24.2 C
New York
Saturday, June 27, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 109

Kuasa Hukum Lu’Te Club Laporkan Plt Kasat Pol-PP Kabupaten Bekasi “Kita Lebih Dulu Buka LP”

BIN | Kabupaten Bekasi – Penyegelan THM Lu’Te Club di Jalan Inspeksi Kalimalang no.99. Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jum’at (03/02/2023) malam lalu, yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi berbuntut panjang. Pasalnya, Ranto Taripar Lumban Tobing,SH, kuasa hukum dari Lu’Te Club merasa keberatan dengan tindakan yang terkesan terburu-buru tersebut.

Saat ini, Plt Kesatuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Bekasi Deni mulyadi telah dilaporkan ke Polisi atas dugaan tindak pidana merampas kemerdekaan seseorang dan atau pejabat menyalahgunakan dan kewenangannya.

Ranto Tobing,SH, selaku Kuasa Hukum dari Lu’Te Club melaporkan ini terkait dugaan tindak pidana menyalahgunakan kewenangan,terkait penyegelan salah satu perusahan cliennya.

“Sebelum plt Kasatpol PP Kabupaten Bekasi Deni mulyadi melaporkan clien saya pada tanggal 06/02/2023, saya sudah melaporkan Deni Mulyadi terlebih dahulu ke Polisi pada tanggal 04/02/2023,” ujarnya.

Atas Dasar itu pihaknya melaporkan Deni mulyadi Plt Kasatpol PP Kabupaten Bekasi ke Polisi dan teregistrasi dengan laporan Polisi Nomor: LP/B/312/II/2023/SPKT/POLRES METRO BEKASI POLDA METRO JAYA.

Dirinya juga berharap, proses hukum di wilayah Kabupaten Bekasi harus benar-benar dijalankan secara adil dan tidak pandang bulu.

“Karena ini sudah berjalan, ayo kita jalankan. Kalau memang kami melanggar tentang izin kepariwisataan,seharusnya saat penyegelan ada orang Dinas Pariwisata juga, dan saya harap biar Aparat Penegak Hukum yang mengkaji,dan saya juga berharap agar proses hukum di wilayah Kabupaten Bekasi Jangan tumpul ke atas,runcing ke bawah.” tandasnya.

Ranto Tobing menegaskan, dirinya akan berusaha melakukan upaya hukum baik secara perdata maupun pidana.

“Saya akan lakukan upaya hukum lainnya baik perdata maupun pidana karena disini ada korban yaitu karyawan tersekap didalam, saya ingin agar masalah Perda tersebut jangan tebang pilih , kalau memang mau tutup, semua harus tutup THM yang ada di Kabupaten Bekasi,” tutupnya. (Wati)

Woow…!!! KPU Putuskan Kabupaten Bekasi Terbagi 7 Dapil

BIN | Kabupaten Bekasi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mengumumkan penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi di DPRD Kabupaten Bekasi berdasarkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2023, Selasa (7/2).

Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat sejumlah kecamatan yang berpindah daerah pemilihan (dapil) jika dibandingkan Pemilu tahun 2019 lalu. Tak hanya berpindah berdasarkan peraturan tersebut dapil di Kabupaten Bekasi bertambah menjadi tujuh dapil.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin menjelaskan perubahan dapil tersebut merupakan kewenangan dari KPU RI dan DPR RI yang telah rapat bersama dalam menentukan dapil dan alokasi kursi. Dirinya menyebut hanya mengajukan tiga opsi namun opsi ketiga lah yang dipilih.

“Itu merupakan hasil pengajuan dari kita, jadi KPU RI dan DPR RI memutuskan. Kita mengajukan 3 dapil, satu dapil lama dan dua dapil baru. Dari tiga opsi yang kita ajukan maka pimpinan pusat menentukan salah satu opsinya untuk disahkan,” ujarnya.

