BIN | Kabupaten Bekasi – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi HM. BN Holik Qodratulloh, SE. M.Si bersama Komunitas White Car Indonesia Regional Cikarang. mengadakan santunan kepada anak Yatim Piatu di Hotel Swiss Belinn Cikarang. Minggu (17/04/2022)
Dalam acara santunan ini selain ketua DPRD Kabupaten bekasi sebagai penasehat WCI regional tingkat Kabupaten Bekasi dihadiri pula oleh para pengurus White Car Indonesia Regional.
Menurut ketua DPRD hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada anak Yatim Piatu, serta menjalin silaturahmi sesama anggota WCI Regional Cikarang
“Kegiatan ini sebagai kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh WCI, walaupun saya sebagai ketua DPRD Kabupaten bekasi, harus tetap menjalin silaturahmi dan kebersamaan”. Ungkap Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.
Dimana White Car Indonesia (WCI) adalah Perkumpulan (Komunitas) Mobil Warna Putih dari Merk apapun yang baru berdiri 24 November 2013 tapi sudah Resmi Terdaftar di IMI Jabar dengan No. ID (10.473).
Banyak kegiatan yang sudah lakukan yakni turing mobil berbagai kota di indonesia, baksos-wci peduli dan sudah 3x tercatat dan memecahkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam berbagai kategori.
Anggota resmi terdaftar (per 31 Juli 2021) mencapai 3.475 Anggota dengan Regional dan Perwakilan yang sudah ada meliputi Bogor, Purwakarta, Subang, Karawang, Cianjur, Garut, Bandung, Banten, Gorontalo, Jakarta, Bekasi, Sum-Sel, Lampung, Makassar, Bulukumba, Bone, Yogyakarta, Kal-Tim, Cikarang, Cirebon, Solo, Tangerang, Semarang, Bali, Pekalongan, Purwokerto, Malang, Surabaya, Pekanbaru, Medan, Padang, Batam, Jambi, Aceh, Majene, Tasikmalaya, Sukabumi dan Tegal. (Red)
BIN – XTC atau Exalt To Coitus adalah ormas otomotif yang berdiri pada tahun 1982 oleh 4 orang pemuda Bandung yaitu Ivan Rivky Kabira (Masbon), Kuat Suhardjono (U’ang), Agung Wijanarko (Encoem), Irfan Hadisiswanto (Zipponk). Belakangan nama itu diganti menjadi Exalt To Creativity.
Dengan simbol kelompok berupa bendera berwarna paling atas putih-birumuda-birutua, tengahnya bergambar lebah yang secara harfiah oleh anggota kelompok XTC dimaknai sebagai solidaritas antar anggota, jauhnya, bila salah satu di antara mereka ada yang diserang, maka yang lainnya akan membela seperti halnya lebah.
XTC INDONESIA sukses menyelenggarakan Musyawarah Pertama nya di Salah satu hotel termewah di kota Bandung yaitu Trans Luxury Hotel Jl.Gatot subroto kota bandung dan sebagai Ketua umum terpilih periode 2019 – 2024 adalah Donny Akbar pemuda asal bandung dan sebagai pemilik aplikasi transportasi online Bee Go.
Itu semua sebagai bentuk Keseriusan XTC untuk melakukan perubahan perilaku, karena hajat besar XTC tersebut diselenggarakan dengan biaya yang cukup besar hampir mencapai 1 milyar, dan itu mandiri tanpa melibatkan sponsor dari pihak ketiga baik pemerintah ataupun swasta.
Oleh karenanya, pengorbanan besar XTC ini diharapkan dapat memotivasi seluruh anggota XTC baik dalam ataupun luar negeri dalam membangun XTC jauh lebih baik dimana saat ini XTC wadah milenial yang memiliki anggota sesuai dengan survey record indonesia award memiliki 45jt anggota yang tersebar di 34 Propinsi 7 Negara.
Datangnya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam, membuat orang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk saudara sesama muslim dan non muslim.
Salah satu ibadah sunnah yang banyak dilakukan dikalangan masyarakat adalah berbagi makanan “Takjil” untuk umat muslim yang sedang berpuasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Di hari jadi organisasi XTC Kabupten Bekasi ke-14 bertepatan dengan bulan penuh berkah serta ampunan Menyelenggarakan Bagi-bagi takjil dan buka puasa bersama juga santunan anak yatim di pondok pesantren Nurul Falah Cikarang 17/4/2022.
