-8.6 C
New York
Tuesday, January 20, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 239

Back to Basics, Strategi Ditjenpas Wujudkan Good and Clean Governance

BIN | Jakarta – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) siap menyongsong 2022 dengan berbagai resolusi demi perbaikan penyelenggaraan sistem Pemasyarakatan di Indonesia.

Pelaksanaan prinsip dasar Pemasyarakatan atau Back to Basics masih dipercaya sebagai senjata utama mewujudkan pelaksanaan clean and good governance.

Hal ini terungkap dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan (Rakernispas) Tahun 2022 bertema “Evaluasi Kinerja Tahun 2021 Back to Basics”, Rabu (19/01).

Pada kegiatan yang digelar di Ancol, Jakarta Utara tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga menyampaikan apresiasi terhadap capaian dan prestasi jajaran Pemasyarakatan di 2021.

Menurutnya, jajaran Pemasyarakatan telah mampu menunjukkan dedikasi dan pengabdian terbaik meskipun dalam situasi pandemi COVID-19.

Hal ini dibuktikan keberhasilan penggagalan berbagai upaya penyelundupan narkoba ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan), pemindahan bandar narkoba ke lapas maximum security di Nusakambangan, pelaksanaan rehabilitasi medis dan sosial bagi pengguna narkotika, ikrar setia NKRI narapidana terorisme, dan sederet prestasi membanggakan lainnya.

Namun ia berpendapat, hal tersebut tak boleh membuat Pemasyarakatan berpuas diri, melainkan terus berbenah agar dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

“Mari kita satukan tekad dan perbuatan untuk memberikan yang terbaik bagi Pemasyarakatan melalui pemikiran-pemikiran yang cerdas, sebagai respon atas harapan dan tuntutan dari masyarakat,” tuturnya.

Ia pun berpesan agar jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia menjaga profesionalisme, komitmen, dan integritas. Melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, baik di lapas, rutan, balai pemasyarakatan (bapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), maupun rumah penyimpanan barang sitaan negara (rupbasan). “Kita kembali pada Basics, penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman dan tertib,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono mengatakan, kegiatan Rakernispas ini dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja Pemasyarakatan di 2021 sekaligus menetapkan strategi pencapaian target di tahun 2022.

Kegiatan dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, 33 Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, 27 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, serta mitra kerja Pemasyarakatan. Rakernispas yang akan berlangsung selama tiga hari, 19 – 21 Januari 2021 ini, juga diikuti UPT Pemasyarakatan se-Indonesia yang terhubung secara virtual.

“Semoga melalui Rakernispas ini dapat kita dapat mengakselerasi kinerja Pemasyarakatan dan menyatukan sinergi untuk menjawab tantangan-tantangan Pemasyarakatan yang semakin kompleks,” tandasnya.(Red)

Resmikan Jembatan Desa di Klaten, Puan: Tak Boleh Ada Wilayah di RI yang Terisolir

BIN | Jawa Tengah- Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Jembatan Gantung Girpasang di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Jembatan tersebut membuka akses untuk desa yang selama ini cukup terisolir.

Peresmian Jembatan Gantung Girpasang dilakukan Puan usai meresmikan Pasar Legi Solo, Kamis (20/1/2022). Peresmian turut dihadiri warga Desa Ngringin dan Desa Girpasang, Kelurahan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

“Di atas kertas, mungkin Jembatan Gantung Girpasang terlihat sederhana, tetapi jembatan dengan panjang 120 meter ini menjadi simbol komitmen kita,” kata Puan saat meresmikan Jembatan Gantung Girpasang.

Jembatan Gantung Girpasang menghubungkan Desa Ngringin dan Desa Girpasang. Dusun Girpasang yang dihuni 12 keluarga dengan penduduk 34 jiwa ini sebelumnya merupakan desa terisolir yang dikelilingi oleh dua buah lembah yang biasa disebut jurang pakis.

Salah satu akses untuk keluar dari Dusun Girpasang harus dilalui dengan berjalan kaki berupa setapak naik-turun jurang yang kedalamannya sekitar 150 meter dengan 1.001 anak tangga. Sebelum terbangunnya jembatan ini, masyarakat Girpasang memanfaatkan alat transportasi berupa gondola sederhana dengan alat penariknya adalah mesin motor yang diperuntukkan sebagai alat  pengangkut pakan ternak maupun hasil bumi penduduk setempat.