Jajang mengatakan, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2022 dalam menentukan alokasi kursi dan daerah pemilihan haruslah memenuhi tujuh prinsip yaitu kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integrasi wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan berkesinambungan.

“Kita putuskan tiga opsi yang kita ajukan ke pusat berdasarkan pertimbangan itu, mengingat bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi bertambah dari 2.9 juta di tahun 2019 jadi 3,07 juta.

Maka setelah dipetakan, penambahan penududuknya tidak sama antar kecamatan, hal itu kemudian berdampak pada perubahan dapil,” jelasnya.

Dengan adanya perubahan dapil tersebut, Jajang bakal melakukan sosiasiasikan hal itu ke masyarakat, utamanya pengurus partai politik yang memiliki kepentingan didalamnya.

“KPU akan melakukan sosialisasi, tentu menunggu arahan teknis dari KPU RI maupun KPU provinsi, paling tidak kita sosialisasi ke pengurus partai dahulu lalu kemudian ke masyarakat,” tandasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan peraturan tersebut jumlah dapil di Kabupaten Bekasi terbagi dalam 7 dapil dengan alokasi 55 kursi di DPRD.

Dapil 1 mendapat alokasi 9 kursi yang terdiri dari Kecamatan Setu, Cikarang Pusat, Serangbaru, Cibarusah dan Bojongmangu. Kemudian dapil 2 mendapat alokasi 8 kursi yang terdiri dari Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat.

Lalu dapil 3 hanya Kecamatan Tambun Selatan saja dengan alokasi 8 kursi. Dapil 4 mendapatkan alokasi 7 kursi yang terdiri dari Kecamatan Sukawangi, Tambelang, Tambun Utara dan Sukatani, kemudian dapil 5 mendapat alokasi 7 kursi yang terdiri dari Kecamatan Tarumajaya, Babelan, dan Muaragembong.

Di dapil 6 terdiri dari Kecamatan Karangbahagia, Kedungwaringin, Pebayuran, Sukakarya dan Cabangbungin, didapil tersebut para caleg bakal berebut 7 kursi.

Terakhir, di dapil 7 diisi Kecamatan Cikarang Utara, Cikarang Timur dan Cikarang Selatan, alokasi kursi yang disediakan sebanyak 9 kursi.(Red)

DPMD Kabupaten Bekasi Bersama Kemendagri Lakukan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa

BIN | Kabupaten Bekasi – Dalam dua hari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi bersama Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan bimbingan teknis pembinaan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa tahun 2023.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong menyampaikan bahwa undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa merupakan hal utama menentukan kebijakan pemerintah, menjadikan desa menjadi daerah otonomi serta begitu banyak peran desa.

“Peran pembangunan desa, peran kemasyarakatan dan peran pemberdayaan masyarakat desa dalam menjalankan perannya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif, handal dan profesional,” kata Rahmat Atong, Selasa (7/2/2023).

Menurutnya, peningkatan kemampuan aparatur desa sangat diharapkan untuk menjalankan tugas secara optimal sesuai peran dan fungsinya. Terlebih, pemerintahan desa harus mampu mengelola anggaran desa yang cukup besar.

“Kepala desa, perangkat desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) harus paham regulasi berlaku dalam pelaksanaan undang-undang.Membaca aturannya, manfaatkan tekhnologi dan menjalankan pembangunan,” jelas dia.

Oleh sebab itu, kata Rahmat Atong, maksud tujuan pembinaan untuk mensinergikan antara Kepala desa dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).

“Banyak sudah mendengar, masih ada yang tidak harmonis Kepala desa dan BPD,” terangnya.

Dia menyebut hal itu bertujuan agar menambah wawasan dan ilmu pengetahuan Kepala desa dan BPD berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Rahayu Ningsih selaku Analis Kebijakan Ahli Madya subdit Fasilitasi BPD dan Musdes Kemendagri mengatakan telah memberikan materi pembinaan pemerintahan desa antara BPD dan Kepala desa agar terciptanya kerjasama yang baik.

