BIN I Sulawesi Tenggara – Telah terjadi insiden di danau Fotu Desa Kanapa-napa Kecamatan Mawasangka,Kabupaten Buton Tengah,dimana salah satu pengunjung wisata yang bernama Ferawati (16) mengalami luka akibat gigitan seekor Buaya dengan ukuran yang besar. Minggu (20/03/2022) sekitar pukul 13.00 WITA.
Saat kejadian, pelajar SMA tersebut sedang asik mandi di danau Fotu, tiba-tiba seekor Buaya menyerang korban dan menggigit lutut depan, kemudian Buaya tersebut menyerang kembali dan meninggalkan luka gigitan pada lutut bagian dalam.
Disaat korban sudah tidak berdaya, beruntung salah satu teman pria yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan korban dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk tindakan medis. Akibat dari serangan seekor Buaya tersebut, korban mengalami trauma dan mendapatkan 83 jahitan. (Wati)
BIN | Ketua DPR RI Puan Maharani memfasilitasi suara-suara dari generasi muda yang menginginkan dunia menjadi lebih baik lewat gerakan nyata mengatasi perubahan iklim. Harapan kelompok pemuda yang fokus terhadap isu climate change ini disampaikan pada salah satu forum 144th Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly & Related Meetings di Bali.
Sebagai President of Assembly, Puan menjadi pemimpin Sidang Paripurna Majelis IPU ke-144.
“Pada Majelis IPU ke-144 ini, kita diharapkan dapat meneguhkan kembali tujuan IPU untuk memperkuat parlemen, untuk mempromosikan demokrasi, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Puan.
Hal tersebut disampaikan dalam First Plenary Sitting of the 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2022). Puan pun menyebut tujuan pembentukan IPU pada tahun 1889 untuk memperjuangkan perdamaian saat ini ternyata juga masih relevan.
“Kita harus melakukan diplomasi preventif untuk menghindari terjadinya perang dan konflik. Karenanya Majelis IPU ke-144 harus menjadi momentum bersama bagi Parlemen untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan global,” ucapnya.
Puan pun mengatakan, IPU harus mendorong peningkatan partisipasi perempuan dan kalangan muda dalam pengambilan keputusan di berbagai badan publik. Termasuk dalam isu perubahan iklim yang menjadi tema dari IPU ke-144.
“Perempuan mencakup 80% dari displaced person yang terdampak dari perubahan iklim. Perempuan dan anak perempuan adalah yang paling rawan dalam situasi konflik,” kata Puan.
“Perubahan iklim merupakan krisis eksistensi planet bumi. Pemanasan bumi telah terjadi lebih cepat dari masa-masa sebelumnya,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Untuk mendengarkan aspirasi terkait isu perubahan iklim, Puan mengundang perwakilan dari generasi muda yang selama ini melakukan berbagai gerakan untuk menghentikan pemanasan global. Ia mengajak Melati Wijsen, pemimpin gerakan Youthtopia yang bertujuan memberdayakan anak-anak muda agar menjadi agen perubahan, berbicara di hadapan delegasi negara-negara IPU.
“Melati juga seorang penggagas dari Bye Bye Plastic Bags, sebuah organisasi yang menghimpun pemuda dari seluruh dunia yang berjuang menghentikan pemakaian kantong plastik,” tutur Puan.
“Melati kami hadirkan untuk mengingatkan tanggung jawab kita terhadap generasi muda dan generasi-generasi mendatang bahwa tugas kita adalah meninggalkan bumi yang lebih hijau, lebih sehat, dibandingkan dengan yang kita warisi dari para pendahulu,” sambungnya.
Berdiri di hadapan forum IPU, Melati yang tinggal di Bali sejak kecil menyatakan generasi muda sudah bosan dengan berbagai agenda penyelamatan bumi yang hanya sekadar kata-kata saja.
