BIN | Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota membongkar kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat 31 kilogram dari dua lokasi berbeda. Sebanyak tiga orang diamankan dalam kasus ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan pengungkapan kasus ini terjadi pada Kamis (27/1/2022) di sebuah tempat cuci mobil di Jalan Raya Parung, Bojongsari, Kota Depok.
Dari pengembangan pengangkapan ini, lanjut dia, polisi kembali mengamankan tersangka lainnya di daerah Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (28/1/2022).
“Dari dua TKP tersebut berhasil mengamankan narkotika jenis ganja seberat 31 kilogram. Dari kejahatan ini, penyidik menangkap tiga orang tersangka berinisial NA alias T, DN dan AL,” kata KombesPol Zulpan dalam konferensi pers di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (2/2/2022).
KombesPol Zulpan menjelaskan, narkotika jenis ganja ini berasal dari Sumatera Utara atau Medan yang kemudian dibawa menggunakan mobil melalui jalan darat menuju TKP.
Adapun barang bukti yang diamankan dalam penangkapan ini selain ganja yakni satu timbangan, handphone hingga satu unit mobil yang digunakan tersangka untuk membawa ganja ke Bekasi.
“Timbangan ini diduga digunakan untuk menimbang ganja ke satuan kecil untuk kemudian didistribusikan dan diedarkan ke pengguna,” jelas KombesPol Zulpan.
Terkait dengan kasus ini, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati.
BIN | Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan dengan mempertimbangkan sebanyak-banyaknya indikator. Dengan begitu, seluruh kebutuhan dan kepentingan siswa dapat terakomodir.
“Sebagai orang tua, saya cukup senang anak-anak kita sudah bisa belajar dan berinteraksi bersama teman sebayanya di sekolah,” ujar Puan, Rabu (2/2/2022).
Apalagi selama 2 tahun pandemi Covid-19, anak-anak merasa bosan akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Belum lagi, kata Puan, siswa mengalami cognitive learning loss dan terdampaknya aspek psikis karena sekolah online.
“Namun, kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia membuat khawatir orang tua murid terhadap kondisi anaknya karena sekolah telah menjadi klaster penyebaran Covid-19,” sebutnya.
Puan pun berharap agar evaluasi PTM, khususnya di daerah-daerah yang sudah memberlakukan sekolah tatap muka 100 persen, memprioritaskan aspek kesehatan anak. Meski begitu, kebutuhan anak dari sisi kognitif juga diminta menjadi indikator pertimbangan.
“Karena saya banyak menerima aduan dari guru-guru, bahwa dampak PJJ memang terasa sekali terhadap pendidikan anak. Apakah memungkinkan apabila pelaksanaan PTM menyesuaikan level PPKM daerah masing-masing,” ujar Puan.
Untuk itu, Pemerintah diharapkan melibatkan banyak stakeholder dalam melakukan evaluasi PTM. Puan menilai, keterlibatan banyak pihak terkait dapat membantu Pemerintah melihat berbagai kebutuhan dan kepentingan siswa.
“Termasuk dengan melibatkan perwakilan orang tua dan guru. Jadi selain epidemiolog, kita harus meminta masukan dari pihak-pihak yang setiap harinya berinteraksi dengan anak,” kata mantan Menko PMK itu.
Hanya saja, Puan tetap meminta agar aspek kesehatan dijadikan sebagai indikator terdepan dalam pertimbangan evaluasi PTM. Ia menegaskan, keselamatan anak-anak harus menjadi yang utama.
“Hasil evaluasi ini nantinya akan menjawab urgensi pelaksanaan PTM, terutama dalam kondisi peningkatan penyebaran Covid-19 di Indonesia,” tutur Puan.
Cucu Proklamator RI Bung Karno itu pun menyoroti peningkatan kasus Covid-19 yang kian meninggi setiap harinya. Puan meminta Pemerintah agar melakukan langkah-langkah darurat untuk menekan angka kasus Corona.
“Sudah harus dipikirkan bagaimana mengurangi penyebaran virus dengan membatasi mobilitas masyarakat. Kemudian pastikan fasilitas kesehatan dan obat-obatan tersedia di seluruh daerah,” ucapnya.
