23 C
New York
Friday, June 26, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 76

Musibah Kebakaran di Desa Sukaragam Kecamatan Serang Baru, Ketua RT Bantu Penggalangan Dana Untuk Korban

BIN | Bekasi – Musibah kebakaran menghantam rumah warga di Perumahan Mega Regency Blok L1 nomor 12, 13 dan 14, RT 21/10, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (24/08/2023) sekitar pukul 10.58 WIB.

Kebakaran terjadi di tiga unit rumah bangunan milik Yulianto, Supono dan Mashari. Api dapat dipadamkan dengan tiga unit mobil Damkar Kabupaten Bekasi yang dibantu warga sekitar dan tidak ada korban jiwa atas kebakaran yang menghanguskan separuh rumah tersebut.

Sementara untuk kerugian belum dapat ditafsir, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Aparat.

Wariyanto, selaku Ketua RT setempat saat dikonfirmasi awak media Beksi Indonesia News, membenarkan kejadian yang telah menimpa warganya.

“Langkah awal penanganan adalah, mengalokasikan tempat tinggal sementara untuk korban dengan rumah-rumah kosong di sekitar TKP,” ungkap Wariyanto.

Selaku RT setempat, Wariyanto pun mengambil inisiatif untuk mengajak warga lainnya bergotong royong membantu warganya yang terkena musibah dengan cara penggalangan dana.

“Kita penggalangan dana dari warga satu RT dan RT lain di wilayah RW 10 dan koordinasi dengan RW untuk bantuan ke tingkat desa.” pungkasnya. (Wati)

Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Berdasarkan Penelitian Yumi Dian Lestari, M.Kep

BIN || Kabupaten Bekasi – Penyakit Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi pembicaraan kesehatan didunia, khusunya dinegara berkembang yaitu di Indonesia.

Program untuk menurunkan angka kejadian penyakit tersebut yaitu dengan diadakannya Program Penanggulangan
Pencegahan penyakit Tidak Menular.

Terdapat beberapa cara untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu diantaramya adalah dengan lima pilar penanganan Diabetes Melitus dengan diet, olah raga, kontrol gula darah, obat-obatan, Edukasi serta mampu melakukan manajemen pikirian atau dapat juga dengan menggunakan Emotional Freedom Technique. Terapi EFT (Emotional Freedom Technique).

salah satu penatalaksaan non farmakologi yang bekerja langsung pada system meridian di tubuh dengan cara menstimulasi tutuk meridian dengan cara mengetuk ringan pada bagian titik meridian sehingga dapat membebaskan hambatan yang terjadi didalam tubuh dan dapat menurunkan gula darah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap penurunan gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Melitus.

Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah Quasy Eksperimen
dengan rancangan pre-post test design. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 80 responden yang dilakukan intervensi Tindakan EFT. Teknik sampling yang digunakan aadalah Non Probability Sampling.

Hasil analisis menggunakan Paired t-test menunjukkan nilai p-value kadar gula darah sewaktu 0,001 (p-value <0,05) Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi EFT terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus.

Penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan penatalaksanaan diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu dengan menggunakan terapi EFT. Selain itu, temuan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu tenaga perawat dalam memberikan asuhan keperawatan mandiri dengan menggunakan EFT memberikan saran bagi penyedia layanan kesehatan setempat supaya dapat melaksanakan terapi konvensional/komplementer, meningkatkan kesehatan, dan mencegah komplikasi diabetes melitus.

Diabetes Melitus merupakan
sekumpulan gangguan metabolic yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Diabetes Melitus juga merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum hampir disemua negara didunia dan merupakan masalah Kesehatanyang kritis pada masyarakat, bahkan Diabetes Melitus sudah dianggap sebagai peyakit pandemi. (Géssica De
Mattos Diosti et al., 2021).

