BIN | Bekasi – Guna antisipasi terjadinya tindak pidana Curat, Curas, Curanmor, begal maupun kejahatan lainnya serta gangguan ketertiban masyarakat di malam hari. Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) di Jl.Raya Cendrawasih, Perumahan Grand Taman Sari 5 perbatasan Cibarusah – Serang Baru, Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sabtu (15/10/2023) pukul 00.00 Wib sampai dengan selesai.
Kegiatan OKJ guna antisipasi terjadinya kejahatan saat jam malam dengan rute wilayah Kabupaten Bekasi khususnya kecamatan Cibarusah. Pelaksanaan patroli dipimpin Kapolsek Cibarusah, AKP Arie Andhika Silamukti bersama anggota, personil Koramil 09/Cibarusah, Pol PP Kecamatan Cibarusah dan Karang Taruna.
Dengan kegiatan OKJ ini, Polisi lebih terlihat oleh Masyarakat dan bisa turun langsung dalam memberikan rasa aman dan nyaman serta memberikan pelayanan kepada Masyarakat.
OKJ ini rutin dilaksanakan di malam hari, dalam pelaksanaannya, para personil memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, menyapa dan berdialog dengan Masyarakat yang sedang berkumpul atau untuk memberikan himbauan kamtibmas. (Wati)
BIN | Bekasi – Para petani di Karang Setia dan Karang Asih Kabupaten Bekasi mengeluh karena padi yang mereka tanam, gagal panen akibat kekeringan.
Unda Suhanda (76) salah satu petani asal Karang Setia meminta pemerintah daerah turun tangan untuk mencarikan solusi akibat gagal panen yang para petani rasakan.
Unda mengaku, ratusan hektare padi yang seharusnya memasuki masa panen, menguning kering dan kosong isinya karena air yang juga tidak mencukupi bahkan tidak ada, akibat musim kemarau.
“Para petani Karang Setia dan Karang Asih merasa kesulitan dan butuh bantuan dari pemerintah,” kata Unda, Sabtu (14/10/2023).
Akibat gagal panen tersebut, petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Para petani berharap, agar pemerintah memberikan bantuan dan solusi terbaik bagi petani yang sawahnya mengalami gagal panen akibat kekeringan ini.
“Kondisi padi memang parah kering kerontang padinya seperti ini. Kami berharap pemerintah memberikan solusi nyata seperti normalisasi kali agar saluran air sampai ke sawah-sawah kami,” ungkapnya.
Hal ini, lanjut dia, menyebabkan para petani mengalami kesulitan pangan. Sedangkan biaya yang dikeluarkan petani untuk proses produksi sudah sangat banyak, dengan lahan sawah yang begitu luas.
“Kami mengharapkan ada bantuan dari pemerintah setempat. Sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan pangan kami, kalau petaninya sejahtera, panen bagus harga beraspun terjangkau dan kami dapat bisa membiayai keluarga kami,.” pungkasnya.(Wati)
BIN || Bandung – Kemajuan teknologi membawa dampak yang beragam bagi peradaban manusia, sisi positif dan negatif dari kemunculannya menjadi persoalan baru bagi pemanfaat teknologi tersebut terutama teknologi digital.
Salah satu dampak negatif dari kemajuan dan pemanfaatan teknologi digital adalah maraknya penipuan digital yang menyasar anak-anak muda termasuk didalamnya para mahasiswa.
Mengantisipasi masifnya tindak kejahatan ini, maka panitia Milad Unisba yang ke 65 mengadakan acara Seminar Nasional kolaborasi antara UNISBA dengan OJK dalam kegiatan OJK Mengajar.
Acara ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi dan edukasi terkait finansial ke masyarakat terutama mahasiswa dengan tema “Digital Financial Literacy”.
Acara yang dilaksanakan pada Jumat 13 Oktober 2023 berlangsung secara hybrid sehingga dapat diikuti secara langsung di aula maupun melalu link zoom meeting.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan kuliah umum oleh Hasan Fawzi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital Dan Asset Kripto.
Sedangkan yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Ferry Darmawan, M.Ds dosen Fikom Unisba, Ronald Yusuf Wijaya Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Chrisma Albandjar Wakil Bendahara II Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), moderator Firmansyah, S.Ikom dosen Fikom Unisba.
Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH mengatakan bahwa acara ini penting bagi mahasiswa sebagai generasi Z yang akrab dengan teknologi, dan harus berhati-hati terhadap kejahatan finansial yang disebabkan oleh perkembangan teknologi.
