12.3 C
New York
Tuesday, October 20, 2026

Buy now

spot_img
Beranda blog Halaman 64

PPK Cikarang Pusat Gelar Senam Sehat Jingle Pemilu 2024 Untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

BIN || Kabupaten Bekasi – Semakin dekat Pemilihan Umum Serentak 2024, Semakin gencar pula Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi melakukan sosialisasi guna menyukseskan Pesta Demokrasi 5 tahunan sekali itu.

Budang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat PPK Cikarang Pusat, Araffi Jehansyah S Al’ayu mengatakan, Dengan mengundang seluruh elemen masyarakat dan juga di hadiri langsung oleh Camat Edward Sutarman, Panwaslu, Kapolsek, dan semua unsur MUSPIKA Kecamatan Cikarang Pusat.

“Hari ini Pada Jumat 5 Januari 2024 PPK Cikarang Pusat menyelenggarakan Senam Sehat Jingle Pemilu 2024 guna mensosialisasikan dan menaikan angka partisipasi masyarakat dengan pendidikan pemilih sesuai regulasi yang ada pada kegiatan tersebut”, ujarnya.

Kemudian, Edward Sutarman Camat Cikarang Pusat dalam sambutannya menyampaikan Pemilu tinggal menghitung hari, kita semua harus menyukseskan pemilu ini di Cikarang Pusat dengan tertib dan kondusif agar tidak ada percikan perpecahan di kecamatan Cikarang Pusat dan jangan lupakan netralitas bagi ASN.

Selain itu, Edward selaku orang nomor satu di Cikarang pusat tidak lupa mengajak masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu 14 Februari 2024 untuk menemukan pilihan di TPS-TPS terdekat.

Ditempat yang sama, Muhamad Kamil Ali, selaku Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Cikarang Pusat menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lupa untuk memastikan sudah mendapatkan Hak pilih dengan cara mengecek di Cek DPT online agar hak pilih kita semua benar-benar ada dan terdaftar untuk menyalurkan aspirasi ke TPS terdekat.

Selanjutnya Panwascam Cikarang Pusat, menyampaikan agar masyarakat dapat mengenali peserta pemilu yang sudah di pasang di 4 titik yang di wilayah Cikarang pusat di antaranya di sekitar didepan hotel GTV, pertigaan kp. Tembong gunung, pasar tegal danas, dan di pertigaan yang arah mau ke lembaga pemasyarakatan. (Ahim)

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Lakukan Berbagai Upaya Hadapi Dampak Perubahan Iklim (DPI)

BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi melaksanakan berbagai upaya dalam menghadapi Dampak Perubahan Iklim (DPI) musim penghujan.

Langkah yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi merupakan upaya preventif dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk penyediaan benih padi yang kemudian didistribusikan langsung kepada kelompok tani (Poktan) penerima.

Dodo Hadi Triwardoyo Selaku Subkoordinator Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa beberapa langkah telah dilakukan.

Hingga penyediaan benih padi kepada kelompok tani diharapkan pertumbuhan tanaman padi dapat berjalan dengan baik dan tetap terjaga meskipun musim penghujan.

“ini masih kami lanjutkan, diantaranya penyediaan benih, khususnya untuk padi dan telah didistribusikan kepada Poktan. Kami juga melakukan inventarisasi pompa-pompa yang dimiliki,” ungkap Dodo. Jumat (05/01/2024).

Pompa ini, kata Dodo, disiapkan untuk antisipasi terhadap masalah drainase lahan sawah jika terjadi luapan air yang berlebihan.

Pihak Dinas Pertanian juga telah melakukan koordinasi dengan kelompok tani lainnya untuk mempersiapkan pompa mobil yang sudah terkoordinasi dengan baik.

“Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan adanya luapan air. Hingga saat ini, pengawasan terus dilakukan di seluruh wilayah pertanian oleh penyuluh dan kelompok tani.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan tanaman padi yang sedang ditanam”.

Menurut Dodo, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, terkadang lahan pertanian dapat mengalami ancaman berupa luapan air yang dapat merusak tanaman padi yang sedang tumbuh.

Oleh karena itu, adanya pompa-pompa cadangan yang disiapkan untuk mengatasi masalah drainase lahan sawah menjadi sangat penting.

Dinas Pertanian, Dodo melanjutkan, juga menjalin kerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk saling mendukung dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang bisa berdampak pada sektor pertanian.

Koordinasi antarinstansi tersebut dilakukan agar ada upaya yang bersinergi dalam mencegah dan mengatasi masalah yang mungkin muncul di masa depan.

