22.1 C
New York
Saturday, June 27, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 110

Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi Launching Program Gematapas

BIN |Kabupaten Bekasi – Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi melakukan launching Program Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gematapas) dengan melaksanakan pemasangan patok atau tanda batas secara simbolis.

Gematapas merupakan program baru dari pemerintah pusat yang dilaksanakan secara nasional. Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi memilih Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi yang merupakan penlok dari Program PTSL tahun 2023.

“Iya gerakan ini pada dasarnya adalah mengajak masyarakat di Kabupaten Bekasi untuk melakukan pemasangan patok pada bidang tanahnya, dimana tujuannya adalah meminimalisir sengketa tanah sesuai dengan taglinenya, yakni Pasang Patok, Anti Caplok, Anti Cekcok,” ujar Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Hiskia Simarmata pada Jum’at (03/02).

Hiskia menjelaskan, Program Gemapatas ini adalah ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap batas-batas tanahnya dengan melakukan pemasangan tanda berupa patok sesuai ketentuan yang telah diatur dalam pasal Nomor 19 – 23 PMNA atau KBPN Nomor 3 Tahun 1997.

“Dengan masyarakat memasang tanda batas atau patok ini, berarti mereka sudah menjaga sendiri bidang tanahnya, sehingga tanahnya tidak mudah diakui ataupun diambil oleh orang lain termasuk mafia tanah,” katanya.

Sebelumnya, Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi juga telah melakukan sosialisasi gerakan Gematapas ini sekaligus penyuluhan PTSL. Dimana Desa Sukamekar juga menjadi salah satu penlok PTSL di tahun 2023.

“Gematapas ini juga berperan dalam percepatan program PTSL. Karena tanah yang sudah dipasangi tanda batas atau patok tanah menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap,” jelasnya.

Dia menerangkan, masyarakat perlu mengikuti aturan dalam memasang tanda batas atau patok tanahnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Di antaranya, patok bisa terbuat dari beton, pipa besi, pipa paralon, ataupun kayu.

“Untuk ukuran tanda batas atau patok tanahnya sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm. 30 cm dimasukan kedalam tanah dan 20 cm lagi berada dipermukaan tanah,” tandasnya.(Red)

Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Hadiri Rakernas KNPI Serta Musyawarah Agung Raja dan Sultan

BIN | Bandung – Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Musyawarah Agung Raja dan Sultan, yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung, pada Jumat (3/2).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua DPD KNPI Jabar, Ridwansyah Yusuf, DPD KNPI se-Indonesia, organisasi kepemudaan (OKP), serta 190 Sultan dan Raja hingga tokoh adat, serta Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang mengikuti secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Dani Ramdan mengatakan Rakernas tahun 2023 ini menjadi momentum untuk memberikan inspirasi KNPI Provinsi, Kabupaten/Kota untuk membuat aksi nyata dalam pembangunan.

Sejalan dengan tagline-nya yaitu “Activist Preneur”, dirinya berharap para pengurus dan anggota KNPI khususnya di Kabupaten Bekasi, tidak hanya menjadi seorang aktivis yang punya idealisme, stamina dan jejaring, tetapi juga menjadi enterpreur yang mempunyai kemandirian dan kreatifitas.

“Kalau ini digabung akan menjadi bagus. Bentuk-bentuk nyatanya diantara tadi yaitu membuat akademi bisnis, inkubator bisnis, dan aplikasi yang menjadi sarana untuk tukar menukar informasi bahkan transaksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rakernas KNPI 2023 ini juga bisa menggugah semangat dan perjuangan pemuda dalam membangun negara. Para pemuda yang hadir juga bisa lebih bersemangat untuk merumuskan langkah-langkah perjuangan, serta turut menjaga kondusivitas di masyarakat jelang pemilu 2024.

Karena menurutnya, KNPI sebagai wadah tempat berhimpunnya Organisasi Kepemudan, sehingga semangat persatuan menghadapi Pemilu harus diutamakan, disatu padukan dan dikolaborasikan agar menjadi kekuatan yang besar.

“Memang kebebasan politik kita boleh membentuk organisasi apapun, tetapi tetap kalau ini membangun kekuatan harus ada persatuan dan KNPI yang diberikan amanat itu,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa pada anggaran tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan dana hibah untuk KNPI.