“BPD dan Kepala desa harus sinergis, karena mereka mitra kerja tidak ada di situ sebagai atasan dan bawahan, dituntut untuk kerja sama dari perencanaan pembangunan desa.Sampai nanti pelaksanaan, pelaporan, monitoring dan evaluasi,” jelas dia.

Terkait perencanaan pembangunan, dia menjelaskan dimulai dari penyusunan Rencana Pembanguan Jangka Menengah (RPJM) desa, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan desa sampai penyusunan APBDes.Semua itu, akan di susun melalui Peraturan Desa (Perdes).

Terkait perencanaan pembangunan, dia menjelaskan dimulai dari penyusunan Rencana Pembanguan Jangka Menengah (RPJM) desa, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan desa sampai penyusunan APBDes.Semua itu, akan di susun melalui Peraturan Desa (Perdes).

“Mau tidak mau, suka tidak suka harus melibatkan BPD, jadi tidak ada kata BPD tidak suka Kepala desa atau sebaliknya. Karena ke duanya sebagai mitra kerja mempunyai peran masing-masing, bagaimana funsinya BPD.

Kewenangan dan tugas Kepala desa semua sudah diatur regulasi, tinggal mengikuti aturan itu insyallah akan berjalan dengan baik,” kata Rahayu Ningsih.

Dia menambahkan, BPD mempunyai tugas menerima dan menyalurkan aspirasi masyarakat dan membahas menyepakati peraturan desa serta mengawasi kinerja kepala desa.

“Tugas pokok BPD ini yang memang kadang ada gesekan membuat konflik antara kepala desa dan BPD,” katanya .(Adv)

Pj Bupati Bekasi Menegaskan, Alokasi Dana Desa Harus Diiringi Peningkatan Kualitas Pembangunan

BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menegaskan, meningkatnya Alokasi Dana Desa pada tahun 2023 harus diiringi dengan peningkatan kualitas pembangunan yang dilaksanakan.

“Untuk tahun 2023 ini, dari sisi input ada peningkatan, seperti transfer ke desa kita meningkat, bagi hasil pajak meningkat serta ADD meningkat, maka kualitas belanjanya pun harus meningkat,” kata Dani Ramdan di acara Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa tahun 2023 yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) di Hotel Primebize Cikarang Selatan, pada Selasa (7/2/2023).

Dani berpesan, pembangunan infrastruktur di desa harus benar-benar berkualitas dan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat.

“Bahkan, dana desa itu diharapkan bisa dijadikan stimulus adanya swadaya masyarakat yang ditambahkan untuk membangun desa,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya data yang akurat, agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran.

“Kita ada program Desa Presisi, supaya data di desa itu berkualitas dan selalu update. Sebagai data awal, kita akan gunakan data Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) dan akan terus kita perbarui sehingga pemerintah desa punya data yang lebih baik,” terangnya.

Dani Ramdan juga berpesan kepada perangkat desa agar memberikan pemahaman kepada warga, pentingnya jaminan-jaminan sosial, seperti asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi kematian serta jaminan hari tua.

“Supaya pendapatan masyarakat itu tidak hanya untuk konsumsi hari ini, tapi disisihkan untuk jaminan sosial. Nanti dicontohkan oleh perangkat desa terlebih dahulu dari penghasilan tetapnya itu bisa bekerjasama dengan BPJS,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong mengatakan, acara Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa diikuti oleh para kepala desa dan ketua BPBD se-Kabupaten Bekasi.

“Untuk narasumber, kita hadirkan dari Kemendagri dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisma Bekasi,” terangnya.

Atong menambahkan, kegiatan ini digelar untuk memberikan tupoksi kepada para Kepala Desa dan BPD agar bisa meningkatkan sinergi.

