BIN | Jawa Barat – Pelaku usaha yang tergabung pada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Jawa Barat pada hari Selasa, 5 Juli 2022 mengikuti pelatihan bersama tim dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) yang diselenggarakan di Aula Pascasarjana Unisba, Jalan Purnawarman Bandung.
Program pelatihan ini sebagai bentuk dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dengan tema “Pengembangan Kewirausahaan Melalui Program Digital Bagi Komunitas Wanita Disabilitas Kota Bandung”.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Anne Maryani, M.Si dengan anggota tim dosen, yaitu Dr. Ike Junita Triwardhani, M.Si., Indri Rachmawati, S.Sos., M.I.Kom., dan Raditya Pratama Putra, S.I.Kom., M.I.Kom. Diselenggarakannya kegiatan ini didorong tingginya persaingan bisnis saat ini, sehingga diperlukan pemahaman bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan bidang pemasaran ke arah digitalisasi.
Pemasaran online sangat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha untuk memudahkan dalam proses menjakau calon konsumen pontensial.
Selain tim dosen Fikom Unisba, materi PKM kali ini juga disampaikan oleh Agnes Eka Febrianti, S.I.Kom seorang wirausaha muda yang sukses menerapkan konsep pemasaran online dalam bisnisnya sekaligus pakar dalam bidang pemasaran online. Agnes juga sebagai alumni dari Fikom Unisba yang kini menjalankan berbagai jenis usaha mulai dari Digital Marketing Agency, hingga pada penjualan produk essensial oil.
Sebagai peserta yang memiliki bidang usaha dengan produk yang dihasilkannya, mereka sadar bahwa produk yang dihasilkan tersebut harus berkualitas, mudah diterima dan menjadi sebuah pilihan masyarakat, maka sangat diperlukan pemahaman dalam mengimplementasikan kegiatan pemasaran online.
Untuk itu HWDI Jabar sebagai himpunan, menyambut baik dengan kegiatan ini, sementara para pelaku usaha yang tergabung di dalamnya begitu antusias mengikuti hingga kegiatan PKM ini berakhir.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi, bersama seluruh SKPD yang tergabung dalam tim percepatan stunting, tengah melakukan upaya ekstra melalui berbagai program yang langsung dirasakan masyarakat.
Kepala DPPKB Kabupaten Bekasi, Farid Setiawan mengatakan, Pemkab Bekasi berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024, seperti yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Untuk Kabupaten Bekasi sendiri, sudah ada satgas khusus penurunan stunting yang dibentuk Pak Pj Bupati Dani Ramdan, yang menargetkan penurunan stunting tahun 2022 ini, sebesar 4 persen dari 21,5 persen angka stunting di Kabupaten Bekasi,” kata Farid Setiawan, usai mengikuti secara virtual, acara puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29, di Command Center, Gedung Diskominfosantik, Cikarang Pusat, Kamis (07/07/2022).
Farid mengungkapkan, tim percepatan stunting di Kabupaten Bekasi saat ini bekerja ekstra melalui petugas penyuluh di lapangan, yang melibatkan unsur PKK dan tenaga medis.
“Mereka menyasar ke kalangan remaja, pasangan usia subur, sampai ke ibu yang memiliki balita, di setiap desa dan kecamatan yang menjadi fokus penurunan stunting. Termasuk kami pun melakukan pendampingan kepada ibu-ibu yang mempunyai anak remaja, yang siap menikah, agar keturunannya bebas dari stunting,” terangnya.
Puncak peringatan Harganas tingkat nasional tahun 2022 dilaksanakan secara hybrid, di Kota Medan, Sumatera Utara, dengan mengangkat tema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”. Acara tersebut dihadiri langsung Presiden RI, Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo, serta Ketua BKKBN Hasto Wardoyo.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi merespon tingginya angka pengangguran dengan membentuk Tim Kordinasi Percepatan Penanggulangan Pengangguran Daerah Kabupaten Bekasi.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Suhup mengatakan, tim tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor : HK. 02.02/Kep.313 Disnaker/2022, yang ditandatangani Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan tertanggal 5 Juli 2022.
“Angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi yakni sebesar 10,26 persen. Karena itu, melalui tim ini, kami segera menentukan langkah-langkah strategis, untuk menjawab tantangan masih tingginya angka pengangguran ini,” kata Suhup, di acara Launching Pelatihan Kompetensi dan Pemagangan, yang berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Jl. H. Nausan, Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara, pada Kamis (07/07/2022).
Suhup mengatakan, Tim Kordinasi Percepatan Penanggulangan Pengangguran Daerah terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Bekasi, unsur pengusaha(Apindo), unsur HRD, unsur Serikat Pekerja, unsur BKK dari SMA/SMK dan unsur lainnya.
Tugas pokok Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Pengangguran Daerah Kabupaten Bekasi, kata Suhup, diantaranya, menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan unggul dan menciptakan wirausahawan mandiri.
Kemudian, menciptakan lowongan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan mewujudkan penempatan tenaga kerja lokal serta mengurangi angka pengangguran.
“Hari ini kita juga lakukan MoU dengan 61 perusahaan yang berkomitmen mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja. Insya Allah, selama dua bulan ke depan, kita akan merekrut sekitar 3000 calon tenaga kerja yang ber-KTP Kabupaten Bekasi,” ujarnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Musyawarah Dusun (Musdus) Terakait Pergantian Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Wilayah Dusun I Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat Diduga cacat prosedur dan tidak sesuai aturan sehingga jadi polemik.
Polemik tersebut Pasca pengunduran diri Egi Solihin, Anggota BPD Wilayah Dusun I, berdasarkan Surat Pernyataan yang ditanda tangani pada tanggal 20 Januari 2022, perihal Penguduran Diri.
Tak lama dari surat tersebut, pada tanggal 25 Januari terjadinya Musyawarah Dusun (Musdus) di Wilayah Dusun I secara musyawarah Mufakat, Dalam Musdus tersebut terpilih salah satu orang atas nama Ahmad Taminudin. Bahkan Musdus tersebut dihadiri 3 oknum BPD Desa Tanjung Baru yang diduga syarat akan kepentingan politik sehingga 3 Oknum BPD menabrak dan bahkan tak paham aturan.
Tak diakui hasil Musdus Dusun I, beberapa BPD yang hadiri Musdus, justru melayangkan surat Mosi tidak percaya terhadap pimpinannya sendiri yaitu Ketua BPD Desa Tanjung Baru, Arsad.
Sementara itu, BPD yang menghadiri Musyawarah Dusun I, Edi Junaedi dan Rosada saat dikonfirmasi wartawan terkait dasar Musdus di Wilayah Dusun I, Apakah tidak bertentangan dengan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Badan Permusyawaratan Desa di pasal 17. Edi Junaedi dan Rosada memilih untuk bungkam seribu bahasa dan BPD Hj.Dahlia belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut.
Ketua BPD Desa Tanjung Baru, Arsad kepada wartawan saat diminta keterangannya pada hari Kamis, (07/07/2022) menanggapi dengan santai. Ia mengatakan silahkan tanya kepada BPD yang menghadiri Musyawarah Dusun (Musdus) di Wilayah Dusun I, Apa dasarnya, sampai membuat juga mosi tidak percaya kepada saya.
“Yang katanya saya merugikan kepentingan umum meresahkan sekelompok masyarakat desa dan mendiskriminasikan warga atau golongan masyakat desa, Menyalah gunakan wewenang dan Melanggar sumpah dan janji, dimana melanggarnya?”, tanya Arsad.
“Bukankah Musdus itu sendiri yang melanggar? Sehingga menjadi polemik dan membuat kegaduhan”, tanya Arsad balik.
Dijelaskan Arsad, Didalam Perbup Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksaan BPD dalam pasal 17 saya rasa sangat jelas. Bagaimana Musdus itu tidak cacat prosedur, Surat pengunduran dirinya saja saya terima tanggal 12 Februari 2022, lalu pada tanggal 14 Februari 2022, BPD melakukan rapat pembahasan pemberhentian saudara Egi Solihin untuk disampaikan kepada Pemerintah Desa/Kepala Desa atau untu selanjutnya disampaikan kepada Bupati melalui Camat.