Oleh karena itu, Puan menilai peresmian Jembatan Gantung Girpasang sebagai simbol komitmen bersama. “Komitmen bahwa di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak boleh ada desa atau wilayah yang terisolir, termasuk Desa Girpasang,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
 
“Karena itu DPR RI akan terus mendukung dan mendorong Pemerintah Pusat maupun daerah agar memerhatikan dan segera menghadirkan solusi bagi wilayah-wilayah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang masih terisolir,” tambah Puan.
 
Pada awal tahun 2021, warga Kelurahan Tegalmulyo secara swadaya telah menambah 1 gondola yang lebih untuk difungsikan sebagai alat angkut orang, termasuk wisatawan. Puan menilai, masyarakat setempat harus memanfaatkan Jembatan Gantung Girpasang untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Jembatan Gantung Girpasang ini Alhamdulillah bukan hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sudah mulai mampu menarik wisatawan. Momentum ini perlu dimaksimalkan dengan membangun wilayah sekitar agar menjadi tempat wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” paparnya.

Puan meminta Pemerintah Daerah melibatkan masyarakat sekitar agar menjadi pelaku aktif dalam pengembangan pariwisata di daerah lereng Gunung Merapi itu. Bisa dalam bentuk membangun dan mengelola tempat makan-minum yang memanfaatkan keindahan pemandangan di lokasi tersebut.
 
“Bahkan bisa juga dengan mendirikan tempat-tempat penginapan yang bernuansa alam, sehingga di sini bisa menjadi salah satu tempat green tourism atau wisata yang ramah lingkungan,” ujar Puan.

Dengan dibangkitkannya kegiatan wisata alam di wilayah Tegalmulyo, diharapkan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Puan juga meminta masyarakat agar selalu menjaga Jembatan Gantung Girpasang.

“Mari kita jadikan peresmian Jembatan Gantung Girpasang sebagai momentum untuk membangkitkan kesejahteraan masyarakat Desa Girpasang, dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang masih memiliki wilayah terisolir,” tutur Cucu Proklamator Bung Karno itu.

Puan pun menandatangani prasasti Jembatan Gantung Girpasang. Usai peresmian, ia juga mengatar warga Dusun Girpasang dengan menyusuri jembatan sepanjang 120 meter di tengah rintik hujan.

Warga yang berjalan kaki bersama Puan, mengucapkan terima kasih. Sebab berkat adanya jembatan itu, mereka tidak lagi harus berjalan kaki turun naik jurang untuk menuju kota.

Di Dusun Girpasang, Puan menyambangi rumah tetua kampung bernama Panto. Di sana, Puan berdialog bersama warga penghuni desa tersebut.

“Jaga jembatannya. Patuhi aturan agar tidak membahayakan. Misalnya kapasitas jembatan 50 orang, ya patuhi. Apalagi jembatan ini banyak dikunjungi wisatawan,” pesan Puan.

Sementara itu, Panto sebagai orang yang dihormati di Dusun Girpasang mendoakan agar Puan selalu sehat dan sukses dalam menjalankan tugas.

Setelah bertemu warga Girpasang, Puan lalu menyempatkan untuk menikmati teh hangat, tempe mendoan, dan durian khas Kemalang yang cukup ternama di sebuah kedai yang berada di Desa Ngringin. Kedai yang terletak di pinggir tebing Gunung Merapi itu merupakan destinasi favorit wisatawan karena di depannya tampak jelas pemandangan puncak Merapi.

Dalam kesempatan tersebut, Puan didampingi sejumlah Anggota DPR. Selain itu ada pula Bupati Klaten Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, dan perwakilan dari Kementerian PUPR.(Red/Rls)

Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tirinya Yang Masih Dibawah Umur Di Tangkap Polisi

BIN | Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi meringkus JH (60) tersangka kasus diduga pencabulan terhadap anak tirinya yang masih dibawah umur , yang terjadi di Kampung Cilangkara RT 001/001, Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Wakapolres Metro Bekasi AKBP Deddy Supriyadi menjelaskan, Persetubuhan dengan anak dibawah umur yang dialami korban STK (14) yang dilakukan oleh tersangka JH (50) bapak Tiri, Tersangka juga telah 10 (sepuluh) kali melakukan persetubuhan terhadap korban, yang diketahui langsung oleh ibu korban dirumahnya.

