BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Sumberdaya Air, Bina Marga, Bina Kontruksi (DSDABMBK) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bekerjasama melakukan pengerukan sampah di Bendungan dan jembatan kali Ciherang, Kampung Caringin, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Selasa, 09/01
Perwakilan UPTD Bidang Peralatan pada Dinas SDABMBK, Solihin, mengatakan, dukungan dan support dalam pembersihan sampah tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Camat sehingga pihaknya menurunkan alat berat.
“Kami mendukung dan mensupport kegiatan dengan dikoordinasikan Camat. Pihak kami menurunkan alat berat Escavator dalam membantu pengerukan sampah dan selanjutnya diangkut menggunakan dum truk”, ujarnya.
Sementara itu, UPTD IV Bagian Pengawasan Sungai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menurunkan 12 Armada Dum Truk untuk pengangkutan sampah
“Pihak kami akan monitoring kebeberapa titik sungai bersama Satgas DLH untuk memantau dan membersihkan penumpukan sampah, baik di darat maupun di sungai”, ujarnya.
Hal senada diungkap Satgas DLH Kabupaten Bekasi, Yodi Suranggana, bahwa tim Satgas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi terus bersinergi dengan UPTD DLH khususnya dalam kegiatan tersebut bersama UPTD unit IV untuk melakuan monitoring bersama-sama dalam permasalahan sampah baik di darat maupun di titik sungai-sungai, sperti di jembatan dan Bendungan.(Red)
BIN || BEKASI – Salah satu tokoh muda penggiat dakwah asal Kabupaten Bekasi, Ustad Taufik Suprapto menemukan ada kesalahan tanda baca pada huruf ayat Al-Qur’an yang terdapat pada Mushaf warna merah dengan sampul depan bagian atas bertuliskan BPJS Ketenagakerjaan.
Kejadian ini menjadi viral di kalangan masyarakat muslim sekitar wilayah Karawang dan Bekasi umumnya Jawa Barat setelah Ustad Taufik memposting vidio terkait hal tersebut di akun media sosial tiktok miliknya dengan akun @b4n9.74ufik atau UT.
Dalam postingan vidionya yang berdurasi lima menit lima puluh lima detik, Ustad Taufik menerangkan letak kesalahan pada tanda baca yang ada di surat Al-Anfal ayat enam puluh lima, bahwa ada kalimat yang semestinya tidak ada tanda baca harokat syiddah/tasydid
Tapi dalam mushaf itu bertasydid, yang kemudian cara membacanya bunyinya jadi berubah dan arti maknanya dalam bahasa Arab otomatis berubah. Dalam ayat suci Al-Qur’an, hal tersebut sangat fatal dampaknya bagi pembaca sehingga bisa mendapat dosa secara hukum agama Islam.
Dalam vidio tersebut, ketika Ustad Taufik atau bang UT merasa janggal dengan tulisan itu, maka ia segera mengambil tiga mushaf Al-Qur’an lainnya yang berbeda-beda untuk membandingkan kebenarannya. Dan ternyata benar, tiga mushaf lainnya itu semuanya sama, bahwa huruf pada kalimat di ayat tersebut semuanya tidak ada harokat syiddahnya, sentara di mushaf merah ada syiddahnya.
Keterangan harokat syiddah di atas huruf itu, secara ilmu tajwid atau ilmu cara membaca Al-Qur’an menandakan bahwa hurufnya ada dua, yang satu dibaca mati atau sukun, sementara satunya lagi dibaca hidup, sehingga cara membacanya harus ditekan. Maka pada mushaf merah itu berati ada satu penambahan huruf ilegal.
Diketahui pada tulisan lampiran dalam, ternyata Mushaf Qur’an Merah ini adalah bagian dari program BPJS, yaitu Gerakan Satu Juta Mushaf Al-Quran Keluarga Besar BPJAMSOSTEK pada tahun 2021, serta tertera tanda tashih (penguji/red) dari LPMQ tahun 2015 berikut nama percetakannya ar-Ribh Murtadho Publishing Bekasi bersama PT Rahmah Bilqis Media.
Terkait hal itu, ketika ditemui di kediamannya, Jumat (05/01/2024) Ustad Taufik atau UT menjelaskan, bahwa dengan adanya kesalahan penambahan tanda baca harokat syiddah atau tasydid tersebut.