“Ya, kami berharap kegiatan ini bisa memberikan wawasan kepada semua perangkat desa agar bisa bersinergi dengan unsur-unsur lain, dalam mengembangkan potensi yang ada di desa,” ujarnya.(Red)

Pemkot Tanjungpinang Meriahkan Cap Go Meh Dengan Seni Budaya Dan Bazzar UMKM

BIN | Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang rayakan Cap Go Meh di Jalan Merdeka, sedikitnya 2000 warga setempat ikut serta memeriahkan acara tersebut.

Dalam perayaan itu juga turut dihadiri unsur Pemerintahan Kota Tanjungpinang dan TNI Polri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, M. Nasri mengatakan malam Cap Gomeh sebagai upaya melestarikan budaya nusantara melalu Even Temporary.

“Hal ini merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan kami sebab tradisi dan budaya bisa dilestarikan dalam bentuk Street Art,” ucap Nasri.

Hal selaras dikatakan, Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma berharap malam perayaan Cap Go Meh ini menjadi ajang silaturahmi untuk masyarakat Tanjungpinang.

“Semoga dimalam ini masyarakat bisa lebih menjalin tali silaturahmi tanpa memandang suku bangsa dan agama,” kata Hj. Rahma.

Selain pertunjukan seni budaya, kata dia, dimalam puncak Pujasera dan Bazzar UMKM bakal dibuka bagi masyarakat.

“Bazzar ini bertujuan untuk lebih memajukan UMKM sehingga masyarakat bisa mengenal produk-produk asli dari Tanjungpinang,” tuturnya.

Dia menegaskan, Pemkot Tanjung Pinang tidak mengizinkan pasar modern dan usaha retail seperti Hypermart, Alfamart, Indomaret dan minimarket lainnya.

“Hal itu juga salah satu bentuk dukungan agar usaha lokal di Kota Tanjungpinang bisa tumbuh berkembang,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat Kota Tanjungpinang tdapat membiasakan membeli produk-produk asli dari Kota Tanjungpinang.

“Semoga malam Cap Go Meh ini menjadi berkah untuk kita semua, dan yang terpenting kita jaga silaturahmi antar warga dan mari kita dukung produk lokal Kota Tanjungpinang,” tandasnya. (Red)

Sekda Kabupaten Bekasi Ingatkan Seluruh ASN Tangani Isu Krusial Penanganan Warga Miskin Ekstrem

BIN | Kabupaten Bekasi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi kembali mengingatkan kepada seluruh ASN agar menangani isu krusial yang menjadi instruksi Kemendagri berkaitan dengan penanganan warga miskin ekstrem secara lintas sektor dari SKPD terkait.

“Tentunya kita harus tangani, kita kerjakan, seluruhnya. Tidak hanya dari Dinas Sosial, termasuk juga Dinas Perkimtan, seperti Rutilahu, SPALDS, jalan lingkungan, aksesibilitas menuju rumah tersebut berdasar By Name By Adress, di kita masih ada 3.961 miskin ekstrem yang ada di wilayah kita,” ujar Dedy Supriadi saat memimpin Apel pagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bekasi, di plaza Pemkab, Cikarang Pusat, pada Senin (06/02).

Dedy juga menyinggung mengenai validasi data dimana Pemkab Bekasi tengah berkoordinasi kepada BPS, agar data Kabupaten Bekasi bisa mandiri dengan kota Bekasi. Karena menurutnya, selama ini Bank Indonesia masih mengambil data BPS.

“Kita harus lakukan langkah, upaya, pelaksanaan program-program, kegiatan yang konkret dan bisa diimplementasikan, sehingga di 2024 sudah di angka nol,” katanya.

Mengenai penanganan pengangguran yang ada di Kabupaten Bekasi, menurutnya, Disnaker sudah menjalani program secara baik, yang dilakukan dengan kerjasama dengan komunikasi secara intensif pada para HRD maupun owner perusahaan agar berupaya menyerap tenaga lokal Kabupaten Bekasi.

