
BIN || Kabupaten Bekasi – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta jajaran Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk berani mengambil diskresi kebijakan demi percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
KDM sapaan akrabnya mengimbau agar pemerintah daerah tidak membiarkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) mengendap terlalu besar setiap tahunnya.
Ia menegaskan bahwa anggaran daerah seharusnya dioptimalkan secara langsung untuk perbaikan infrastruktur, sekolah, dan penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi warga miskin.
“Lebih baik minus bisa membangun daripada duit triliun yang di SILPA disimpan di anggaran. Semoga di Kabupaten Bekasi tidak terbangun tradisi itu. Duitnya habiskan untuk bangun sekolah, bangun infrastruktur, bangun rumah rakyat miskin,” tegas KDM.
Ia juga menyinggung pentingnya sosok pemimpin daerah yang memiliki nyali dalam mengeksekusi kebijakan publik. Namun tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan saat melakukan penataan kawasan demi kesejahteraan rakyat.
“Saya pesan ke Bupati harus punya nyali. Jangan pernah takut. Jadi pemimpin Kalau masih punya rasa takut jangan jadi pemimpin, di rumah saja bersama istri itu pun akan menderita juga, karena suaminya pemberani, istrinya jauh lebih berani.
Memimpin Bekasi kepalan tangannya harus kuat suaranya harus keras, karena yang dihadapinya orang yang kepalan tangannya kuat dan suaranya keras. Kita ingin mengembalikan Bekasi pada jati dirinya,” tutupnya.(Red)

