0.9 C
New York
Tuesday, March 24, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 147

Warga Villa Permata Sindangmulya Laksanakan Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 77

BIN | Bekasi – Upacara bendera tidak selalu diadakan di lingkungan Pemerintahan atau Sekolahan. Memeriahkan hari jadi Republik Indonesia ke 77, Ratusan warga kompleks perumahan Villa Permata Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi dari berbagai usia mengadakan upacara bendera peringati hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 dilapangan terdekat lingkungan mereka. Rabu,(17/8/2022) pukul 07.30 sampai dengan selesai.



Para peserta upacara sendiri beragam, mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek. Bahkan para ibu-ibu tidak mau ketinggalan mengikuti pelaksanaan upacara.

Bertindak sebagai inspektur upacara Ketua RT 02 RW 11 Jaiz Susilo. Sedangkan pemimpin upacara di pegang oleh Satrio Suryo Wibowo Ketua Karang Taruna Perumahan Villa Permata.

Menariknya,upacara bendera ini setiap kelompok peserta dibebaskan dengan menggunakan berbagai kostum bertemakan kemerdekaan. Ada yang memakai kostum adat dan pejuang.



Konsep protokoler upacara ini persis mengadopsi upacara bendera pada umumnya, yang membedakan adalah kemeriahan kostum peserta dan adanya humor gelak tawa yang mencairkan suasana.

Jaiz Susilo, selaku ketua RT 02 menceritakan bahwa kegiatan upacara dan pawai keliling komplek perumahan dilingkungannya,adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,setelah 2 tahun pandemi warga bisa beraktivitas normal dan makin banyak antusias warga yang mengikuti upacara.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77,ini adalah momentum dimana kita bisa mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia, nikmat dimana kita telah melewati ujian saat pandemi Covid 19 kemarin,” ucap Jaiz.

Jaiz mengatakan, walaupun cuaca terik tapi para warga tetap semangat. Kegiatan ini dilakukan warga untuk menunjukkan rasa cinta tanah air.

“Walaupun agak sedikit terik, tapi tidak menyurutkan semangat warga, karena ini adalah bagian dari implementasi kami dalam mencintai tanah air disamping kita harus berkarya dan memberikan manfaat untuk orang lain.” tutup Jaiz. (Wati)

Penghargaan IRRI Bukti Lumbung Beras Indonesia Aman

BIN | Jakarta – Penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) menjadi bukti bahwa program Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian, berhasil menciptakan ketahanan pangan nasional. Salah satunya dibuktikan dengan ketahanan lumbung beras sehingga tiga tahun tanpa impor beras umum.

“Dengan prestasi ini (penghargaan IRRI), artinya produksi beras nasional meningkat dan memiliki cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pemerintah seperti operasi pasar, tanggap darurat, bencana dan kebutuhan pemerintah lainnya,” kata Direktur Supply Chain & Pelayanan Publik Perum Bulog M. Suyanto ketika dihubungi, Selasa (16/8).

IRRI menyerahkan penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan Swasembada Beras Tahun 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi kepada Pemerintah Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8).

Seiring capaian swasembada itu, dalam tiga tahun terakhir pemerintah tidak impor beras umum. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Maret, total luas panen di 2021 mencapai 10,41 juta hektare dan total produksi padi di tahun yang sama mencapai 54,42 juta ton gabah kering giling (GKG).

Tidak hanya itu, rata-rata produktivitas padi di Indonesia juga mengalami perbaikan. Produktivitas padi meningkat dari 5,13 ton per hektare di 2020 menjadi 5,23 ton per hektare di 2021.

Swasembada beras ini memudahkan Bulog dalam menjalankan tugas-tugas pemerintah, terutama dalam mengelola cadangan beras nasional. Dengan cadangan beras pemerintah itu pula Bulog bertanggung jawab untuk menjaga harga beras di pasar stabil.

“Pada saat panen, Bulog membeli gabah dari petani dan disimpan sebagai cadangan. Dan pada saat tidak panen, stok beras tersebut disalurkan untuk stabilisasi harga di tingkat konsumen,” kata Suyamto.

