11.2 C
New York
Saturday, March 14, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 37

Disbudpora Sukses Gelar, Tradisi Lebaran Bekasi Tahun 2024 Menjadi Wadah Menyatukan Keberagaman Budaya Masyarakat

BIN || Kabupaten Bekasi – Sukses digelar, Tradisi Lebaran Bekasi tahun 2024 yang menjadi wadah untuk menyatukan keberagaman budaya masyarakat majemuk Kabupaten Bekasi menuai atensi dan apresiasi dari Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi.

Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan Lebaran Bekasi ini mulai dari Aparatur Forkopimda Kabupaten Bekasi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pelaku Seni dan Budaya, juga dukungan dari lintas masyarakat lainnya yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Kegiatan Lebaran Bekasi ini untuk bersilaturahmi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, para tokoh-tokoh bersama dengan kami Pemerintah Daerah dalam rangka menjaga hubungan baik terlebih saat ini masih dalam suasana syawal,” katanya usai menghadiri kegiatan Lebaran Bekasi tahun 2024, pada Jum’at (03/05/2024).

Dalam kegiatan tersebut, Iman Nugraha mengatakan, pertunjukan yang ditampilkan tidak hanya budaya dari daerah Kabupaten Bekasi seperti Palang Pintu dan Nyorog. Tetapi hadir juga kesenian budaya lain dari luar daerah seperti tari piring, tari bali, silat ujungan.

Kedepannya, Iman Nugraha menyebutkan, acara Lebaran Bekasi ini akan digelar setiap tahunnya sebagaimana yang diinstruksikan oleh Pak Pj Bupati Bekasi. Karena melalui kegiatan ini, generasi-generasi yang ada di Kabupaten Bekasi dapat semakin mengenal dan melestarikan budaya khas daerahnya sendiri, selain itu juga membentuk mental untuk saling menghormati terhadap sesama.

“Sesuai arahan pimpinan, lebaran bekasi ini akan kembali digelar di lokasi berbeda tentunya. Dan kami juga akan berkoordinasi mengenai konsep serta lokasi kegiatan ini diselenggarakan. Tentunya menyesuaikan dengan kultur budaya setempat,” lanjutnya.

Gelaran Lebaran Bekasi Tahun 2024 ini diisi dengan pertunjukan seni budaya, Forum UMKM, kuliner khas berbagai daerah, serta hiburan dari bintang tamu Matta Band.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratulloh, Ketua Jajaka Nusantara HK Damin Sada, Camat se-Kabupaten Bekasi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Penggiat Seni serta lapisan masyarakat lainnya.(red)

Tim Puskesmas Karang Sambung Bersama Kaur Desa, Lakukan Fogging Dan Edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) Dengan Cara 3 M

BIN || Kabupaten Bekasi – Puskesmas karang sambung bersama kaur pemerintahan desa Lakukan fogging wilayah kampung rengas bandung 01/05 desa karang sambung kecamatan kedung waringin Jum’at (3/5/24).

Kepala Puskesmas (Kapus) H Yusup , kepada beksiindonesianews.co.id mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga masyarakat setempat dan diperkuat hasil dari rumah sakit , bahwa di daerah tersebut ditemukan  warga yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Hasil investigasi team dari Puskesmas karang sambung dan Surveilens serta kaur pemerintahan desa karang sambung ke lokasi tersebut, ternyata di daerah itu terdapat beberapa lokasi yang banyak jentik nyamuk yang dimungkinkan sebagai sarang nyamuk,” ujarnya.

Lanjut H. Yusup, dirinya dengan cepat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bidang Pengendalian Penyakit (P2) untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Syukur Alhamdulillah pada hari ini, tim saya didampingi oleh kaur pemerintahan desa karang sambung , bersama team dari Dinkes untuk melaksanakan fogging  atau pengasapan di kampung rengas bandung 01/ 05 desa karang sambung kecamatan Kedung Waringin, katanya.

Hal ini dilakukan guna memberantas nyamuk, dengan harapan penyakit DBD tidak menyebar luas ke wilayah lain.  Pihaknya mengadakan edukasi kepada warga masyarakat sekitar tatacara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dengan cara 3M, yakni Menguras, Menutup dan Mengubur,” katanya. (Red)

Puskesmas Karang Sambung Grecep Aduan Masyarakat Terkena DBD

Tim Puskesmas Karang Sambung Lakukan Pengecekkan Lokasi Terjangkitnya DBD

BIN || Kabupaten Bekasi – Puskesmas Karang Sambung  langsung gerak cepat menindaklanjuti laporan terkait warga yang terkena DemBerdarah dengan melakukan pengecekkan ,pembersihan dan Gertak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta menguras, membersihkan, menutup (Tiga M) pada kamis.2/5/24.

