karya seseorang di gunakan tanpa pemberitahuan, tanpa adab. Pakailah adab orang bekasi, di mana bumi di pijak di situ langit di junjung,” pungkas Blanco. (Bis)
BIN || Kabupaten Bekasi – Ketua Karang Taruna (Katar) Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Yoman Yudistira, kembali terpilih menjadi Ketua Katar Desa Serang Masa Bakti 2024-2029 saat kegiatan Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) yang dilaksanakan di Hotel Sahid Lippo Cikarang, Minggu (23/6/2024).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Katar Kabupaten Bekasi Ahmad Samlawi, Sekcam Kecamatan Cikarang Selatan Udung Budiawan, Kades Desa Serang Irwan Handoko, Ketua Katar Kecamatan Cikarang Selatan Omin Susanto, serta jajaran pengurus Katar Kecamatan Cikarang Selatan dan Desa Serang.
Setelah resmi kembali menakhodai Katar Desa Serang, Yoman mengaku bersyukur kegiatan MWKT Desa Serang bisa berjalan dengan baik dan kondusif. Dan dirinya pun meminta masukan dan saran dari seluruh warga masyarakat Desa Serang pada khususnya, dalam rangka mewujudkan Desa Serang yang lebih baik.
“Iy buat saya pribadi pro kontra pasti ada ya dalam kegiatan MWKT ini. Saya kira semuanya sudah mengikuti aturan dan itu menjadi hak prerogatif masing-masing,” ungkapnya kepada para awak media.
Yoman mengaku dalam waktu dekat ini akan segera menyusun struktur kepengurusan Karang Taruna Desa Serang. “Dan dalam kegiatan pelantikan nanti akan kita jelaskan sejelas mungkin. Dan untuk struktur saya menargetkan 30 hari. Untuk program memang sudah ada dalam visi misi saya, tetapi nanti akan dilihat mana yang paling tepat dan cepat,” terangnya.
Di tempat yang sama, Kades Desa Serang, Irwan Handoko, mengaku jajaran Pemdes Desa Serang pada prinsipnya siap mensupport siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua Katar Desa Serang, untuk bersama-sama mensejahterakan warga masyarakat Desa Serang.
“Dan alhamdulillah hasil keputusan panitia Ketua Katar incumbent kembali terpilih. Dan ini menjadi “PR” buat beliau, karena perjalanan yang sebenarnya nanti setelah beliau dilantik, itulah tugas kewajiban beliau yang harus dijalankan,” ungkapnya.
Dirinya pun meminta masukan dan kritiknya untuk jajaran Pemdes Desa Serang dan Katar Desa Serang, dengan mengingatkan dan menegur ketika menemukan adanya keganjilan, karena dirinya mengakui masih banyak kesalahan dan ingin belajar dari semuanya.
“Alhamdulilah hubungan sinergitas antara Pemdes Desa Serang dan Katar Desa Serang selama ini berjalan dengan baik, baik dalam kegiatan sosial, keagamaan dan olahraga yang menjadi garda terdepan adalah Karang Taruna. Kita jalan bersama-sama dalam lingkup keluarga besar Desa Serang Bersahaja,” jelasnya.
Kades Irwan kembali meminta Ketua Katar Desa Serang terpilih untuk merangkul semua elemen pemuda yang ada di wilayah Desa Serang, termasuk dua bakal calon (balon) Ketua Katar yang lain.
“Semuanya saudara kita. Semuanya keluarga kita. Keluarga masyarakat Desa Serang. Ayuk kita maju bersama dan bangun desa kita bersama-sama dengan tidak saling menjatuhkan dan menghujat. Ada kekurangan dan kesalahan hayu kita perbaiki bersama. Intinya semuanya mempunyai niat dan tujuan yang baik untuk memajukan Desa Serang,” tandasnya. (red)
BIN – Rangkaian Milad Fikom Unisba ke 41 kali ini bekerjasama dengan Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Fikom Unisba dengan mengadakan sebuah seminar yang bertema Pengaruh Media Terhadap Masyarakat di Era Digital pada Sabtu, 22 Juni 2024.
Acara yang diselenggarakan di Gedung LPPM Unisba ini menghadirkan Ketua Program Studi Mikom, Prof. Dr. Ike Junita Triwardhani, M.Si. sebagai keynote speaker.