“Pemuda dari seluruh dunia, termasuk anggota parlemen yang hadir di sini, tahu perubahan iklim sudah ada. Dan kita tidak menunggu sampai tua untuk melakukan aksi,” ungkap Melati.
Melati mengaku sudah sejak usia 12 tahun mengkampanyekan penghentian polusi plastik dan melakukan berbagai gerakan. Ini ia lakukan berawal karena tidak ingin Bali yang indah tercemar oleh polusi plastik.
“Sekarang setelah hampir 10 tahun, hal itu sudah terealisasi. Kami mendengar kita harus take action, maka jangan lagi cuma berbicara. Kami tidak butuh lebih banyak lagi konferensi-konferensi,” tegasnya.
Melati mengungkap pemanasan global telah menyebabkan banyak bencana, seperti mencairnya es di kutub, hutan terbakar, dan masih banyak lagi. Perubahan iklim disebutnya dapat membuat manusia kehilangan tempat tinggal, munculnya penyakit baru, termasuk pandemi, jika tidak ada aksi nyata.
“Perubahan iklim sudah ada dan sedang terjadi. Ini kenyataan buat kita. Banyak pemuda di dunia punya visi, ide, untuk membangun agar dunia menjadi lebih baik. Tapi kami membutuhkan contoh,” sebut Melati.
Perempuan 21 tahun itu pun meminta agar pemimpin dunia, termasuk dari kalangan parlemen, memberikan kebijakan serius terkait masalah perubahan iklim.
“Kita pemuda di sini serius mengenai perubahan. Kita sudah siap. Bagaimana dengan kalian?” tantang Melati ke para anggota parlemen negara-negara dunia di forum IPU.
Setelah Melati, Puan juga mengundang Presiden Forum of Young Parliamentarians, Sahar Albazar dari Mesir, untuk menyampaikan aspirasi. Ia menyatakan juga berbicara sebagai perwakilan kaum muda dan generasi penerus.
Menurut Sahar, penggunaan emisi dan berbagai perilaku penyebab pemanasan global sudah ada sejak generasi muda saat ini lahir.
“Tapi kami yang akan merasakan dampaknya, kami yang akan memperbaiki kerusakqn-kerusakannya,” urai Sahar.
Para pemuda di dunia disebut tak merasa puas dengan kebijakan-kebijakan pemimpin dalam mengatasi perubahan iklim. Untuk itu, Sahar mengajak seluruh generasi muda di dunia melakukan aksi.
“What can we do? Kita melakukan aksi sesuai paris agreement dan untuk sampai sana kami membutuhkan partisipasi lebih banyak lagi dari kalangan muda. Termasuk di parlemen-parlemen dunia agar kita lebih banyak didengar dan bisa berbicara,” ujarnya.
Di forum ini, sebuah pesan video dari mantan Sekjen PBB, Ban Ki-moon turut disampaikan. Ban Ki-moon menjadi tokoh yang selalu mendorong tindakan nyata di semua tingkatan untuk menanggulangi perubahan iklim.
Selain itu, delegasi IPU diingatkan pada pesan dari Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres yang disampaikan dalam peluncuran laporan terbaru The Intergovernmental Panel on Climate Change, atau IPCC, sebagai badan keilmuan PBB untuk perubahan iklim.
Delegasi IPU juga mendapat pesan dari Ketua Parlemen Tuvalu, Samuelu Penitala Teo. Tuvalu merupakan salah satu negara pulau dan berkembang di kawasan Pasifik yang mengalami secara langsung efek yang sangat merugikan dari perubahan iklim.
Puan lalu mengingatkan forum IPU agar serius menanggapi aspirasi dan pesan-pesan yang telah disampaikan tersebut. Ia mengatakan, parlemen harus mampu memberi contoh melakukan aksi nyata penanggulangan perubahan iklim.
“Dan mari kita tunjukkan bahwa Parlemen dapat berkontribusi mewujudkan dunia yang lebih aman, adil, dan sejahtera,” tegas Puan.