Maka otomatis jadi menambah satu huruf yang sama yang semestinya tidak terjadi, karena ini menyangkut ayat suci ilahi yang mutlaq dari samawi melalui wahyu lewat Malaikat Jibril ‘alaihissalam kepada Nabi Muhammad SAW.
“Setelah saya mengetahui hal itu, saya jadi lebih hawatir lagi, Jangan-jangan masih ada kesalahan lainnya lagi yang terdapat pada mushaf itu.
Makanya saat itu saya sepontan membuat vidio untuk memberitahukan masyarakat muslim lainnya lewat medsos akun tiktok saya agar yang memiliki atau ada yang diberi mushaf Al-Qur’an yang sama seperti itu agar berhati-hati, karena sangat diragukan validasinya”, ujar UT.
UT juga menjelaskan kronologis awal menemukan kesalahan tanda baca pada huruf ayat Qur’an tersebut, bahwa dirinya saat itu sedang mengkhususkan diri selama tiga hari untuk menghatamkan baca Qur’an sambil berpuasa dalam rangka syukur nikmat awal tahun 2024 (Selasa,Rabu,Kamis, tanggal 2,3,4 Januari) bersama putra sulungnya dan dua muridnya di area makam para Kiai pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Bakan Pojok, Desa Cinta Asih, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
UT memaparkan, bahwa di pendopo makam itu memang sudah banyak tersedia macam-macam jenis mushaf Qur’an yang biasa sering dibaca oleh para santri ataupun para peziarah baik siang malam.
Mushaf Qur’an yang tersimpan disitu, menurut penuturan para pengajar, memang tidak diketahui langsung siapa saja yang membawanya, karena biasanya suka ada selain santri juga para peziarah yang sengaja membawa Qur’an untuk disimpan atau diwakafkan di area pendopo makam.
“Diantara sekian mushaf Qur’an yang ada disitu, saya memilih mushaf Qur’an warna merah tersebut yang kebetulan hanya ada satu-satunya.
Setelah diketahui ada kesalahan pada ayat tersebut dan ditanyakan siapa pemilik mushaf itu, semua tidak ada yang tau. Akhirnya mushaf itu saya bawa untuk diamankan”,
Masih penuturan UT, bahwa pada hari Jumat (05/01/2024) sekitar pukul 10.30 WIB menjelang waktu solat Jumat, dirinya kedatangan dua orang tamu yang mengaku sebagai pihak percetakan mushaf Qur’an BPJS tersebut, sebelumnya mereka disuruh oleh pihak Kementerian Agama (KEMENAG) dalam hal ini lembaga Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) agar segera menemui UT untuk permohonan maaf dan klarifikasi terkait postingan vidio di medsos akun tiktok.
“beliau meminta maaf dan klarifikasi bahwa nanti Al Qur’an yang salah penulisan itu akan diambil dan diganti dengan yang baru.
Bahkan beliau hari itu juga sepulang dari kediaman saya, langsung menuju Pesantren Darul Ulum untuk memberikan bantuan Al-Qur’an”, pungkasnya.
Ustad Taufik berharap kepada pihak-pihak berwenang, agar dalam proses pembuatan atau pencetakan mushaf al-Quran benar-benar harus melalui proses pengawasan yang sangat ketat sebelum dicetak dan disebarluaskan, karena bila ada kesalahan satu huruf saja, dampaknya sangat fatal bagi umat muslim dalam jangka panjang.
“bila perlu, pemerintah terkait harus bertindak sangat tegas untuk memberikan sangsi kepada pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab atau menyepelekan dalam hal mencetak mushaf Al-Quran hingga pendistribusian.
Jangan cuma orientasi bisnisnya saja yang dikedepankan, tapi dampaknya akan sangat merugikan bagi umat muslim bila ada kesalahan”, pintanya.
“Kepada masyarakat muslim dimanapun berada, baik di lingkungan pesantren, madrasah, majlis taklim, ataupun masjid dan musholla, bila menemukan, atau memiliki atau diberi mushaf Al-Qur’an yang sama seperti itu, lebih baik berhati-hati, hawatir masih ada kesalahan tulisan lainnya yang belum diketahui. Kita jaga bersama kemurnian ayat suci Al-Qur’an kita”, pungkasnya.(Red)
BIN || Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan menghadiri acara ruat bumi, santunan anak yatim, dan pentas seni budaya wayang golek, yang diinisiasi oleh Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat, di Plaza Pemkab Bekasi, pada Sabtu (6/1/2024) malam.