Sementara dalam paparannya, Hasan Fawzi menegaskan bahwa dibalik tawaran menggiurkan tentang layanan digital juga memuat resiko yang cukup tinggi.
Tips memilih produk layan digital yang baik dengan 2 L , yakni legal yakni memastikan yang menawarkan produk layanan jasa tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan dan usaha yang dijelaskan.
Selanjutnya juga harus logis yakni memastikan benefit dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan masuk akal atau tidak.
Dihadapan para mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas ini, Fawzi juga membagikan tips ringan agar terhindar dari kejahatan finansial di dunia digital, antara lain jangan membagikan data pribadi.
Pastikan kartu debit/kredit tidak digesek pada sembarang alat, jangan pernah mengunduh link dari pihak yang tidak dipercaya, hindari internet (wifi) publik terutama apabila membuka data pribadi dan perketat lapisan password, OTP dan sebagainya.
Sejalan dengan paparan tersebut, Ronald Yusuf Wijaya Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menjelaskan bahwa etika marketplace peer to peer syariah adalah mempertemukan yang punya project dengan yang punya uang sehingga aman, namun masalahnya lembaga keuangan yang ilegal jauh lebih banyak dari yang legal, sehingga muncul banyak kejahatan finansial di dunia digital.
Sementara Chrisma Albandjar mengingatkan peserta seminar terutama para mahasiswa bahwa dompet digital adalah dompet transaksi melalui smartphone.
Maka sangat perlu untuk menjaga keamanan fintech (Financial Technology) dengan mengunduh aplikasi yang bisa dipercaya, termasuk berhati-hati dalam memberikan foto dan KTP ke orang lain.
Di akhir sesi, dosen Fikom Unisba Ferry Darmawan menegaskan bahwa menjaga keamanan data pribadi perlu dilakukan oleh siapa saja yang terhubung ke dunia digital karena kriminalitas di dunia digital sangat marak saat ini, sejalan dengan meningkatnya pengguna internet saat ini.(Red)
BIN || Karawang – Sekretaris Umum DPP Gabungan Masyarakat Indonesia (GMI) menduga proyek peningkatan sarana infrastruktur pembangunan yang bersumber APBD Karawang melalui Dinas PUPR – SDA tahun 2023, diduga pihak pelaksana berlaku curang, dan mengurangi kualitas yang ada, Kamis (12/10/23).
Dikatakan, Asep Saepullah, S.Pd.I, sebagai Sekum DPP GMI, bahwa pihaknya akan melaporkan pihak pelaksana beserta yang berkompeten adanya perilaku nakal dalam melaksanakan pekerjaan proyek pembangunan yang bersumber APBD Karawang. Dan harus kita buka-bukaan Rencana Anggaran Belanja (RAB), karena ini memakai uang Negara khususnya di Kabupaten Karawang salah satunya dinas Terkait.
“Kita akan melaporkan bagi kontraktor dan yang berkompeten yang telah curang dalam melaksanakan pekerjaan ke pihak APH, karena dari prilakunya telah merugikan masyarakat luas,” ucapnya sembari menunjukan berkas.
Dengan adanya tersebut, pihaknya pun telah menduga bahwa pihak terkait telah kong kaling kong, sehingga pihak pelaksana dengan leluasa dalam melaksanakan tugasnya untuk pekerjaan pembangunan bersumber APBD Karawang tidak sesuai spesifikasi.
“Pihak kontraktor atau pelaksana bisa leluasa dalam melaksanakan pekerjaan untuk pembangunan tidak sesuai spesifikasi diduga kuat juga akibat tidak tegasnya pihak pengawas dari dinas terkait, atau adanya kong kaling kong,” terangnya.
Sebelum lanjut melaporkan kepada pihak penegak hukum, pihaknyapun akan melayangkan surat kepada Dinas PUPR Karawang, untuk klarifikasi adanya dugaan kuat pihak pelaksana dan yang berkompeten tidak mengacu SOP yang sudah di tentukan.
“Akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu, karena hal ini sangat penting, dan ini merupakan tupoksi untuk maju keranah selanjutnya, karena dari hasil klarifikasi yang nantinya akan mendapatkan tambahan penguat untuk laporan kepada pihak penegak hukum,” ujarnya.
Lanjutnya, realisasi pembangunan tahap reguler yang bersumber APBD Karawang, diduga dalam pelaksanaannya banyak penyimpangan diperkuat hasil dari tim investigasi untuk kontruksi menggunakan sebagian bahan material tidak berkualitas.