Ketua XTC Kabupaten Bekasi Tri Ruly Lesmana mengajak seluruh anggotanya untuk selalu berbuat kebaikan,ini bulan penuh berkah, penuh ampunan,kita kuat dalam persaudaraan saling jaga saling ingatkan,dan rubah semua paradigma yang sudah ada,jadikan XTC organisasi kepemudaan yang terus berkarya,selalu mengedepankan persaudaraan.
Kita Pemuda penerus bangsa,jadikan momentum terpenting hari jadi yang ke-14 ini,agar lebih selektif dalam menjalankan roda organisasi,karena XTC Kabupaten Bekasi sangat di perhitungkan dalam organisasi khususnya kabupaten bekasi umumnya Indonesia,terangnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Datangnya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam, membuat orang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk saudara sesama muslim dan non muslim.
Salah satu ibadah sunnah yang banyak dilakukan dikalangan masyarakat adalah berbagi makanan “Takjil” untuk umat muslim yang sedang berpuasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Untuk menyempurnakan Ibadah Wajib dibulan puasa, kegiatan inilah yang dilakukan Daeng Karaeng, MHK.F.As selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, membagikan 400 Takjil untuk warga yang melintas di jalan Cibenda Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi. Minggu (17/04/2022).
Disela-sela kegiatan kepada awak media, Daeng Karaeng mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan rutin dirinya dibulan suci Ramadhan.
”Setiap hari kita bagikan takjil bagi warga dan kita pindah – pindah tempatb, kita sudah mulai sejak hari pertama bulan Ramadhan Insya Allah besok kita lanjutkan ditempat lainnya,” ucap Daeng.
Dalam pembagian takjil dengan paket makanan sebanyak 400 pcs, Daeng berharap kegiatan ini menambah iman dan ibadah dibulan puasa bersama-sama dengan warga, Daeng dapat merasakan kebersamaan dalam beribadah lebih sempurna.
Pada kesempatan yang sama, salah satu warga perumahan Cibenda Indah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tokoh Masyarakat Daeng Karaeng di bulan Ramadhan.
”Terimakasih ya pak Daeng, atas perhatiannya kepada warga , semoga menjadi pahala bagi kita dalam berbuat dan memberi di bulan puasa ini”, kata warga
Pembagian takjil berlangsung lancar. Kegiatan tersebut juga dibantu oleh ibu – ibu warga perumahan Cibenda Indah. Mereka berharap kegiatan pembagian takjil rutin dilakukan.
“Semoga pembagian takjil ini sebagai amal ibadah untuk pak Daeng, kami warga perumahan Cibenda Indah sangat mendukung.” pungkas warga. (Wati)
Bekasi – Datangnya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam, membuat orang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk saudara sesama muslim dan non muslim.
Salah satu ibadah sunnah yang banyak dilakukan dikalangan masyarakat adalah berbagi makanan “Takjil” untuk umat muslim yang sedang berpuasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Untuk menyempurnakan Ibadah Wajib dibulan puasa, kegiatan inilah yang dilakukan Daeng Karaeng, MHK.F.As selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, membagikan 400 Takjil untuk warga yang melintas di jalan Cibenda Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi. Minggu (17/04/2022).
Disela-sela kegiatan kepada awak media, Daeng Karaeng mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan rutin dirinya dibulan suci Ramadhan.
”Setiap hari kita bagikan takjil bagi warga dan kita pindah – pindah tempatb, kita sudah mulai sejak hari pertama bulan Ramadhan Insya Allah besok kita lanjutkan ditempat lainnya,” ucap Daeng.
Dalam pembagian takjil dengan paket makanan sebanyak 400 pcs, Daeng berharap kegiatan ini menambah iman dan ibadah dibulan puasa bersama-sama dengan warga, Daeng dapat merasakan kebersamaan dalam beribadah lebih sempurna.
Pada kesempatan yang sama, salah satu warga perumahan Cibenda Indah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Tokoh Masyarakat Daeng Karaeng di bulan Ramadhan.
”Terimakasih ya pak Daeng, atas perhatiannya kepada warga , semoga menjadi pahala bagi kita dalam berbuat dan memberi di bulan puasa ini”, kata warga
Pembagian takjil berlangsung lancar. Kegiatan tersebut juga dibantu oleh ibu – ibu warga perumahan Cibenda Indah. Mereka berharap kegiatan pembagian takjil rutin dilakukan.