“Kalau tahun kemarin saya kan masuk di APBD yang sudah berjalan, nah untuk tahun 2023 karena proposalnya sudah masuk sejak 2022 dan KNPI sudah terbentuk, sudah dialokasikan dana hibahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta anggota KNPI berkontribusi dalam dinamika pembangunan di Indonesia. Karena peran anak muda sangat penting dalam menjaga Indonesia berada di jalur yang benar.

“Jika anak muda hanya memupuk kebencian, maka negara Indonesia bisa bubar seperti negara lain,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap para pemuda KNPI yang hadir dalam Rakernas tersebut menjadi generasi yang cerdas, tidak terpecah-belah, serta tidak ada perselisihan agar KNPI mampu memajukan Indonesia. Dengan begitu, mimpi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

“Mari sebagai pemilik masa depan, jangan bertengkar, jangan bodoh, jangan kena stunting. Kalau semua bisa berhasil, 2045 benar-benar mimpi besar itu akan kita jemput,” ucapnya.

Pada kegiatan tersebut, juga dilakukan peluncuran Aktivis Preneur Card. Yaitu Aplikasi Mobile Apps berbasis Android dan iOS yang bertujuan untuk digitalisasi keanggotaan, dengan menggunakan sistem barcode yang nantinya bisa digunakan untuk bertransaksi, baik secara online atau transfer antar bank sesama anggota.

Pj Bupati Bekasi Ajak Forkopimda Dan SKPD Berdialog Dengan Masyarakat Perluasan TPA

BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi beserta SKPD terkait berdialog dengan masyarakat setempat membahas rencana perluasan TPA Burangkeng pada tahun ini.

“Hari ini kita melaksanakan kunjungan ke Desa Burangkeng, khususnya lokusnya adalah TPA Burangkeng karena memang saat ini kondisinya sedang kritis dan daya tampungnya sudah penuh,” ujar Dani Ramdan pada Jum’at (03/02).

Sebelum berdialog, Dani Ramdan mengajak Forkopimda Kabupaten Bekasi melihat secara langsung kondisi TPA Burangkeng. Termasuk meninjau rencana lahan yang akan dibebaskan pemerintah daerah yang akan segera dilaksanakan.

“Perluasan lahan TPA Burangkeng seluas 2,1 hektar adalah solusi jangka pendek yang akan dilakukan dan dipercepat Pemkab Bekasi, untuk menampung sampah-sampah dari wilayah Kabupaten Bekasi yang per harinya mencapai 600 ton.

Dengan dilakukan perluasan ini diharapkan dapat menampung sampah dalam kurun waktu satu hingga dua tahun kedepan,” katanya.

Selain perluasan TPA Burangkeng, Dani juga menyampaikan bahwa ditahap kedua, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan perluasan seluas 5 hektar untuk membangun pabrik pengolahan.

“Rencana kita di tahun ini juga akan melakukan pembangunan jalan umum pengganti yang saat ini dipakai TPA akan kita lakukan pada triwulan satu ini dan juga pemagaran agar sampahnya tidak jatuh ke area luar TPA yang akan kita lakukan secara bertahap,” katanya.

Dani Ramdan juga menampung aspirasi dari masyarakat sekitar TPA Burangkeng. Salah satunya, terkait kompensasi yang akan didiskusikan lebih lanjut dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.

Pada kesempatan itu, turut hadir dinas terkait agar dapat memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Desa Burangkeng.

Seperti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dan juga Dinas Kesehatan yang akan mengoptimalkan secara penuh pelayanan puskesmas disini.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Kapolres Metro Bekasi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Kepala Pengadilan Negeri Cikarang, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi.(Red)

Diskominfosantik Gelar Ngopi Bareng Komunitas (Ngobak)

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, menggelar acara Ngopi Bareng Komunitas (Ngobak) yang diikuti puluhan perwakilan influencer penggiat media sosial Kabupaten Bekasi.

Acara yang bertajuk Ekspose Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Bekasi tahun 2023 ini menghadirkan pembicara Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dan Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Henri Lincoln, yang digelar di Grand Valore Jababeka Cikarang, pada Kamis (02/02/2023).

Plt. Kadiskominfosantik Kabupaten Bekasi, Ade Komarudin menyampaikan, digelarnya acara ini merupakan upaya menjalin sinergi dan silaturahmi dengan para pegiat media sosial (influencer) di Kabupaten Bekasi, khususnya dalam upaya menyebarluaskan informasi program pembangunan.