“Kemudian ada program-program kita juga terkait dengan anak sekolah, link and match, ada beberapa angkatan kerja, kita berharap penuh agar perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi bisa bekerjasama,” lanjutnya.

Selain itu Pemkab Bekasi juga sudah menyebarkan informasi baik dari media sosial instansi Pemkab maupun media mainstream kaitan dengan lowongan kerja, jobfair, dan program lainnya.

“Khususnya pengangguran juga data ini harus kita validasi kembali terutama data dari BPS, ada yang memang penduduknya berKTP Bekasi ada yang dari luar, karena memang wilayah kita menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja, ini harus kita atur, supaya angkatan kerja bisa diterima di perusahaan baik formal maupun sektor Informal,” papar Dedy.(Red)

Silahturahmi Sehari Bersama Pj. Bupati (Sehati) Rapat Kerja APDESI Kabupaten Bekasi

BIN | Garut – Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan memberikan arahan khusus kepada Kepala Desa agar lebih memperhatikan pembagian tugas terkait infrastruktur di tingkat desa yang memang sangat perlu perbaikan. Hal ini sebagai bentuk program dan kebijakan untuk kemajuan desa, terutama pemerintah dan masyarakat desa.

Hal ini diungkapnya saat menghadiri kegiatan Silahturahmi Sehari Bersama Pj. Bupati (Sehati) dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bekasi, yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi, di Kampung Sampireun Resort, Garut, Jawa Barat, pada Minggu (5/2).

“Ini mungkin menjadi terobosan kepada kepala desa, pertama terkait pembagian tugas untuk infrastruktur di tingkat desa agar bisa lebih diperhatikan oleh kepala desa. Ini sebagai kebijakan untuk kemajuan desa itu sendiri,” ujarnya.

Terobosan tersebut dikatakan Dani Ramdan dapat diwujudkan dengan adanya Data Desa Presisi, yang sebelumnya sudah dilakukan di 5 desa yang ada di Kecamatan Muaragembong sebagai proyek percontohan implementasi secara Nasional.

Dirinya menilai, proyek data presisi ini bertujuan untuk mengoptimalkan digitalisasi monografi desa berbasis peta digital, yang akan memperkuat kinerja desa sekaligus memberikan sistem perlindungan sosial kepada masyarakat.

“Data program desa presisi yaitu monografi desa akan memperkuat kinerja desa, karena data yang dihasilkan berasal dari masyarakat sekitar desa tersebut, dan sudah dilakukan pengawasan oleh instansi terkait, sehingga dapat memudahkan pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Pihaknya juga turut mendorong kesejahteraan perangkat desa melalui kelengkapan jaminan sosial, yakni berupa jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, maupun jaminan hari tua. Hal tersebut dilakukan agar cakupan jaminan sosial di Kabupaten Bekasi dapat terpenuhi 100 persen.

“Kita juga ingin mendorong kesejahteraan perangkat desa melalui jaminan sosial, ada hari tua, kesehatan, ketenagakerjaan agar mereka bisa bekerja dengan tenteram dan damai. Ini akan bertahap dilakukan, dan semoga cakupannya bisa 100 persen di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Dalam Raker ini dibahas juga terkait prosedur penyusunan APBDesa. Dani mengatakan APBDesa agar segera diimplementasikan dan ditambahkan pula beberapa poin anggaran yang bisa mempertajam pelaksanaan kegiatan di tahun 2023.

“Fokusnya juga terkait penyiapan APBDesa 2023, untuk segera diimplementasikan. Disamping itu kami juga memberikan input-input menyangkut beberapa poin anggaran yang bisa mempertajam pelaksanaan kegiatan tahun ini,” tambahnya.