Menurut Bruner dan Sudart, 2018 Diabetes Melitus dibagi menjadi tiga Tipe yaitu Diabete melitus tipe 1 yang disebut dengan Diabetes tergantung insulin, sekitar 5% sampai 10% pasien mengalami diabetes tipe 1, dimana tipe ini ditandai dengan destruksi sel-sel beta pancreas akibat factor genetis, imunologis dan mungkin juga lingkungan (mis, virus).

awitan diabetes tipe 1 terjadi secara mendadak, biasanya sebelum usia 30 tahun. Tipe 2 yaitu disebut dengan Diabetes melitus tak tergantung insulin,
sekitar 90% sampai 95% pasien penyandang diabetes melitus menderita diabetes melitus tipe 2, tipe ini disebabkan oleh penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah insulin yang diproduksi.

Penanganan pada tipe 2 ini
yaitu dengan diet dan olah raga dan juga dengan agens hipoglikemik oral sesuai kebutuhan, paling sering dialami oleh pasien diatas 30 tahun dan pasien yang obesitas.

Selanjutanya tipe diabetes
melitus gestasional yang ditandai dengan setiap derajat intoleransi glukosa yang muncul selama kehamilan (trimester kedua atau ketiga), resiko yang terjadi adalah obesitas, Riwayat personal pernah mengalami diabetes gestasional, glikosuria atau Riwayat kuat keluarga pernah mengalami diabetes.

Kelompok etnis beresiko tinggi. Diabetes Melitus di Amerika Serikat merupakan penyebab utama end-stage renal dieses (ESRD). Data statistic Word Health Organitation (WHO) pada tahun 2013 menunujkan prevalensi kejadian DM didunia sebanyak 382 juta, hasil prediksi mencapai 592 juta jiwa pada tahun 2035.

(Harismayanti, 2017), terdapat beberapa penelitian yang dilakukan untuk menilai prevalensi kelemahan pada penderita diabetes usia lanjut, salah satunya penelitian yang dilakukan di Meksiko – Amerika di Texas, hasil penelitian ini menunjukan bahwa diabetes melitis signifikan berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi kelemahan pada usia lanjut. (Sadiq Ahmed et al., 2021)

Indonesia merupakan negara yang berada di Asia Tenggara yang mengalami terjadinya sindrom metabolic yang meningkat disebabkan adanya perubahan perilaku, gaya hidup dimasyarakat terutama perilaku pada lingkungan.

Prevalensi DM di Indonesia mencapai 1.017.290 orang. Dari 34 Provinsi di Indonesia Jawa Barat menduduki peringkat tertinggi mencapai 186.809 orang. (IIlmi, A. F., & Utari, 2020).

Dari jumlah data penduduk yang didapatkan oleh penulis, Kecamatan Kedung Waringin memiliki penduduk dengan jumlah 6630, dan terbagi menjadi 7 Desa. Prosentasi penyakit Diabetes Melitus di Kecamatan Kedung Waringin adalah sebanyak 6,2% dari 6630 penduduk.

Penyakit Diabetes Melitus adalah sasaran pemerintah pada Program Pencegahan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular, karena jika tidak diatasi akan menyebabkan terjadinya komplikasi ataupun kematian.

Untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian pada kasus Diabetes Melitus harus dilakukannya pencegahan peningkatan kadar gula darah yaitu dengan cara melakukan manajemen pikiran yaitu dengan tindakan EFT (Emotional Freedom Tekhnique).

Emotional Freedom Tekhnique adalah Tools untuk melakukan penanganan gejala semua penyakit diantaranya adalah gejala Diabetes Melitus yaitu dengan cara melakukan tapping pada daerah titik yang ditentukan didalam EFT dan mengkombinasikan dengan pikiran.

Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah Quasy Eksperimen dengan dengan rancangan pre test – post test design. Penelitian dilakukan selama 6 bulan, Populasi penelitian ini adalah semua pasien Diabetes Melitus yang ada di Wilayah Desa Waringin Jaya.