Sementara itu, Sekjen IPU Martin Chungong menyatakan mempromosikan pemberdayaan pemuda menjadi salah satu agenda IPU. Para pemuda disebut harus diberi kesempatan untuk membawa perubahan pada dunia.
“Kita harus katakan yes untuk pemuda-pemuda di dalam parlemen,” kata Chungong.(Red)
BIN | Jakarta – Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) Periode 2021 sampai dengan dilaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) GRANAT resmi dilantik di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (20/3/2022) malam.
Ketum DPP GRANAT DR. H. KRH. Henry Yosodiningrat dalam pidatonya usai dilantik mengajak segenap pengurus yang baru dilantik untuk bersama bekerja keras tanpa mengenal lelah, mengabdi untuk bangsa dengan membantu segala upaya pemerintah mewujudkan generasi muda yang hidup sehat, terhormat tanpa narkoba.
“Demikian pula kepada sahabat-sahabat seperjuangan Pengurus DPD dan DPC GRANAT di seluruh Indonesia yang mengikuti acara ini secara virtual. Juga saya ucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengurus DPP GRANAT pada periode lalu, yang telah bekerja keras dengan mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran dengan semboyan ‘mengabdi untuk bangsa’,” ungkap Henry.
Pada kesempatan ini, Henry juga menyampaikan terima kasih kepada mitra yang telah bekerjasama dengan DPP GRANAT antara lain kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dalam hal ini Jenderal TNI Dudung Abdulrahman pada tanggal 21 Januari 2021 di Mabes TNI AD.
“Demikian pula kepada PT Garuda Indonesia dengan penandatanganan MOU tanggal 27 Oktober 2020 yang ditandatangani Dirut Garuda Indonesia,” ungkap Henry.
Selain itu, lanjut dia, GRANAT juga menyampaikan terima kasih kepada Institusi POLRI khususnya Polda Metro Jaya yang hingga saat ini masih berlangsung kerjasama, yaitu dalam bentuk pemberian vaksin ketiga (booster) kepada masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Dewan Pembina DPP GRANAT Komjen Pol (Purn) Togar M. Sianipar berharap setelah pelantikan DPP GRANAT harus segera konsolidasi menata organisasi hingga menyepakati bersama kapan digelar MUNAS untuk memilih Ketua Umum secara definitif.
“Seperti kita ketahui, karena Pandemi Covid-19, Dewan Pendiri, Dewan Pembina, Dewan Penasihat dan Dewan Pakar DPP GRANAT berkumpul bersama menunjuk kembali Saudara Henry Yosodiningrat sebagai Ketua Umum DPP GRANAT hingga digelarnya Munas yang merupakan Forum Tertinggi dalam organisasi dalam pengambilan kebijakan hingga memilih Ketua Umum,” kata Togar.
Di sisi lain, Togar juga mengingatkan para Pengurus DPD dan DPC GRANAT untuk melakukan konsolidasi salah satunya Rakorda di setiap tahunnya.
“Kami menyerukan seluruh Pengurus di daerah untuk menancapkan dan mengibarkan Pataka GRANAT hingga eksistensinya bisa dirasakan bagi Bangsa dan Negara. Jangan sampai GRANAT di daerah ada tapi tidak ada. Karena itu, kami mengapresiasi kepada Pengurus Daerah yang aktif hingga membentuk dan melantik pengurus di tingkat DPC, PAC hingga ranting,” harap Togar.