“Diskominfosantik Kabupaten Bekasi memiliki tugas dan fungsi pada aspek komunikasi publik sebagaimana yang saat ini beredar di masyarakat tentang keluhan kondisi infrastruktur di Kabupaten Bekasi perlu dilakukan penyampaian informasi kepada masyarakat luas,” kata Ade saat menyampaikan sambutan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Rhamdan Nurul Ikhsan mengatakan, selain media mainstrem, penggiat media sosial menjadi bagian penting dalam menampung keluhan masyarakat, berkaitan dengan infrastruktur yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Rata-rata masyarakat menyampaikan ini di media sosial, makanya teman-teman penggiat media sosial ini punya peranan penting sebagai jembatan untuk memberikan informasi, dari Pemkab Bekasi terkait apa dan sedang dibangun pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurutnya, agenda seperti ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan, sesuai dengan isu dan keluhan yang tengah berkembang di masyarakat.

“Karena isu-isu itu kan banyak ya, jadi kita nanti tidak hanya infrastruktur saja, tergantung isu yang sedang berkembang di masyarakat, seperti kaitan dengan kesehatan, kependudukan, atau isu lingkungan, itu yang akan kita lihat banyaknya keluhan atau yang viral di media sosial, akan kita jadikan tema pada pertemuan selanjutnya,” pungkasnya.(Red)

Disperkimtan Kabupaten Bekasi Bersama Dinsos Wujudkan Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui peningkatan kualitas rumah yang tidak layak huni.

Sekretaris Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir menyampaikan, pada peningkatan kualitas rumah atau program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) tahun 2023 difokuskan kepada warga yang masuk pada data miskin ekstrem.

“Ya, tahun ini ada 2500 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa. Kita mencoba berkolaborasi dengan Dinas Sosial, mengacu kepada data kemiskinan ekstrem.

Mudah-mudahan, di tahun 2023 ini program Rutilahu ini bisa menyusur atau fokus terhadap penerima manfaat warga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Nur Chaidir, di sela survei penerima bantuan, di Rt 04/ 01, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, pada Kamis (2/2/2023).

Nur Chaidir menjelaskan, pencocokan data dilakukan secara langsung. Selanjutnya diverifikasi bersama tim Dinas Sosial dan Pemerintah Desa setempat. Agar warga yang masuk pada kategori miskin ekstrem memiliki rumah layak huni.

“Kita turun ke lapangan ini untuk memastikan. Memverifikasi data yang ada di kita, dicocokkan dengan di lapangan seperti apa, agar lebih terarah dan tidak salah sasaran,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Burangkeng, Nemin menjelaskan, dengan peninjauan langsung oleh dinas terkait sangat menentukan dalam pengentasan kemiskinan yang saat ini menjadi program prioritas.

“Peninjauan ini untuk memastikan betul tidaknya apa yang diusulkan maupun apa yang tercatat di SK (Surat Keputusan) Bupati. Ada beberapa rumah yang diusulkan yang muncul di data kemiskinan ekstrem di Desa Burangkeng. Mungkin ada juga yang harus ditindaklanjuti. Nanti kita cocokkan keakuratan di lapangan, dengan data yang ada di dinas,” jelasnya.

Nemin memastikan, bahwa data dari Dinas Sosial masih menjadi acuan. Meski begitu, Nemin akan melakukan pengecekan secara merata guna memaksimalkan program dari pemerintah daerah tersebut.

“Apabila tidak ada kecocokan data, ternyata di lapangan rumah itu tidak harus dibantu atau belum saatnya dibantu, kita akan pindahkan ke yang layak untuk dibantu,” imbuhnya.

Bila ditemukan rumah penerima bantuan tidak cocok dengan data. Maka, pihaknya akan membawa ke musyawarah desa, untuk selanjutnya diusulkan untuk perubahan nama penerima manfaat.

“Saya berharap, program ini tepat sasaran. Semoga di desa kami Burangkeng di tahun mendatang tidak ada lagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujarnya.(Red)

Polsek Serang Baru Giat Police Goes to School di SMK Armaniyah Sukaragam

BIN | Kabupaten Bekasi – Berbagai upaya dilakukan Polsek Serang Baru Polres Metro Bekasi untuk mengantisipasi kenakalan remaja. Salah satunya dengan mengunjungi sekolah SMK Armaniyah, Kp.Tonjong RT.08 RW.04 Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi. Kamis (02/02/2023) pukul 08.30 WIB sampai dengan selesai.