Jumlah sampel sebanyak 80 responden, sampel adalah warga Desa Waringin Jaya dengan kriteria sampel Usia > 20 tahun, bersedia menjadi responden, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability

Sampling Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling, yaitu suatu metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih semua individu yang ditemui dan memenuhi kriteria pemilihan.

Pengukuran kadar gula darah menggunakan glucometer dan hasil pengukuran dicatat pada lembar observasi. Analisa statistic dengan menggunakan uji paired – sample test.

Kesimpulan Penelitian yang dilakukan memberikan gambaran adanya penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita dengan diabetes melitus yang dilakukan Tindakan EFT pada 80 responden yang menderita diabetes melitus.

Kadar gula darah sewaktu dari 80 responden yang dilakukan EFT dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri perawat untuk mengatasi masalah
keperawatan ketidakstabilan kadar gula darah pada pasien khusunya pasien diabetes melitus.

  1. Bagi pengembangan ilmu keperawatan Bagi pendidikan keperawatan diharapakan dapat dijadikan sebagai terapi konvensional/komplementer sebagai Tindakan mandiri perawat dan memasukan menjadi mata kuliah terapi komplementer dan mata kuliah medikal khususnya pada pasien dengan diabetes melitus.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber ilmu atau referensi baru bagi para pendidik dan mahasiswa sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas dalam intervensi keperawatan mandiri.

  1. Penelitian lebih lanjut (further research) Perlu dilakukan penelitian tentang EFT dengan waktu yang lama untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu terutama pada penderita dengandiabetes melitus. (Bisri)

KPU Kabupaten Bekasi Umumkan Daftar Calon Sementara (DCS)

BIN || Kabupaten Bekasi – Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Bekasi mengumumkan Daftar Calon Sementara ( DCS ) Anggota DPRD dalam pemilihan umum tahun 2024,22/8/2023.

FajarPaper Merayakan Hari Kemerdekaan RI dengan Mengikuti Perlombaan Damkar Kab. Bekasi, CSR, dan Turnamen Olahraga Karyawan

BIN | Bekasi – 18 Agustus 2023 – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka yang merupakan anggota dari SCGP di Indonesia, turut merayakan Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia (RI) dengan mengikuti lomba Pemadam Kebakaran (Damkar), kegiatan pemeliharaan kelestarian lingkungan hidup, dan melakukan turnamen olahraga untuk karyawan.

Kegiatan pertama dalam merayakan Kemerdekaan ke-78 RI, FajarPaper turut serta dalam Skill Competition Lomba Pemadam Kebakaran antar kawasan industri dan perusahaan se-Kabupaten Bekasi yang diinisiasi oleh Dinas Pemadam kebakaran (Damkar) Kab. Bekasi pada Selasa (8/8). Kegiatan bertajuk ‘1st Bekasi Fire Fighter Challenge Skill Competition 2023’ tersebut berlangsung di Lapangan Meikarta, Distrik 2, Cikarang Selatan dan dibuka langsung oleh Pj Bupati Bekasi, Dr. H. Dani Ramdan.

Skill Competition Lomba Pemadam Kebakaran diadakan untuk meningkatkan keterampilan dan ketangkasan pada petugas pemadam kebakaran dalam penanggulangan insiden kebakaran baik yang beada di kawasan industri maupun di luar kawasan, khususnya di wilayah Kab. Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dari 27 perusahaan dari dalam maupun luar kawasan industri. FajarPaper mengirimkan tim Damkar yang beranggotakan 5 (lima) orang karyawan.

Perjuangan dan kedisiplinan Tim Damkar FajarPaper berlatih selama beberapa minggu membuahkan juga hasil yang luar biasa. Tim Damkar FajarPaper berhasil meraih posisi sebagai juara 2, dimana tim Fajar bersaing ketat dengan tim Damkar dari berbagai perusahaan di Kawasan Industri Kab. Bekasi. Piagam penghargaan dan Piala diserahkan langsung pada pada Sabtu (19/8), oleh Pj Bupati, Dr. H. Dani Ramdan dalam acara Malam Resepsi dan Tasyakuran Hari Jadi Kab. Bekasi ke-73. Pada kesempatan itu juga, FajarPaper mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai ‘Perusahaan/Badan Usaha yang Tertib Membayar Retribusi Alat Proteksi Kebakaran 3 (tiga) tahun 2020, 2021, dan 2022’.