“Perbuatan tersebut dilakukan sejak awal bulan Agustus 2020 hingga bulan September 2020 sekira jam 13.00, pelaku melakukan perbuatannya tersebut sudah berunglangkali setiap siang hari dirumahnya ketika Istrinya sedang bekerja,”jelas AKBP Deddy Supriyadi saat Conference Press di Aula Polres Metro Bekasi , Kamis (19/01/2022).

Menurut Kapolres, Pelaku melakukan perbuatannya dengan cara pada saat bekerja dengan istrinya di lapak limbah untuk menyortir atau memilih barang kemudian setiap siang selalu meminta ijin kepada istrinya untuk kembali kerumah dengan alasan mengambil makan dan minum dirumah.

“Ibu korban curiga setiap siang selalu meminta ijin untuk pulang dan hingga akhirnya kepergok langsung oleh ibunya telah melakukan persetubuhan ruang depan televisi”Ucap Deddy.

Kemudian, JH menakuti korban dengan cara tidak akan memberikan uang biaya sekolah, Pelaku akan membelikan Handphone untuk korban jika mau menuruti kemauan untuk disetubuhi, Ia juga menuduh korban mengatakan menemukan celana korban terdapat bercak sperma laki laki, dan Pelaku menuduh korban telah melakukan hubungan suami istri dengan Kakak Tiri korban.

“Pelaku mengancam korban jika tidak mengikuti kemauannya akan membawanya ke kantor desa untuk dipenjara,”lanjutnya

Mendapat laporan pengaduan seorang Ibu Korban, petugas dari Polsek Serang Baru melakukan olah TKP dirumah korban dimana saat itu pelaku JH sudah melarikan diri, penyelidikan Reskrim Serang Baru mulai mengejar pelaku di daerah Pantai Pakis karawang, Carlu Bogor, Ranca Bango Maremang Subang Jawa barat, Muara Enim Palembang. Grand Canyon Karawang. Marunda Jakarta Timur.

“Tersangka di tangkap pada Hari Sabtu, Tanggal 15 Januari 2022 jam 16.00 wib tertangkap dilapak rongsokan Tanah Merah Plumpang Kelapa Gading Jakarta utara,”pungkasnya

Dengan barang bukti, 1 (satu) buah celana dalam,1 (satu) buah baju milik korban, 1 (satu) buah Rok panjang warna Biru -1 (satu) buah Celana panjang warna Coklat – Visum ET Repertum

“Tersangka dijerat Pasal 76 D, Yo Pasal 81 Ayat 1, Ayat 2 dan 3 UU RI No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak dengan Ancaman 15 Tahun penjara,”Ujarnya.(Red)

KBH Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi Berharap DPP PDIP Memberikan Sanksi Tegas Kepada Arteria Dahlan

BIN | Kabupaten Bekasi – Polemik dari pernyataan politikus PDIP Arteria Dahlan saat Rapat Kerja Komisi III dengan Kejaksaan Agung yang menyampaikan kata-kata yang membuat ketersinggungan masyarakat Sunda di Jawa Barat.

Sebelumnya juga Gubernur Jawa Barat telah menyampaikan keberatan atas pernyataan yang disampaikan oleh Arteria Dahlan yang membuat masyarakat Sunda khususnya di Jawa Barat tersinggung dan keberatan dengan apa yang disampaikan oleh Politikus PDIP asal Sumatera Barat tersebut.

Hampir sebagian besar masyarakat Jawa Barat bereaksi terkait pernyataan Arteria Dahlan, dari mulai akademisi, budayawan, pelaku seni, dan masyarakat biasa yang mengecam pernyataan Arteria Dahlan tersebut.

Kemudian media mencoba meminta pendapat dari Ketua KBH Wibawa Mukti atas polemik dari pernyataan Arteria Dahlan saat Raker Komisi III dengan Kejaksaan Agung, Kamis (20/01/2022) di Kantor yang beralamat di Ruko Cortes Jababeka.

Ketua KBH Wibawa Mukti, Ulung Purnama, SH.MH. menyampaikan, “Saya sebagai masyarakat Jawa Barat merasa keberatan dengan apa yang disampaikan Politikus PDIP Arteria Dahlan, pernyataan beliau berpotensi merusak kebhinekaan yang sudah terbangun selama ini”.