“Berkas kita sudah siapkan yang nantinya akan dibawa ke pihak APH, dalam berkas ini ada keterangan bahwa ada beberapa hasil pekerjaan pembangunan dan lokasi lainnya yang mengandung bahan material tidak berkualitas, dengan perusahan atau CV yang sama dan saya juga menduga ada KKN antara Pemborong dan pihak Dinas” pungkasnya. (Red)
BIN | Bekasi – Keberadaan median jalan atau U – Turn yang harusnya dapat memperlancar jalan dua arah, tidak berlaku di wiiayah kabupaten Bekasi,keberadaannya malah di manfaatkan kepentingan pribadi para pengusaha yang membuka usahanya di jalan Pantura kabupaten Bekasi.
Ini juga terjadi di jalan raya Sultan hasanudin, tepatnya di depan mapolsek tambun, nampak median jalan atau U – Turn dengan kondisi terantai gembok depan Toko Bazar Bangunan hingga membuat kesemrawutan kondisi jalan di tempat tersebut.
Anehnya hanya berjalan sepuluh meter dari median yang baru di buka sudah ada median resmi yang seharusnya dapat di manfaatkan dan bukan kepentingan pemilik usaha di jalan tersebut.
“Ko bisa ya, petugas lalu lintas dan petugas dinas perhubungan maupun kementrian pekerjaan umum, membuka lagi media jalan padahal sudah ada median jalan yang hanya berjarak 10 meter dari lokasi median yang baru di buka” ucap Agung(25) seorang pengguna jalan yang biasa melintas.
“kalau median jalan yang di buka untuk pemerintah pelayanan masyarakat mungkin tidak masalah, kalau yang saat ini berada(di depan mapolsek tambun red) sepertinya di buat untuk kepentingan toko bazar bangunan, sudah tau kondisi jalan kerap krodit akibat macet,malah di buat yang baru lagi median jalannya” kesal Agung.
Hal yang sama di ungkapan hari(30) warga pejalan kaki, dengan nada kesal menolak keberadaan median jalan yang dianggap buat kepentingan pengusaha saja.
“Itu gembok rantai yang menutup madian jalan saja yang saya dengan di pegang oleh pihak pengusaha, manfaat apa dengan di buka nya median jalan baru untuk kami warga masyarakat, padahal hanya berjarak 10 meter sudah ada median jalan,kenapa tidak itu saja di manfaatkan” ucap Hari dengan nada marah.
“Aneh saya dengan aparat penegak hukum kenapa tidak mau bertindak,padahal imbasnya ke petugas juga apabila nanti terjadi kecelakaan atau krodit karana macet,terlebih di bukanya median jalan Tampa ada ijin baik dari kementrian pekerjaan umum maupun dari dinas perhubungan kabupaten Bekasi” tandesnya.
Para pengguna jalan dan warga berharap kepada kementrian pekerjaan umum dan dinas perhubungan maupun petugas kepolisian lalu lintas polres metro Bekasi,untuk menindak tegas pemilik usaha dan segera menutup median jalan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
BIN || Kabupaten Bekasi – Perenang andalan Kecamatan Cikarang Timur Vanessa Mutiara Larasaty berjaya menyumbangkan Medali Emas Pada Nomor 800 Meter Gaya Bebas Putri Dengan Catatan Waktu 13.42 Detik dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten Bekasi (PORKAB). Rabu, 11 – 15 Oktober 2023.
Atlit putri asal Kampung Rawabangkong RT.001 RW.002 Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur adalah seorang siswi kelas VI SDN 02 Sertajaya.
Darsum orang tua atlit berprestasi ini mengatakan Vanessa sukses menjadi yang pertama menyumbangkan medali emas pada ajang renang Lintasan di ajang Porkab ini.
“Alhamdulillah anak saya dapat menyumbangkan medali emas dan tentunya ini adalah sebuah kebanggaan kita semua warga Cikarang Timur, dan sepertinya Vanessa juga yang pertama untuk Cikarang Timur meraih medali emas dalam ajang Porkab ini,” ungkapnya.
Ditambahkan Darsum, di ajang renang perwakilan Kecamatan Cikarang Timur selain Vanessa juga ada lagi yang meraih satu medali emas lagi untuk Putra. Darsum mengatakan Ihsan Faqih meraih juara dalam 400 m gaya ganti Putra. Disebutkan Darsum Cikarang Timur mengirim 6 atlit perenang dan dua atlit berhasil meraih Emas.