Dengan program Police Goes to School, Polsek Serang Baru mengajak guru dan murid bersama-sama menanggulangi kenakalan remaja.

Program itu juga untuk mengantisipasi keterlibatan pelajar dalam aksi tawuran, tindak asusila, narkoba serta bolos sekolah. Guru dan wali murid diharapkan lebih mengawasi anak dan mendidik karakter lebih disiplin. Kemudian tidak mudah terprovokasi sebagai generasi milenial.

“Untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju sebagai generasi penerus bangsa, para siswa wajib mengisi aktivitasnya dengan hal-hal yang positif, yaitu dengan belajar yang rajin, tertib hukum dan taati aturan sekolah serta lingkungan masyarakat,” terang Kapolsek Serang Baru, AKP Josman Harianja, saat memberikan materi dalam kegiatan penyuluhan tentang kenakalan remaja di SMK Armaniyah.

Kapolsek menghimbau para siswa agar tidak masuk di lingkungan yang merugikan diri sendiri dan bijak dalam bermedia sosial terkait pemahaman undang- undang ITE. Hindari kenakalan remaja, karena akan merusak moral dan akhlak generasi muda. Sehingga menjadi tidak baik yang akhirnya mengancam masa depan.

Sekolah dan guru diharapkan bisa memantau, mengawasi, serta menjaga keamanan maupun keselamatan peserta didik saat di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, juga perlu menjalin kerja sama dengan orang tua atau wali murid. Tujuannya untuk memastikan bahwa putra dan putrinya mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan.

“Kita harap untuk adik-adik pelajar tetap semangat belajar yang rajin. Ikuti kegiatan yang positif untuk mendukung tercapainya masa depan,” pungkas AKP Josman Harianja.

Kegiatan Police Goes to School dihadiri Kapolsek Serang Baru, AKP Josman Harianja beserta jajaran dan Kepala Sekolah SMK Armaniyah Fahrurozi, S.P, M.Pd, guru dan siswa siswi SMK Armaniyah.(Wati)

SDABMBK Bersama Bank BJB Sosialisasi Tentang Penggunaan Transaksi Keuangan Pihak Ketiga

BIN | Kabupaten Bekasi – Sosialisasi tentang penggunaan bank BJB dalam transaksi keuangan pihak ke tiga yang di lakukan pihak bank BJB dengan pihak Dinas terkait, dalam acara sosialisasi di hadiri dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Para Asosiasi Kontrator dan Pengusaha, Kadin Kabupaten Bekasi dan lainnya.

Acara tersebut demi sukses dan lancarnya antara para pihak Dinas terkait, Asosiasi dan pihak Bank BJB demi kelancaran pembangunan Kabupaten Bekasi secara merata. Kamis (02/03/2023).

Henry Lincoln Sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi dalam sambutanya acara Sosialisasi tentang penggunaan bank BJB dalam transaksi keuangan pihak ke tiga di pagi hari ini, dan kami sangat berterima kasih kepada pihak bank BJB, yang sudah mempasilitasi acara ini.

“Untuk tahun ini Dinas kami ada percepatan pembangunan, apalagi adanya Asosiasi ini, bisa bekerjasama yang baik demi pembangunan Kabupaten Bekasi, dan asosiasi sangat berperan aktif untuk penyedian jasa, apalagi kalau sudah di support dari pihak Bank BJB agar lancar, dan bukan di Dinas kita saja tapi di OPD lainya agar pembangunan kita berkesinambungan” Jelasnya.

Kadin SDABMBK Henry Lincoln

Henry Lincoln dalam acara ini berharap kepada pihak bank BJB yang bisa mensupport dan membantu demi terlaksana dan lancarnya pembangun infrastruktur Bekasi. Satu lagi para kontraktor dan pengusaha itu wajib punya Rekening Bank BJB Cikarang.

Tempat yang sama Kacab Bank BJB Cikarang Mulyana mengatakan dalam kesempatan ini kami akan menyampaikan tentang Bank BJB sebagai mitra utama pemerintahan dan lainya. Demi kebaikan kita semua dengan pihak pemborong. Kontraktor dan pengusaha. Dan kita dari pihak Bank BJB seyogya nya harus bersinergi demi pembangunan Kabupaten Bekasi.