Turut hadir dalam Pelantikan DPP GRANAT ini salah satu Pendiri dan juga Dewan Kehormatan DPP GRANAT Jilal Mardhani, Pendiri dan Dewan Penasehat DPP GRANAT Hanna Widjaja, Ketua Dewan Kehormatan DPP GRANAT Mayjen TNI (Purn) Sulaiman AB, Ketua Dewan Pakar DPP GRANAT Komjen Pol (Purn) Ahwil Loetan beserta sejumlah Anggota Dewan Pakar DPP GRANAT diantaranya: Irjen Pol. (P) Dr. Drs. Bambang Karsono, Prof. Dr. Bambang Saputra, Irjen Pol. (P) Drs. Anjan Pramuka Putra, dan Dewan Pembina DPP GRANAT Mayjen TNI (P) Muchdi Purwoprandjono, Komjen Pol (P) Heru Winarko, Dewan Kehormatan DPP GRANAT Hermansyah Dulaimi, Asye Arifin Ashar, Tonny Soenanto, Robby T. Winarka, Dewan Penasehat DPP GRANAT Tursandy Alwy, Irjen Pol (P) Ilham Salahudin, Mayjen TNI (P) H.R Adang Ruchiatna P, Dian Piesesha, Prof. Dr. Habe, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, dan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdulrahman yang diwakilkan Staf Intelijen, serta undangan dari BNN, dan jajaran TNI, Polri, Kejaksaan Agung.
Selain itu, hadir secara langsung para pengurus DPP GRANAT yang dilantik, Pengurus DPD GRANAT Kepulauan Riau, DPD GRANAT Papua Barat, DPD Sumatera Utara, DPD Jawa Barat, DPD Jawa Timur, DPD Yogyakarta, DPD Kalimantan Selatan, DPC Manokawari, DPC Sorong, DPC Kota Medan, DPC Kuningan, DPC Purwakarta, DPC Karawang, sementara itu Pengurus DPD dan DPC daerah lain se-Indonesia hadir secara daring melalui Zoom.
Dalam pelantikan tersebut, para Pengurus DPP GRANAT yang dilantik maju ke depan setelah namanya dalam pencabutan Surat Keputusan Ketua Umum GRANAT No. IST/KU-DPP-Granat/XII/2021 Tanggal 28 Desember 2021 tentang Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, dan Dewan Pakar DPP GRANAT Masa Bhakti Tahun 2021 Sampai Dengan Dilaksanakannya MUNAS yang dibacakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GRANAT Hillman Suaidy.(Red)
BIN | Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pentingnya diplomasi antar parlemen negara-negara Inter-Parliamentary Union (IPU). Dengan diplomasi yang baik, perbedaan antar-negara bisa disikapi dengan baik.
Di hari kedua penyelenggaraan 144th IPU Assembly & Related Meetings di Bali, Puan membuka First Meeting of the Steering Committee. Dalam kesempatan itu, ia berharap agar para delegasi IPU ke-144 dapat membangun konsesus besar mengatasi berbagai masalah global, termasuk pandemi Covid-19.
“Pertemuan kita hari ini datang pada saat yang sangat penting, di mana dunia sedang menghadapi tantangan global yang kompleks,” kata Puan di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2022).
Adapun tantangan global yang dimaksud mulai dari konflik antar negara, pandemi yang berkepanjangan, dan tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Untuk itu, Puan berharap agar di tengah ketidakpastiam ini, anggota-anggota IPU memastikan proses penyusunan kebijakan menghasilkan hasil yang kuat.
“Untuk terus maju dengan hasil yang nyata, kami berharap delegasi dapat membangun konsensus bersama dan mencari konvergensi pada isu-isu global yang menarik,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Setelahnya, Puan pun mengikuti diskusi Governing Council yang dipimpin oleh Presiden IPU Duarte Pacheco. Salah satu yang menjadi pembahasan dalam diskusi Dewan Pengurus IPU itu adalah terkait konflik antara Rusia dan Ukraina.
Menurut Duarte Pacheco, sebelum invasi Rusia di Ukraina, pihaknya sudah melakukan dialog dengan parlemen kedua negara agar menghindari perang sehingga masyarakat sipil tidak terkena dampak konflik.
“Diplomasi satu-satunya cara untuk menyelamatkan warga. Setelah invasi, kita lebih kuat memberikan statement. IPU menjadi jembatan dialog,” ucapnya.