“Dan terus genjot pelaksanaan vaksinasi, baik yang primer maupun booster. Termasuk vaksinasi anak agar dipercepat sehingga seluruh anak di Indonesia dapat lebih terjaga dari bahaya Covid-19,” tambah Puan.
Akibat varian Omicron, terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 hingga 910 persen. Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap, saat ini ada 81.349 kasus aktif yang ada di Indonesia.
Laporan per Senin (1/2/2022), terjadi penambahan 16.021 kasus Covid-19 dalam sehari. Kasus kematian juga ikut meningkat dengan penambahan 28 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.
Puan mengimbau masyarakat agar terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga dengan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila dirasa tidak terlalu penting.
“Semoga kita semua sehat selalu. Selalu gunakan masker dan telah divaksin. Dengan mengikuti protokol kesehatan, bersama kita menekan tingkat penyebaran Covid-19 di negeri ini,” imbau Puan.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Kepala Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin Hj. Tita Komala resmikan kantor desa yang baru sumber dana dari ADD.
Lebih menariknya lagi peresmian tersebut bertepatan dengan 1 Rajab, dimana hari tersebut adalah hari keistimewaan bagi umat islam.
“Insa allah kantor desa yang baru ini menjadi suatu keberkahan, sesuai dengan cita-cita saya menjabat sebagai kepala desa ingin adanya perubahan dari pembangunan maupun kesejahteraan,” ucapnya, Rabu (2/2).
Dia mengaku, perubahan ini diawali dengan pembangunan desa agar pelayanan terhadap masyarakat lebih optimal lagi.
“Jadi warga datang kekantor desa menjadi nyaman, baik tempatnya maupun pelayanannya,” kata dia.
Terlebih, kata dia, staf desa pun merasa nyaman ketika melaksanakan tugas. Ia menginginkan pembangunan desa ini awal dari kebaikan bagi masyarakat kedungwaringin.
“Terimakasih kepada semua unsur masyarakat yang telah mendukung sehingga pembangunan kantor desa ini selesai dengan layak,” kata dia.
Dia mengaku pembangunan desa ini selesai selama 4 bulan lamanya dan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp. 800 Juta.
“Tahun ini kami sudah menyelesaikan pembangunan ini sesuai dengan rencana anggaran belanja,” pungkasnya. (Bis)
BIN | Kabupaten Bekasi – Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Bekasi berdaskan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 3 Tahun 2016 tentang Kepariwisataan, Pasal 47 Ayat 1, dengan jelas menerangkan bahwa Jenis usaha yang dilarang yakni Diskotik, Bar,Karaoke,Panti Pijat, Live Music, dan tempat hiburan lain yang tidak sesuai dengan norma agama. Harus mendapat perhatian serius dan tindakan tegas Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tempat Hiburan Malam seolah tidak menggubris Surat Edaran Bupati Bekasi yang terus gencar menekan terjadinya penyebaran Virus Covid-19 Varian Virus Corona Omicron. Keberadaan THM selain melanggar Peraturan Daerah juga melanggar Protokol Kesehatan dan Rentan terjadinya Kriminalitas.
Dikatakan Anwar Soleh yang biasa disapa bang Uban, Pemerintah Kabupaten Bekasi lemah dalam pengawasan PPKM dan Fungsi Penegakan Peraturan Daerah tidak berjalan.
L-KPK berharap Bupati Bekasi Evaluasi Kasat Pol-PP yang dinilai tidak mampu dalam melaksanakan tugas dan jabatan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Rabu (2/2/22).
Saat dikonfirmasi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (WASDAK) Satpol-PP Kabupaten Bekasi, Windhi Mauli dengan tegas, Satpol-PP Kabupaten Bekasi akan segera menertibkan Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Bekasi, Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 3 Tahun 2016 tentang Kepariwisataan, tentunya kita akan melibatkan Dinas Pariwisata dan Berkaitan dengan PPKM kita akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan unsur lainnya.