Agar prestasi Indonesia tersebut bisa dipertahankan dalam jangka panjang, kata Suyamto, Pemerintah harus terus menggenjot produksi beras, baik lewat intensifikasi maupun ekstensifikasi.

“Perlu dilakukan diversifikasi pangan untuk mengurangi konsumsi beras. Indonesia kaya sumber karbohidrat selain beras, seperti jagung, sorgum, singkong dan pangan pokok lainnya,” kata Suyamto.(Red)

Keterlibatan Swasta dan BUMN Bisa Kuatkan Ketahanan Pangan Indonesia

BIN | Jakarta – Peningkatan produksi pangan lokal dan substitusi komoditi pangan impor yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dinilai positif. Dipadu dengan langkah lain, cara itu berbuah ketahanan pangan yang tangguh selama pandemi Covid-19.

Mencapai dan mempertahankan prestasi ini tentu tidak mudah. “Dalam jangka pendek, saya lebih mendorong peran BUMN dan swasta yang punya HGU (Hak Guna Usaha) ditugasi (memproduksi pangan),” kata Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso ketika dihubungi, Minggu (14/8).

Alasannya, BUMN dan swasta yang punya HGU itu juga ada program replanting. Penanaman kembali ini bisa diselingi dengan tanaman pangan, seperti jagung, kedelai, dan sorgum.

Mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini menekankan, dengan menggandeng pihak swasta dan BUMN pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan petani dalam ketersediaan pangan.

“Beri tugas BUMN dan swasta yang memiliki HGU lahan ratusan ribu, bahkan jutaan hektare (untuk memproduksi pangan),” kata Sutarto.

Diberitakan sebelumnya, International Rice Research Institute (IRRI) menyerahkan penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan Swasembada Beras Tahun 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi kepada Pemerintah Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8).

Rektor IPB University yang hadir dalam penyerahan penghargaan itu mengatakan, keberhasilan Indonesia ini dapat dicapai karena tiga hal. Yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, dan program diversifikasi serta pengembangan varietas unggulan.

Sutarto Alimoeso menilai, upaya yang dilakukan Kementan dengan meningkatkan produksi pangan lokal untuk mensubstitusi komoditi pangan impor dan melakukan ekstensifikasi lahan melalui program food estate atau lumbung pangan adalah adalah hal positif.

“Menurut saya kedua program tersebut bagus, dengan catatan tepat tempat dan tepat teknologi, serta tepat pasar. Dampaknya atau hasilnya relatif terasa dalam jangka menengah-panjang,” kata dia.

Food Estate merupakan program pemerintah, salah satunya lewat Kementan, untuk memperluas lahan pertanian agar ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Food estate mengambil lokasi di dua provinsi Indonesia, yakni Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

Sementara untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditi pangan impor, seperti kedelai dan gandum, Kementan tengah menggalakkan peningkatan produksi pangan lokal agar dapat mensubstitusi komoditi tersebut.(Red)

Keterlibatan Swasta dan BUMN Bisa Kuatkan Ketahanan Pangan Indonesia



BIN | Jakarta, 15 Agustus – Peningkatan produksi pangan lokal dan substitusi komoditi pangan impor yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dinilai positif. Dipadu dengan langkah lain, cara itu berbuah ketahanan pangan yang tangguh selama pandemi Covid-19.

Mencapai dan mempertahankan prestasi ini tentu tidak mudah. “Dalam jangka pendek, saya lebih mendorong peran BUMN dan swasta yang punya HGU (Hak Guna Usaha) ditugasi (memproduksi pangan),” kata Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso ketika dihubungi, Minggu (14/8).

Alasannya, BUMN dan swasta yang punya HGU itu juga ada program replanting. Penanaman kembali ini bisa diselingi dengan tanaman pangan, seperti jagung, kedelai, dan sorgum.

Mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini menekankan, dengan menggandeng pihak swasta dan BUMN pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan petani dalam ketersediaan pangan.