“Berpolitik itu seni, berpolitik itu butuh budaya, jadi hargai bahasa Sunda sebagai aset seni dan budaya bangsa, salahnya dimana jika pejabat menggunakan bahasa daerahnya.

Saya berharap semua politikus belajar dari persoalan hari ini, karena kita tidak ingin kebhinekaan dan persatuan tercoreng oleh satu orang karena tidak menghargai bahasa Sunda dan saya berharap Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf kepada orang Sunda khususnya masyarakat Jawa Barat”, paparnya.

Ditempat yang sama, advokat Sairan Nurdiansyah, SH menambahkan, “jika  Arteria Dahlan menyatakan permohonan maaf, maka kami sesama anak bangsa menerima permintaan maaf tersebut, namun perlu ada sanksi tegas dari DPP PDIP yang selama ini merupakan partai yang selalu mengusung kebhinekaan namun ada anggotanya yang malah berpotensi merusak kebhinekaan.

Disisi lain saya berharap agar para politikus lebih hati-hati dalam berucap yang berpotensi membuat kegaduhan”. (Red)

Dandim 0424/Tanggamus Bersama Kapolres Tanggamus Tinjau Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun

BIN | Lampung – Dandim 0424/Tanggamus Letkol Arm Micha Arruan, SE, MM bersama Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhi, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6 -11 tahun, bertempat di SDIT Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung, Rabu (19/01).

Turut hadir pada acara tersebut antara lain Kakesbangpol Tanggamus H. Firman Rani, Camat Kotaagung Erlan, Pj Kakon kotaagung Iksan, Kabag Ops Polres Tanggamus dan Kapolsek Kotaagung, Serta babinsa Koramil 424-03/Kotaagung.

Dandim menyampaikan bahwa, kegiatan peninjauan tersebut untuk melihat langsung pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19 usia 6 – 11 tahun sebagai program Pemerintah dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19, serta meningkatkan Herd Immunity (kekebalan tubuh) yang mana saat ini sasarannya anak usia 6 – 11 tahun.

“Program ini adalah program pemerintah pusat, kita harus mendukung penuh, supaya anak -anak memiliki kekebalan tubuh dan terhindarkan dari Virus Covid-19, karena anak-anak adalah sebagai generasi penerus cita-cita bangsa,” ujar Dandim.

Lebih lanjut Dandim mengatakan,
“Kehadiran kami disini untuk memberikan semangat kepada orang tua yang mendampingi anaknya dan anak-anak yang akan di Vaksin agar tidak cemas dan takut untuk di Vaksin,” imbuhnya.

Kemudian Dandim berpesan kepada tenaga medis (Vaksinator) agar selalu tetap semangat dan jangan pernah menyerah dalam melakukan tugas mulia guna mendukung program Pemerintah dalam upaya percepatan Vaksinasi Covid-19 di Wilayah.

”Untuk para tenaga medis tetaplah semangat dalam mengemban tugas, karena ini merupakan tugas yang mulia.”pungkas Dandim. ( WN/WW )

Kemendagri Turun Tangan Mediasi Pembangunan Jalan Rusak di Kudus

BIN | Kudus – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) membahas khusus urusan teknis pembangunan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Salah satu urusan yang menjadi perhatian itu yakni kerusakan jalan di Kudus, Jateng, yang sudah terbengkalai sejak 2017.

Pembahasan itu merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan pembahasan Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan (Rakortekbang) bersama Provinsi Jateng.

Diketahui, jalan rusak tersebut merupakan akses penghubung Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae ke Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Jalan itu telah rusak sejak 2017 dan belum pernah ada perbaikan dari pihak terkait. Padahal kerusakan itu telah menghambat mobilitas warga serta membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dengan kondisi tersebut, warga setempat kesal dan menanami jalan itu dengan pohon pisang.

Merespons itu, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Ditjen Bina Bangda bergerak cepat melakukan mediasi dengan OPD terkait. Langkah itu untuk mencari solusi atas kerusakan jalan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Kemendagri Sugeng Hariyono telah mengirim tim, dalam hal ini Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) II, untuk meninjau lapangan dan melakukan pertemuan dengan lintas OPD. Pertemuan itu untuk membahas berbagai program, salah satunya terkait kerusakan jalan di Desa Hadipolo.