Ike menjelaskan tentang relasi antar manusia dalam komunikasi digital melalui Actor Network Teori yakni cara melihat dunia digital, bahwa teknologi akan punya makna jika menjadi delegasi akan kehendak manusia.
Seminar ini diisi oleh empat narasumber yakni, Dr. Ika Mardiah, M.Si. (Kepala Diskominfo Jawa Barat), Prof. Dr. Septiawan Santana, M.Si. (Guru Besar Ilmu Komunikasi Unisba), Suhendrik, S.Ip. M.Ipol. (Direktur Bisnis Disway National Network & Sekretaris SPS Jabar), dan Muhamad Agus Dharmajawa (Wakil Ketua Dewan Pers).
Ika yang merupakan Kepala Diskominfo Jawa Barat berbicara mengenai bagaimana regulasi bekerja dan terus berperan untuk mengatur, menjaga, dan melindungi baik pemilik maupun pengguna media digital khususnya di Indonesia.
Lalu Agung menjelaskan bahwa informasi itu bisa bohong dan sebetulnya media online itu berbeda dengan media massa. “Sebagian orang menganggap info yang didapatkan dari media sosial sebagai sebuah rujukan”, pungkas Agung.
Berbicara mengenai media digital, Lebih lanjut Septiawan menjelaskan tiga sudut pandang dunia digital yakni, infrastruktur, kekuasaan, dan logika menilai informasi. Septiawan mengingatkan kita untuk mewaspadai teknologi sekaligus ikut menjaga ketertiban dalam bergaul di dalamnya.
Sementara dengan sangat lugas Suhendrik menyebutkan dua kata dalam konteks penggunaan media sosial yakni, “Adaptif dan inovatif”. Sehendrik juga mengutarakan bahwa media bisa membuat orang benar menjadi salah, media juga bisa membuat orang salah menjadi benar. Itu dampak media sangat powerful.
Acara ini dilaksanakan dalam upaya untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kita bisa saja membutuhkan media, bahkan dalam beberapa kasus kita bergantung kepada media. Namun, sebagai komunitas yang besar, masyarakat harus bisa menjadi kontrol atas dirinya sendiri dan hidup di luar pengaturan media.
Masyarakat punya potensi untuk mendobrak dan menuntut media-media arus utama untuk merubah berbagai kebijakan penggunaan teknologi yang merugikan pengguna media, yang celakanya, banyak dari pengguna teknologi media yang tidak sadar bahwa mereka telah menjadi “sapi perah” bagi para pemilik teknologi khusnya teknologi media.(Red)
BIN – Magister Ilmu Komunikasi Fikom Unisba mengadakan sebuah seminar yang bertema Podcast: Menjelajahi Dinamika Sosial Lewat Podcast, pada Sabtu, 22 Juni 2024.
Acara yang dilakukan melalui Zoom Meeting ini merupakan salah satu rangkaian Milad Fikom ke 41. Dekan Fikom Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, M.Si. yang berkesempatan menjadi keynote speaker pada acara tersebut menekankan bagaimana podcast bisa menjadi alternatif media yang powerfull bagi penyebarluasan gagasan, ide, bahkan melakukan branding.
Tubagus Akmal mengenalkan podcast dari awal bagaimana teriminologi podcast muncul hingga tokoh yang mencetuskan konsep podcast.
Tubagus mengatakan “Podcast sejatinya adalah audio”. Lebih lanjut Tubagus mengenalkan Adam Curry sebagai bapak podcast dunia. Curry adalah mantan penyiar dan VJ MTV yang mengeluh soal keterbatasan waktu dan konten bagi para penyiar.
“Curry dibantu oleh seorang software developer bernama Dave Winer berhasil menciptakan inovasi podcast yang kita kenal sekarang”, jelas Tubagus.
Selain Tubagus Akmal, acara ini diisi oleh pembicara lain yaitu IR. Bintang L. Sasongko (QHSSE & Social Safeguards Manager Unit Capital Project – Geo Dipa Energi) dan Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si. (Ketua KPID Jawa Barat).
Melanjutkan apa yang telah disampaikan Tubagus, Adiyana mengungkapkan berbagai sudut pandang dari ekosistem podcast di Indonesia. Menurut Adiyana, podcast itu merupakan bentuk pergeseran peradaban.