“Beri tugas BUMN dan swasta yang memiliki HGU lahan ratusan ribu, bahkan jutaan hektare (untuk memproduksi pangan),” kata Sutarto.

Diberitakan sebelumnya, International Rice Research Institute (IRRI) menyerahkan penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan Swasembada Beras Tahun 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi kepada Pemerintah Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8).

Rektor IPB University yang hadir dalam penyerahan penghargaan itu mengatakan, keberhasilan Indonesia ini dapat dicapai karena tiga hal. Yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, dan program diversifikasi serta pengembangan varietas unggulan.

Sutarto Alimoeso menilai, upaya yang dilakukan Kementan dengan meningkatkan produksi pangan lokal untuk mensubstitusi komoditi pangan impor dan melakukan ekstensifikasi lahan melalui program food estate atau lumbung pangan adalah adalah hal positif.

“Menurut saya kedua program tersebut bagus, dengan catatan tepat tempat dan tepat teknologi, serta tepat pasar. Dampaknya atau hasilnya relatif terasa dalam jangka menengah-panjang,” kata dia.

Food Estate merupakan program pemerintah, salah satunya lewat Kementan, untuk memperluas lahan pertanian agar ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Food estate mengambil lokasi di dua provinsi Indonesia, yakni Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

Sementara untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditi pangan impor, seperti kedelai dan gandum, Kementan tengah menggalakkan peningkatan produksi pangan lokal agar dapat mensubstitusi komoditi tersebut.

PJ Bupati Bekasi Bersama Forkopimda Ziarah Makam Pahlawan KH. Noer Ali

BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan bersama unsur Forkopimda melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional KH. Noer Ali di Komplek Pondok Pesantren At-Taqwa Putri, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (16/08/2022).

Sebelum melakukan ziarah dan tabur bunga, PJ Bupati Bekasi bersama Forkopimda melakukan Zikir Bersama di Masjid Al-Baqiyatussholihat yang ada di Komplek Ponpes At-Taqwa Putri.

Dani Ramdan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke-72 sekaligus HUT Kemerdekaan RI yang ke-77.

Dani menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus sebagai pengingat akan jasa para pahlawan yang telah gugur membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan untuk mengingatkan kita akan perjuangan dan pengorbanan para pendahulu kita, dalam merebut kemerdekaan dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga sejarah berdirinya Kabupaten Bekasi,” ungkap Dani.

Dani Ramdan mengingatkan para generasi muda di Kabupaten Bekasi agar tidak melupakan sejarah dan menghormati para pahlawan yang telah berjasa untuk bangsa dan negara.

“Dengan rutin berziarah ke makam pahlawan dan membaca sekaligus menggali sejarah para pahlawan nasional, kita bisa memetik pelajaran dan hikmah dari perjuangan mereka,” tambahnya.

Sementara itu perwakilan keluarga besar KH. Noer Ali, Ustad Irfan Mas’ud menyampaikan, di hari jadi Kabupaten Bekasi ke-72 tahun ini, pihaknya berharap Kabupaten Bekasi bisa lebih maju dalam segala aspek.

“Saya berharap kedepannya Kabupaten Bekasi bisa lebih maju, baik dalam segi perekonomian, pendidikan dan industri,” ujarnya.

Irfan Mas’ud menambahkan, meskipun Kabupaten Bekasi memiliki berbagai suku dan agama yang berbeda, tapi perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun dan memajukan Kabupaten Bekasi.(Red)

PJ Bupati Bekasi Antarkan 300 Siswa Sekolah (SMK) Magang Di PT Mitsubishi Motor

PBIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, secara simbolis mengantarkan 300 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti program pemagangan di PT. Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI), Kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas, Desa Pasiranji, Cikarang Pusat, Selasa (16/8/2022).

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, kegiatan pemagangan siswa tersebut merupakan bagian dari program kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Pengangguran Kabupaten Bekasi.

Program tersebut sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Kabupaten Bekasi.