Giat tersebut dilakukan setelah sebelumnya terdapat laporan seorang warga yang positif menderita DBD  Pada kesempatan tersebut, kepala puskesmas H Yusup terima pesan singkat ( WA )dari warga yang terkena DBD,  langsung melakukan Penyelidikan Epidemiologi beralamat kampung rengas Bandung desa karang sambung kecamatan Kedung Waringin Bekasi.

Hasil Penyelidikan Epidemiologi yang dilakukan oleh Tim Jumantik masih ditemukanya jentik nyamuk di beberapa rumah warga.

Tim Puskesmas Karang Sambung Lakukan Pengecekkan Lokasi Terjangkitnya DBD

Kepala puskesmas Karang Sambung H Yusup saat dikonfirmasi mengatakan, saat musim penghujan seperti saat ini memang terjadi tren peningkatan kasus demam berdarah.

Pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan lingkungan sekitar khususnya tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. 

Kami dari petugas kesehatan selalu mengimbau masyarakat untuk senantiasa melakukan 3M plus seperti menguras dan membersihkan penampungan air, serta menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang-barang yang sekiranya menjadi sarang nyamuk, dan menaburkan bubuk abate di tempat yang sulit dibersihkan, karena melihat adanya tren kenaikan kasus demam berdarah di musim penghujan saat ini,” katanya.(Red)

Momentum May Day Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Berikan Apresiasinya Kepada Para Pekerja Yang Telah Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dunia

BIN || Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan bersama Forkopimda Kabupaten Bekasi dan beberapa Serikat Pekerja serta Pengusaha se-Kabupaten Bekasi, mengikuti kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2024 tingkat kabupaten yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Lippo Cikarang pada Senin (01/05/24).

Melalui momentum penting tersebut, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memberikan apresiasinya kepada para pekerja yang telah memberikan kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian Kabupaten Bekasi bahkan perekonomian dunia.

Dani Ramdan juga mendorong agar seluruh pekerja dapat meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Sebagaimana tema May Day tahun 2024 yakni “May Day is Terampil Day”, semangat kerja bersama mewujudkan buruh yang kompeten.

“Selain menambah value untuk dirinya sendiri, pekerja yang berkompeten juga memberikan dampak positif dan besar bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.

Dani Ramdan menambahkan, dalam kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Bekasi juga melaunching sebuah program inovatif Mobile Training Unit (MTU), yakni dua buah mobil keliling untuk kegiatan pelatihan kerja agar memudahkan masyarakat mengikuti pelatihan diluar Kantor Balai Pelatihan Kerja (BLK).

“MTU ini ditujukan kepada pekerja dan juga masyarakat. Bagi pekerja, hal ini dapat membangun program second carrier agar tidak hanya linier berorientasi untuk terus menjadi pekerja tetapi juga sebagai wirausaha. Disisi lain juga menjawab harapan masyarakat agar pelatihan kerja tidak hanya di BLK, bisa di balai desa, RW/RT sesuai hasil Musrenbang kemarin,” terangnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi Edi Rochyadi menambahkan, kehadiran Mobile Training Unit itu sendiri untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait fasilitas pelatihan kerja yang saat ini berdasarkan lokasi kantor BLK sendiri dirasa cukup jauh untuk bisa dijangkau masyarakat di wilayah lain di Kabupaten Bekasi.

“Tentunya ini berkaitan dengan mobilisasi, karena BLK kita kan ada di utara, dengan MTU ini kita mendekatkan pelayanan ini ke wilayah lainnya dimana masyarakat-masyarakat yang tinggal di pelosok bisa juga mendapatkan pelatihan ini, tinggal hubungi kantor BLK, kita siap datang,” jelasnya.

Kedepannya, Disnaker Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Apindo dan serikat kerja lainnya akan meningkatkan kegiatan pelatihan ini sebagai Secondary Carrier terutama pekerja yang akan memasuki masa pensiun.

“Bagi pekerja dan keluarganya, artinya tadi kalau dia tidak sempat mungkin istri atau anaknya bisa mengikuti pelatihan seperti membuat bakso atau ayam geprek untuk ide usaha. Kalau di MTU sendiri, terdapat pelatihan Instalasi listrik, AC, pengelasan, dan tata boga,” terangnya.(Red)

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Resmikan Revitalisasi Jembatan Cikarang I dan II serta Penyerahan Aset Jalan Jembatan Kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi

BIN || Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meresmikan revitalisasi Jembatan Cikarang I dan II serta penyerahan aset jalan jembatan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Jl. M.H. Thamrin Cikarang Selatan, pada Rabu (01/05/2024).