Pada acara tersebut, Dani Ramdan menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat yang telah mengambil inisiatif menyelenggarakan pagelaran wayang golek, dalam rangka ruwat bumi dan santunan kepada anak yatim dan juga untuk menyambut tahun baru 2024.
Dani juga mengimbau kepada seluruh masyarakat terkait dengan datangnya musim penghujan untuk waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk bencana.
“Sekarang sudah memasuki musim penghujan, hati hati dengan banjir, bersihkan drainase dan jangan buang sampah sembarangan. Kita berdoa, semoga kita dijauhkan dari bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung dan sebagainya, dan kita berdoa supaya Kabupaten Bekasi aman dan kondusif, dalam masa pesta demokrasi Pemilu 2024 sampai Pilkada pada November nanti,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjaga kondusivitas dalam menghadapi pesta demokrasi Pemilu 2024.
“Ya, sebentar lagi kita akan mengadakan pesta demokrasi yaitu Pemilu 2024, pada tanggal 14 Februari, kami mohon kepada masyarakat untuk selalu menjaga kondisivitas, agar pemilu 2024 berjalan dengan aman dan damai,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat, Edi Herdiansyah mengatakan, paguyuban yang yang dipimpinnya, yang terbentuk pada 17 Mei 2023, ingin berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Bekasi.
“Kami sangat berharap semoga nanti dalam proses pembangunan, bisa lebih mengakomodir kami sebagai masyarakat Cikarang Pusat,” ungkapnya.
Edi menambahkan Kecamatan Cikarang Pusat awalnya adalah wilayah pertanian dan perkebunan, dan sekarang menjadi kawasan industri tentunya banyak hal dan permasalahan yang dihadapinya.
“Ya, sudah tentu di situ ada permasalahan- permasalahan yang kami hadapi sebagai masyarakat Cikarang Pusat, dan harus bisa beradaptasi, mudah-mudahan kedepan dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Bekasi, bisa lebih menyentuh kami,” ungkapnya.
Edi menandaskan, paguyuban masyarakat Cikarang Pusat siap mendorong perkembangan pembangunan di Kabupaten Bekasi.
“Kami berharap kedepan kehadiran Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat, bisa diterima untuk memberikan kontribusi sekecil apapun untuk bisa menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.(Red)
BIN || Kabupaten Bekasi – Semakin dekat Pemilihan Umum Serentak 2024, Semakin gencar pula Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi melakukan sosialisasi guna menyukseskan Pesta Demokrasi 5 tahunan sekali itu.
Budang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat PPK Cikarang Pusat, Araffi Jehansyah S Al’ayu mengatakan, Dengan mengundang seluruh elemen masyarakat dan juga di hadiri langsung oleh Camat Edward Sutarman, Panwaslu, Kapolsek, dan semua unsur MUSPIKA Kecamatan Cikarang Pusat.
“Hari ini Pada Jumat 5 Januari 2024 PPK Cikarang Pusat menyelenggarakan Senam Sehat Jingle Pemilu 2024 guna mensosialisasikan dan menaikan angka partisipasi masyarakat dengan pendidikan pemilih sesuai regulasi yang ada pada kegiatan tersebut”, ujarnya.
Kemudian, Edward Sutarman Camat Cikarang Pusat dalam sambutannya menyampaikan Pemilu tinggal menghitung hari, kita semua harus menyukseskan pemilu ini di Cikarang Pusat dengan tertib dan kondusif agar tidak ada percikan perpecahan di kecamatan Cikarang Pusat dan jangan lupakan netralitas bagi ASN.
Selain itu, Edward selaku orang nomor satu di Cikarang pusat tidak lupa mengajak masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu 14 Februari 2024 untuk menemukan pilihan di TPS-TPS terdekat.
Ditempat yang sama, Muhamad Kamil Ali, selaku Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Cikarang Pusat menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lupa untuk memastikan sudah mendapatkan Hak pilih dengan cara mengecek di Cek DPT online agar hak pilih kita semua benar-benar ada dan terdaftar untuk menyalurkan aspirasi ke TPS terdekat.