“Kan lucu, masa rapat pemberhentian oleh BPD saja belum kok sudah gelar Musdus, Keputusan Pemberhentian dari Bupati saja belum, kok sudah Musdus. itu aturan dari mana? Semua ada aturannya dan sudah kami jalankan”, jelas Arsad.
Nah untuk selanjutnya kata Arsad, kan terkait PAW itu ranahnya Pemerintah Desa bukan BPD dalam hal ini mungkin saya. Jadi, salah alamat jika hal itu ditujukan kepada saya, maka sebab itu pahami aturan dan regulasi, apalagi sampai membuat mosi tidak percaya. Terkait PAW BPD, saya tidak punya kepentingan, buktinya semua dibuka secara umum dan Demokrasi oleh panitia dalam hal ini Pemerintah Desa bukan BPD.
“Justru polemik itu sendiri dibuat oleh BPD yang menghadiri Musdus diwilayah Dusun I tanpa memberi tahu kepada unsur pimpinan, kan ada apa?'”,pungkas Arsad. (AA)
BIN | Kabupaten Bekasi – Perhelatan Piala AFF 2022 U-19 Timnas Indonesia mempunyai harapan penuh untuk masuk ke putaran berikutnya bahkan hingga sampai ke Final dan menjadi juara.
Pasalnya Timnas Garuda muda berharap mendapatkan point penuh hingga dapat melaju ke putaran selanjutnya, Timnas Indonesia U-19 mampu menahan imbang saat melawan Thailand pada pertandingan fase group dengan skor 0-0, Rabu 06/07/2022.
Dukungan demi dukungan berdatangan dari seluruh masyarakat Indonesia mulai dari terbawah hingga para pejabat dan tokoh serta elit politik negara dengan lambang burung garuda.
Salah satunya dukungan datang dari Politikus Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yaitu H.Syahrir, SE.,M.I.Pol, yang menyaksikan langsung laga Indonesia VS Thailand.
Kehadiranya di lapangan tersebut untuk memberikan suport penuh kepada Skuad Garuda Muda Timnas Indonesia U-19 saat melawan Thailand.
“Ya saya hadir disini, di lapangan ini untuk menyaksikan langsung dan untuk memberikan suport penuh kepada Timnas Indonesia U-19, karena lawan yang dihadapi kali ini adalah Tim yang biasa dijuluki Gajah Putih dan Tim yang kuat yaitu Timnas Thailand, yang kita ketahui bersama Thailand sering menjadi juara di perhelatan sepak bola Asia Tenggara,” Ucapnya.
Syahrir juga berharap bahwa Indonesia dapat masuk ke Final dan menjadi juara pada perhelatan kali ini.
“Ya harapan saya Indonesia masuk ke Final dan menjadi Juara,” Harapnya.
Pada pertandingan tersebut di kursi penonton terlihat juga Ketua Umum PSSI Edi Rahmayadi yang turut menyaksikan langsung pertandingan tersebut bersama dengan anggota DPRD Jawa Barat H.Syahrir.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan melakukan sidak ke Kali Cibalok yang dipenuhi sampah sepanjang 600 meter, yang melintasi Perumahan Grand Cikarang City (GCC) Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara, pada Rabu (6/7/22).
“Berdasarkan laporan dari masyarakat, ada tumpukan sampah di sini. Padahal saya sudah instruksikan pada saat Kick Off Lomba Kampung Bersih Makin Berani, bahwa semua TPS di Kabupaten Bekasi, apalagi sampah yang masuk ke sungai harus segera diangkat,” katanya.
Dani mengatakan, bahwa sebelumnya Camat Cikarang Utara, Enop Can sudah menangani tumpukan sampah di Kali Cibalok, tetapi masih di daerah hulunya belum ke hilir.
“Kebetulan lokasi ini masih dalam tanggung jawab Perumahan GCC, dalam minggu ini dari pengelola sudah menyanggupi untuk membersihkan sampah tersebut, dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup dan diawasi oleh Pak Camat Cikarang Utara,” terangnya.