Pj Bupati berharap, agar rapat kerja yang sudah dilaksanakan ini mampu menghasilkan komitmen dalam pembangunan desa yang harus segera berjalan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(Red)

Setda Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, Dampingi Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo Panen Raya

BIN | Kabupaten Bekasi – Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Setda Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, pada Minggu (05/02/2023).

Sri Enny dalam sambutannya mengatakan, panen raya padi perdana tahun 2023 bersama Menteri Pertanian ini dilaksanakan di hamparan sawah seluas 45 hektar dengan jenis varietas IR 42, dan memiliki produktivitas 6,5 ton per hektar.

Dari kalkulasi tersebut, Enny menyebutkan, Kabupaten Bekasi berada di posisi ke-7 dalam kontribusi produksi padi di Jawa Barat.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras para petani di Kabupaten Bekasi, yang didukung penuh oleh Dinas Pertanian, dengan produksi sebesar 523.024 ton gabah kering, luar biasa,” jelasnya saat sambutan di hadapan Mentan.

Sri Enny mengatakan, Pemkab Bekasi menyampaikan permohonan kepada Kementerian Pertanian agar mendukung dalam peningkatan pertanian khususnya pada pengamanan produksi, sarana dan prasarana pertania dan kegiatan lain yang mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, melihat besarnya produksi padi di Kabupaten Bekasi, dirinya optimistis dapat memperkokoh produksi pangan nasional.

“Hari ini saya melihat, ternyata hamparan pesawahan kita luas sekali, ada yang lagi panen, sebagian lagi menunggu, ada 7 ribu hektar sawah di Kabupaten Bekasi akan memasuki puncak panen, seribu hektar lebih di antaranya bisa dipanen pada Februari ini,” jelasnya.

Melihat potensi ketersediaan produksi padi di Kabupaten Bekasi, Syahrul memastikan Indonesia telah siap memiliki bahan pangan yang cukup bagi 283 juta orang di kemudian hari.

“Kita akan jaga bersama sehingga bangsa ini akan kuat menghadapi berbagai tantangan apa saja, di masa yang akan datang, karena makanan kita tersedia cukup dengan baik,” pungkasnya.(Red)

Akhmad Marzuki Dan Budi MM Hadir Dalam Diskusi Bidic Season II

BIN | Kabupaten Bekasi – Bekasi Diskusi Club (Bidic) kembali melakukan Podcast season II dengan tema ‘Menakar Calon Pemimpin Bekasi 2024’, Minggu (5/2).

Lebih menariknya, kali ini Bidic menghadirkan Ketua Partai diantaranya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, H. Akhmad Marzuki dan Ketua DPC Partai PKS, Budi Muhammad Mustafa.

Presiden Bidic, Ahmad Budiarta mengatakan, Podcast kedua ini masih sama dengan tema sebelumnya.

“Kali ini sengaja kami hadirkan para tokoh dan ketua partai agar masyarakat bisa menilai pemimpin yang mampu membangun Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Dalam diskusi tersebut, ditanya mengenai kesiapan dan strategi partai H. Akhmad Marzuki mengatakan sejak dirinya dilantik wacana dan strategi politik sudah disiapakan.

“Tetapi yang jelas konsolidasi baik internal sudah kami jalin terutama dalam kepengurusan Partai Golkar,” ujar Marzuki.

Marzuki menjelaskan mengenai Caleg di Partai Golkar sudah terstruktur sekitar 20 persen. Dan siapapun yang menginginkan nyaleg Partai Golkar membuka peluang.

“Yang terpenting siapapun yang menjadi anggota DPRD bisa merubah Kabupaten Bekasi ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Terkait koalisi, kata dia, Partai Golkar sudah dihimbau untuk tidak membicarakan Pilkada terlebih dahulu, sebab ada yang lebih difokuskan selain itu.

“Membangun Kabupaten Bekasi tidak mudah apalagi Kabupaten Bekasi sebagai penyangga dan wilayah industri terbesar,” kata dia.