“Dalam pengawasan yang kami lakukan tidak hanya pada lahan pertanian, tetapi juga terhadap para petani. Kami memberikan pengetahuan dan dukungan kepada mereka agar dapat menghadapi perubahan iklim dengan baik,”

Dirinya menjelaskan, kerja sama dengan penyuluh dan kelompok tani, Dinas Pertanian akan memonitor secara terus-menerus wilayah pertanian untuk memastikan bahwa tanaman padi berada dalam kondisi yang optimal.

Hal ini dilakukan agar hasil panen nantinya dapat bertambah dan kualitasnya tetap terjaga.

Dalam menjaga keberhasilan tanaman padi, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga menjaga koordinasi yang baik dengan kelompok tani.

Melalui koordinasi ini, Dinas Pertanian dapat memberikan bantuan dan saran kepada kelompok tani dalam menghadapi berbagai kendala dalam usaha pertanian.

Dalam menghadapi dampak perubahan iklim Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi makioajn upaya preventif yang ditempuh melalui penyediaan benih padi dan pompa-pompa cadangan untuk mengatasi luapan air.

Dinas Pertanian juga melakukan kerja sama dengan instansi terkait dan memonitor wilayah pertanian secara terus-menerus.

Melalui pengawasan dan koordinasi dengan kelompok tani, diharapkan keberhasilan pertumbuhan tanaman padi dapat dipertahankan meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.(Red)

Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Gercep Turunkan Excavator Amphibi Lakukan Normalisasi Kali Kopeng Babelan

BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi menepati janjinya untuk melakukan normalisasi Kali Kopeng atau tepatnya Kali BUT 8, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi melalui UPTD Peralatan dan Perbengkelan bergerak cepat (Gercep) menurunkan 1 unit alat berat Excavator Amphibi untuk melakukan normalisasi sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter, Kamis (4/1/24) malam.

Kondisi Kali BUT 8 atau Kali Kopeng tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga aliran air kerap tersendat dan mengakibatkan banjir di sejumlah RT.

Sejumlah Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun (Kadus) serta masyarakat setempat yang berdekatan dengan Kali BUT 8 tampak sumringah melihat adanya normalisasi yang mulai dikerjakan pada Jumat (5/1/23).

Sementara, Kepala Desa Kedung Pengawas, Nasarudin mengapresiasi kinerja Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi yang sangat respon atas ajuan permintaan normalisasi kali kopeng dengan mendatangkan alat berat excavator jenis ampibi.

Hal itu, katanya, merujuk surat yang dilayangkan pemerintah desa Kedung Pengawas pada tanggal 07 Desember 2023 lalu, Nomor : 005/23/Pem-KP/XII/2023 kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, tentang permohonan normalisasi Kali BUT 8, aliran kali kopeng, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

“Saya sangat bersyukur dengan diresponnya surat kami. Mudah-mudahan normalisasi yang dilakukan berjalan lancar dan tanpa kendala,” harap Nasarudin.

Menurutnya, normalisasi kali kopeng mempunyai panjang 2,5 kilometer, dari kampung baru di RT 012/04 sampai wilayah Kampung Kedaung RT 02/01.

“Prediksi pengerjaan normalisasi diperkirakan hingga 6 minggu ke depan,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada para pihak, baik Babinsa dan Binmaspol serta Ketua RT dan RW, serta Kadus dapat bersama-sama mensukseskan normalisasi kali BUT 8 tersebut.

“Agar pekerjaan berjalan sesuai rencana, kami berharap kerjasama semua pihak, baik TNI dan Polri, serta apartur desa, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan,” imbuhnya. √- Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi menepati janjinya untuk melakukan normalisasi Kali Kopeng atau tepatnya Kali BUT 8, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi melalui UPTD Peralatan dan Perbengkelan bergerak cepat (Gercep) menurunkan 1 unit alat berat Excavator Amphibi untuk melakukan normalisasi sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter, Kamis (4/1/24) malam.

Kondisi Kali BUT 8 atau Kali Kopeng tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga aliran air kerap tersendat dan mengakibatkan banjir di sejumlah RT.

Sejumlah Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun (Kadus) serta masyarakat setempat yang berdekatan dengan Kali BUT 8 tampak sumringah melihat adanya normalisasi yang mulai dikerjakan pada Jumat (5/1/23).