Adiyana mengatakan “Dari subsatansi podcast sebelumnya, podcast menjadi lebih revolusioner. Podcast beradaptasi dalam konteks mutimedia.
Karena perangkatnya audio visual semakin mudah dan murah untuk didapat”. Kondisi podcast saat ini merupakan sesuatu yang baik dari segi user karena gagasan-gagasan yang disebarkan melalui podcast dapat dinikmati dengan cara yang menyenangkan bagi user.
Sejalan dengan yang diutarakan pembicara sebelumnya, Bintang juga mengutarakan bahwa “Visibility adalah segalanya”. Bahwa podcast mempunyai kekuatan dan bisa berbaur dengan konteks sosial-budaya.
Lebih jauh, Bintang juga mengungkapkan tentang bagaimana podcast bisa berdampak bagi dunia pendidikan. Podcast bisa dijadikan sebagai alternatif bahan ajar yang sangat bisa diakses secara luas untuk mencerdaskan bangsa.
Acara ini dilaksanakan dalam upaya untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan konsep podcast sehingga value atau nilai-nilai positif dari topik yang sebenarnya harus dimunculkan mampu dimunculkan, terlihat, dan pada akhirnya mendapatkan ketertatrikan dari khalayak yang membutuhkan atau tertarik pada topik-topik yang spesifik tersebut.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam dan ditutup dengan tanya jawab yang sangat hidup dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan.(Red)
BIN || Kabupaten Bekasi- Pelaksanaan rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang tengah dikerjakan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di sejumlah Desa di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi dinilai lambat.
Hal tersebut terungkap usai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikarang Utara disinyalir minim melakukan monitoring dan evaluasi atas kinerja masing-masing Panitia Pemilihan Suara (PPS) di 11 Desa dimaksud.
Kendati demikian, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) setempat mengultimatum kinerja jajaran badan ad-hock pada penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 itu.
“Berdasarkan LHP (Laporan Hasil Pengawasan) yang kami peroleh dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa (PKD) terdapat sejumlah Desa di wilayah pengawasan Kecamatan Cikarang Utara yang melebihi batas waktu pendaftaran petugas Pantarlih,” kata Imam Saripudin selaku Kordinator Divisi Hukum Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (HP2HM) pada Panwascam Cikarang Utara pada Jum’at (21/06)
Imam sapaan akrabnga menduga hal itu buntut dari kelalaian PPK setempat dalam memonitoring para jajaran dibawahnya yakni PPS Desa dimaksud dalam memberikan sosialisasi berkaitan informasi adanya pelaksanaan open rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).
“Kami menduga PPK Cikarang Utara tidak sesuai dalam menjalankan tahapan rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dan terkesan kurangnya monitoring dan mengevaluasi terhadap para PPS sehingga menyebabkan masyarakat tidak mengetahui adanya informasi tersebut,” ungkap pria berparas tampan tersebut.
Masih dari laporan hasil pengawasan jajaran PKD di masing-masing desa, Imam mengatakan adanya keterlambatan dalam pendistribusian logistik banner sosialisasi penerimaan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang di pasang di setiap tempat.
Alhasil sesuai dengan adanya laporan hasil pengawasan yang diperoleh jajaran PKD disinyalir menjadi salah satu indikator dalam ketidak tertiban PPK setempat terhadap aturan main dengan tahapan yang sudah ditetapkan.
“Bahkan spanduk sosialisasi pun mengalami keterlambatan entah ini dari KPU yang lalai atau dari PPK yang tidak bisa kerja, padahal mulai penerimaan itu tanggal 13 Juni 2024 lalu akan tetapi turun nya logistik seperti sepanduk itu baru diterbitkan dua hari kemudian tepatnya pada tanggal 15 Juni 2024,” tandasnya. (Bis)
BIN – Laporan intelegen tentara sekutu Belanda tanggal 8 Januari tahun 1946, Mas Ocoh rekan dari tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI) Gatot Mangunpraja, menjalin hubungan dengan tokoh Jawara di darah Cileungsi dan sekitarnya saat pemerintahan penjajah Jepang. Mereka mengkampanyekan wajib militer untuk semua pemuda. Tokoh berpengaruh di daerah yang mereka ajak untuk bergabung yaitu seperti ; Pak Macem, Pak Jener, Pak Naih, Bapak Sugiri, Raden Karta, Haji Bakri, Haji Sanusi, Dahlan dan Raidi serta Camat Abdul.