Direktorat SUPD II Ditjen Bina Bangda Kemendagri pun melakukan kunjungan ke Desa Hadipolo, Kabupaten Kudus, Selasa (18/1/2022). Sebelumnya, telah dibahas secara teknis dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK), Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, dan DPU BMCK Kabupaten Kudus terkait dengan pembenahan kerusakan jalan. Tak hanya itu, upaya dialog dengan Kepala Desa Hadipolo juga dilakukan untuk menemukan solusi perbaikan.

“Ke depan, Ditjen (Bina) Bangda akan memastikan dan terus mendorong Pemda untuk memprioritaskan terpenuhinya infrastruktur terutama yang menghubungkan sentra-sentra pertanian, industri dan pariwisata. Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan akan dimanfaatkan Ditjen Bangda untuk memastikan setiap Pemda benar-benar memahami prioritas program dan kegiatan,” kata Sugeng melalui keterangan tertulis.

Lebih lanjut ia mengingatkan Pemda, agar jangan sampai keluhan masyarakat dan berbagai masalah riil di lapangan justru tidak dimasukkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Diharapkan agar DPRD juga sesuai fungsinya, memperjuangkan aspirasi dan masalah riil di masyarakat sebagai pokok-pokok pikiran atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk dimasukkan dalam RKPD,” pungkas Sugeng.

Untuk diketahui, setelah kunjungan Tim SUPD II Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri ke Desa Hadipolo, Kabupaten Kudus, seluruh perangkat pemerintahan, mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten hingga perangkat pemerintah desa, memberi atensi khusus untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut pada awal tahun 2022 ini.

Puspen Kemendagri

Rapat Minggon Kecamatan Bojongmangu Dihadiri Danramil 09 Cibarusah Dan Wakapolsek Cibarusah

BIN | Bekasi – Danramil 09/Cibarusah Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Kapten ARH Joedi Narto dan Wakapolsek Cibarusah, Iptu Jamil Supriyadi, menghadiri Rapat Minggon tingkat Kecamatan Bojongmangu yang dilaksanakan di aula Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi. Rabu (19/01) pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai.

Rapat Minggon tingkat Kecamatan Bojongmangu tersebut dihadiri Camat Bojongmangu Agung Suganda, Kepala Puskesmas Bojongmangu Dadan Mulyana, Ketua PGRI Suherman, Kepala Desa se – Kecamatan Bojongmangu, SekDes se – Kecamatan Bojongmangu dan Ketua BPD se – Kecamatan Bojongmangu.

Dalam Rapat Minggon Kapolsek Cibarusah yang diwakili Iptu Jamil membahas potensi penyebaran virus corona varian baru serta rencana vaksinasi Booster yang akan diselenggarakan pekan depan di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu.

“Mudah-mudahan pekan depan kita sudah dapat melaksanakan vaksinasi Booster, saya menghimbau kepada semua pihak yang terkait agar dapat berpartisipasi dalam program ini, dan saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Bojongmangu untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus yang saat ini sudah ada virus varian baru yaitu Omicron,” Kata Jamil selaku Wakapolsek Cibarusah.

Jamil menambahkan, perihal jembatan penghubung wilayah ujung Bekasi Selatan dengan Kabupaten Karawang yang terletak di Bojongmangu pengerjaannya sudah selesai.

“Alhamdulillah pengerjaan jembatan penghubung antara Bekasi dan Kabupaten Karawang sudah selesai dan in sya Allah itu akan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, dan untuk Anggaran Dana Desa akan diprioritaskan untuk perbaikan jalan penghubung yang rusak di dua Kabupaten tersebut,” paparnya.

Sementara itu Danramil 09/Cibarusah menyampaikan, memasuki musim penghujan agar mengantisipasi terjadinya bencana alam, TNI, Polri dan Muspika harus bekerja sama dalam antisipasi dan tanggap darurat bencana.