Dani Ramdan mengatakan, jika dalam satu minggu ini sampah tersebut belum ditangani dengan serius, nanti dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi akan memberikan teguran.
“Ya, nanti ada tindakan sesuai Perda Kebersihan mulai dari teguran 1,2 serta 3 nanti ada sanksi yang lebih berat untuk perumahannya,” katanya.
Dani menyampaikan, bahwa permasalahan sampah yang dibuang ke sungai terjadi, salah satunya dari perilaku masyarakat yang belum sadar bahwa membuang sampah ke sungai adalah tindakan melanggar aturan.
“Selain itu, bisa juga karena faktor layanan dari Dinas Lingkungan Hidup yang belum mengcover seluruh wilayah pemukiman, ini dua hal yang kita kerjakan bersama,” ungkapanya.
Dani menyampaikan, Pemerintah Daerah sudah melakukan tindakan tegas terkait adanya pelanggaran yang membuang sampah sembarangan, baik dalam bentuk teguran maupun tindakan fisik seperti push up.
“Kami sudah melakukan penangkapan sidak untuk masyarakat yang tertangkap membuang sampah sembarangan, seperti push up dan teguran yang sifatnya masih sosialisasi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata Dani, akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait permasalahan sampah tersebut.
“Kami juga sudah mencanangkan Lomba Kampung Bersih Makin Berani, sehingga nanti masyarakat bisa termotivasi untuk menjaga lingkungannya dari sampah-sampah yang tidak pada tempatnya,” katanya.
BIN | Kabupaten Bekasi – Keanekaragaman hayati yang dimiliki Kabupaten Bekasi jumlahnya cukup besar. Untuk flora sebanyak 1.642 jenis dan fauna sebanyak 176 jenis. Dengan jumlah sebesar itu, sudah selayaknya memiliki flora dan fauna yang dijadikan icon atau khas Kabupaten Bekasi.
Menurut Kepala Balitbangda Kabupaten Bekasi, Ir H Entah Ismanto, SH, MM, jumlah flora dan fauna tersebut telah diidentifikasi oleh tim peneliti kajian flora fauna endemic Kabupaten Bekasi.
Dari sekian banyak flora dan fauna terdapat beberapa yang mengalami ancaman kepunahan seperti Lutung Jawa, Bunga Padma, Blekok Hitam dan lainnya.
“Untuk memberikan penyemangat bagi pembangunan ekonomi daerah maka perlu ditetapkan flora dan fauna yang akan dijadikan sebagai ikon di Kabupaten Bekasi,” ujar Entah Ismanto.
Sebelumnya, pada Senin (04/07), Balitbangda Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Forum Grouo Discussion (FGD) FLora dan Fauna Endemik Ikon Kabupaten Bekasi di Hotel Java Palace, Jababeka Cikarang.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan beberapa tokoh masyarakat untuk memberikan masukannya di antaranya tokoh masyarakat Drahim Sada, Budayawan Eyang Anjar, Budayawan Bang Farid, Tokoh Pemuda Ahmad Jaelani, Syuhadi , Penggiat Lingkungan Ahmad Kartubi dan lainnya.
Entah Ismanto menjelaskan jika kegiatan tersebut sebagai bentuk dari upaya Balitbang dalam melakukan penelitian untuk mengidentifikasi keangekaragaman flora dan fauna endemik di Kabupaten Bekasi.
Dengan harapan dapat dijadikan ikon daerah yag berpedoman pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 29 tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di Daerah.
Keanekaragaman hayati atau biodiversity adalah keanekaragaman mahluk hidup di muka bumi, dan peran ekologisnya melalui keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman spesies dan genetik.
Pemkab juga mendorong pengembangan daerah melalui Balitbangda Kabupaten Bekasi dalam bentuk fasilitasi, pelaksanaan dan evaluasi penelitian dan pengembangan subbidang SDA dan Lingkungan Hidup.