Disini saya tertarik dengan Bang Naih yang terakhir saya ketahui merupakan Jawara asal kampung Rawabangkong, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur. Depa (40) anak dari Pak Naih menerangkan, bahwa ibunya pernah bercerita jika ayahnya dahulu teman sepejuangan Pak Macem dan Camat Nata, yang selalu bersama-sama di zaman sebelum merdeka maupun era perang kemerdekaan.
“Oh iya, ibu juga sering bilang kalau Bapak (Pak Naih) dulu berjuang bareng Pak Macem, Camat Nata, Pak Jener, Pak Loco sama banyak lagi yang lain yang disebut ibu, tapi saya lupa,” kenang Depa menceritakan ayahnya. Kamis, 20 Juni 2024.
Juhari tokoh masyarakat kampung Rawabangkong juga mengisahkan apa yang pernah di ceritakan Pak Naih padanya sewaktu Pak Naih masih hidup.
“Dulu Ki Naih pernah cerita sama Bapak, lagi waktu masih muda Ki Naih pernah ketangkep sama Belanda, terus kalo temennya mah yang satu mati di tembak, kalo dia (Ki Naih) di buang ke Nusa Kambangan de. Di Nusa Kambangan dia lama bangsaan (sekitar) 6 sampe tujuh bulan, ga di kasih kasih makan katanya. Disana Pak Naih ngebon (bertani), nanem kangkung segala, nanem pisang, nanem apa aja buat makan. Lama-lama dia ga kuat, dia nyari akal, terus katanya dia nemu akal, poon pisang sama dia di tebang, terus dia ojay (berenang) dari Nusa Kambangan pake kedebong (batang pohon pisang). Pas di tengah tengah laut dia aneh katanya, kaya ada binatang gede ngedorong dia, dia takut lembu (setan/jin air) tadinya mah, tapi pas dia nengok ternyata ikan gede yang ngedorong dia. Dia pingsan, ga sadar berapa lama berapa lamanya di laut, sadar-sadar dia udah ada di darat. Katanya waktu itu sampe darat dia malem, dia lagi pas sadar ga pake pakean, badannya lemes kelaparan. Terus dia pergi ke kampung dia liat ada yang hajatan, mau nyamperin minta makan dia malu, badannya masih telanjang, dia liat ada pakean nyampai (ngegantung) di sapaian (jemuran) dia ambil ge, terus dia pake, pakean nya juga udah rusak katanya, baru abis udah pake pakean dia minta makan di tempat hajat, di situ dia baru tau kalo dia ada di Cilacap. Terus dia nanya arah pulang ke kerawang, mau bilang Bekasi takutnya ga pada tau de, dia bilang aja pulang ke karawang. Waktu dia nanya ternyata karawang oge (juga) ga pada tau, tapi untung ada aki aki yang tau, terus Ki Naih di kasih unjuk jalannya. Abis makan, badannya udah kuat, Ki Naih baru jalan de pulang nyusurin jalan jauh katanya. Jalan terus dia berhari-hari sambil tatanya, sampe Bandung dia baru dapet tumpangan naek mobil wahon, mobil cold diesel wahon teh, terus turun di Cikampek udah dari situ mah baru Ki Naih apal jalan sampe ke rumah.”
Begitu Juhari (60) panjang-lebar menceritakan kembali apa yang di ceritakan Pak Naih sebisa yang dia ingat. Dia juga menceritakan pula bahwa Pak Naih semenjak itu semakin gemas kepada para tentara, pejabat serta antek antek Belanda. Ki Naih bercerita pada Pak Juhari jika Ki Naih selalu menculik orang yang pro Belanda.