Penghargaan dan apresiasi yang diterima oleh PT Fajar Surya Wisesa Tbk, baik dari kementerian, pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah, membuktikan peran serta FajarPaper dalam berbagai kegiatan positif dalam mendukung program pembangunan dan turut berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan.

Dr. H. Dani Ramdan selaku Pj Bupati Bekasi mengatakan “Perlombaan ini sangat strategis dan ide brilian dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Bekasi yang menggelar perlombaan pemadaman. Kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar unit-unit pemadam kebakaran baik di perusahan dan relawan. Tugas dari pemadam kebakaran itu memastikan sistem proteksi kebakaran baik di bagunan, gedung, maupun rumah berjalan dan meminimalisir terjadinya kebakaran. Sehingga jika sistem proteksi sudah berjalan, unit pemadam kebakaran pun sudah siap siaga agar tidak merenggut korban jiwa.”

Kegiatan selanjutnya, FajarPaper mewujudkan komitmennya terhadap pemeliharaan kelestarian lingkungan hidup dengan berkolaborasi bersama Komunitas River Healing Base (REHAB) Cikarang dalam kegiatan giat bersih sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikarang pada Kamis (10/8).

Kegiatan giat bersih sungai berfokus pada pengangkatan tumbuhan eceng gondok, sampah plastik, serta ranting yang menumpuk dan telah tersedimentasi. Tumpukan sampah yang tersedimentasi ini selain membuat kotor sungai, membuat air tercemar, serta menimbulkan bau tidak sedap. Kegiatan ini dilakukan oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) dan PUK SP KEP SPSI PT Fajar Surya Wisesa Tbk yang tergabung dalam tim Environment Social Governance (ESG), bersama dengan anggota REHAB.

Kegiatan giat bersih sungai ini, selaras dengan semangat Kemerdekaan ke-78 RI untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama, terlebih pada lingkungan hidup. FajarPaper mengajak untuk bersama-sama bergerak memelihara lingkungan hidup, dalam hal ini sungai sebagai sumber air yang memiliki fungsi bagi kehidupan dan penghidupan manusia.

Kurniawan selaku Industrial Relations & CSR Manager PT Fajar Surya Wisesa, Tbk (FajarPaper) mengungkapkan “Program giat bersih ini sebagai wujud komitmen FajarPaper dalam pemeliharaan lingkungan hidup. Sampah-sampah yang terbawa dari hulu sampai ke tempat ini, sudah menumpuk dan tersedimentasi, serta menimbulkan bau yang tidak sedap. Terlebih di DAS ini terdapat rumah-rumah warga yang hidupnya berdampingan dan memanfaatkan air sungai ini juga. Harapannya dengan kegiatan giat bersih sungai ini, secara bersama-sama kita dapat membuat dan menjaga sungai bersih, terlebih dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia.”

Tidak hanya memeriahkan kemerdekaan dengan melakukan kegiatan di luar perusahaan, tahun ini FajarPaper kembali menyelenggarakan turnamen olahraga karyawan. Pembukaan turnamen olahraga dihadiri oleh Presiden Direktur, Thalengsak Ratchburi, serta jajaran manajemen FajarPaper pada Selasa (25/7) dan berlokasi di sarana olahraga FajarPaper, yang telah diresmikan pada Agustus 2022.

Pembukaan turnamen olahraga diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya oleh manajemen dan seluruh karyawan yang hadir, dilanjutkan dengan sambutan oleh Presiden Direktur. Kemudian secara simbolis dilakukan permainan pada cabang olahraga tenis meja oleh perwakilan manajemen. Dengan demikian, turnamen olahraga FajarPaper 2023 resmi dibuka, dengan cabang olahraga yang ditandingkan adalah tenis meja (tunggal dan ganda), bulutangkis (tunggal dan ganda), futsal, dan cabang yang baru tahun ini diadakan, yaitu catur.