Masih dikatakan Windhi, Pengawasan dan Penindakan tentunya terus dilakukan sesuai dengan Tupoksi, Penertiban THM tentunya banyak melibatkan unsur Satpol-PP dan unsur lainnya, sebagai Pelaksana Wasdak, jam berapapun Pimpinan memberikan Perintah, Kami beserta Jajaran selalu siap melaksanakan Tugas, Terang Windhi. ( Tim )
BIN | Bekasi – Pembangunan desa merupakan bagian dari pembangunan nasional dan pembangunan desa ini memiliki arti dan peranan yang penting dalam mencapai tujuan nasional, karena desa beserta masyarakatnya merupakan basis dan ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Pada hakekatnya pembangunan desa dilakukan oleh masyarakat bersama-sama pemerintah terutama dalam memberikan bimbingan, pengarahan, bantuan pembinaan, dan pengawasan agar dapat ditingkatkan kemampuan masyarakat dalam usaha menaikan taraf hidup dan kesejahteraannya.
Pembangunan desa dilakukan dalam rangka imbang yang sewajarnya antara pemerintah dengan masyarakat. Kewajiban pemerintah adalah menyediakan prasarana-prasarana, sedangkan selebihnya disandarkan kepada kemampuan masyarakat itu sendiri.
Pembangunan merupakan proses kegiatan untuk meningkatkan keberdayaan dalam meraih masa depan yang lebih baik. Pengertian ini meliputi upaya untuk memperbaiki keberdayaan masyarakat, bahkan sejalan dengan era otonomi, makna dari konsep
hendaknya lebih diperluas menjadi peningkatan keberdayaan serta penyertaan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Oleh karenanya bahwa dalam pelaksanaannya harus dilakukan strategi yang memandang masyarakat bukan hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek pembangunan yang mampu menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya dan mengarahkan proses pembangunan untuk meningkatkan taraf kehidupannya.
Hal ini sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang lebih diprioritaskan kepada pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat atau peningkatan pendapatan masyarakat desa dan menegakkan citra pemerintah daerah dalam pembangunan.
Kebijakan pembangunan perdesaan di Jawa Barat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat perdesaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Memperluas akses masyarakat terhadap sumber daya produktif untuk pengembangan usaha seperti lahan, prasarana sosial ekonomi, permodalan, informasi, teknologi dan inovasi, serta akses masyarakat ke pelayanan publik dan pasar. (2) Meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan melalui peningkatan kualitasnya, dan penguatan kelembagaan serta modal sosial masyarakat perdesaan berupa jaringan kerjasama untuk memperkuat posisi tawar. (3) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan dengan memenuhi hak-hak dasar. Serta (4) Terciptanya lapangan kerja berkualitas di perdesaan, khususnya lapangan kerja non pemerintah.
Berkaitan dengan uraian diatas, dapat diketahui bahwa proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (nasional) dan mikro (commuinity/group). Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan dan diversifikasi. Pembangunan adalah sumua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pembangunan.
Dengan semakin meningkatnya kompleksitas kehidupan masyarakat yang menyangkut berbagai aspek, pemikiran tentang modernisasi pun tidak lagi hanya mencakup bidang ekonomi dan industri, melainkan telah merambah ke seluruh aspek yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, modernisasi diartikan sebagai proses trasformasi dan perubahan dalam masyarakat yang meliputi segala aspeknya, baik ekonomi, industri, sosial, budaya, dan sebagainya. Oleh karena dalam proses modernisasi itu terjadi suatu proses perubahan yang mengarah pada perbaikan, para ahli manajemen pembangunan menganggapnya sebagai suatu proses pembangunan di mana terjadi proses perubahan dari kehidupan tradisional menjadi modern, yang pada awal mulanya ditandai dengan adanya penggunaan alat-alat modern, menggantikan alat-alat yang tradisional.
Selanjutnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu-ilmu sosial, para Ahli manajemen pembangunan terus berupaya untuk menggali konsep- konsep pembangunan secara ilmiah. Secara sederhana pembangunan sering diartikan sebagai suatu upaya untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Karena perubahan yang dimaksud adalah menuju arah peningkatan dari keadaan semula, tidak jarang pula ada yang mengasumsikan bahwa pembangunan adalah juga pertumbuhan.