“Perang harus berhenti sekarang. Ini posisi IPU,” sambung Pacheco disambut tepuk tangan delegasi-delegasi yang hadir.
Sementara itu, Sekjen IPU Martin Chungong memaparkan berbagai pencapaian yang sudah didapat forum parlemen internasional tersebut. Salah satunya dalam hal kesetaraan gender dan penghormatan kepada hak-hak perempuan.
Chungong kembali memberi apresiasi kepada Puan dan menyebutnya sebagai simbol perjuangan kesetaraan gender di dunia.
“Seperti ibu Puan Maharani yang menjadi pimpinan parlemen perempuan di Indonesia. Ibu Puan menjadi satu dari 26,1 persen anggota parlemen perempuan di dunia,” ucap Chungong.
Di akhir sesi Governing Council IPU ke-144, Puan yang duduk di meja delegasi Indonesia memberikan apresisi dan rasa terima kasih atas mandat dari IPU kepada DPR sebagai tuan rumah. Ia juga diberikan amanat untuk memimpin Majelis IPU ke-144.
“Kepercayaan ini tentu akan saya gunakan untuk memimpin Majelis IPU ke-144 dengan transparan dan inklusif. Sehingga kita dapat melaksanakan pertemuan dengan produktif dan menghasilkan kesepakatan untuk kepentingan bersama,” papar Puan.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini menyinggung soal masih kerap munculnya perbedaan-perbedaan antar negara terhadap isu-isu global. Puan menilai hal tersebut wajar namun harus disikapi dengan bijaksana.
“Bagi DPR RI, kami mengakui pentingnya diplomasi parlemen yang dapa berkontribusi menjembatani perbedaan antar negara serta memperkuat kerja sama internasional, multilateralisme, dan menolak unilateralisme,” jelasnya.
Puan menegaskan, IPU telah membuktikan efektivitas dialog antar anggota parlemen untuk mengimplementasikan demokrasi. Selain itu juga dalam memelihara perdamaian, mempromosikan hak asasi manusia, memajukan kesetaraan gender, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Melalui Majelis IPU ke-144 ini, saya berharap kita bersama dapat berkontribusi meneguhkan semangat solidaritas internasional,” tegas Puan.
“Kita dapat memulai diskusi dengan membahas isu-isu yang mana kita memiliki kesamaan pandangan. Selanjutnya, kita dapat membahas isu-isu di mana masih terdapat perbedaan pandangan,” lanjut mantan Menko PMK itu.
Puan lalu menekankan pentingnya fleksibilitas dari semua pihak dalam forum. Dengan begitu, IPU ke-144 dapat menyepakati konsesus bersama pada isu-isu global yang dibahas.
“Dan take and give, sehingga dokumen akhir dapat disepakati dengan konsensus. Saya berharap meski kita semua memiliki kepentingan nasional, namun kita juga memperhatikan kepentingan bersama, dan mempertahankan suasana diskusi yang kondusif,” jelas Puan.
Menurutnya, hanya melalui aksi kolektif, IPU akan mampu mencari solusi mengatasi berbagai tantangan bersama yang tengah dihadapi dunia. Puan meminta dukungan seluruh delegasi agar penyelenggaraan IPU ke-144 dapat memberi kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat internasional.
“Dengan dukungan semua delegasi, kita akan membuat Majelis IPU ke-144 ini sukses,” tutup cucu Proklamator Bung Karno itu.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Desa Cibarusah Kota bersama unsur Muspika dan PJT Cibarusah melaksanakan sidak bangunan liar di bantaran irigasi sepanjang Jl.Kp.Gandaria, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (21/03/2022).
Hal itu dilakukan lantaran semakin banyaknya bangunan liar yang berada di tanggul irigasi.
Asisten Manager seksi Cipamingkis, Herdiansyah, melalui Juru Pengairan, Cecep Sukiyani, menegaskan, bangunan-bangunan yang ada di bantaran irigasi harus ditertibkan.