“Ki Naih pernah cerita dia sering nyulik orang Belanda sama orang antek antek Belanda, kalo nyulik, orangnya suruh jalan duluan sama Ki Naih, itu katanya Ki Naih kalo liat ginian orang (dia menyentuh urat besar di atas tumit kaki) rasanya kaya gemes, kaya orang ngidam gitu katanya de, terus di kadek (bacok), plak plak ge dua kali kakinya dua dua nya. Abis gitu dia tinggalin. Kata Ki Naih orang kalo kena itunya pasti mati udah katanya ga ketolong.” Sambung cerita Ki Naih Pada Pak Juhari.
Ki Naih menuturkan pada Pak Juhari jika dirinya sepanjang perjalanan selalu bersama Pak Macem. Ketika menyerbu markas Belanda di leuweung malang yang sekarang lokasinya dekat Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan. Bareng saat bermarkas di Kampung Boker, Bogor, bahkan ia juga selalu bersama ketika grilya ke wilayah Banten dengan Pak Macem.
Dalam catatan koran Sumatra Pos era Hindia Belanda edisi 6 April tahun 1936, menyebutkan empat polisi militer Hindia Belanda menangkap Naih dengan tuduhan telah melakukan 20 pembunuhan. Saat penangkapan berlangsung, Naih melakukan perlawanan dengan melepaskan lima tembakan. Akhirnya dengan berbagai upaya, Naih berhasil tertangkap dan tiga kawannya yang lain menjadi buronan.
Pak Naih meninggal di kampung Pangkalan Dua, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur dalam usia 105 tahun saat menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2006.(Goli)
BIN || Kabupaten Bekasi – Plh Bupati Bekasi Iyan Priyatna menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas tim protokol dan komunikasi pimpinan (Prokopim) dalam menjalankan tugas-tugas keprotokolan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Keprotokolan Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Cikarang pada Rabu (19/06/2024).
“Setiap anggota tim harus memiliki dedikasi yang tinggi, sikap yang santun, serta memahami aturan dan etika keprotokolan dengan baik,” jelasnya.
Iyan menyebutkan, keprotokolan ini memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kelancaran tugas-tugas pemerintahan, baik dalam hal penyelenggaraan acara resmi, pengaturan tata tempat, tata upacara, hingga tata penghormatan.
Menurutnya, tantangan dalam bidang komunikasi juga semakin kompleks di era saat ini. Dimana informasi dapat tersebar dengan sangat cepat sehingga tim Prokopim dituntut untuk mampu mengelola informasi tersebut dengan tepat, cepat, dan akurat.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat memperkuat sinergi antara Prokopim dan perangkat daerah sehingga mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi pimpinan. Protokol harus dapat mencerminkan citra dan wibawa pemerintah daerah khususnya pimpinan yang dalam hal ini adalah bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah,” imbaunya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Akam Muharam menambahkan, penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang keprotokolan sehingga dapat menjalankan tugas dengan lebih profesional dan efisien.
Ia juga mengajak peserta bimtek agar memanfaatkan dengan baik kegiatan bimtek ini sebagai wadah diskusi dan evaluasi, bersama dengan narasumber yang telah diundang yakni Kepala Subbagian Hubungan Keprotokolan Kementerian Dalam Negeri RI Mahtup Basuki beserta Danis Tri Saputra dari Universitas Veteran Jakarta.
“Kami ingin menciptakan keseragaman dalam prosedur dan tatacara keprotokolan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di bidang keprotokolan sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang terjadi selama penyelenggaraaan acara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” terangnya.(Red)
BIN || Kabupaten Bekasi – Plh Bupati Bekasi Iyan Priyatna mendampingi Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meninjau pelaksanaan pemeriksaan tes IVA kepada 1.000 pekerja perempuan di PT Indofood BCP yang bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju pada Kamis (19/06/2024).
Kegiatan Test IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah untuk mendeteksi serta mencegah sejak dini kanker payudara dan kanker leher rahim tersebut. Kegiatan ini digelar selama empat hari, di mulai 19 sampai dengan 24 Juni 2024.
Plh Bupati Bekasi Iyan Priyatna mengatakan, Pemkab Bekasi sangat menyambut baik dengan adanya program ini.
“Ya, kami dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mendukung kegiatan ini yang di inisiasi oleh Kemenaker khususnya untuk para pekerja perempuan di daerah kami, sehingga bisa menjadi contoh oleh perusahaan yang lainnya, untuk memperhatikan kesehatan bagi kaum wanita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata dia, dengan kegiatan ini bisa mencegah terjadinya kanker sejak dini. Diharapkan kegiatan ini bisa berkolaborasi dengan stachkolder yang lain sehingga bisa menjadikan perempuan menjadi sehat disetiap perusahaan.