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan, peresmian tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Buruh (Mayday) sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah daerah mengingat sebelumnya berdiri “Omah Buruh” yang menjadi simbol pergerakan kaum buruh di Kabupaten Bekasi.

Jembatan I & II Cikarang merupakan penghubung Kawasan Industri EJIP – MM 2100. Untuk jembatan I selesai dibangun dan dapat diakses sejak 2017 silam, sedangkan jembatan II rampung pengerjaannya pada Desember 2023 setelah relokasi “Omah Buruh” dan dinyatakan lolos uji beban untuk dilalui kendaraan.

“Melalui pendekatan yang persuasif, alhamdulillah bisa terbangun komunikasi yang intensif tanpa gejolak, tanpa penolakan, rekan-rekan buruh kita relokasi ke tempat yang sudah disediakan dan lebih memadai,” ungkapnya

Atas nama pemerintah daerah, Dani Ramdan juga memberikan apresiasi kepada seluruh serikat pekerja terutama FSPMI atas kerjasamanya sehingga revitalisasi jembatan ini bisa diselesaikan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Dani Ramdan menyebutkan, revitalisasi jembatan ini tidak hanya mengenai infrastruktur fisik semata, tetapi juga untuk memperkuat pondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan seluruh pekerja dan masyarakat.

“Berkat kerjasama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan serikat buruh, kawasan industri dan juga Pemerintah Provinsi sebagai pendorong utama kesuskesan proyek ini, guna mendukung perubahan industri dan kesejahteraan seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menilai Kabupaten Bekasi sebagai salahsatu wilayah yang paling maju di Jawa Barat.

Dengan kelengkapan sarana infrastruktur, transportasi, serta berdirinya kawasan industri terbesar. Tidak dipungkiri banyak investor yang tertarik untuk mendirikan usahanya di Kabupaten Bekasi.

Terlebih saat ini, setelah diresmikannya revitalisasi jembatan serta penyerahan asetnya dari Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pekerja melalui kemudahan akses transportasi bagi kendaraan yang hendak melintas.

“Pemprov Jabar mengapresiasi pekerja (buruh) yang telah bekerja dengan baik dan memberikan sumbangsih terhadap perekonomian negara. Seperti yang disebutkan Pak Pj Bupati tadi, hari ini adalah Hari Buruh Internasional.

Kami memberikan perhatian kepada kesejahteraan buruh melalui peresmian jembatan ini yang juga memudahkan akses buruh,” imbuhnya.(Red)

Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bekasi Enjuk Marjuki Optimis Kafilah Kabupaten Bekasi Raih Hasil Terbaik Ajang MTQ Ke-38 Tingkat Jawa Barat

BIN || Kabupaten Bekasi – Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bekasi Enjuk Marjuki optimis Kafilah Kabupaten Bekasi meraih hasil terbaik dalam ajang MTQ Ke-38 Tingkat Jawa Barat.

Kafilah Kabupaten Bekasi sudah siap untuk mengikuti MTQ Tingkat Jabar ini dengan seluruh potensi yang ada.

“Setelah melewati pembinaan 5 tahap, Insyaallah untuk kafilah Kabupaten Bekasi akan memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bekasi, harapannya menjadi juara umum,” ujar Enjuk Marjuki saat ditemui di Media Center pada Rabu (01/05/2024).

Di hari ketiga perlombaan yang tengah berlangsung, sejumlah peserta telah berusaha maksimal memberikan penampilan terbaiknya di hadapan majelis dewan hakim. Seperti Fahmil Qur’an Putra masuk semifinal.

“Kemudian untuk peserta-peserta lain kalau melihat itu ada beberapa yang sudah tampil masih ada di urutan pertama,” terang Enjuk.

Enjuk juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bekasi terutama pelajar di sekolah, madrasah dan pondok pesantren untuk turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan MTQ Ke-38 Tingkat Jabar ini.

Baik melalui livestreaming yang ditayangkan dikanal youtube Wibawa Mukti TV ataupun hadir langsung ke venue perlombaan di Plaza Pemkab Bekasi.