“Kami dari pihak PJT, sama sekali tidak memberikan izin untuk membangun disepanjang irigasi ini, jangan sampai ada oknum yang bermain dan memanfaatkan,” tegas Cecep.
Saat ini, jelas Cecep, pihaknya sedang berkoordinasi dengan PemDes Cibarusah Kota dan Muspika Cibarusah untuk mencari solusi terbaik.
“Saat ini sedang kami usahakan koordinasi dengan pimpinan, PemDes Cibarusah Kota dan Muspika,” ujar dia.
“Intinya kita akan sesuai dengan peraturan yang ada dilihat dari regulasinya, mendirikan bangunan di atas saluran air untuk kepentingan ekonomi tidak diperbolehkan,” lanjut Cecep.
Cecep juga menjelaskan, aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 8 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Jaringan Irigasi.
Pada Bab V Pasal 20 ayat 2 disebutkan, dalam keadaan tertentu sepanjang tidak mengganggu fisik dan fungsi jaringan irigasi, ruang sempadan jaringan irigasi dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Berupa pelebaran jalan dan pembuatan jembatan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon, dan pipa air minum, pipa gas, mikrohidro dan kegiatan yang bersifat sosial untuk kepentingan umum.
Sementara itu pihak PemDes Cibarusah Kota yang diwakilkan Kaur Pemerintahan Desa Cibarusah Kota, Trie Manto,SH , mengatakan, pihak Pemerintah Desa tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi apapun terkait pembangunan liar yang ada disepanjang Irigasi Kp. Gandaria.
“Kami dari pihak pemerintahan Desa Cibarusah Kota, samasekali tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi apapun terkait masalah ini, kami bersama PJT dan Muspika akan menindaklanjuti hasil sidak hari ini.” pungkas Trie Manto selaku Kaur pemerintahan Desa Cibarusah Kota. (Wati)
Sidak bangunan liar di sepanjang jalan irigasi Kp. Gandaria, melibatkan Babinsa Koramil 09/Cibarusah, Serma Muchson dan Koptu Roni, staff Desa Cibarusah Kota dan Muspika Cibarusah. (Wati)
BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Sosial Kabupaten Bekasi melalui Bidang Rehabilitasi Sosial mensosialisasikan keberadaan Rumah Singgah dalam penanganan PMKS/PPKS tahun 2022.
Keberadaan rumah singgah sangat penting untuk menampung penyandang masalah kesejahteraan sosial.
“Ya jumlah rumah singgah ada satu yang terletak di Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan dengan kapasitas bisa menampung delapan klien,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Yanuar, SH, M.MPd pada Senin (21/03).
Yanuar mengungkapkan, pada satu tahun 2019, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi telah menampung sebanyak 60 klien PMKS/PPKS dengan batas waktu beberapa hari. Untuk tahun 2020 ada 68 klien. Namun sepanjang tahun 2021, Dinsos hanya menampung sebanyak 25 klien.
“Sesuai dengan SOP itu batas minimal 3 hari dan maksimalnya 7 hari, untuk shelter,” jelasnya.
Jika keberadaan rumah singgah penuh, lanjut Kabid Rehabilitasi Sosial itu, maka klien PPKS direkomendasikan dipindahkan kepada tiga yayasan yang telah disediakan.
“Kalo UPTD rumah singgah penuh, maka, klien PPKS direkomendasikan ke Yayasan Al Fajar Berseri, Yayasan An Nuriyah dan Yayasan Anugerah Kasih dan Pengharapan,” katanya.
Sebelumnya, bertempat di Hotel Grand Cikarang Kawasan Industri Jababeka, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi melalui Bidang Rehabilitasi Sosial menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Peran Rumah Singgah Dalam Penanganan PMKS/PPKS Tahun 2022.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Drs. H. Endin Samsudin, M.Si didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Yanuar, SH, M.MPd dan Kepala UPTD Rumah Singgah Marsad, S.Pd.I.