Sementara, Kepala Desa Kedung Pengawas, Nasarudin mengapresiasi kinerja Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi yang sangat respon atas ajuan permintaan normalisasi kali kopeng dengan mendatangkan alat berat excavator jenis ampibi.

Hal itu, katanya, merujuk surat yang dilayangkan pemerintah desa Kedung Pengawas pada tanggal 07 Desember 2023 lalu, Nomor : 005/23/Pem-KP/XII/2023 kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, tentang permohonan normalisasi Kali BUT 8, aliran kali kopeng, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

“Saya sangat bersyukur dengan diresponnya surat kami. Mudah-mudahan normalisasi yang dilakukan berjalan lancar dan tanpa kendala,” harap Nasarudin.

Menurutnya, normalisasi kali kopeng mempunyai panjang 2,5 kilometer, dari kampung baru di RT 012/04 sampai wilayah Kampung Kedaung RT 02/01.

“Prediksi pengerjaan normalisasi diperkirakan hingga 6 minggu ke depan,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada para pihak, baik Babinsa dan Binmaspol serta Ketua RT dan RW, serta Kadus dapat bersama-sama mensukseskan normalisasi kali BUT 8 tersebut.

“Agar pekerjaan berjalan sesuai rencana, kami berharap kerjasama semua pihak, baik TNI dan Polri, serta apartur desa, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, katanya.(AD)

Himbauan BPBD Kabupaten Bekasi; Masyarakat Agar Waspada Puncak Musim Hujan Diprediksi Pada Februari – Maret 2024

BIN || Kabupaten Bekasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk waspada akan bencana hidrometeorologi, hingga puncak musim hujan yang diprediksi pada Februari – Maret 2024 mendatang.

“Prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk Jawa Barat puncak musim penghujan di Februari – Maret.

Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk sama sama mengantisipasi dan siaga kebencanaan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, Kamis (4/1/24).

Menurut Dodi, masyarakat Kabupaten Bekasi secara umum sudah memiliki kemampuan untuk melakukan mitigasi bencana di lingkungannya.

Terlebih, katanya, sebagian besar desa yang ada di Kabupaten Bekasi memiliki tim yang dibentuk BPBD Kabupaten Bekasi untuk mitigasi awal, seperti Desa Tangguh Bencana (Destana) dan relawan lainnya.

“Kami imbau, untuk masyarakat agar membersihkan lingkungan, jangan membuang sampah ke sungai, dan kesiapsiagaan bencana yang sudah dilatih melalui Destana, Katana bisa diaplikasikan saat terjadi bencana,” lanjutnya.

Disebutkan, untuk potensi bencana di musim hujan yang rawan terjadi di Kabupaten Bekasi yakni banjir, longsor dan puting beliung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan kesiapsiagaan. Di antaranya menyiapkan logistik dan sarana prasarana pendukung dalam penanganan bencana.

“Kita bersama-sama dengan masyarakat melakukan mitigasi. Karena penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Dodi menambahkan, untuk mengantisipasi bencana di musim hujan, pihaknya menyiagakan personel 24 jam untuk melayani masyarakat, terutama di daerah rawan bencana.

“Kita persiapkan dari sekarang, sehinga apabila terjadi banjir, semuanya sudah siap. Termasuk sarana dan prasarana penanganan bencana. Kami semua siaga selama 24 jam,” tandasnya. (AD)

Kajari Bintan I Wayan Eka Widdyara, Siap Pasiltasi Masyarakat Yang Belum Punya Akta Kelahiran

BIN || BINTAN – Bukti nyata kecintaan dan kepedulian pada masyarakat Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan membuka layanan untuk memfasilitasi warga ke pemerintah.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan akan selalu Hadir untuk masyarakat agar mendapatkan kepastian hukum tentang akta kelahiran anak secara gratis.

Kalau ada masyarakat yang keluarganya ataupun tetangganya belum punya akta kelahiran, sampaikan saja ke Kejaksaan, supaya kami urus ke dinas terkait,” ucap Kajari Bintan, I Wayan Eka Widdyara, Kamis (4/1/2024).

Masih kata Eka, masih ada warga yang belum mendapatkan dokumen kependudukan tersebut. Untuk itu, Kejari Bintan siap menyelesaikan persoalan masyarakat tersebut.

“Supaya anak itu mendapatkan fasilitas pendidikan dan fasilitas layanan lainnya di daerah ini,” jelasnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga akan memperjuangkan anak yatim piatu, untuk mendapatkan hak asuh anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Syarat untuk mendapatkan akta kelahiran serta hak asuh anak yakni, warga cukup membuat surat keterangan dari desa/kelurahan, bahwa yang bersangkutan adalah warga desa itu, dan asal usul kedua orang tuannya.