Selanjutnya Panwascam Cikarang Pusat, menyampaikan agar masyarakat dapat mengenali peserta pemilu yang sudah di pasang di 4 titik yang di wilayah Cikarang pusat di antaranya di sekitar didepan hotel GTV, pertigaan kp. Tembong gunung, pasar tegal danas, dan di pertigaan yang arah mau ke lembaga pemasyarakatan. (Ahim)
BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi melaksanakan berbagai upaya dalam menghadapi Dampak Perubahan Iklim (DPI) musim penghujan.
Langkah yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi merupakan upaya preventif dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk penyediaan benih padi yang kemudian didistribusikan langsung kepada kelompok tani (Poktan) penerima.
Dodo Hadi Triwardoyo Selaku Subkoordinator Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa beberapa langkah telah dilakukan.
Hingga penyediaan benih padi kepada kelompok tani diharapkan pertumbuhan tanaman padi dapat berjalan dengan baik dan tetap terjaga meskipun musim penghujan.
“ini masih kami lanjutkan, diantaranya penyediaan benih, khususnya untuk padi dan telah didistribusikan kepada Poktan. Kami juga melakukan inventarisasi pompa-pompa yang dimiliki,” ungkap Dodo. Jumat (05/01/2024).
Pompa ini, kata Dodo, disiapkan untuk antisipasi terhadap masalah drainase lahan sawah jika terjadi luapan air yang berlebihan.
Pihak Dinas Pertanian juga telah melakukan koordinasi dengan kelompok tani lainnya untuk mempersiapkan pompa mobil yang sudah terkoordinasi dengan baik.
“Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan adanya luapan air. Hingga saat ini, pengawasan terus dilakukan di seluruh wilayah pertanian oleh penyuluh dan kelompok tani.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan tanaman padi yang sedang ditanam”.
Menurut Dodo, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, terkadang lahan pertanian dapat mengalami ancaman berupa luapan air yang dapat merusak tanaman padi yang sedang tumbuh.
Oleh karena itu, adanya pompa-pompa cadangan yang disiapkan untuk mengatasi masalah drainase lahan sawah menjadi sangat penting.
Dinas Pertanian, Dodo melanjutkan, juga menjalin kerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk saling mendukung dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang bisa berdampak pada sektor pertanian.
Koordinasi antarinstansi tersebut dilakukan agar ada upaya yang bersinergi dalam mencegah dan mengatasi masalah yang mungkin muncul di masa depan.
“Dalam pengawasan yang kami lakukan tidak hanya pada lahan pertanian, tetapi juga terhadap para petani. Kami memberikan pengetahuan dan dukungan kepada mereka agar dapat menghadapi perubahan iklim dengan baik,”
Dirinya menjelaskan, kerja sama dengan penyuluh dan kelompok tani, Dinas Pertanian akan memonitor secara terus-menerus wilayah pertanian untuk memastikan bahwa tanaman padi berada dalam kondisi yang optimal.
Hal ini dilakukan agar hasil panen nantinya dapat bertambah dan kualitasnya tetap terjaga.
Dalam menjaga keberhasilan tanaman padi, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga menjaga koordinasi yang baik dengan kelompok tani.
Melalui koordinasi ini, Dinas Pertanian dapat memberikan bantuan dan saran kepada kelompok tani dalam menghadapi berbagai kendala dalam usaha pertanian.
Dalam menghadapi dampak perubahan iklim Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi makioajn upaya preventif yang ditempuh melalui penyediaan benih padi dan pompa-pompa cadangan untuk mengatasi luapan air.
Dinas Pertanian juga melakukan kerja sama dengan instansi terkait dan memonitor wilayah pertanian secara terus-menerus.
Melalui pengawasan dan koordinasi dengan kelompok tani, diharapkan keberhasilan pertumbuhan tanaman padi dapat dipertahankan meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.(Red)
BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi menepati janjinya untuk melakukan normalisasi Kali Kopeng atau tepatnya Kali BUT 8, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.
Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi melalui UPTD Peralatan dan Perbengkelan bergerak cepat (Gercep) menurunkan 1 unit alat berat Excavator Amphibi untuk melakukan normalisasi sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter, Kamis (4/1/24) malam.