Oleh sebab itu, kordinasi dan komunikasi dengan Porkopimda sangatlah penting agar permasalahan bisa terselesaikan.

“Sebab jabatan masih banyak yang kosong,” tutupnya.

Hal lain dikatakan Ketua DPC Partai PKS, Budi Muhammad Mustafa pihaknya sudah menyelesaikan sosok untuk ikut dalam kontestasi Pemilu 2024.

“Para tokoh udah siapa dibina dalam partai PKS bahkan banyak para tokoh ingin ikut PKS. PKS siap untuk berkoalisi untuk siapa pun,” tegasnya.

Terkait gabungnya Ridwan Kamil ke Partai Golkar pihaknya sangat berapresiasi karena ia tokoh juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Oleh karena itu Partai PKS harus lebih semangat lagi dan harus bisa melebihi dari Partai Golkar,” tuturnya.

Budi MM menyebutkan Anggota DPRD yang sedang menjabat rata-rata sudah memahami dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

“Adapun jika pelayanannya kurang baik, masyarakat bisa mengadu kepada kami dan akan segera kami perbaiki,” ucapnya Budi MM.

Ditanya PR untuk Kabupaten Bekasi Budi berharap pemimpin Kabupaten Bekasi memberikan pelayanan terbaik lagi bagi masyarakat meskipun masih banyak jabatan yang kosong.

“Pemerintah harus betul-betul menyiapkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Bis)

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, Ingatkan Perusahaan Pentingnya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menghadiri kegiatan Workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam rangka Bulan K3 Nasional yang diselenggarakan oleh Forum HRD bersama Paguyuban K3L Bekasi dan FK K3LH.

Acara yang menghadirkan para HRD dan penggiat K3 dari berbagai perusahaan itu, digelar di Hotel Grande Valore Kota Jababeka Cikarang, pada Sabtu (04/02/2023).

Pj Bupati Dani Ramdan menyampaikan, kegiatan workshop tersebut untuk mengingatkan kembali perusahaan tentang pentingnya penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang harus dijalankan.

“Saya mendukung kegiatan workshop seperti ini, karena memang bagian dari tugas pemerintah daerah untuk bisa menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Dani menandaskan, sangat penting bagi setiap perusahaan untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam menerapkan prosedur K3.

“Karena dengan kesiapan seperti itu, maka kecelakaan dan bencana bisa kita hindari serta mengurangi resiko terjadinya bencana terhadap nyawa dan harta benda,” terangnya.

Dani mengatakan, saat ini ada sekitar 1,5 juta orang yang bekerja di perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Kalau semua perusahaan bisa berkolaborasi dalam kesehatan dan keselamatan kerja, pasti akan memberikan dampak yang baik bagi para pekerja,” ujarnya.

Dani menuturkan, secara umum perusahaan di Kabupaten Bekasi sudah menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan akan melakukan pengawasan, dan diharapkan semua perusahaan di Kabupaten Bekasi menerapkan prosedur K3 untuk keselamatan para pekerja,” kata Dani.

Ketua Perhimpunan HRD Bekasi dan Penasehat Paguyuban K3L, Doan Herison mengatakan, kegiatan workshop tersebut bertujuan untuk melakukan penyadaran pentingnya K3 di setiap perusahaan untuk meningkatkan produktivitas baik perusahaan maupun pekerja.

“Semua sangat antusias dan mendukung kegiatan ini, seperti praktisi serta HRD perusahaan se-Kabupaten Bekasi,” katanya

Doan berharap, pihaknya dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Salah satunya, mengikuti kegiatan bulan kesiapsiagaan bencana yang akan digelar oleh BPBD Kabupaten Bekasi pada April mendatang.

“Ya, dari kawasan industri juga akan ikut serta pada kegiatan tersebut, sehingga bisa menyosialisasikan bahaya bencana di setiap perusahaan,” terangnya.(Red)