“Surat keterangan itu dibawa ke Kejaksaan Bintan atau bisa menghubungi nomor 082170261090. Selanjutnya, tim Kejari Bintan akan mengurusnya sampai selesai,” sebutnya.

Selain, menurut Eka, Kejaksaan Bintan akan membantu warga yang belum memiliki dokumen kependudukan lainnya seperti Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

“Intinya Kejaksaan Bintan siap bantu untuk menyelesaikan persyaratan warga mulai dari Dinas Sosial, Disdukcapil hingga penetapan di Pengadilan agar mendapatkan hak kependudukan sebagai WNI,” tutupnya.(**)

Sandiaga Uno Bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Bintan Roby Kurniawan Sambut Wisatawan Singapura

BIN || Bintan – Awal Tahun Baru Menparekraf Sandiaga Uno menyambut wisatawan mancanegara pertama di tahun 2024 di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Kepulauan Riau.

Dikutip dari detik.com Sandiaga Uno hadir bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk menyambut wisatawan yang datang dari Singapura untuk menghabiskan waktu libur tahun baru mereka di Bintan.

“Selamat datang wisatawan pertama yang datang ke Kepulauan Riau di Bintan. Tahun depan kami siap dengan lonjakan yang signifikan, untuk itu kita pastikan bahwa pariwisata aman nyaman dan menyenangkan.

Kabar barunya untuk pengajuan short visa bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia ke Kepri sudah ada di Kementerian Keuangan,” ujar Menpareraf Sandiaga dalam keterangannya.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyambut wisatawan mancanegara (wisman) pertama di tahun 2024 di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Kepulauan Riau (Kepri), (1/1/2024).


Kepri menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara ketiga terbesar setelah Bali dan Jakarta. Pada 2023, Kepri diperkirakan mampu menyumbang 20 persen dari total wisman yang ke tanah air yang diperkirakan mencapai 10 juta wisman.

“Ada potensi menembus 20 persen. Tahun 2024 targetnya mencapai 23-25 persen dari total wisman yang datang ke tanah air. Dengan beberapa revitalisasi pelabuhan-pelabuhan serta promosi wisata ke negara tetangga,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno yang terus memotivasi dan memberikan perhatian lebih terkait pengembangan sektor pariwisata kepada Kepri.

Berdasarkan data, hingga Oktober 2023 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 1,2 juta kunjungan.

“Diperkirakan dari data BPS hingga akhir Desember tahun 2023 bisa mencapai 1,5 juta kunjungan. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada turbulensi ekonomi agar pariwisata kita bisa meroket.

Catatan kami di tahun 2019 jumlah kunjungan wisman ke Kepri tembus mencapai hampir 3 juta kunjungan. Tahun ini saya berharap ada tambahan kapal dari Johor Malaysia ke Kepri.” ujarnya.(Red)

Properindo Jaya Bersama Buat Tembok Pembatas Tanpa Buat Saluran Air,Berimbas Puluhan Pemukiman Warga Terendam Banjir

BIN || Bekasi ­– Puluhan kepala keluarga yang berada di kampung wates jalan tanggul rt 003 rw 006 dusun tiga desa kedung jaya kecamatan babelan kabupaten Bekasi,resah dengan di bangunnya pembatas tanpa membuat saluran air yang di lakukan pengembang Properindo Jaya Bersama,yang berimbas puluhan pemukiman warga kerap terendam banjir saat hujan turun.

Nampak pembatas bangunan yang di lakukan pengembang Properindo Jaya Bersama berdiri kokoh tepat di belakang pemukiman warga,selain itu,pengurugan yang di lakukan jauh lebih tinggi di banding dengan puluhan pemukiman warga di sebalahnya,jelas ini membuat warga resah,karena sangat berdampak bagi warga yang telah puluhan tahun tinggal di tempat tersebut.

Salah satu warga yang resah Nadih(40) mengaku sangat kecewa dengan pihak pengembang Properindo Jaya Bersama yang seolah – olah tidak memiliki hati Nurani dengan puluhan warga yang terimbas akibat adanya pembatas yang buat dengan pemukiman warga,yang mana warga kerap mengalami banjir saat hujan besar.

“saya Bersama puluhan warga sangat resah dan kecewa dengan pihak pengembang Properindo Jaya Bersama dengan membuat pembatas tanpa membuat saluran air yang imbasnya tempat tinggal kami kerap tergenang banjir saat hujan turun”tutur Nadih dengan raut wajah kecewa.