“Dalam sisi pelayanan Bank BJB untuk para kontraktor dan pengusaha lebih aman dan nyaman bukan hanya itu tetapi seperti rumah sendiri, kami siap melayani” ucap Kacab Cikarang yang sebelumnya di Kacab Purwakarta

Mulyana juga menambahkan Mudah-mudahan hal sekarang dilakukan dengan baik dan jangan sungkan komunikasi dengan saya demi kebaikan kita semua antara kontraktor dan pihak BJB.

Setelah selesai sosialiasi tersebut pihak bank BJB adakan sesi tanya jawab dan terakhir doorfrize. (Red)

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah; Siapkan Vaksin Boster Kedua Dari Pemprov Jabar

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sedamg menyiapkan Vaksin Booster Kedua untuk masyarakat. Vaksinasi tersebut dalam upaya pengendalian Covid-19 agar semakin membaik.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, pihaknya sedang menunggu pengiriman vaksin booster kedua dari Pemprov Jawa Barat.

“Untuk vaksin booster kedua, kita sudah ada stok, tapi tidak terlalu banyak. Saat ini kita sedang menunggu dropping dari Dinas Kesehatan Provinsi,” kata Alamsyah pada Rabu (01/02).

Alamsyah menuturkan, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan tenaga vaksinator diberbagai fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun rumah sakit.

“Kita siapkan layanan vaksin booster kedua di 46 Puskesmas dan 50 rumah sakit,” terangnya.

Vaksinasi booster kedua, lanjut Alamsyah, akan diberikan untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan sasaran sekitar 1,4 juta penduduk Kabupaten Bekasi.(Red)

Pemkab Bekasi Sudah Berupaya Dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrim 2022

BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan berbagai upaya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2022. Bahkan di tahun 2023, semua perangkat daerah fokus menjalankan program ini secara integratif.

Berikut ini lima langkah upaya yang sudah dilakukan Pemkab Bekasi sepanjang tahun 2022.

1. Program Pendataan Penduduk Miskin Ekstrem Terintegrasi

Upaya menekan angka kemiskinan mesti dilakukan oleh semua perangkat daerah secara integratif. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir perbedaan data antar SKPD mengenai sasaran warga miskin ekstrem di Kabupaten Bekasi.

Untuk mengoptimalkan pendataan, Pemkab Bekasi akan menginput warga miskin ekstrem secara rigid berdasarkan by name by adress (BNBA) sebagaimana instruksi Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan bahwa data ini dijalankan oleh Dinsos Kabupaten Bekasi berkoordinasi dengan BPS yang menjadi bagian dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah pada pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dimulai akhir tahun 2022 lalu.

2. Bersinergi dengan Mitra Pemkab

Pemerintah Kabupaten Bekasi mendorong agar pengurus TP PKK Kabupaten Bekasi bersama kader Posyandu yang ada di kecamatan, desa/kelurahan untuk ikut serta dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting.

Terlebih anggota PKK merupakan kaum ibu yang secara langsung fokus pada pembinaan keluarga. Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan telah menginstruksikan kepada Camat dan Desa agar mendorong kader PKK dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting di level masyarakat.

Pemkab Bekasi juga terus mensinergikan program pengentasan kemiskinan ekstrem dan rentan stunting dengan Baznas Kabupaten Bekasi dari hasil Zakat Infak dan Sedekah ASN, dengan pemberian rantang nasi bagi kaum dhuafa yang tidak mampu mendapatkan penghasilan di Kecamatan Muaragembong serta program CSR lainnya yang mendukung.

3. Layanan Terpadu Satu Pintu GABUS

Pelayanan ini memberikan akses kemudahan dan mengikis kesenjangan bagi mereka Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) atau bagi warga Kabupaten Bekasi yang kurang mampu.

Warga kurang mampu nantinya cukup datang ke satu tempat pelayanan, tetapi bisa mengurus semua layanan (multi-sektor), seperti kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan. Pelayanan ini ada di Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.

4. Bantuan Langsung Tunai Untuk Warga Miskin

Bantuan untuk warga miskin yang dijalankan Pemkab Bekasi sepanjang tahun 2022 ini diantaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) selama pandemi, serta saat mengalami dampak kenaikan BBM.

Bagi mereka warga miskin yang tidak tercantum dalam DTKS, maka Pemkab Bekasi mendorong agar bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Desa melalui Dana Desa.