“Selain memberikan dukungan untuk kafilah Kabupaten Bekasi yang tampil, dengan mengajak putera-puterinya juga dapat memotivasi generasi muda di Kabupaten Bekasi supaya lebih mencintai Al-Qur’an,” katanya.(Red)

Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Gelar Pendampingan Pengisian Indikator Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS)

BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi melalui Bidang Statistik Sektoral menggelar kegiatan pendampingan pengisian indikator Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) dengan menghadirkan narasumber Kepala BPS Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, pada Selasa (30/04/2024).

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia menuturkan, EPSS ini merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa data dan informasi yang dihasilkan oleh perangkat daerah memiliki kualitas yang baik, relevan, dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Jadi zaman sekarang data itu harus sudah dipersiapkan, tidak bisa sekarang data itu dicari secara spontan karena ini kan data pemerintah, harus akuntabel tentunya. Direncanakan dari awal kemudian dikumpulkan dengan metode yang sudah ditentukan prosedur yang benar, kemudian dikumpulkan secara terpusat dan disebarluaskan sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya ditemui usai kegiatan.

Selain mencerminkan bagaimana penyelenggaraan statistik sektoral di masing-masing perangkat daerah, EPSS menjadi salah satu indikator penilaian untuk mengetahui sejauh mana kemajuan capaian pelaksanaan reformasi birokrasi pemerintah daerah sebagaimana yang diharapkan.

Oleh karena itu, Yan Yan menekankan kepada seluruh perangkat daerah selaku produsen data memiliki manajemen yang baik dalam pengelolaan data.

Karena data valid yang dihasilkan tidak hanya berpengaruh terhadap proses pengambilan kebijakan, namun juga dalam proses perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi pembangunan daerah.

“Sehingga data yang dihasilkan tidak data yang asal dikeluarkan, tetapi data tersebut memang sudah memenuhi prinsip-prinsip Satu Data Indonesia yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat tidak hanya di Kabupaten Bekasi tapi juga seluruh indonesia karena standarnya sudah nasional,” terangnya.

Kepala Bidang Statistik Sektoral, Intan Komala menyampikan, dalam kegiatan tersebut turut mengundang Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi selaku narasumber untuk memberikan pemahaman terkait pengisian indikator EPSS kepada peserta kegiatan yang hadir yakni admin masing-masing perangkat daerah serta kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

Sehingga seluruh instansi pemerintah baik perangkat daerah maupun kecamatan dapat memperbaiki kualitas data yang dihasilkan melalui proses statistik sektoralnya guna mendukung terwujudnya penyelenggaraan Satu Data Indonesia.

Intan menambahkan, Bidang Statistik Sektoral Diskominfosantik Kabupaten Bekasi juga memberikan apresiasi kepada perangkat daerah yang aktif menyampaikan dan mengisi data pada aplikasi sistem Satu Data Indonesia, selain itu juga untuk mendukung dinas yang terpilih mengikuti penilaian reformasi birokrasi mewakili Kabupaten Bekasi.

“Melalui kegiatan ini, outcome yang diharapkan adalah seluruh perangkat daerah dapat memahami data apa saja yang bisa masuk kedalam open satu data indonesia agar evaluasi oenyelenggaraan statistik sektoral ini dapat kita isi dengan baik.

Kedepannya juga secara berkala kami akan memberikan apresiasi meskipun tidak seberapa namun kami berusaha menghargai apa yang sudah dilakukan oleh perangkat daerah,” tutupnya.(Red)

Disnaker Kabupaten Bekasi Dukung Penuh Semaraknya MTQ ke-38 Tingkat Jawa Barat

BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi turut mendukung semaraknya MTQ ke-38 tingkat Jawa Barat dengan membuka Warung Disnaker Mencari Berkah.

Warung yang berlokasi di Aula Kantor Baznas Kabupaten Bekasi ini, menyediakan makanan dan minuman gratis untuk para kafilah dan pengunjung.

Kepala Disnaker Kabupaten Bekas, Edi Rochyadi mengatakan, pihaknya ikut berpartisipasi dalam mensukseskan MTQ tingkat provinsi Jawa Barat dengan membuka Warung Disnaker Mencari Berkah di venue MTQ.

“Ya, kebetulan kami Disnaker Kabupaten Bekasi diberi tugas oleh pak Pj Bupati Bekasi, untuk ikut mensukseskan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat, dan kami diberi tugas untuk bertanggung jawab di venue MTQ yang ada di Aula Kantor Baznas,” ungkapnya.

Edi berharap, dengan dibukanya Warung Disnaker mencari berkah, para kafilah dan pengunjung dapat terbantu untuk mendapatkan makanan dan minuman di lokasi venue MTQ secara gratis.