“padahal awalnya pihak pengembang Properindo Jaya Bersama bernjanji akan membuat saluran air dengan harapan agar saat hujan datang rumah warga tidak banjir,bahkan warga yang rumahnya berdekatan dengan tembok pembatas sempat akan di bebaskan lahannya di saksikan pihak pemerintah desa,tapi janji tinggal janji namun apa yang di janjikan pihak pengembang tidak sama sekali di realisasikan”sesal Nadih.

Sementara sekertaris desa kedung jaya haji Aluwih(35) saat di mintai tanggapannya terkait keresahannya puluhan warga dengan adanya pembatas tembok yang berimbas puluhan rumah warga terendam banjir saat hujan turun mengaku sebelum ada Pembangunan padahal pihak pengembang sudah berjanji akan membuatkan saluran air untuk warga yang berbatasan dengan perumahan yang akan di bangun pihak pengembang,namun sampai saat ini belum juga ada realisasinya hingga perwakilan warga mendatangi dirinya.

“saya sebagia sekdes kedung jaya juga sempat mengajukan kepada pihak pengembang namun tidak di indahkan oleh pihak pengembang”ucap haji Aluwih.

“sebanarnya warga tidak menolak dengan adanya pembangunan perumahan di wilayahnya,tapi harusnya jangan sampai merugikan warga yang memang telah puluhan tahun tinggal di wilayah tesebut”tandes haji Aluwih.

Komitmen Berantas HALINAR, Lapas Cikarang Musnahkan Barang Hasil Sidak

BIN || Kabupaten Bekasi – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang (Lapas Cikarang) gelar pemusnahan hasil penggeledahan kamar hunian, Jum’at (29/12/2023).

Menjadi bagian dari upaya program Getting to Zero Halinar, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang berkomitmen terus berkomitmen dalam memberantas Handphone, Pungli dan Narkoba (HALINAR) dengan terus bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan melakukan sidak kamar hunian secara rutin.

Dipimpin langsung oleh kepala Lapas Cikarang, Imam Sapto Riadi, Lapas Cikarang sukses menggelar pemusnahan barang hasil sidak kamar hunian untuk periode tahun 2022 – 2023 yang bertempat di halaman gedung satu Lapas Cikarang.

Tampak hadir, Komandan SUBDENPOM Jaya/2-3 Kabupaten Bekasi, Komandan Rayon Militer 12 Serang Baru, dan Kapolsek Cikarang Pusat dan seluruh petugas Lapas Cikarang.

Imam menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kedatangan tamu undangan dan partisipasi semua jajarannya dalam mendukung terselenggaranya kegiatan pemusnahan barang hasil sidak kamar hunian ini.

“Acara pemusnahan barang sitaan ini tidak hanya sekedar ritual formal, melainkan juga merupakan perwujudan nyata dari komitmen kami dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Cikarang,” kata Imam.

lanjutnya, barang-barang yang akan dimusnahkan hari ini merupakan hasil temuan dari upaya bersama petugas Lapas, APH terdiri dari anggota TNI, dan anggota kepolisian serta tim dari Divisi Pemasyarakatan kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat dalam melakukan penggeledahan, sidak, dan razia pada blok hunian.

disisi lain, Imam pun menegaskan bahwa pihaknya melaksanakan sidak dan razia dengan penuh proporsionalitas.

“Saya ingin menekankan bahwa razia sidak dilaksanakan dengan penuh proporsionalitas, profesionalitas, dan mengedepankan hak asasi manusia. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah dan memberantas segala bentuk pelanggaran tata tertib yang dapat mengganggu ketertiban di dalam Lapas,” tegasnya.

“Ini bukanlah akhir dari upaya kita, melainkan merupakan awal dari langkah-langkah strategis yang lebih luas. Pemasyarakatan bukan hanya sebatas penahanan dan pengamanan, tetapi juga mencakup pembinaan dan rehabilitasi bagi warga binaan agar dapat kembali bersosialisasi secara produktif di masyarakat,” ungkap Imam.