Pemerintah provinsi Jawa Barat telah menargetkan di tahun 2022 ini tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal. Saat ini di Jawa Barat masih ada 18 desa tertinggal. Ke 18 desa tertinggal, tersebar di 3 kabupaten yakni kabupaten Tasikmalaya, Cianjur dan kabupaten Karawang. “Paling banyak di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi pada acara Ngabejaan Desa (Ngawangkong bareng jeung wartawan Desa), di kantor DPMD jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin (20/12/2021).
Dicky menerangkan pada tahun 2018, di Jawa Barat terdapat 929 desa tertinggal. Jumlah ini terus menurun hingga ahir tahun 2021 tersisa 18. Desa berstatus berkembang juga menurun, karena naik status menjadi desa maju dan desa mandiri. Saat ini terdapat 3.656 desa berkembang, 1.232 desa maju dan 98 desa mandiri di Jawa Barat.
Terus berkurangnya jumlah desa tertinggal ini, merupakan bukti baiknya indeks desa membangun (IDM) di Jawa Barat. Ini terlihat dari perbaikan pada aspek ekonomi, infrastruktur, dan sosial, yang merupakan hal penting untuk perbaikan status desa.
Penilaian status desa ini dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tiap tahun sekali dengan melihat Indeks Desa Membangun (IDM), yang mengacu pada tiga indikator, yaitu Indikator Ketahanan Sosial, Indikator Ketahanan Ekonomi dan Indikator Ketahanan Ekologi.
Capaian ini tak lepas dari sejumlah terobosan melalui program strategis yang telah dilaksanakan secara sinergis dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Terobosan yang dilakukan seperti Kotak Literasi Cerdas (Kolecer), penyaluran kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra), Satu Desa Satu Perusahaan (One Village One Company/ OVOC), dan Satu Pesantren Satu Produk (One Pesantren One Product/ OPOP). Lainnya seperti Kampung Caang, yakni program listrik ke daerah terpencil, kendaraan multiguna lewat program Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara), pembangunan Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Desa Digital, Jalan Mulus Desa (Jamu), rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu), serta penyaluran tenaga pendamping BUMDes melalui Program Patriot Desa.
Ada beberapa fenomena disamping prestasi dari sebuah pembangunan desa. Pada dasarnya pembangunan desa yang mengedepankan pertumbuhan akan menimbulkan
kesenjangan wilayah tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena akan menyebabkan ketimpangan yang semakin dalam antara wilayah maju dan wilayah tertinggal.
Desa-desa di Jawa Barat terus mengalami peningkatan laju pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya, namun belum merata. Kondisi belum meratanya pertumbuhan ekonomi desa menjadi pekerjaan rumah untuk mencapai visi dan misi pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dan hasil pembangunan harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa di Provinsi Jawa Barat terdiri dari kondisi geografi (letak/jarak, aksesibilitas, dan bencana alam), kualitas sumberdaya manusia, dan kegiatan perekonomian. Faktor penyebab ketertinggalan di tingkat desa/rumahtangga terdiri dari kondisi jalan yang rusak, tingkat pendidikan dan keterampilan sumberdaya manusia yang rendah, etos kerja rendah, bencana alam berupa longsor dan kekeringan, minimnya lapangan pekerjaan, potensi ekonomi lokal tidak berkembang. Penguasaan aset tertinggi yaitu aset alam dan sosial. Arahan pembangunan yang sesuai adalah memperbaiki aksesibilitas (jalan) kemudian peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar mampu mengembangkan potensi wilayahnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, serta memperbaiki pola pemanfaatan lahan sebagai upaya meminimalisir bencana alam (longsor).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebaiknya secara rutin melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan wilayah, menganalisis ketimpangan pembangunan desa, menganalisis faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa, dan memberi arahan pengembangan desa tertinggal yang disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya.