“Kami dari TNI khususnya Koramil 09/Cibarusah siap untuk membantu Polri khususnya Polsek Cibarusah dan Muspika Bojongmangu, agar sama-sama siaga karena musim hujan yang sudah mulai tinggi intensitas curah hujannya, kita harus jalin komunikasi yang baik, sekecil apapun kejadian harus disampaikan.” pungkas Joedi. (Wati)

Isi Kekosongan Jabatan, Danrem 071/Wijayakusuma Pimpin Rotasi Jabatan Perwira Menengah Korem 071/Wijayakusuma

BIN | Banyumas – Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., pimpin rotasi jabatan Perwira Menengah Korem 071/Wijayakusuma guna mengisi kekosongan pejabat dilingkungan Korem 071/Wijayakusuma, Rabu (19/2/2022) di Aula Jenderal Sudirman Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.

Sejumlah Perwira Menengah Korem 071/Wijayakusuma yang mendapat rotasi jabatan tersebut diantaranya, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol., menjabat Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma yang sebelumnya jabatan Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma diserahkan pejabat lama kepada Danrem 071/Wijayakusuma, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono yang sebelumnya menjabat Kasi Perencanaan Korem 071/Wijayakusuma menjabat Dandim 0701/Banyumas menggantikan Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol., Mayor Cba (K) Rr. Sri Harjani, EDA, S.Sos., sebelumnya menjabat Pasi Bin Komsos Siter Korem 071/Wijayakusuma menjabat sebagai Kasi Perencanaan Korem 071/Wijayakusuma.

Mayor Inf Darul Quthni, S.Ag., menjabat Kasi Teritorial Korem 071/Wijayakusuma yang sebelumnya jabatan Kasi Teritorial Korem 071/Wijayakusuma diserahkan pejabat lama kepada Danrem 071/Wijayakusuma.

Kegiatan dilaksanakan melalui upacara Penyerahan Jabatan Kasrem 071/Wijayakusuma, Serah Terima Jabatan Dandim 0701/Banyumas dan Kasiren Korem 071/Wijayakusuma, serta Penyerahan Jabatan Kasiter Korem 071/Wijayakusuma dari Danrem 071/Wijayakusuma.

Disamping dilaksanakannya kegiatan tersebut, juga dilaksanakannya penandatanganan zona integritas dan kegiatan Serah Terima Jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Kodim 0701/Banyumas dari Ny. Wiwin Candra kepada Ny. Niar Iwan Dwi Prihartono yang dipimpin oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Dewi Lagan Safrudin serta penyerahan tugas jabatan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Dewi Lagan Safrudin kepada Ny. Wiwin Candra.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., dalam amanatnya mengatakan, pergantian pejabat dalam suatu organisasi merupakan hal wajar serta dapat terjadi disetiap saat.

“Pergantian tersebut bertujuan agar pembinaan organisasi berlangsung secara berkesinambungan dan berkelanjutan, serta sebagai bagian dari tour of duty”, terang Danrem.

Dikatakan orang nomor satu di Korem 071/Wijayakusuma ini, acara serah terima jabatan tersebut merupakan kewajiban dan wujud tanggungjawab dalam mengemban tugas jabatan sesuai surat perintah yang diterimanya.

Selain itu, juga merupakan kehormatan dan penghargaan yang diberikan Korem 071/Wijayakusuma terhadap prajurit yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

“Untuk pejabat baru yang sudah lama bertugas di jajaran Korem 071/Wijayakusuma, saya yakin dan percaya saudara dan saudari sudah memahami dinamika tugas yang akan dihadapi.

Untuk pejabat yang baru masuk menjadi prajurit Wijayakusuma, diharapkan akan menjadi prajurit yang peka dan mampu melaksanakan tugas pimpinan dengan baik sesuai makna yang terkandung pada sesanti Dhuaja Korem 071/Wijayakusuma Musthi Cakra Sukarno Aji”, himbaunya.

Disamping hal tersebut, Danrem juga menyampaikan apresiasinya kepada para pejabat lama atas dedikasinya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya selama menjabat.

“Saya yakin dan percaya, selama memegang jabatan masing-masing, saudara telah melakukan dan melaksanakan tugas, wewenang dan tanggungjawab jabatan dengan baik. Diharapkan, kontribusi yang telah diberikan akan menjadi acuan pelaksanaan tugas bagi satuan yang ditinggalkan dan semoga sumbangsih tersebut mendapat balasan setimpal dan pahala berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa”, harap Danrem.

“Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan kepada para istri yang telah memerankan tugasnya dengan baik. Hal ini, karena peran istri sangatlah penting dalam memelihara moril dan semangat untuk mendorong suami meraih keberhasilan dalam melaksanakan tugas sebagai seorang prajurit”, pungkasnya.(Red/Dy)

Ketua STEI LPPM Bandung Barat; Revolusi Industri Menjadi Tantangan Lulusan STEI LPPM

BIN | BANDUNG – Ketua STEI LPPM Bandung Barat Dr. H. RM Imam I. Tunggara,M.Pd  mengatakan, bahwa Saat ini negara kita telah memasuki era digitalisasi dan globalisasi sesuai revolusi indutri 5.0 dalam dunia pendidikan menekankan pendidikan karakter , moral dan keteladanan.

Namun hal itu dikarenakan ilmu yang kita miliki saat ini akan tergantikan dengan kemajuan teknologi, akan tetapi penerapan keahlian softkill dan hardkill itu tidak dapat tergantikan oleh perkembangan teknologi.

Oleh karena itu revolusi industri yang pada saat ini kita laksanakan dan yang sedang berjalan yaitu revolusi 5.0 menekankan pada perguruan tinggi untuk menghadapi hal seperti ini tentunya menyiapkan sumber daya manusia yang handal, sumber daya manusia yang mempunyai keahlian di bidang masing masing yang nantinya akan terus bersaing dengan para lulusan lulusan perguruan tinggi yang lainnya, ungkap Imam tunggara seperti dilansir dari globalmedianews.co.id  dalam sambutannya  saat memimpin  sidang senat terbuka wisuda Sarjana ekonomi angkatan Ke 3 tahun 2022 STEI LPPM Bandung Barat yang dilaksanakan di Hotel grand pasundan, Kota Bandung, pada Kamis (13/01/2022).

Menurutnya, agar dapat dicapai oleh perguruan tinggi, maka perguruan tinggi harus menyiapkan beberapa hal yang dapat menopang terhadap perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi.

Revolusi industri ini menjadi tantangan bagi lulusan atau bagi alumni STEI LPPM Padalarang kab. Bandung barat, maka harus menyiapkan diri karena seaat alumni  setelah keluar dari perguruan tinggi itulah merupakan dunia nyata yang menghadapi lapangan kerja.

‘’Jadi diperlukankan keahlian ,keterampilan hardskill dan softskill untuk menjawab semua tantangan tantangan seperti itu’’ katanya.

Lebih lanjut Imam Tunggara menerangkan, Revolusi industri ini dimulai pada tahun 1780 dan berjalan sampai saat ini yang merupakan suatu terjadinya perubahan yang besar- besarab terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Sehingga revolusi industri merupakan upaya untuk menuju kepada perbaikan kepada dunia informasi dan dunia informatika, seperti yang kita saat ini lihat di situs – situs online yang sudah merambah di mana mana.

Pihaknya berpesan kepada 48 wisudwan/wati lulusan STEI LPPM Bandung Barat yang sudah berhasil menyandang Sarjana Ekonomi, bahwa wisuda ini bukan akhir dari perjuangan kalian, perjuangan sukses orang tua sukses kita bersama, bahwa kita melihat kesuksesan itu bukan dipandang daripada kalian telah dipandang kalian telah  menjadi seorang sarjana, kalian sudah menjadi sarjana ekonomi tapi  kesuksesan dapat kita raih dari beberapa hal.

Mahasiswa lulusan alumni STEI LPPM Bandung Barat harus sudah siap dengan perkembangan teknologi revolusi industri 5.0,ujarnya.

Selain itu Imam Tunggara mengatakan, bahwa kesuksesan dapat kita raih  dengan cara para alumni sudah harus mempunyai beberapa hal yang harus ditekuni, yang pertama para alumni  setelah lulus harus mempunyai mimpi besar (big dream) , bagimana kalian untuk meraih sukses itu  harus dimulai dari mimpi, mimpi itu bukan mimpi sambil tidur tapi mimpi sambil bekerja.

‘’kerja keras, kerja ikhlas  dan kerja tuntas, ini yang harus kalian kerjakan Dan kunci kunci sukses dapat kalian raih sebaik baiknya”,ungkapnya.

Marilah kita bermimpi utuk meraih kesuksesan mulai dari diri kita sendiri, mulai dari kampus kita  sendiri, bagaimana kita bisa meraih mimpi besar kita.