Thalengsak Ratchburi selaku Presiden Direktur PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper) dalam sambutannya mengatakan “Turnamen ini bukan hanya kompetisi untuk memenangkan pertandingan dan mendapatkan hadiahnya. Lebih dari itu, turnamen ini merupakan ajang untuk menjalin hubungan dan kerja sama yang baik antar karyawan. Hal ini menjadi penting karena kita banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan bertemu rekan kerja, maka dibutuhkan kerja sama, kolaborasi, serta membina hubungan yang baik pula. Hubungan yang baik dapat menghasilkan kerja sama dan kolaborasi yang baik juga.”

Turnamen olahraga FajarPaper diadakan untuk menumbuhkan sikap sportivitas, kerja sama, serta menjalin hubungan antar karyawan. Tujuan tersebut sejalan dengan semangat Kemerdekaan ke-78 RI yaitu kerja harmonis, kolaborasi, serta sinkronisasi gerakan yang merupakan hal penting dalam olahraga, sehingga tim dapat bekerja sama dengan baik menuju satu tujuan. Turnamen olahraga ini berlangsung pada 24 Juli – 23 Agustus 2023.

(Erv)

PT PLN UP3 Cikarang Bekasi Berikan Pemasangan Listrik Gratis Bagi Warga Serang Baru

BIN | Bekasi – Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat tidak mampu, PT PLN (Persero) UP3 Cikarang yang beralamat di Deltamas Boulevard, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, memberikan pemasangan listrik gratis terhadap warga Serang Baru.

Program pemasangan listrik gratis PT PLN UP3 Cikarang ini juga dimaksudkan agar tidak ada lagi warga yang menggunakan listrik sambung langsung dari tiang (los). Hal itu dikatakan Zamzami Kepala UP3 Cikarang.

Zamzami menyebutkan, kegiatan ini berjalan di tahun 2023 dalam rangka HUT Ri ke 78, untuk memenuhi kebutuhan listrik warga yang belum mampu memasang maupun dengan sistem di Los langsung ke tiang.

“Giat ini adalah program dari PT. PLN (Persero) dalam rangka HUT Ri ke 78 tahun,” ungkap Zamzami, Selasa (22/08/2023).

Ia juga menjelaskan, bahwa program listrik gratis bukan hanya untuk warga, tetapi terpusat juga pada sarana ibadah seperti Masjid dan Mushala yang belum memiliki lampu maupun masih di los.

“Kami bekerja cepat, langsung pasangkan kilometer agar warga tidak menunggu,” jelasnya.

Di sisi lain, Ati bin Kena, salah satu warga Kampung Kp Tonjong RT 09/11 Desa Sukaragam yang telah mendapatkan program listrik gratis, mengucapkan terima kasih kepada PT PLN UP3 Cikarang yang telah membantu untuk pemasangan listrik gratis di rumahnya.

“Syukur Alhamdulillah saya ucapkan banyak terima kasih kepada UP3 yang telah memasangkan listrik di rumah saya tanpa biaya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ucapnya bahagia. (Wati)

Indag Ditreskrimsus Polda Metro Tangkap Tersangka Peredaran Obat Keras Tanpa Izin

BIN | Jakarta – Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 7 tersangka terkait peredaran obat keras atau obat G tanpa izin edar keahlian dan kewenangan melakukan praktik kefarmasian, periode Juni hingga Agustus 2023.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan peredaran obat keras secara ilegal yang diduga melibatkan tenaga kesehatan (Nakes), yakni asisten dokter dan asisten apoteker yang memalsukan resep dokter untuk para pembeli obat keras.