Kondisi Kali BUT 8 atau Kali Kopeng tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga aliran air kerap tersendat dan mengakibatkan banjir di sejumlah RT.
Sejumlah Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun (Kadus) serta masyarakat setempat yang berdekatan dengan Kali BUT 8 tampak sumringah melihat adanya normalisasi yang mulai dikerjakan pada Jumat (5/1/23).
Sementara, Kepala Desa Kedung Pengawas, Nasarudin mengapresiasi kinerja Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi yang sangat respon atas ajuan permintaan normalisasi kali kopeng dengan mendatangkan alat berat excavator jenis ampibi.
Hal itu, katanya, merujuk surat yang dilayangkan pemerintah desa Kedung Pengawas pada tanggal 07 Desember 2023 lalu, Nomor : 005/23/Pem-KP/XII/2023 kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, tentang permohonan normalisasi Kali BUT 8, aliran kali kopeng, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.
“Saya sangat bersyukur dengan diresponnya surat kami. Mudah-mudahan normalisasi yang dilakukan berjalan lancar dan tanpa kendala,” harap Nasarudin.
Menurutnya, normalisasi kali kopeng mempunyai panjang 2,5 kilometer, dari kampung baru di RT 012/04 sampai wilayah Kampung Kedaung RT 02/01.
“Prediksi pengerjaan normalisasi diperkirakan hingga 6 minggu ke depan,” ujarnya.
Pihaknya meminta kepada para pihak, baik Babinsa dan Binmaspol serta Ketua RT dan RW, serta Kadus dapat bersama-sama mensukseskan normalisasi kali BUT 8 tersebut.
“Agar pekerjaan berjalan sesuai rencana, kami berharap kerjasama semua pihak, baik TNI dan Polri, serta apartur desa, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan,” imbuhnya. √- Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi menepati janjinya untuk melakukan normalisasi Kali Kopeng atau tepatnya Kali BUT 8, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.
Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi melalui UPTD Peralatan dan Perbengkelan bergerak cepat (Gercep) menurunkan 1 unit alat berat Excavator Amphibi untuk melakukan normalisasi sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter, Kamis (4/1/24) malam.
Kondisi Kali BUT 8 atau Kali Kopeng tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga aliran air kerap tersendat dan mengakibatkan banjir di sejumlah RT.
Sejumlah Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun (Kadus) serta masyarakat setempat yang berdekatan dengan Kali BUT 8 tampak sumringah melihat adanya normalisasi yang mulai dikerjakan pada Jumat (5/1/23).
Sementara, Kepala Desa Kedung Pengawas, Nasarudin mengapresiasi kinerja Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi yang sangat respon atas ajuan permintaan normalisasi kali kopeng dengan mendatangkan alat berat excavator jenis ampibi.
Hal itu, katanya, merujuk surat yang dilayangkan pemerintah desa Kedung Pengawas pada tanggal 07 Desember 2023 lalu, Nomor : 005/23/Pem-KP/XII/2023 kepada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, tentang permohonan normalisasi Kali BUT 8, aliran kali kopeng, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.
“Saya sangat bersyukur dengan diresponnya surat kami. Mudah-mudahan normalisasi yang dilakukan berjalan lancar dan tanpa kendala,” harap Nasarudin.
Menurutnya, normalisasi kali kopeng mempunyai panjang 2,5 kilometer, dari kampung baru di RT 012/04 sampai wilayah Kampung Kedaung RT 02/01.
“Prediksi pengerjaan normalisasi diperkirakan hingga 6 minggu ke depan,” ujarnya.
Pihaknya meminta kepada para pihak, baik Babinsa dan Binmaspol serta Ketua RT dan RW, serta Kadus dapat bersama-sama mensukseskan normalisasi kali BUT 8 tersebut.
“Agar pekerjaan berjalan sesuai rencana, kami berharap kerjasama semua pihak, baik TNI dan Polri, serta apartur desa, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, katanya.(AD)
BIN || Kabupaten Bekasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk waspada akan bencana hidrometeorologi, hingga puncak musim hujan yang diprediksi pada Februari – Maret 2024 mendatang.
“Prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk Jawa Barat puncak musim penghujan di Februari – Maret.
Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk sama sama mengantisipasi dan siaga kebencanaan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, Kamis (4/1/24).
Menurut Dodi, masyarakat Kabupaten Bekasi secara umum sudah memiliki kemampuan untuk melakukan mitigasi bencana di lingkungannya.
Terlebih, katanya, sebagian besar desa yang ada di Kabupaten Bekasi memiliki tim yang dibentuk BPBD Kabupaten Bekasi untuk mitigasi awal, seperti Desa Tangguh Bencana (Destana) dan relawan lainnya.
“Kami imbau, untuk masyarakat agar membersihkan lingkungan, jangan membuang sampah ke sungai, dan kesiapsiagaan bencana yang sudah dilatih melalui Destana, Katana bisa diaplikasikan saat terjadi bencana,” lanjutnya.
Disebutkan, untuk potensi bencana di musim hujan yang rawan terjadi di Kabupaten Bekasi yakni banjir, longsor dan puting beliung.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan kesiapsiagaan. Di antaranya menyiapkan logistik dan sarana prasarana pendukung dalam penanganan bencana.
“Kita bersama-sama dengan masyarakat melakukan mitigasi. Karena penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Dodi menambahkan, untuk mengantisipasi bencana di musim hujan, pihaknya menyiagakan personel 24 jam untuk melayani masyarakat, terutama di daerah rawan bencana.
“Kita persiapkan dari sekarang, sehinga apabila terjadi banjir, semuanya sudah siap. Termasuk sarana dan prasarana penanganan bencana. Kami semua siaga selama 24 jam,” tandasnya. (AD)
BIN || BINTAN – Bukti nyata kecintaan dan kepedulian pada masyarakat Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan membuka layanan untuk memfasilitasi warga ke pemerintah.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan akan selalu Hadir untuk masyarakat agar mendapatkan kepastian hukum tentang akta kelahiran anak secara gratis.
Kalau ada masyarakat yang keluarganya ataupun tetangganya belum punya akta kelahiran, sampaikan saja ke Kejaksaan, supaya kami urus ke dinas terkait,” ucap Kajari Bintan, I Wayan Eka Widdyara, Kamis (4/1/2024).
Masih kata Eka, masih ada warga yang belum mendapatkan dokumen kependudukan tersebut. Untuk itu, Kejari Bintan siap menyelesaikan persoalan masyarakat tersebut.
“Supaya anak itu mendapatkan fasilitas pendidikan dan fasilitas layanan lainnya di daerah ini,” jelasnya.
Bukan hanya itu, pihaknya juga akan memperjuangkan anak yatim piatu, untuk mendapatkan hak asuh anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Syarat untuk mendapatkan akta kelahiran serta hak asuh anak yakni, warga cukup membuat surat keterangan dari desa/kelurahan, bahwa yang bersangkutan adalah warga desa itu, dan asal usul kedua orang tuannya.
“Surat keterangan itu dibawa ke Kejaksaan Bintan atau bisa menghubungi nomor 082170261090. Selanjutnya, tim Kejari Bintan akan mengurusnya sampai selesai,” sebutnya.
Selain, menurut Eka, Kejaksaan Bintan akan membantu warga yang belum memiliki dokumen kependudukan lainnya seperti Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).
“Intinya Kejaksaan Bintan siap bantu untuk menyelesaikan persyaratan warga mulai dari Dinas Sosial, Disdukcapil hingga penetapan di Pengadilan agar mendapatkan hak kependudukan sebagai WNI,” tutupnya.(**)
BIN || Bintan – Awal Tahun Baru Menparekraf Sandiaga Uno menyambut wisatawan mancanegara pertama di tahun 2024 di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Kepulauan Riau.
Dikutip dari detik.com Sandiaga Uno hadir bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk menyambut wisatawan yang datang dari Singapura untuk menghabiskan waktu libur tahun baru mereka di Bintan.
“Selamat datang wisatawan pertama yang datang ke Kepulauan Riau di Bintan. Tahun depan kami siap dengan lonjakan yang signifikan, untuk itu kita pastikan bahwa pariwisata aman nyaman dan menyenangkan.