“Ya, saya rasa harus ada kolaborasi dengan organisasi wanita di antaranya, GOW, PKK untuk mempelopori kegiatan seperti tes IVA ini,” katanya.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa penyelenggaraan pemeriksaan tes IVA ini sebagai wujud nyata program aksi kepedulian terhadap pekerja perempuan.
“Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting sebagai upaya untuk mencegah dan mendeteksi secara dini terjadinya kanker leher rahim pada pekerja perempuan yang merupakan juga bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk itu sosialisasi dan pemeriksaaan secara berkala harus dilakukan,” tambahnya.
Menurut Menaker, dengan dilakukan pemeriksaan tes IVA, kesehatan pekerja perempuan tetap terjaga dan juga akan berdampak pada peningkatan produktivitas kerja.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa Kemenaker sebagai leading sektor K3 sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong semua pihak agar terus-menerus mempromosikan K3 dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha untuk meningkatkan produktivitas.
“Apabila K3 terlaksana dengan baik maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, biaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari, sehingga dapat tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat, dan meningkatnya produktivitas kerja,” ujarnya.(Red)
BIN || Tanjungpinang – Tim Satgas Catur Bais TNI Tanjungpinang berhasil amankan 28 koli Ballpress (pakaian bekas) di Komplek Ruko KM 12 Jalan Arah Tanjung Uban Kota Tanjungpinang milik J&T Cargo Gateway TNJ99A KM 12 Tanjungpinang.
Berdasarkan keterangan Yoga petugas J&T Cargo yang dijumpai awak media ini di lapangan, menerangkan bahwa Ballpress ini akan dikirim ke Pekanbaru oleh Mitra J&T.
Ini sebagai gudang J&T untuk penempatan sementara sebelum diberangkatkan ke Pekanbaru. Barangnya milik mitra. Kita gak tau siapa mitranya ada tiga Pak. Nanti mintra yang jemput untuk berangkat ke Pekanbaru lewat uban,” terangnya.
Lebih lanjut, Yoga menjelaskan terkait barang-barang yang diduga illegal pihak J&T selalu koordinasi dengan Bea Cukai.
Kami kalau ada barang-barang yang diduga illegal, kami selalu lapor ke Bea Cukai. Kemaren ada rokok juga kita lapor ke Bea Cukai Pak,” tambahnya.
Selanjutnya 28 koli Ballpress yang diamankan Tim Satgas Catur Bais Mabes TNI Tanjungpinang diserahkan kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe B Tanjungpinang untuk kemudian diamankan dan diangkut menggunakan dump truck menuju gudang milik Bea Cukai.
Tampak di lokasi 4 (empat) petugas Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai sedang memantau dan mengawasi jalannya proses pengamanan 28 koli Ballpress dari Gudang milik J&T KM 12 tersebut.(Ed)
BIN || Purwakarta – Dalam Berdoa bersama Syukuran Kantor Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta ( KWCP ) dalam menempati Gedung kantor Baru sebagai Perkumpulan Wartawan Cyber yang Beralamat Jl.Raya Sadang Cikampek Kp.Cilame RT.13/05 Lantai 2 di Samping Rm Sabar Jaya Desa Cibening Kec, Bungursari Kab, Purwakarta
Kami sebagai Perkumpulan Wartawan Cyber Purwakarta yang berkedudukan di Purwakarta untuk mengembangkan media Cyber di Purwakarta supaya lebih Profesional lagi dalam menjalani tugas dan tupoksi
Acara Peresmian penempatan Kantor KWCP Oleh Ridho Ketua Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta dan Taslim Sekjen Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta dan Rekan Wartawan di Purwakarta
Di lanjutkan dengan doa syukur bersama ustad Soleh di dampingi Hasan RT.25/08 Perum Bumi Inti Persada ( B.I.P ) di hadiri beberapa warga sekitar,dan juga beberapa DPK APDESI yang mensuport adanya kantor KWCP
Taslim mewakili para anggota yang hadir menyampaikan rasa syukur atas peresmian Kantor KWCP yang Baru ini di Lantai 2.