“kecamatan Cikarang Timur mengirim 6 perwakilan cabang olahraga renang yaitu 4 putra 2 putri dan Alhamdulillah kita mampu meraih dua medali emas di perenang Putri dan Putra tentunya ini prestasi yang sangat membanggakan,” ungkapnya.
Ahmad Patoni pengurus Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cikarang Timur sangat mengapresiasi atas pencapaian yang luar biasa dari atlit renang tersebut yang sudah membawa harum Kecamatan Cikarang Timur dalam ajang Porkab Kabupaten Bekasi tahun 2023 ini.
“Perenang kita (Cikarang Timur) ada enam yang ikut mewakili Kecamatan Cikarang Timur. Dua diantara mereka keluar sebagai juara,” kata Patoni.
Dirinya berharap ajang ini mampu menambah pengalaman dan jam terbang para perenang Cikarang Timur sehingga atlet-atletnya semakin teruji serta tangguh sampai tingkat ajang olahraga besar lainnya baik di tingkat provinsi, nasional atau murah-mudahan sampai tingkat internasional.
“Semoga bisa semakin baik catatan waktu yang dibukukan lewat ajang-ajang yang diikuti berikutnya dan kembali bisa membawa harum nama Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawabarat atau bahkan nama Indonesia di mata internasional kedepannya,” ucap Patoni.
Ahmad Patoni juga menjelaskan raihan medali dalam Porda sementara ini untuk cabang renang meraih 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu, sedangkan dalam cabang karate mendapatkan 1 perak dan 1 perunggu. Artinya total yang di raih perwakilan Kecamatan Cikarang Timur 2 emas, 4 perak dan 5 perunggu.( Goli )
BIN || KABUPATEN BEKASI – Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Bekasi, Abu Fitri Mu’min, siap memajukan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut diungkapkan Caleg dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, saat menghelat kegiatan pelatihan kepada para pelaku UMKM yang dilaksanakan di Cafe Ethnic Perumahan Metland Tambun, Kecamatan Tambun Selatan (Tamsel), Senin (9/10/2023).
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan semangat berwirausaha dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, baik yang sudah berjalan maupun yang sedang merintis usaha,” ungkapnya kepada para awak media.
Pria yang akrab disapa Fitri tersebut menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM mendapatkan materi dari narasumber yang memang sangat berkompeten di bidangnya, sekaligus memberikan strategi bagaimana memasarkan produknya kepada para konsumen.
Para peserta berasal dari wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Pusat, dan Tambun Utara. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari PT Mitra Bisnis Gemilang (MBG) Syariah, yaitu Gus Zein dan Dedi, serta Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tambun.
“Insyaallah kedepan kegiatan pelatihan kewirausahaan seperti ini akan terus berlanjut. Mudah-mudahan para peserta yang hadir akan terus bertukar informasi, dan nantinya akan membuat agenda kegiatan seperti ini,” terangnya.
Fitri mengakui para pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Bekasi selama ini sudah mendapatkan perhatian dari Pemda Kabupaten Bekasi, hanya saja selama ini pelaku UMKM mempunyai kesulitan dalam memasarkan hasil produknya.
“Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini ya, bahkan mereka banyak yang minta kontak pemateri agar kedepannta bisa langsung berkomunikasi, untuk menjalin bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, salah satu pelaku UMKM usaha kue kering dan nasi boks, Eni, mengaku kegiatan kewirausahaan ini sangat menggugah para pelaku UMKM untuk semakin memajukan usahanya. Dirinya pun akan mengajak para pelaku UMKM yang lain untuk mengikuti kegiatan seperti ini.
Eni berharap usahanya akan semakin maju lagi. Meskipun sebelumnya sempat berhenti karena adanya pandemi COVID 19, sehingga banyak pelanggan yang pindah ke tempat yang lain. “Saya juga secara pribadi tertarik ya untuk bergabung dengan PT MBG, setelah tadi mendapatkan materi dari para narasumber,” tandasnya. (Zal)
BIN || BANDUNG – Kapoda Jawa Barat Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M pimpin Kirab Merah Putih bersama ULAMA, UMARA, TNI-POLRI SE-JAWA BARAT yang berlagsung dari Mapolda Jabar dengan titik akhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (09/10/2023).