“Saya harap, program magang ini bisa dijadikan modal untuk menambah ilmu dan pengetahuan dan menambah wawasan guna menciptakan SDM yang yang berkualitas,” ujarnya.

Program pemagangan tersebut, kata Dani, sudah berjalan sejak tahun 2017, dan sekarang jumlahnya semakin meningkat.

“Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan, sebagai salah satu proses kedepan, untuk merekrut para pencari tenaga kerja lokal agar bisa masuk di industri,” ungkapnya.

Dani juga memberikan apresiasi kepada PT MMKI yang konsisten dari tahun ke tahun, untuk terus menambah peserta pemagangan.

“Tentu kami berharap bahwa kegiatan ini terus berlanjut dan terus di tingkatkan, dan problem penyerapan tenaga kerja di kita ini adalah gap (kesenjangan) kompetensi, yang di butuhkan oleh industri dengan tenaga kerja yang kita miliki,” ungkapnya.

Maka menurutnya, jawaban dari kesenjangan kompetensi itu adalah pemagangan. Meski Kabupaten Bekasi mempunyai Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Namun program pemagangan dinilai lebih efektif karena dilaksanakan oleh industri, karena mereka lebih tahu kompetensi pegawai seperti apa yang dibutuhkan.

“Mereka akan dilatih selama enam bulan, sehingga sebagian besar peserta pemagangan ini sudah akan masuk, karena kompetensinya, sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” terangnya.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan berpesan kepada 300 peserta siswa pemagangan yang diserahkan kepada PT MMKI, agar punya motivasi yang kuat untuk memiliki kompetensi yang sesuai, dan terus meningkatkan kualitas pribadi.

Penyerahan siswa magang kepada PT. MMKI, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qudrotuloh, Kepala Dinas ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Edi Rochyadi dan dinas terkait lainnya.(Red)

Hari Jadi Pemkab Bekasi ke-72 Gelar Istighosah Bersama Habib Luthfi Bin Yahya

BIN | Kabupaten Bekasi – Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah Kabupaten Bekasi tumpah-ruah memadati Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat menghadiri acara Istighosah bersama Habib Luthfi Bin Yahya, pada Senin (15/08/2022) malam.

Acara yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-72 itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, para ulama dan santri di Kabupaten Bekasi telah ikut berjuang melawan penjajah untuk Kemerdekaan Indonesia.

“Alhamdulillah Almaghfurlah KH Noer Ali sudah mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional, dan menyusul Almaghfurlah KH Ma’mun Nawawi (Cibarusah) diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, mohon doanya,” ujarnya.

Pemprov Jabar, kata Ridwan Kamil, juga mendukung dan akan merestui, jika ada usulan Jalan Cikarang-Cibarusah diganti namanya menjadi Jalan KH Ma’mun Nawawi.

Selain itu, Kang Emil juga mengungkapkan, pihaknya berencana akan membangun alun-alun untuk warga Kabupaten Bekasi.

“Kalau Allah memberikan kemudahan, kami akan memberikan hadiah untuk warga Kabupaten Bekasi, berupa alun-alun yang luasnya 10 hektar. Insya Allah Pak Gubernur sendiri yang akan mendisainnya,” kata Ridwan Kamil.

Sementara itu Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, hadirnya Habib Luthfi bin Yahya dan Gubernur Jawa Barat pada Hari Jadi Kabupaten Bekasi adalah sejarah yang luar biasa.

“Kedatangan para habib dan ulama di tanah Swatantra Bekasi, semoga membawa keberkahan, harapan dan optimistisme, agar di hari jadinya yang ke-72 ini Kabupaten Bekasi bertambah sejahtera dan dijauhkan dari bencana,” ungkapnya.

Selain dihadiri masyarakat yang datang langsung ke Plaza Pemda, acara Istighosah bersama Habib Luthfi Bin Yahya, yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres RI) tersebut, juga disiarkan langsung melalui channel youtube Wibawa Mukti TV dari Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.(Red)

Pemerintah Genjot Pangan Lokal Pengganti Komoditas Impor



BIN | Jakarta, 12 Agustus – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot produksi beberapa pangan lokal sebagai upaya melepas ketergantungan impor. Sejumlah komoditas pangan impor, seperti gandum, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina. Sementara Indonesia punya aneka komoditas pengganti.

Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan M Ismail Wahab mengatakan Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium sejak tahun 2019 karena produksi padi yang masih tinggi sehingga mampu mengimbangi kebutuhan dalam negeri. Namun untuk jagung, kedelai, dan gandum diakui masih bergantung dari impor.

Oleh karena itu, kata dia, Kementan menyiapkan strategi berupa peningkatan produktivitas dan diversifikasi pangan lokal di tengah-tengah potensi munculnya krisis pangan dunia. “Tidak cukup kita meningkatkan produksi pangan kita, kalau tanpa ada diversifikasi,” kata Ismail, belum lama ini.

Untuk jagung, Indonesia masih mengandalkan impor guna memenuhi kebutuhan jagung pangan. Sementara jagung pakan tercatat tidak ada lagi impor dalam tiga tahun terakhir. “Kita masih mengimpor jagung untuk pangan. Ini yang cukup besar. Tahun ini kita mencoba bagaimana jagung pakan ini bisa mensubstitusi jagung untuk pangan,” katanya.

Mulai tahun ini, jelas dia, pemerintah berupaya mendongkrak produksi jagung rendah aflatoksin untuk menggantikan jagung pangan impor. “Ini akan kita lakukan sehingga impornya bisa dikurangi dengan adanya produksi dalam negeri,” ujarnya.

Adapun strategi yang disiapkan Kementan untuk meningkatkan produksi jagung rendah aflatoksin, yakni menerapkan kewajiban serap jagung lokal, melakukan duplikasi produk jagung rendah aflatoksin di daerah sentra jagung, dan penggunaan benih jagung yang memiliki kandungan pati tinggi. Uji coba produksi akan dilakukan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Bedasarkan data yang dipaparkan Ismail, impor jagung di 2021 mencapai 987.005 ton atau senilai Rp1,2 triliun.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa stok jagung dalam negeri masih relatif baik. Bahkan ada pengajuan dari beberapa pengusaha dan pengepul jagung untuk mengekspor jagung sebanyak 5.000 ton. Tapi permintaan itu belum diberi lampu hijau oleh pemerintah karena khawatir stok di dalam negeri tidak cukup.

Sementara untuk kedelai, kata Ismail, pemerintah telah memulai penanaman di luas area 350.000 hektare tahun ini. Sebagai upaya membebaskan Indonesia dari impor komoditas tersebut. Kemudian pada 2023 luas tanamnya ditargetkan bertambah menjadi 900.000 hektare, tahun 2024 seluas 1,15 juta hektare, tahun 2025 seluas 1,4 juta hektare, dan di 2026 seluas 1,5 juta hektare.

“Dengan (target) ini kita sudah bisa mencapai untuk memenuhi kebutuhan (kedelai) kita sendiri,” kata Ismail.

Tahun lalu impor kedelai Indonesia tercatat sebesar 7,91 juta ton, dengan rincian bungkil kedelai 4,9 juta ton dan biji kedelai 2,5 juta ton.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri yang harganya naik karena imbas perang Rusia-Ukraina, pemerintah mempertimbangkan beberapa tanaman pangan lokal untuk mensubstitusinya, seperti singkong, sagu, dan sorgum. “Sorgum saya kira tanaman yang berpotensi besar untuk menggantikan gandum,” katanya.

Namun, jelas dia, karena sorgum tidak memiliki kemampuan mengembang layaknya gandum, maka dibutuhkan bantuan teknologi pangan untuk memberi sorgum kemampuan yang sama dengan gandum. “Sorgum ini satu famili dengan gandum dan menurut saya lebih sehat dari gandum,” katanya.

Pada 2021 impor gandum tercatat 11,69 juta ton. Pemerintah menargetkan pengurangan impor komoditi tersebut secara bertahap, yaitu impor gandum berkurang 5% tahun ini, menurun 10% di 2023, hingga di tahun 2025 impor gandum berkurang 20%.