Ridho menambahkan Berharap agar para anggota memanfaatkan kantor KWCP ini dengan sebaik baiknya sebagai tempat perkumpulan untuk membahas upaya peningkatan kinerja jurnalis dan kesejahteraan bersama.
Bukan itu saja, berdirinya Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta banyak memberikan support dalam hasil karya jurnalistik,bukan itu saja di dalam kemajuan Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta yang Berkolaborasi terhadap Ward Relation of Corrupsion ( WRC ) Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia dan juga Para legal dari Law Firn TKN ungkap Ridho
Lanjutnya Ridho menyampaikan bahwa Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta bukanlah Organisasi tapi Suatu Perkumpulan Wartawan dengan memiliki Payung Hukum ,dari Undang Undang Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 2018 Pasal 2 ayat 1 dan juga dasar hukum : Kode Etik Jurnalistik Indonesia ( KEJI ) dan UU Pokok Pers No.40/1999.Terutama dalam penjelasan Pasal 4 ayat ( 3 ) Kemerdekaan Pers adalah Kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan Supremasi Hukum yang menjadi program utama bangsa dan Negara,NKRI agar terjadinya Balance News dan adanya unsur Cover both of side ujar Ridho.
Lanjutnya,Ridho adanya Kantor KWCP ini,bisa para rekan wartawan lebih profesional dan juga terdisiplin siapa saja bisa bergabung terhadap Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta maupun dari Organisasi atau Non Organisasi karena di KWCP tidak ada batasan dalam meningkatkan para pencari berita ( Pewarta ) yang lebih profesional,dan Edukasi dalam Informasi Berimbang , Terpercaya ucap Ridho.
Bukan itu saja,di Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta yang Berkolaborasi terhadap pihak Lembaga Penelitian dan Kajian Nusantara,juga para Advokat apabila ada yang membutuhkan pendampingan hukum Lukas Ridho
Sementara, Kantor KWCP akan perlahan lahan dan juga rekan wartawan dalam pelayanan publik lebih semangat untuk meningkatkan kinerja selama ini dengan karyanya masing masing
Insyaallah di kantor Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta juga akan menyiapkan Prodcas melalui Channel YouTube para media masing masing tegas Ridho.
DPK APDESI yang tidak mau disebutkan namanya mengharapkan adanya kantor KWCP perkumpulan wartawan cyber Purwakarta bisa memberikan Edukasi, informasi,dan juga saling sehring terhadap desa dan OPD pemerintah,dan juga bisa lebih dekat lagi terhadap para wartawan ujarnya.
Sementara Dwi dari perwakilan Organisasi MIO berharap adanya kantor KWCP ini bisa berkolaborasi terhadap yang lain nya para wartawan lebih aktif mengisi berbagai kegiatan bersama dalam media cyber lebih profesional ucap Dwi.
Dalam kesempatan yang sama Cris menyampaikan adanya kantor KWCP berharap agar rekan wartawan tetap kompak dan solid dan tunjukkan karya dalam memberikan informasi aktual,berimbang, terpercaya semoga banyak ide ide Kreatif dalam membangun Purwakarta lebih maju lagi ujar Cris.
Dilanjutkan oleh Taslim menyampaikan adanya berkolaberasi terhadap WRC dan KWCP yang selama ini masyarakat Cilangkap hampir berjalan 5 tahun,belum ada titik terang dalam permasalahan lahan yang di huni warga Cilangkap,dan sampai dari perusahaan tersebut,ingin memberikan kompensasi yang tidak wajar dari Rp.1.000.000 sampai Rp.3.000.000 ucap Taslim
” Alhamdulillah ke hadiran WRC dan Tim Divisi Hukum sudah ada titik terang dan juga keputusan dari pengadilan, dengan biaya kompensasi dan Lahan tanah per KK dengan 100M. Akhirnya mendapatkan hak hak warga Cilangkap dan terwujudnya masyarakat Cilangkap adanya bantuan hukum dari WRC tegas Taslim
Taslim menambahkan kembali adanya kantor KWCP untuk lebih aktif memanfaatkan kantor baru ini,dan silahkan didayagunakan dengan sebaik baiknya.(Red)