Dalam kirab Merah Putih tersebut dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M, Watimpres RI Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya, PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko, Kajati Jabar Ade Tajudin Sutiawarman, SH.,MH, Kakanwil Kemenag Jabar Drs. H. Ajam Mustazam, M.Si, Kaban Kesbangpo Jabar Dr. Drs. H. R. Iip Hidayat, M. Pd, Ketua PWNU Jabar KH. Juhadi Muhammad SH, serta Forkopimda Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat.
Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M mengatakan bahwa Kirab Merah Putih sendiri digelar bersama lintas elemen mulai dari unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI/ Polri, para pemuda, yang ditujukan untuk membangkitkan rasa kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
“Kirab Merah Putih ini guna menumbuhkan serta meningkatkan rasa kecintaan kepada bangsa dan negara kit tercinta,” Ungkapnya.
Lanjut Kapolda Jabar, “Kirab Merah Putih juga untuk merekatkan kebersamaan berbagai elemen masyarakat yang berkumpul dan mendapat penguatan mengenai kebangsaan,” Tambahnya.
Para rombongan yang mengikuti Kirab Merah Putih sendiri berangkat mulai dari Mapolda Jabar yang dipimpin oleh PJ Gubernur Jabar Bey Machmudin dan Habib Luthfi beserta jajaran Forkopimda Jabar, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur lainnya lakukan konvoi menuju GBLA dengan membawa atribut bernuansa merah putih. Bendera merah putih pun turut dikibarkan di atas kendaraan.
Sesampainya di GBLA, ratusan peserta Apel Kebangsaan kirab Merah Putih yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, telah berkumpul dan menyambut rombongan.
Terlihat rombongan disambut oleh ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat yang diiringi oleh Marching Band serta suara riuh dari masyarakat.
BIN | Bekasi – Indonesia merupakan negara dengan luas daratan yang besar, yaitu seluas kurang lebih 2,01 juta km2. Dengan luas wilayah yang besar tersebut, diperlukan infrastruktur sebagai sarana penghubung konektivitas antarwilayah sehingga aktifitas perekonomian dapat berjalan.
Aktifitas perekonomian yang bercirikan transaksi jual-beli sangat membutuhkan konektifitas antarwilayah agar terjadi pertukaran barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lain. Dengan adanya aktifitas perekonomian di masyarakat, maka pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan. Selain itu Pembangunan infrastruktur jalan tol dalam sebuah negara bisa dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui sejauh mana kemajuan perekonomian sebuah negara, baik secara makro maupun secara mikro.
Dinamika Pembangunan Jalan Tol di Indonesia
Sejarah jalan tol di Indonesia dimulai pada tahun 1978 dengan dioperasikannya jalan tol Jagorawi dengan panjang 59 km. Namun demikian, sampai pada 2014, Indonesia hanya memiliki 780 km jalan tol telah dibangun dan dioperasikan.
Pembangunan Jalan tol secara agresif dilakukan mulai tahun 2014 di masa pemerintahan Joko Widodo yang membangun jalan tol sejumlah kurang lebih 1900 km. Bahkan berdasarkan data dari KemenPUPR, ditargetkan hingga akhir 2024 akan tersambung jalan tol sepanjang total 3.196 km yang terseber Jawa, Sulawesi, Sumatera, Bali, dan Kalimantan yang seluruhnya termasuk dalam Proyek Strategis Nasional yang diprioritaskan untuk selesai maksimal di tahun 2024
Manfaat Riil Jalan Tol
1. Keterjangkauan daerah. Dengan adanya jalan tol akses ke daerah tersebut menjadi mudah.
2. Mempercepat waktu perjalanan kendaraan.
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
4. Membuka lapangan pekerjaan.
5. Memberikan pendapatan bagi negara.
Dari kelima manfaat di atas, sudah jelas bahwa jalan tol sangat berperan dalam memajukan ekonomi daerah dan negara. Dengan adanya jalan tol, daerah akan lebih maju, perjalanan pun menjadi lebih cepat, distribusi barang dan jasa menjadi lancar guna menunjang pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan pemerataan hasil pembangunan.
Terkait pembangunan tol tersebut, Sukaragam Serang Baru termasuk ke dalam peta pembangunan proyek tol dan akan memiliki gerbang tol akses dari Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan.
Dilihat dari trase Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan di GIS BPJT jalan tol ini akan melintasi Jalan Cikarang Cibarusah, Sukaragam, Serang Baru.
Tentunya, kehadiran gerbang tol ini membuka akses untuk wilayah selatan Kabupaten Bekasi khususnya Serang Baru, Cibarusah dan sekitarnya memangkas waktu dan biaya logistik.