Kabar barunya untuk pengajuan short visa bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia ke Kepri sudah ada di Kementerian Keuangan,” ujar Menpareraf Sandiaga dalam keterangannya.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyambut wisatawan mancanegara (wisman) pertama di tahun 2024 di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Kepulauan Riau (Kepri), (1/1/2024).
Kepri menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara ketiga terbesar setelah Bali dan Jakarta. Pada 2023, Kepri diperkirakan mampu menyumbang 20 persen dari total wisman yang ke tanah air yang diperkirakan mencapai 10 juta wisman.
“Ada potensi menembus 20 persen. Tahun 2024 targetnya mencapai 23-25 persen dari total wisman yang datang ke tanah air. Dengan beberapa revitalisasi pelabuhan-pelabuhan serta promosi wisata ke negara tetangga,” ujarnya.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno yang terus memotivasi dan memberikan perhatian lebih terkait pengembangan sektor pariwisata kepada Kepri.
Berdasarkan data, hingga Oktober 2023 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 1,2 juta kunjungan.
“Diperkirakan dari data BPS hingga akhir Desember tahun 2023 bisa mencapai 1,5 juta kunjungan. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada turbulensi ekonomi agar pariwisata kita bisa meroket.
Catatan kami di tahun 2019 jumlah kunjungan wisman ke Kepri tembus mencapai hampir 3 juta kunjungan. Tahun ini saya berharap ada tambahan kapal dari Johor Malaysia ke Kepri.” ujarnya.(Red)
BIN || Bekasi – Puluhan kepala keluarga yang berada di kampung wates jalan tanggul rt 003 rw 006 dusun tiga desa kedung jaya kecamatan babelan kabupaten Bekasi,resah dengan di bangunnya pembatas tanpa membuat saluran air yang di lakukan pengembang Properindo Jaya Bersama,yang berimbas puluhan pemukiman warga kerap terendam banjir saat hujan turun.
Nampak pembatas bangunan yang di lakukan pengembang Properindo Jaya Bersama berdiri kokoh tepat di belakang pemukiman warga,selain itu,pengurugan yang di lakukan jauh lebih tinggi di banding dengan puluhan pemukiman warga di sebalahnya,jelas ini membuat warga resah,karena sangat berdampak bagi warga yang telah puluhan tahun tinggal di tempat tersebut.
Salah satu warga yang resah Nadih(40) mengaku sangat kecewa dengan pihak pengembang Properindo Jaya Bersama yang seolah – olah tidak memiliki hati Nurani dengan puluhan warga yang terimbas akibat adanya pembatas yang buat dengan pemukiman warga,yang mana warga kerap mengalami banjir saat hujan besar.
“saya Bersama puluhan warga sangat resah dan kecewa dengan pihak pengembang Properindo Jaya Bersama dengan membuat pembatas tanpa membuat saluran air yang imbasnya tempat tinggal kami kerap tergenang banjir saat hujan turun”tutur Nadih dengan raut wajah kecewa.
“padahal awalnya pihak pengembang Properindo Jaya Bersama bernjanji akan membuat saluran air dengan harapan agar saat hujan datang rumah warga tidak banjir,bahkan warga yang rumahnya berdekatan dengan tembok pembatas sempat akan di bebaskan lahannya di saksikan pihak pemerintah desa,tapi janji tinggal janji namun apa yang di janjikan pihak pengembang tidak sama sekali di realisasikan”sesal Nadih.
Sementara sekertaris desa kedung jaya haji Aluwih(35) saat di mintai tanggapannya terkait keresahannya puluhan warga dengan adanya pembatas tembok yang berimbas puluhan rumah warga terendam banjir saat hujan turun mengaku sebelum ada Pembangunan padahal pihak pengembang sudah berjanji akan membuatkan saluran air untuk warga yang berbatasan dengan perumahan yang akan di bangun pihak pengembang,namun sampai saat ini belum juga ada realisasinya hingga perwakilan warga mendatangi dirinya.
“saya sebagia sekdes kedung jaya juga sempat mengajukan kepada pihak pengembang namun tidak di indahkan oleh pihak pengembang”ucap haji Aluwih.
“sebanarnya warga tidak menolak dengan adanya pembangunan perumahan di wilayahnya,tapi harusnya jangan sampai merugikan warga yang memang telah puluhan tahun tinggal di wilayah tesebut”tandes haji Aluwih.