“Oknum tenaga kesehatan terdaftar yang membuat resep obat, namun tidak memiliki izin praktek dan tidak sesuai dengan kompetensinya. Modus oknum karyawan apotek, membuat resep obat namun tidak terdaftar sebagai tenaga kesehatan dan tidak memiliki izin praktik,” ujar Ade Safri di Polda Metro Jaya, Selasa (22/8/2023).

Ade Safri mengatakan mereka sudah beraksi sejak 3 sampai 5 tahun dengan motif mencari keuntungan. Para Nakes yang terlibat ialah APAH (42), S (27), RNI (20) dan ERS (49).

“Tapi yang pasti, motifnya keuntungan. Sudah beraksi sekitar 3 sampai 5 tahun,” katanya.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Victor Inkiriwang menambahkan resep dokter tersebut dijual para nakes tersebut dengan harga bervariasi. Nilainya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Bervariasi, jadi yang dihitung di sini yaitu resep dokternya kisaran sekitar ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Namun kemudian yang dihitung banyak sedikitnya obat yang dicantumkan dalam resep tersebut,” papar Victor.

Victor mengatakan para tersangka nakes menyalahi aturan terkait resep tersebut. Sebab, dalam prakteknya mereka mengeluarkan resep obat keras tersebut tanpa adanya petunjuk dokter.

“Obat-obatan yang masuk dalam daftar G wajib hukumnya melalui resep dokter. Artinya ada diagnosa yang harus dilakukan oleh dokter yang berkompeten sebelum mengeluarkan resep yang dimaksud,” terangnya.

Para tersangka sudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut.

Tersangka dijerat Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara 10 tahun. Pasal 60 angka 10 jo angka 4 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Atas Perubahan Pasal 197 jo Pasal 106 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Tindaklanjuti Keluhan Warga, Pemerintah Kecamatan Serang Baru Tutup Galian Tanah di Desa Sirnajaya

BIN | Bekasi – Pemerintah Kecamatan Serang Baru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Serang Baru memberhentikan sementara aktivitas galian tanah di Kecamatan Serang Baru karena diduga tidak mengantongi izin dan merusak jalan desa.

Penggalian tanah diduga tanpa dokumen perizinan tersebut berada di Kp. Campaka RT 013 RW 004, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Camat Serang Baru Mirtono Suherianto mengatakan kepada awak media Beksi Indonesia News, pihaknya bersama Pol PP Kecamatan Serang Baru melakukan tindakan tersebut berdasarkan aduan dari masyarakat.

“Kami menemukan adanya aktifitas penggalian tanah yang dianggap meresahkan warga sekitar,” ucapnya. Selasa (22/082023)

Pemerintah Kecamatan Serang Baru terjun ke lokasi penggalian tanah dan melakukan pemberhentian sementara. Selanjutnya akan memanggil penanggung jawab kegiatan tersebut.

“Saat kami tiba di lokasi, kami langsung mengambil tindakan berupa pemberhentian sementara,” lanjutnya.

Sebelumnya, beberapa warga yang terdampak mengeluhkan galian tanah tersebut, dan warga tidak setuju atas keberadaan galian tanah itu.

“Mungkin saja warga itu mengeluhkan keberadaan galian tanah kepada awak media. Hingga Pemerintah Kecamatan Serang Baru turun tangan,“ kata salah seorang warga. (Wati)

Tingkatkan Kemampuan, Polsek Cibarusah Giat Pelatihan Tongkat T dan Borgol

BIN | Bekasi – Guna meningkatkan kemampuan dan profesionalitas anggota Polri, dalam melaksanakan tugas di lapangan, Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi menggelar latihan Borgol dan tongkat T, bertempat di Mapolsek Cibarusah. Selalu (22/08/2023) Pagi.

Pelatihan tongkat dan borgol merupakan atribut anggota kepolisian yang digunakan dengan mengenakan pakaian dinas. Keduanya memiliki fungsi pertahanan maupun saat menyerang, bukan sekedar hiasan di tubuh anggota polisi, melainkan harus difungsikan sebagaimana mestinya.