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah para Kepala Seksi Trantib, Kepala Puskesmas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Pendamping Disabilitas (TKSPD), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamata (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kabupaten Bekasi serta Perwakilan Panti Rehabilitasi Sosial Al Fajar Berseri, Anugerah Kasih dan juga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Annuriyah, dengan Narasumber dari Pekerja Sosial bidang Akademisi.
BIN | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) menggelar Rapat Koordinasi Posyandu Tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2022 di Hotel Primebiz, Kecamatan Cikarang Selatan, Jumat (18/3/2022).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Ida Farida mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana keberadaan Posyandu di Kabupaten Bekasi. Kemudian, adanya penyegaran dengan mendatangkan pemateri dari tingkat provinsi dan pusat, mengenai bagaimana regulasi dan perkembangan Posyandu.
“Intinya adalah bagaimana peningkatan derajat kesehatan di Kabupaten bekasi. Karena ini tidak bisa diselesaikan sendiri, semua mengambil peran, termasuk kader Posyandu yang ada di Kabupaten Bekasi yang jumlahnya banyak, bagaimana kesehatan itu betul- betul bisa digaungkan dan bisa disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ida berharap, keberadaan Posyandu terjadi peningkatan dari strata yang ada. Maka dari itu, di setiap tahunnya selalu ada perlombaan Posyandu. Meskipun, bahwa event tersebut bukan untuk memperebutkan juara, melainkan, untuk optimalisasi agar peran Posyandu dilapangan bisa berjalan secara optimal.
Rapat Koordinasi Posyandu tersebut mensinergikan seluruh komponen yang hadir, dari mulai Puskesmas, Pokjanal Posyandu tingkat kabupaten, pokjanal posyandu tingkat kecamatan tingkat desa dan bidan desa.
“Jadi pos-pos mana yang bisa kita support, baik dari anggaran alokasi dana desa, baik dari bantuan keuangan provinsi ataupun dari perangkat daerah, yang tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak dan juga masyakat Kabupaten bekasi,” tukasnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratulloh, menghadiri acara Wisuda Sarjana Universitas Pelita Bangsa Angkatan ke-IV tahun 2021/2022, yang berlangsung di Aula Kampus Pelita Bangsa, Jl. Inspeksi Kalimalang Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu, (19/03/2022).
BN Holik dalam sambutannya berpesan kepada para sarjana lulusan kampus tersebut agar terus berbuat untuk bangsa Indonesia melalui karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap kepada lulusan Kampus Universitas Pelita Bangsa, agar membuka diri untuk mengabdi kepada masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Hal tersebut perlu dilakukan, terlebih lulusan kampus Pelita Bangsa adalah para sarjana ekonomi dan teknik, yang harus terus mendalami pengetahuan yang dimiliki, serta mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kita harus memiliki semangat untuk terus berkarya, karena kemajuan teknologi terus berkembang, hadapi dengan cara-cara yang positif, dan tetap menjadi anak bangsa yang peduli terhadap lingkungannya,” tandasnya.
Acara wisuda tersebut, dihadiri rektor dan civitas akademika serta ratusan sarjana dari berbagai jurusan yang ada di Kampus Universitas Pelita Bangsa, sebagai salah satu perguruan tinggi andalan di Kabupaten Bekasi.(Red)
BIN I Bekasi – Kapolres Metro Bekasi Gelar dan pimpin langsung Apel Kring Serse di wilayah kecamatan Kedung Waringin, Tepatnya di halaman SDN 02 Bojong Sari, Desa Bojong Sari Kecamatan Kedung Waringin Kabupaten Bekasi, Sabtu Malam 19/03/2022.