Direktur JJS Hari Pratama mengatakan akan memberikan hasil yang terbaik dari proyek Jalan Tol Japek Selatan ini, sehingga akan semakin menghubungkan daerah-daerah di Jawa Barat. Hal ini juga berpotensi mendatangkan minat-minat investasi lain di Jawa Barat yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah industri, perumahan maupun wisata terutama di sepanjang trase jalan tol tersebut.
Jalan Tol Japek II Selatan dengan total investasi senilai Rp14,69 Triliun dan masa konsesi 35 tahun ini, diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Cikampek dari sisi selatan jika telah beroperasi penuh.
Jalan Tol Japek II Selatan tersebut nantinya akan memiliki 7 (tujuh) buah Gerbang Tol (GT) yaitu, GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.
BIN | Bekasi – Indonesia merupakan negara dengan luas daratan yang besar, yaitu seluas kurang lebih 2,01 juta km2. Dengan luas wilayah yang besar tersebut, diperlukan infrastruktur sebagai sarana penghubung konektivitas antarwilayah sehingga aktifitas perekonomian dapat berjalan.
Aktifitas perekonomian yang bercirikan transaksi jual-beli sangat membutuhkan konektifitas antarwilayah agar terjadi pertukaran barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lain. Dengan adanya aktifitas perekonomian di masyarakat, maka pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan. Selain itu Pembangunan infrastruktur jalan tol dalam sebuah negara bisa dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui sejauh mana kemajuan perekonomian sebuah negara, baik secara makro maupun secara mikro.
Dinamika Pembangunan Jalan Tol di Indonesia
Sejarah jalan tol di Indonesia dimulai pada tahun 1978 dengan dioperasikannya jalan tol Jagorawi dengan panjang 59 km. Namun demikian, sampai pada 2014, Indonesia hanya memiliki 780 km jalan tol telah dibangun dan dioperasikan.
Pembangunan Jalan tol secara agresif dilakukan mulai tahun 2014 di masa pemerintahan Joko Widodo yang membangun jalan tol sejumlah kurang lebih 1900 km. Bahkan berdasarkan data dari KemenPUPR, ditargetkan hingga akhir 2024 akan tersambung jalan tol sepanjang total 3.196 km yang terseber Jawa, Sulawesi, Sumatera, Bali, dan Kalimantan yang seluruhnya termasuk dalam Proyek Strategis Nasional yang diprioritaskan untuk selesai maksimal di tahun 2024
Manfaat Riil Jalan Tol
1. Keterjangkauan daerah. Dengan adanya jalan tol akses ke daerah tersebut menjadi mudah.
2. Mempercepat waktu perjalanan kendaraan.
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
4. Membuka lapangan pekerjaan.
5. Memberikan pendapatan bagi negara.
Dari kelima manfaat di atas, sudah jelas bahwa jalan tol sangat berperan dalam memajukan ekonomi daerah dan negara. Dengan adanya jalan tol, daerah akan lebih maju, perjalanan pun menjadi lebih cepat, distribusi barang dan jasa menjadi lancar guna menunjang pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan pemerataan hasil pembangunan.
Terkait pembangunan tol tersebut, Sukaragam Serang Baru termasuk ke dalam peta pembangunan proyek tol dan akan memiliki gerbang tol akses dari Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan.
Dilihat dari trase Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan di GIS BPJT jalan tol ini akan melintasi Jalan Cikarang Cibarusah, Sukaragam, Serang Baru.
Tentunya, kehadiran gerbang tol ini membuka akses untuk wilayah selatan Kabupaten Bekasi khususnya Serang Baru, Cibarusah dan sekitarnya memangkas waktu dan biaya logistik.
Direktur JJS Hari Pratama mengatakan akan memberikan hasil yang terbaik dari proyek Jalan Tol Japek Selatan ini, sehingga akan semakin menghubungkan daerah-daerah di Jawa Barat. Hal ini juga berpotensi mendatangkan minat-minat investasi lain di Jawa Barat yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah industri, perumahan maupun wisata terutama di sepanjang trase jalan tol tersebut.
Jalan Tol Japek II Selatan dengan total investasi senilai Rp14,69 Triliun dan masa konsesi 35 tahun ini, diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Cikampek dari sisi selatan jika telah beroperasi penuh.
Jalan Tol Japek II Selatan tersebut nantinya akan memiliki 7 (tujuh) buah Gerbang Tol (GT) yaitu, GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.