Penelitian yang cocok digunakan misalnya menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan deskripsi yang berbasis pada data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh desa di Provinsi Jawa Barat untuk menganalisis tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan pembangunan, sedangkan untuk menganalisis faktor penyebab ketertinggalan desa menggunakan sampel desa tertinggal dengan teknik sampel purposive. Sementara itu, sampel responden ditentukan dengan teknik sampel kuota untuk menganalisis kepemilikan aset rumahtangga miskin. Tingkat perkembangan wilayah dianalisis menggunakan analisis faktor, dengan ketentuan desa yang memiliki skor faktor yang tinggi termasuk desa maju, dan seterusnya. Analisis jarak ekonomi wilayah digunakan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan. Faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa dianalisis melalui regresi linier berganda, didukung dengan penjelasan indikator desa tertinggal menurut KNPDT serta kepemilikan aset dengan pendekatan penghidupan berkelanjutan. (red)
BIN | Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa. Ia pun menyerukan agar masyarakat menjadikan momen Imlek sebagai pemacu optimisme kebangkitan Indonesia dari pandemi Covid-19.
“Kepada seluruh umat Konghucu dan masyarakat keturunan Tionghoa di Tanah Air, saya mengucapkan selamat merayakan perayaan Imlek 2537,” kata Puan, Senin (1/2/2022).
Walaupun Imlek kali ini menjadi kedua kalinya dirayakan di tengah pandemi Covid-19, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap masyarakat Tionghoa tetap merayakannya dengan penuh kebahagiaan. Puan juga mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia selalu sehat dan sejahtera.
“Saya yakin peringatan Imlek hari ini tetap dipenuhi oleh rasa syukur atas apa yang telah kita terima. Mari di tahun Macan Air ini, kita bawa Indonesia bangkit dari pandemi,” tuturnya.
Puan mengatakan, Imlek sebagai tradisi masyarakat Tionghoa harus terus dijadikan momen untuk mewujudkan rasa syukur.
“Bagi masyarakat Tionghoa, perayaan Imlek adalah wujud syukur dan harapan bagi segala kebaikan pada tahun sebelumnya dan yang akan datang,” ungkap Puan.
“Semoga kita semua bisa mendapatkan kedamaian di setiap usia. Mari kita nikmati perayaan ini sepenuhnya dan jadikan perayaan ini yang terbaik dari semuanya,” imbuh mantan Menko PMK tersebut.
Puan pun meminta masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Apalagi kini Indonesia tengah menghadapi varian baru Covid-19, Omicron, yang penambahan kasusnya semakin tinggi setiap harinya.
“Tetap jaga kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Jangan lupa untuk selalu menyambut pagi hari yang baru dengan senyuman di wajah, jiwa yang baru, kasih sayang di hati, dan pikiran baik di pikiran kita semua,” sebut Puan.
Cucu Proklamator RI Bung Karno itu berharap agar Tahun Baru China membawa keberuntungan untuk seluruh masyarakat. Puan juga meminta masyarakat tak letih dan selalu semangat untuk membawa Indonesia keluar dari pandemi Covid-19.
“Semoga di Tahun Macan Air dipenuhi kesehatan, keberuntungan, sukacita dan kemakmuran yang luar biasa. Mudah-mudahan usaha baik tak pernah putus. Doa terbaik untuk Anda sekeluarga,” ujarnya.
“Ging Xi Fa Cai. Selamat Tahun Baru Imlek 2022,” tutup Puan. ( Red )
BIN | Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi menggelar apel persiapan pengamanan hari raya Tahun Baru Imlek 2022 yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2022.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan pihaknya mengamankan perayaan tersebut dengan mengerahkan ratusan personel yang diterjunkan di Klenteng Tek Seng Bio, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
“Kami melakukan pengamanan kepada saudara-saudara kami yang merayakan hari raya Imlek agar berjalan secara kondusif. Bekerja sama dengan TNI, ada total 250 personel yang kami kerahkan,” tutur Gidion saat menggelar apel di Klenteng Tek Seng Bio, Senin (31/1/2022).
Kapolres menjelaskan saat ini, Kabupaten Bekasi masih menerapkan PPKM Level 2 sehingga polisi mewajibkan pihak pengelola untuk membatasi jumlah pengunjung.