Disampaikan dalam laporan kepala seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Yusuf Priyo Widodo adapun rincian barang hasil sidak yang dimusnahkan adalah pada periode 11 Desember 2022 sampai dengan 29 Desember 2023 terdiri dari Ditemukan sebanyak 109 unit handphone, 83 charger, 19 headset, 3 powerbank, 6 kipas angin, 1 POD, 54 sendok dan garpu, 38 sikat gigi, 128 pecah belah, 311 benda tajam, 2 vape, 3 kayu, 3 set kartu remi, 5 catok kuku, 8 batre, 1 flashdisk, 4 besi, 58 kabel rakitan, 4 kaleng, 7 wifi/mifi, 1 lampu, 5 elemen pemanas, 17 korek gas, 13 sabuk, 1 tali, 2 selang, 1 catokan rambut, dan 1 hair dryer.

Selain itu, barang sitaan dari WBP yang belum dimusnahkan pada tahun 2022 meliputi 188 unit handphone, 22 charger, 2 headset, 1 kipas angin, 20 sendok dan garpu, 16 pecah belah, 110 benda tajam, 2 set kartu remi, 1 termos, 12 kabel rakitan, 5 obeng, dan 1 tali.

Semua barang bukti ini akan diurus sesuai prosedur hukum yang berlaku, mengikuti ketentuan yang mengatur barang bukti hasil penggeledahan dan sitaan dari WBP.(Red)

Wakil Bupati Ahdi Muqsith Hadir Dalam Rapat Paripurna Pengesahan Raperda, Sarana dan Utilitas Umum Perumahan

BIN || Kabupaten Bintan – Rapat Paripurna dalam rangka Pengesahan Rancangan Peraturan Daerah terkait Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Perumahan digelar, Rabu (27/12) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bintan.

Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith dalam kesempatan tersebut menyampaikan pendapat akhir mewakili Bupati Bintan terkait Ranperda dimaksud.

Wakil Bupati Bintan mengatakan penyerahan yang dimaksudkan merupakan bentuk nyata kehadiran Pemerintah Daerah di tengah masyarakat sekaligus menjadi komitmen dalam melindungi hak dasar melalui penyelenggaraan perumahan.

“Dengan pesatnya pertumbuhan perumahan, maka Pemerintah dituntut untuk memperketat pengawasan untuk mencegah serta mengurangi terjadi konflik pemanfaatan lahan, terbengkalainya lahan serta pembangunan yang tidak sesuai standar,” papar Wakil Bupati Bintan yang biasanya disapa Osit.

Diketahui selama kurun waktu tahun 2015 hingga tahun 2020, pembangunan perumahan di Kabupaten Bintan oleh pengembang (developer) mencapai 54 perumahan.

Dimana tidak menutup kemungkinan pembangunan perumahan akan semakin meningkat di tahun-tahun hadapan.

Pemerintah Daerah memang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009 dimana penyerahan prasarana, sarana dan utilitas umum perumahan harus dituangkan dalam Peraturan Daerah.

Berangkat dari kewajiban ini lah kemudian Pemerintah Kabupaten Bintan berkomitmen penuh dalam menjaga keselarasan pembangunan.(Red)

Bupati Bintan Roby Kurniawan Bersama Sekda Ronny Kartika Hadiri Peringatan Hari Jadi Desa Toapaya ke-81

BIN || Kabupaten Bintan – Bupati Bintan, Roby Kurniawan menghadiri peringatan Hari Jadi Desa Toapaya ke-81, Rabu (27/12) di Halaman Kantor Desa Toapaya. Didampingi Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, Roby memberikan apresiasi kepada Kepala Desa dan seluruh jajaran yang telah turut serta dalam suksesnya acara tersebut.

Pada momen bahagia ini, Roby kembali menggaungkan agar setiap desa segera menciptakan terobosan dan menghadirkan inovasi bagi kemajuan desanya masing-masing.

Hal itu dapat dituangkan dalam One Village One Event dimana setiap desa akan memiliki event tersendiri sebagai ikon desa.

“One Village One Event dan kalau bisa ditambah One Village One Product. Pasti banyak event dan produk yang dihasilkan, tapi minimal ada satu yang paling menonjol dan menjadi kebanggaan di setiap desa,” ungkapnya.

Disampaikannya juga momen Hari Jadi ini juga harus disejalankan dengan pelaksanaan evaluasi dan pembenahan baik sektor pelayanan maupun sektor lainnya.

“Kita evaluasi semuanya, apakah program yang dilaksanakan telah sesuai dan tepat sasaran. Kemudian kebijakan-kebijakan yang ada sudah disosialisasikan sepenuhnya atau belum.

Itu perlu menjadi catatan kita bersama. Sekali lagi, selamat Hari Jadi Desa Toapaya, ayo sama-sama kita majukan desa yang kita cintai ini!” tutupnya.(BR)