“Latihan ini merupakan fungsi teknis Kepolisian. Sebagai upaya penyegaran kemampuan (Refresh), untuk kemampuan dasar,” ungkap Iptu Indradi, Wakapolsek sekaligus pemimpin latihan.

Iptu Indradi menyebut, pelatihan yang digelar merupakan kegiatan untuk mengembangkan SDM Polri agar siap menghadapi tuntutan tugas Polri yang semakin berat.

“Untuk tugas Polri yang semakin berat dan kompleks ke depannya, maka dari itu kita terus mengembangkan kemampuan.” pungkasnya. (Wati)

Jaga Kondusifitas Dan Keamanan, Srikandi Polres Metro Bekasi Gelar Patroli Bermotor

Patroli Bermotor

BIN | Bekasi – Semangat menjaga keamanan dan keterlibatan Polwan Polres Metro Bekasi tercermin dalam aksi patroli bermotor yang dipimpin oleh Ipda Atikah. Dengan helm kepolisian yang mengkilap dan seragam yang terhormat, rombongan Polwan meluncur dengan penuh semangat, siap untuk menjaga kondusifitas keamanan di Kabupaten Bekasi, Senin (21/8/2023).

Atikah mengatkan, patroli bermotor ini merupakan komitmen kami terhadap keamanan dan ketertiban. Dengan penuh kejelian kami menyusuri jalanan dari Polres- Pospol Jababeka-Taman Sehati.

“ saya bersama tim menjelajahi jalanan dan sudut-sudut keramaian, memastikan bahwa keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bekasi,tetap terjaga,”katanya.

Atikah menuturkan, Tidak hanya fokus pada patroli semata, para kami juga melibatkan diri dalam pengaturan lalulintas. Dengan sigap, kami mengarahkan arus kendaraan, dan memberikan contoh bagi para pengendara lainnya untuk mengikuti aturan lalu lintas dengan baik.

“ Sikap tegas namun ramah yang kami lakukan merupakan dedikasi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi warga Kabupaten Bekasi,”tuturnya.

Tak hanya berhenti di situ, kami Polwan Polres Metro Bekasi juga berintraksi dengan masyarakat. kami meluangkan waktu untuk menyambangi tempat-tempat umum, seperti taman dan area bermain, di mana masyarakat berkumpul dan bersantai.

“ dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi kami berbicara dengan warga, bertukar cerita, dan memberikan pengingat tentang pentingnya menjaga keamanan bersama,”pungkasnya.

Akibat Kekeringan Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terancam Gagal Panen

BIN | Bekasi – Ratusan hektare areal persawahan di Kabupaten Bekasi terancam gagal panen pasalnya, tanaman padi para petani yang sudah berusia sebulan alami kekeringan.

Salah seorang petani Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jeri mengatakan, areal persawahan yang ada di wilayahnya sekitar seratus hektare mengalami kekeringan.

Padahal tanaman padi yang baru saja berusia 30 hari sangat membutuhkan air, namun pasokan air dari kali Cikarang atau Srengseng hilir tidak ada air.

“Ada sekitar seratus hektare sawah disini kekeringan, kalau pasokan air disini dari kali Cikarang Srengseng hilir. Kalinya juga sudah kering tidak ada air,”ungkap Jeri saat melihat tanaman padinya, Minggu (20/08/23).

Ia berharap ada tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, jika tidak petani di wilayahnya bakal gagal panen.

Bagai mana tidak kekeringan lanjut Jeri, pasokan air dari kali Cikarang sudah tidak bisa lagi mengairi areal persawahan, selain dangkal akibat sampah yang menumpuk. Setiap pintu air yang dapat mengatur aliran air kali Cikarang juga sudah banyak yang tidak berfungsi alias rusak.

“Saya minta tolong pemerintah perhatikan nasib petani disini, kalau gagal panen dari mana kami bisa ngasih ongkos anak buat sekolah. Ini kepada para dewan juga pada kemana coba tolong bantu kami khusunya petani di Utara Bekasi ini,”pungkasnya.(*)