“Tadi kata pengelola, kapasitas maksimal di sini bisa sampai 200 orang, karena dibatasi 50 persen, jadi nanti maksimal hanya boleh 100 orang saja,” katanya.
Meski begitu, Gidion memastikan tidak akan terjadi antrean pengunjung lantaran perayaan di tahun ini digelar tanpa acara.
“Tahun ini tidak ada acara seperti barongsai dan lainnya. Sehingga praktis pengunjung hanya akan beribadah saja. Jadi tidak akan ada antrean,” ucap Gidion.
Kapolres menyampaikan kepada pengelola dan pengunjung untuk terap disiplin menerapkan protokol kesehatan lantaran kasus aktif kini tengah melonjak di Kabupaten Bekasi.
“Patuhi protokol kesehatan karena itu adalah cara terbaik menghindari Covid-19,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayayan Klenteng Tek Seng Bio, Chuling mengharapkan di tahun Macam Air ini, Indonesia bisa segera terbebas dari Covid-19.
“Kami berterimakasih kepada Polrestro Bekasi atas pelayanan yang diberikan kepada kami. Semoga di tahun ini, Indonesia terbebas dari Covid-19,” ujar Chuling.( Red )
BIN | Kabupaten Bekasi – Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki melantik Drs. Dedy Supriyadi, MM sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (31/01/22).
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, pimpinan perangkat daerah dan para Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Bekasi berharap dengan dilantiknya Dedy Supriyadi sebagai Sekda yang baru, dapat memacu kinerja para perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bekasi.
“Saya berharap, gunakan semua potensi yang ada, untuk mencapai pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” kata Marjuki.
Plt Bupati Bekasi juga berharap, Sekda yang baru dapat mendorong perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bekasi agar dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik.
“Apalagi para perangkat daerah sudah sepakat bahwa untuk merealisasikan anggaran di tahun 2022 ini sudah menandatangani fakta integritas, minimal bisa merealisasikan anggaran 30 persen di semester pertama,” tandasnya.
Plt Bupati Bekasi meminta fakta integritas tersebut, bukan hanya ditanda-tangan saja, tapi harus bisa dikejar oleh seluruh perangkat daerah untuk dapat merealisasikannya.
Akhmad Marjuki juga menyampaikan terimakasih kepada Pj Sekda sebelumnya, Herman Hanapi atas dedikasi dan pengabdiannya, yang sudah bekerja secara maksimal, di tengah banyaknya kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Bekasi.
“Oleh karenanya, untuk mengoptimalkan jalannya pemerintahan, dalam waktu dekat, saya ingin dan akan mengisi kekosongan jabatan tersebut, agar kinerja Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi dapat lebih maksimal lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Bekasi yang baru, Dedy Supriyadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, mengucapkan terimakasih kepada Plt Bupati Bekasi, Gubernur dan Mendagri atas amanah yang diberikan.
“Pak Bupati menginstruksikan dan memberi arahan kepada saya selaku Sekda yang baru, untuk melakukan terobosan, inovasi dan langkah-langkah penting dan strategis untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Bekasi,” kata Dedy.
Terkait dengan kekosongan beberapa kepala perangkat daerah, Dedy mengatakan, harus dilakukan sesegera mungkin, bersama tim evaluasi kinerja agar pengisian jabatan tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Saya juga mengajak semua stakeholder dan masyarakat untuk bahu-membahu membangun Kabupaten Bekasi. Sebagai ASN, kami adalah pelayan masyarakat yang tidak minta dilayani tapi tugas kami adalah melayani,” pungkasnya. (Red)
BIN | Balikpapan – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Perayaan Hari Lahir ke-96 NU sekaligus Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa Khidmat 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia pun mengapresiasi eksistensi NU bagi negara.
Kehadiran Puan di lokasi acara, The Dome Balikpapan Sport and Convention Center, disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) beserta jajaran PBNU lainnya.
Sebelum acara dimulai, Puan juga sempat berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma’ruf Amin. Dalam acara ini, Presiden Jokowi menyampaikan pidato.