“Yang diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berdasarkan hasil penelitian bagi pemangku kepentingan disetiap perangkat daerah mitra kerja bidang SDA dan lingkungan hidup yang ditujukan kepada kepala daerah,” harapnya.
Semetara itu, Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bekasi, Indra Wahyudhi mengatakan timnya, dalam waktu dekat, akan melakukan Jajak Pendapat ke masyarakat mengenai flora dan fauna endemik Kabupaten Bekasi.
“Nanti akan kita desiminasi dan sosialisasikan ke masyarakat, melalui angket, sehingga dapat diketahui pilihan flora dan fauna favorit masyarakat yang akan kita ajukan sebagai ikon khas Kabupaten Bekasi,” tandasnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, didampingi Kepala Dinas Kominfosantik, Jaoharul Alam, mengikuti diskusi pengembangan Startup di Kabupaten Bekasi, bersama Tim Lyrid, yang berlangsung di Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, pada Rabu (06/07/22).
“Pemkab Bekasi mendukung berkembangnya Startup atau perusahaan rintisan yang menerapkan inovasi teknologi di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Pengembangan startup di Kabupaten Bekasi, kata Dani Ramdan, diharapkan dapat meningkatkan tumbuhnya industri kreatif dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Kepala Diskominfosantik, Jaoharul Alam mengatakan, Pemkab Bekasi tengah menjajaki kerjasama dengan Lyrid untuk pengembangan startup di Kabupaten Bekasi.
“Nanti startup yang ada di Kabupaten Bekasi kita daftar, diseleksi dan mengikuti assessment. Kita akan inventarisir startup yang ada di Kabupaten Bekasi, nanti kita undang untuk mengikuti seleksi, dan akan dilakukan pembinaan oleh pihak Lyrid,” terangnya.
Jaoharul Alam, menambahkan, salah satu startup yang akan dikembangkan adalah aplikasi Bebeli (Bekasi Berani Beli) yang dibuat oleh pemerintah daerah dalam rangka mengembangkan UMKM di Kabupaten Bekasi.
“Ya, kami berharap, semakin banyak startup yang berkembang di Kabupaten Bekasi, maka perekonomian masyarakat juga akan semakin meningkat,” ucapnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Dalam rangka menyongsong Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022. Badan Narkotika Kabupaten (BNK), mengunjungi Kantor Sekretariat Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bekasi dan Yayasan Rehabilitasi Narkotika Peduli Kasih Bekasi.
Ketua bidang pencegahan BNK Kabupaten Bekasi Susilo Budianto mengatakan, kegiatan kali ini dalam rangka membangun kemitraan untuk menjadikan wilayah yang bersih dari narkoba ( BERSINAR ).
“Kunjungan kami dalam rangka membangun kemitraan dan menghimbau kepada para penggiat anti narkotika LAN kiranya dapat mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk memerangi narkoba,” ungkap Ketua bidang pencegahan BNK Kabupaten Bekasi Susilo Budianto.
Lebih lanjut Susilo Budianto mengatakan, diperlu pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, terlebih kepada para generasi bangsa agar sedapat mungkin untuk menjauhi dan menghindari narkoba, dikarenakan selain dapat merusak juga akibatnya dapat berurusan dengan pihak yang berwajib.
“Jadi kami dari BNK akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat, tentang bahaya narkoba. Dengan slogan “Makin Berani” Pemerintah Kabupaten Bekasi lebih kerja cepat , kerja hebat memberantas narkoba di Indonesia dan khususnya di kabupaten Bekasi,”katanya.(Adv)
BIN – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu unsur pokok di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pengajaran dan Penelitian. Bukti nyata bahwa insan akademisi harus dapat mengembangkan dan mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar PKM dengan tema ‘Menyangga Bisnis UMKM dengan Strategi Berpikir Kritis Menghadapi Arus Informasi’.