Dalam Apel Kring Serse ini Kapolres Metro Bekasi KBP Gidion Arif Setyawan, S.I.K.,SH.,M.Hum yang didampingi oleh Kabagops Kompol Alin Kuncoro, S.Pd, Kasat Reskrim AKBP Aris Timang, Kasat Samapta AKBP J Sihombing, Kasat Narkoba Kompol Nababa SIK, Kasi Humas Kompol Yulianto, Wakasat Reskrim Kompol Emil, Kapolsek Pebayuran AKP Usep, Kapolsek Kedungwaringin AKP Sigit, Kapolsek Cikarang Kompol Mustakim, Kanit Provost Sie Propam AKP Supanta, Katim Patroli Presisi Iptu Untung, Para Kanit Reskrim dan Tim Opsnal Polsek Pebayuran, Kedungwaringin dan Polsek Cikarang.
Kapolres menegaskan dalam Apel Kring Serse ini kepada jajaranya untuk mengantisipasi dalam menjelang bulan suci Ramadhan Polri harus memberikan rasa aman dan nyaman serta ketentraman kepada masyarakat serta responsip dalam menyikapi permaslahan terlebih Kedung Waringin adalah wilayah perbatasan.
“Menjelang ramadhan dan lebaran ada kegiatan antisipasi masyarakat Patroli Presisi sangat di butuhkan reaksi cepat anggota reskrim dan intel ungkap perkara-perkara perbatasan responsif masayrakat”, Ucapnya.
Kapolres juga menjelaskan responsif ini dapat mengantisipasi kasus main hakim sendiri di masyarakat dan memberikan apresiasi kepada Tim Patroli Presisi yang selalu aktif berpatroli ini dapat menurunkan angka kriminalitas dalam waktu 3 bulan terakhir.
“Polri yang respinsip ini agar tidak terjadi main hakim sendiri di masyarakat, dan saya sangat mengapresiasi kepada Tim Patroli Perintis Presisi karena terjadi penurunan kriminal di 3 bulan terakhir ini,” Ungkapnya.
Dalam Apel Kring Serse ini juga Kapolres menerima laporan dari masing masing tim mulai dari Laporan Tim Patroli Presisi IPTU Untung Purwoko tentang pencapaian dan target kedepan dan Laporan kanit reksrim Polsek Kedung Waringin IPTU Edward Daniel tentang pencapaian dan target kedepan.
Kapolres juga meminta kepada seluruh jajaran agar mengantisipasi aksi tawuran yang terjadi pada saat bulan Ramadhan salah satu nya yang biasa terjadi pada saat ngabuburit dan Sahur On The Road, yang nanti akan dipetakan titik lokasi oleh masing masing Polsek dan jajaran.
“Kita juga jangan sampai lengah terus gali informasi terkait gangguan kamtibmas yang biasa terjadi pada saat bulan Ramadhan dan nanti kita juga harus saling sinergi antara satuan kerja (Satker) agar saling menguatkan dalam menjaga konsudifitas di masyarakat,” Tutupnya.
BIN I Bekasi – Babinsa Koramil 09/Cibarusah Kodim 0509/Kabupaten Bekasi,Serma Indra dan Koptu Sutrisno, beserta Bhabinkamtibmas Polsek Cibarusah Polres Metro Bekasi, Aipda Rudy, bersama-sama Pemerintah Desa Sindangmulya melaksanakan monitor kegiatan acara peresmian dan Lounching Perumahan Visioland di Kp. Setu RT 01 RW 04 ,Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Minggu (20/03/2022).
Turut hadir dalam kegiatan lounching tersebut Kepala Desa Sindangmulya yang diwakili Sekretaris Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Management perumahan, Kadus 2 Desa Sindangmulya dan RT.
Kepala Desa Sindangmulya, R. Selpia melalui Sekretaris Desa Sindangmulya mengatakan, bahwa pembangunan perumahan ini merupakan upaya untuk mewujudkan sarana perumahan bagi masyarakat Desa Sindangmulya.
“Semoga dengan adanya perumahan ini masyarakat Desa Sindangmulya dapat memiliki rumah impian sendiri,” ucapnya. (Wati)