“Tahun depan kita akan mengembangkan sorgum 55.000 hektare. Tahun ini pagu 15.000 hektare, lalu kita usulkan tambahan 40.000. Total tahun 2023 ada 55.000 (hektare). Ini antispasi seandainya gandum benar-benar langka di dunia,” kata Ismail. (Red)

Vaksinasi Upaya Wujudkan Zero Case PMK



BIN | Jakarta, 12 Agustus – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai ada tanda-tanda terkendali. Satuan Tugas (Satgas) PMK mencatat, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, enam provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias nihil, yaitu Bali, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan pihaknya menerapkan sejumlah strategi sehingga bisa masuk ke dalam salah satu provinsi yang mencatatkan nol kasus baru PMK. Menurutnya, DKI Jakarta patuh melaksanakan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak yang rawan PMK.

“Petugas melaksanakan vaksinasi terhadap ternak di sentra peternakan DKI Jakarta untuk memberikan kekebalan kelompok hewan rentan PMK,” kata Suharini ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (12/8).

Berdasarkan data situs resmi Satgas PMK per 11 Agustus 2022, total hewan ternak di DKI Jakarta yang sudah divaksinasi sebanyak 1.168 ekor dan total ternak sembuh dari PMK 991 ekor.

Selain itu, menurut Suharini, pihaknya juga melakukan pengendalian pergerakan hewan secara ketat. “Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP melaksanakan kegiatan pengendalian dengan melakukan penutupan pergerakan hewan di daerah kasus,” kata Suharini.

Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan upaya pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi dan bergejala klinis. Upaya ini menunjukkan hasil berupa kesembuhan pada ternak yang sakit.

Sementara itu, dalam penanganan PMK, pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menekan penularan penyakit ini, terutama di provinsi dengan penyumbang kasus konfirmasi PMK terbesar, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.

Di samping itu, sebagai upaya menekan penularan, pemerintah mendorong percepatan vaksinasi bagi ternak yang sehat. Vaksinasi memiliki kemampuan untuk mengendalikan jumlah kasus PMK.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito sebelumnya menyatakan kasus PMK di Indonesia ditargetkan melandai dan mencatatkan nol kasus baru pada akhir tahun ini.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Yang artinya kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Wiku dalam sebuah acara daring, Kamis (4/8).

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Hal ini agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku. (Red)

Dandim 0424/Tanggamus Perintahkan Babinsa Ganti Bendera Rusak



BIN | Tanggamus – Dandim 0424/Tanggamus Letkol Arm Micha Arruan, SE,.M.M. memerintahkan Babinsa Jajaran Koramil Kodim 0424/Tanggamus mengganti bendera merah putih yang rusak dan kusam yang di pasang wilayahnya Sabtu,13/08/22.

Dandim 0424/Tanggamus Letkol Arm Micha Arruan, SE,.M.M. langsung memerintahkan Babinsa untuk mengganti dan menurunkan bendara merah putih yang rusak mengganti dengan bendera merah putih yang baru.

Dandim juga mengajak, kepada segenap warga masyarakat untuk berbuat yang terbaik untuk Bangsa dan Negara ini, berani tulus dan ikhlas.

“Hargailah jasa para pahlawan kita yang sudah berjuang untuk mengibarkan bendera merah putih dalam merebut kemerdekaan, saya juga mengimbau kepada pihak perusahaan jika, ada bendera yang rusak segera untuk menggantinya, sebagai bukti kecintaan kita kepada Bangsa dan negara,”ujarnya.

Dandim juga menambahkan, Bendera Merah Putih sebagai lambang Negara, sebaiknya cek dan kroscek dulu sebelum mengibarkan bendera merah putih, jangan sampai ada yang rusak, kusam atau kotor.

“Mari kita semarakkan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia ini dengan pengibaran bendera merah putih,” ucapnya. (Wahrun)