“Ya, tentunya kita ingin menjadi tuan rumah yang baik, semampu kita, apa yang bisa kita lakukan, mumpung ada kesempatan kita untuk berbuat baik, karena di sini kita mendengarkan bacaan Al Quran dan dekat dengan orang- orang yang hafal Al-Qur’an, semoga ini menjadi berkah untuk kita semua,” ujarnya.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah, mengatakan, warung Disnaker mencari berkah, dibuka setiap hari selama MTQ berlangsung.

“Ya, kami menyediakan berbagai macam minuman, seperti kopi, minuman dingin, dan untuk makanannya kami sediakan tiap hari beda-beda menunya, kemarin kita sediakan bakso 150 porsi dan alhmdulilah abis semua, sekarang ada siomay juga ada es doger, dan itu semua gratis,” ujarnya.

Nur Hidayah menyampaikan harapannya, apa yang dilakukan Disnaker kabupaten Bekasi membuka warung Disnaker mencari berkah bisa mendukung kegiatan MTQ tingkat Jawa Barat di Kabupaten Bekasi.

“Ini adalah upaya kami untuk memeriahkan dan mensukseskan MTQ tingkat Jawa Barat, sesuai arahan Pak Bupati agar acara ini sukses dan berkesan untuk para kafilah dari daerah lain,” terangnya.(Red)

Ketum GMI Tolak Cabup Dari Luar Daerah Bekasi


BIN || Kabupaten Bekasi – Ketua Umum Gabungan Masyarakat Indonesia, Riden Bahrudin menolak pemimpin dari luar daerah Kabupaten Bekasi.

Riden mengatakan pemimpin Kabupaten Bekasi harus orang asli dari wilayah itu sendiri. Sebab Bupati bekasi mesti mengetahui budaya dan keinginan orang Bekasi.

“Kami mendukung para calon Bupati Bekasi yang lahir asli dari Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Menurutnya, keterlibatan orang asli daerah akan memberikan dampak positif yang signifikan untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Kami berharap para tokoh bahkan masyarakat lainnya dapat memilih Bupati yang berasal dari kalangan lokal,” tuturnya.

H. Riden Bahrudin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Bekasi menjadi daerah yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa dengan dukungan masyarakat serta kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan rakyat, Bekasi akan semakin maju dan berkembang,” tandasnya. (Bis)

RENGEKAN PUTRI CITARASEMI DALAM GUGURNYA MAHARAJA LINGGABUANA

BIN – Linggabuana dinobatkan sebagai Maharaja karena dizamannya, Tanah Sunda yang semula terpecah menjadi dua (Galuh & Sunda) selepas Runtuhnya Tarumanegara disatukan olehnya.

Maharaja Linggabuana memerintah dari tahun 1350-1357. Dari permasiurinya, Prabu Lingggabuana memperoleh dua orang anak yaitu Citaresmi (Dyah Pitaloka) dan Westu Kencana.

Anak permpuannya begitu sangat disayang oleh sang Prabu, segala apapun keinginannya selalu dituruti. Termasuk keinginan anaknya yang nanti menyebabkan Gugurnnya sang Maharaja.

Selepas turunnya Pinangan dari Hayam Wuruk, Raja baru Majapahit yang baru dilantik dan juga belum beristri, Maharaja Linggabuana pada mulanya menolak untuk datang ke Majapahit, penolakan tersebut didasarkan pada nasehat Petinggi Kerajaan yang menduga jika hal tersebut adalah akal-akalan Majapahit saja untuk merendahkan martabat orang Sunda, sebab seharusnya berdasarkan adat kebiasaan waktu itu Pengantin Pria mendatangi Pengantin perempuan.

Lagi-lagi, dalam hal ini Sang Putri yang hayalannya terlampau jauh, ingin kawin dengan Raja Jawa, ia terus membujuk ayahnya, sehingga Sang Maharaja akhirnya luluh juga menuruti kemauan putrinya itu.

Nantinya sesampainya dibubat terjadi tragedi yang memilukan dimana sang Maharaja, Rombongan Penganten dan Pengawalanya tewas dalam tragedi itu. Karena merasa berdosa pada ayahnya Sang Putri bunuh diri.

Sepeninggal Maharaja Linggabuana, Kerajaan praktis kacau, lagipula Pangeran Westu Kencana waktu itu masih kecil. AKibatnya demi menjaga keutuhan Negara, adik dari Sang Maharaja, yaitu Suradipati atau Bhunisora yang sebelumnya menjabat sebagai Mangkubhumi (PM) terpaksa menjadi Wali Raja menunggu Putra Mahkota cukup umur untuk dinobatkan.

Postingan sejarah Cirebon