“Dari hati yang paling dalam, saya menyampaikan rasa bangga kepada NU yang menjadi bagian penting dalam membangun visi kebangsaan sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang ini,” ujar Puan, Senin (31/1/2022).
Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini, peran NU untuk memajukan Indonesia sangatlah besar. Apalagi, kata Puan, NU selalu mengedepankan Islam Rahmatan lil ‘Alamin.
“NU terus menggelorakan spirit cinta Air adalah bagian dari iman, hubbul wathon minal iman,” ungkapnya.
Dalam konteks cinta Tanah Air adalah bagian dari iman, menurut Puan, hal itu telah menjadi gerakan besar yang menggelorakan nasionalisme anak bangsa.
“Negeri ini sungguh beruntung mempunyai Ormas seperti Nahdlatul Ulama yang menjadi bagian terpenting dalam membangun nasionalisme Indonesia,” tutur Puan.
Jelang 100 tahun berdiri, NU mengusung tema ‘Merawat Jagat, Membangun Peradaban’ pada peringatan Harlah-nya. Tema tersebut dinilai tepat.
“Saatnya NU bergerak secara global untuk merawat Jagad, membangun peradaban. Nilai-nilai keislaman NU yang ramah, moderat dan toleran, harus terus diperkenalkan ke dunia,” sebut Puan.
“Ini tugas berat bagi PBNU masa Khidmat 2022-2027. Tapi saya yakin para pengurus NU mampu merawat nilai-nilai yang ditanamkan para pendiri NU sekaligus menebarkannya ke penjuru dunia untuk mewujidkan Islam Rahmatan lil’ alamin,” sambung mantan Menko PMK tersebut.
Puan pun meyakini, PBNU saat ini akan menjadi tonggak bagi warga Nahdliyyin mengamalkan Keislaman yang amanah. Sebab PBNU dinilai dipimpin tokoh-tokoh hebat yang mampu membawa NU semakin besar.
“Selamat atas pengukuhan PBNU 2022-2026. Mari bersama-sama membangun Indonesia dengan iman,” kata Puan.
Di akhir acara, cucu Proklamator RI Bung Karno ini menyempatkan untuk melihat pameran foto sejarah satu abad perjalanan NU yang ada di lokasi. Puan tak lupa memberi salam kepada jajaran PBNU, dengan cara mengantupkan tangan di dada.
Sementara itu, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengucapkan terima kasih atas kedatangan Puan. Ia juga meminta doa restu agar di bawah kepemimpinannya, PBNU dapat bekerja optimal bagi kemaslahatan umat. Puan lalu mengamini doa tersebut.( Red )
BIN | Kabupaten Bekasi – Ranting Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPAC Cikarang Utara DPC Kabupaten Bekasi memiliki agenda rutin berbagi paket sembako kepada para Dhuafa dan guru ngaji.
Pada kesempatan kali ini, kegiatan rutin yang diadakan setiap bulannya tersebut, bertempat di Kampung Walahir RT 01/04 Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Minggu, 30/01/2022
Ana Suryana selaku tuan rumah dan sekaligus yang mewakili Ranting PKB Karangraharja DPAC Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi dalam acara bertutur, “Saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kawan-kawan dari ranting yang sudah berpartisipasi sehingga acara ini terselenggara”.
Menurutnya, helatan berbagi sembako tersebut sudah menjadi agenda bulanan yang selalu akan diadakan. Untuk sasarannya, ada para guru ngaji dan kaum Dhuafa, Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bergilir, diadakan keliling disesuaikan donasi yang masuk dan kesiapan perwakilan ranting.
“Ini menjadi agenda rutin, kali ini peruntukannya untuk kaum Dhuafa. Selain berbagi, kami dari kepengurusan ranting bisa mempererat silaturahmi dan adanya manfaat yang bisa kami berikan kepada masyarakat sekitar. Tutur Ana.
Sementara Iyum selaku penerima manfaat mengatakan, “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas perhatian Ranting PKB Karangraharja yang telah berbagi kepada kami. Semoga ini bermanfaat dan berkah. Saya berharap semoga pembagian seperti ini terus dilakukan”. Ujarnya. (My)