5. Pembangunan 2500 Rutilahu Untuk Keluarga Miskin Ekstrem

Sepanjang Tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Disperkimtan sudah membangun sekitar 2500 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi mereka keluarga miskin ekstrem dan rentan stunting.(Red)

Pemkab Bekasi Lakukan Resolusi Awal Tahun 2023 Penanganan Darurat Sampah

BIN | Kabupaten Bekasi – Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah berupaya melakukan resolusi di awal tahun 2023 mengenai penanganan darurat sampah.

Penanganan ini menurutnya sangat penting di Kabupaten Bekasi, mengingat secara geografis Kabupaten Bekasi merupakan wilayah hilir dan setiap harinya ada kurang lebih 600 ton sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, serta masih minimnya kesadaran masyarakat akan pengolahan sampah.

Dani menyebutkan, sejauh ini strategi darurat sampah dilakukan dengan menggenjot petugas persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi secara non-stop.

“Jadi petugas kita itu, Senin sampai Jumat mengangkut sampah dari rumah warga, dari pasar dan dari pabrik. Sedangkan Sabtu dan Minggu mereka mengangkut sampah dari sungai, terus begitu. Karena seminggu terlewat saja, sampah sudah penuh,” terangnya Dani Ramdan saat tampil di Podcast Makin Berani melalui channel youtube Prokopim Pemkab Bekasi.

Selain itu, terkait dengan sampah di sungai, ke depan Pemkab Bekasi mencanangkan akan membangun instalasi pengolah dan pengumpul sampah di 16 aliran sungai yang terindikasi seringkali dijadikan tempat membuang sampah.

“Menyadarkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai, memang tidak mudah, berbulan-bulan kita edukasi, kita kasih sanksi dan sebagainya juga agak sulit. Di samping kita memang daerah hilir, di mana sampah dari hulu juga terbawa,” terangnya.

Dari aspek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, sambungnya, Pemkab Bekasi telah menyiapkan dua hektar lahan, untuk menampung sementara sampah dalam setahun ke depan. Sambil menyiapkan konsep secara mendasar dengan strategi pengolahan dari sumber dan pengolahan di TPA.

“Tahun 2024 kita harus sudah punya solusi yang lebih mendasar lagi, karena kalau hanya menambah luas, tidak menyelesaikan secara fundamental, kita akan buat dengan 2 strategi, sampah di TPA Burangkeng diolah, sampah dari sumbernya (rumah) juga dikurangi,” jelasnya.

Secara detail Dani menerangkan akan mendorong pengolahan ini dengan adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat desa/kelurahan dan tingkat kecamatan serta Bank Sampah di tingkat RW.

“Itu nanti digencarkan sehingga nanti dapat mengurangi volume sampah di TPA,” lanjutnya.

Agar mendapat hasil yang maksimal bahkan daur ulang sampah yang bisa menghasilkan nilai ekonomis seperti menjadi maggot, kompos, hal ini menurut Dani, perlu perubahan sikap mendasar dari masyarakat.

“Tetapi untuk bisa mendaur ulang itu perlu ada perubahan sikap yang mendasar. Kebiasaan memilah sampah dari rumah. Ini yang agak sulit, tetapi beberapa RW sudah berhasil karena ada bank sampahnya, jadi ibu-ibu di rumah sudah mulai, sampah organik khusus, dibuang tiap hari, sampah non organik seminggu sekali,” tuturnya.

bahkan daur ulang sampah yang bisa menghasilkan nilai ekonomis seperti menjadi maggot, kompos, hal ini menurut Dani, perlu perubahan sikap mendasar dari masyarakat.

Mengenai sampah di TPA Burangkeng, seperti yang sudah bertumpuk selama 20 tahun bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi.

“Memang secara teori itu bisa jadi tenaga listrik, bisa juga jadi briket pengganti batu bara, nah untuk di Kabupaten Bekasi studinya lebih ke briket,” lanjutnya.

Program ini tengah diupayakan untuk disinergikan bersama para investor yang mampu membeli mesin untuk pabrik pengolahan menjadi briket bersama pihak yang akan membeli briket.

“Karena kan volumenya besar, kalau kita hanya bisa memproduksi tapi gak bisa dijual ya percuma. Jadi harus ada tiga pihak, mudah-mudahan dalam waktu persetujuan mulai ada investasinya, untuk instalasi pabriknya, tahun depan atau 2 tahun lagi pabrik ini sudah berjalan, maka ini bisa jadi solusi jangka panjang,” pungkasnya.(Red)