Namun mimpi besar ini tidak akan terwujud oleh kalian, walaupun kalian mempunyai cita-cita setinggi langit, mempunyai cita cita besar, tapi cita cita itu tidak akan dapat diraih tanpa kerja keras.

Menurutnya kerja keras sangat penting untuk meraih sebuah cita cita , meraih harapan harapan kita , meraih mimpi mimpi kita .kalian tentunya punya harapan punya cita cita dan punya keiinginan ,’’mau seperti apa saya kedepan’’.

Mahasiswa STEI Lppm Bandung Barat mesti sudah memikirkan bagaimana saya kedepan,bukan bagimana nanti (kumaha engke,red) tapi sudah  dengan du hal tadi yaitu mempunyai mimpi besar ,kerja keras dan yang ketiga ,kalian  tidak boleh menyerah, terus berjuang terus melakukan hal baik terus yang terbaik unytuk didri kalian , untuk orang tua nusa bangsa dan agama kita,

Pihaknya berharap kepada para lulusan STEI LPPM Bandung Barat itu harus bisa menjadi generasi – generai yang berguna bagi Nusa, bangsa dan agama.

‘’Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat ketika kalian sudah menjadi seorang sarjana, ilmu yang kalian sudah diperoleh dari kampus, bangku kuliah kalian terapkan di masyarakat’’ujarnya.

Amalkanlah ilmu yang kalian dapatkan untuk kemajuan masyarakat dan tetap berpedoman kepada diri kita sendiri, berpedoman pada bagaimana kita ingin maju dan berkembang. Seperti dikutip oleh bung karno ‘’Gapailah cita cita setinggi langit walaupun kalian jatuh akan jatuh bersama bintang bintang, begitupun kalian meraih mimpi – mimpi yang besar mimpi yang setinggi langit tidak jadi masalah, tapi ketika kalian jatuh kalian akan jatuh bersama bintang bintang artinya jika kalian gagal kalian tidak boleh menyerah, tidak boleh putus asa, terus maju dan terus berkembang.

Hari ini kalian sudah menyandang sarjana ekonomi, tinggal bagaimana kalian diterapkan didunia nyata, karena persaingan dunia kerja cukup ketat apalagi sekarang dunia, bangsa kita sedang diterpa oleh virus covid 19, mudah mudahan virus ini berlalu  sehingga dunia kerja bisa terbuka seluas-luasanya.

Ia juga berpesan kepada para alumni lulusan  STEI LPPM  Bandung Barat ini agar senantiasa bisa menjaga almamater kampus kita tercinta bersama sama.

Kesuksesan, keberhasilan saudara – saudara ini bukan semata mata sukses atas keberhasilan diri sendiri tapi keberhasilan hari ini yang pertama semata mata karena Alloh SWT, bahwa alloh lah yang telah memberikan rahmat kepada kalian dan memberikan ridho kepada kalian dalam meraih gelar sarjana, yang kedua berterima kasihlah kepada orang tua,ucapnya.( Red )

Pelaku Pencabulan Bocah Lelaki Penderita Autis Diamankan Polres Metro Bekasi Kota

BIN | Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang pria FS (46) pelaku pencabulan terhadap bocah lelaki di bawah umur penderita autis. Perbuatan bejat tersebut dilakukan di rumahnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengatakan pengungkapan kasus pencabulan terhadap anak laki-laki ini viral di media sosial pasca-seorang warganet melakukan aduan terbuka melalui akun Twitter.

“FS kita amankan di kediamannya yang menjadi tempat lokasi kejadian perkara,” ujar KombesPol Hengki dalam konferensi pers di Mapolrestro Bekasi Kota kemarin.

“Tersangka cocok dengan informasi, adanya informasi dari media sosial sangat membantu dalam penegakan hukum,” sambung KombesPol Hengki.

Menurut KombesPol Hengki, modus pelaku melakukan pencabulan dengan mengajak korban main ke rumahnya. Kemudian dipaksa melayani nafsu bejat pelaku. Korban juga diancam jika menceritakan kepada orang lain.

“Setelah kejadian tersebut, tersangka memberikan uang Rp15.000 serta mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapapun,” tutur KombesPol Hengki.

Atas perbuatannya, pelaku FS akan dikenakan dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
(Wati)