Peserta PKM kali ini adalah para pelaku UMKM disekitar lingkungan UNISBA Jalan Tamansari Bandung, turut hadir sekaligus memberikan sambutan Dekan Fikom Unisba Prof. Dr. Atie Rachmiatie, Dra., M.Si dan Program Manager Tular Nalar Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si sementara para pembicara yang dihadirkan diantaranya Dr. Rita Gani, S.Sos., M.Si mewakili Dosen Fikom Unisba dan Mafindo, Aldin Aldama, S.Sos., M.Si Kandidat Doktor yang berprofesi sebagai Enterpreneur dalam bidang komunikasi dan Encep Abdul Rojak, M.Sy sebagai Kaprodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Unisba
Acara digelar bertepatan dengan rangkaian Milad ke-39 Fikom Unisba dan berlangsung pada hari Selasa (5/7/22) di Gedung Student Center Unisba yang didukung penuh oleh Tular Nalar sebuah program yang dijalankan oleh Mafindo bersama Ma’arif Institute dan Love Frankie, yang berfokus terhadap kurikulum literasi media untuk pengembangan berpikir kritis.
Materi PKM pertama yang disampaikan Dr. Rita Gani, S.Sos., M.Si adalah soal penetrasi internet di Indonesia yang tinggi dan tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di internet sehingga ada banyak orang Indonesia berkerumun di internet (lebih dari separuh populasi) dan terpapar oleh beragam informasi tanpa literasi media yang memadai.
Untuk itu Rita mengajak peserta meningkatkan kemampuan bermain dengan kata-kata, sensitivitas untuk menangkap konteks, emosi dan perasaan serta keterbukaan pikiran untuk menjadi kreatif dan mendapatkan pandangan baru sehingga terlatih dalam berpikir kritis yang pada akhirnya prinsip berpikir kritis bisa dicapai seperti rasional, detail dengan pola-pola fenomena, objektif, mempertimbangkan konsekuensi dan risiko, juga tidak terbatas pada satu keterampilan saja.
Selanjutnya Aldin Aldama, S.Sos., M.Si menyampaikan paparan mengenai dukungan tehadap bisnis UMKM dengan menjadi pembeli yang beretika dan bijak dalam melakukan transaksi online, diantaranya tidak meneror penjual dengan bahasa kasar atau tidak sabar dan tidak cerewet jika barang belum sampai, kemudian sekiranya tidak ada niat membeli atau hanya iseng tanya-tanya atau tidak serius dalam membeli sebaiknya dihindari yang artinya jangan PHPin penjual, ucapkan terimakasih saat menerima info atau respon dari penjual, berikan testimoni karena ini sangat berarti bagi penjual karena kualitas toko bisa dilihat dari testimoni yang diberikan, apalagi jika pembeli memberi bintang 5.
Aldin juga menambahkan contoh kasus soal COD, bahwa jika kita melakukan transaksi COD di salah satu platform toko online, maka ada kemungkinan barang akan dikirim melalui kurir, bukan penjual secara langsung. Sehingga jika barang ternyata tidak sesuai, maka kita bisa melakukan komplain dan pengembalian barang dengan aturan yang telah ditentukan oleh toko online tersebut dan tidak menyalahkan kurir yang tidak memiliki tanggung jawab atas ketidaksesuaian barang, karena tugasnya hanyalah mengantarkan barang dan menerima pembayaran.
Sementara materi PKM diakhiri dengan materi dari perspektif Islam yang disampikan Encep Abdul Rojak, M.Sy mengenai anjuran berniaga menurut HR. Ahmad, Al Bazzar, Ath Thobroni dan selainnya dari Ibnu ‘Umar, Rofi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya bahwa ‘sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur’.
Encep mengajak agar kita sebagai umat manusia tidak menjadi manusia peminta-minta, jadilah manusia yang berusaha seperti berniaga. Encep juga menekankan soal kejujuran dalam aktivitas perniagaan karena jujur adalah kunci memunculkan keberkahan.
Acara yang dipandu oleh MC Eva Nurseha, S.I.Kom, M.I.Kom dan moderator Ahmad Fadhli, S.I.Kom ini mendapatkan respon positif dari para peserta, terbukti terjadi interaksi yang cukup menarik selama berlangsungnya acara, tanya jawab materi atau kuis pun selalu ramai dan jadi rebutan, sehingga menambah kemeriahan acara.(Red)