“Semoga pembagian takjil ini sebagai amal ibadah untuk pak Daeng, kami warga perumahan Cibenda Indah sangat mendukung.” pungkas warga. (Wati)
BIN | Kabupaten Bekasi – Plt Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau program One Pesantren One Product (OPOP) di Pondok Pesantren PINK 03 Jl. Madrasah Kampung Rukem Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan pada, Sabtu (16/04/22).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, program OPOP di tahun 2022 melibatkan sebanyak 2.547 pesantren di Jawa Barat, yang berhasil menjadi mandiri secara ekonomi dan 270 pesantren tambahan sebagai peserta baru.
“Yapink 03 di Kabupaten Bekasi, salah satu yang menjadi unggulan program OPOP karena punya usaha seperti sabun cuci dan air mineral kemasan,” ungkapnya.
Ridwan Kamil menjelaskan, sesuai arahan Presiden Jokowi, dalam upaya meningkatkan pembinaan produk dalam negeri, program OPOP akan dimasukkan dalam E-katalog.
“Sehingga nanti kebutuhan pemerintah bisa beli di e-katalog, sehingga produk-produk UMKM Pesantren bisa di maksimalkan,” kata Kang Emil.
Ridwan Kamil menyebutkan, banyak produk UMKM dari Bekasi yang bagus, bahkan menjadi juara pada tahun lalu dan diberi kesempatan berjualan di Mandalika.
“Ada produk pesantren di Jawa Barat, laris manis jualan di sirkuit Mandalika dan mudah-mudah akhir tahun depan, target 5.000 pesantren bisa terkejar sehingga kemandirian ekonomi di Jawa Barat semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu Plt Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki menyampaikan dalam sambutannya, bahwa masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki dua karakteristik yakni sebagai masyarakat religius dan patriotik.
“Tidak heran Kabupaten Bekasi ini memiliki sifat religius, sehingga memiliki pondok pesantren sebanyak 285, dan yang masuk dalam program One Pesantren One Product (OPOP) 35 pesantren,” ungkapnya.
Plt Bupati Bekasi menjelaskan, banyaknya jumlah pesantren di Kabupaten Bekasi menjadi potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, bahkan semua ponpes bisa mengikuti program One Pesantren On Product (OPOP).
“Jadi kalau bisa, persyaratan pendaftaran OPOP itu jangan terlalu ketat, agar semua pesantren di Kabupaten Bekasi bisa masuk ke dalam program OPOP ini,” terangnya.
Akhmad Marjuki menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan membantu pemasaran produk UMKM dari pesantren ini dengan menampilkan di e-katalog daerah, agar dapat berkembang lebih luas.
“Saya juga memerintahkan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar dalam setiap kegiatan memprioritaskan produk UMKM dari Kabupaten Bekasi,” terangnya.
Plt Bupati Bekasi berharap, e-katalog daerah ini dapat dikembangkan oleh Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi agar dapat direalisasikan sehingga bisa membantu pengembangan produk UMKM pesantren.(Red)
BIN | BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menyusun revisi penyelesaian masalah Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang tidak sesuai peruntukkan dalam rencana tata ruang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi, menyampaikan pihaknya akan berupaya melakukan revisi tersebut secara baik, cermat, dan teliti, sebagai dasar untuk perubahan rencana tata ruang di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Kita lakukan ini dalam rangka Rapat Koordinasi LSD, ini sangat membantu karena Pemkab Bekasi sendiri sedang menyusun perubahan revisi tata ruang, akan kita lakukan dengan baik, cermat dan teliti. Tentu bisa jadi dasar perubahan rencana di wilayah Kabupaten Bekasi,” ucapnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Verifikasi dan Klarifikasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) pada Kabupaten/Kota di Kantor Walikota Bogor, Kamis (14/4).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian Agraria Tata dan Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia, Budi Situmorang, membahas perihal tindak lanjut verifikasi dan klarifikasi Lahan Sawah Dilindungi pada kota/kabupaten dan penyelesaian masalah LSD yang tidak sesuai peruntukan dalam rencana tata ruang.
Dalam Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1589/SKHK/02.01/XII/2021, disebutkan LSD yang dimiliki Kabupaten Bekasi seluas 39.183,29 hektar. Kemudian, berdasarkan Pola Rencana Tata Ruang Wilayah, Kabupaten Bekasi memiliki Kawasan Pertanian Lahan Basah dan Lahan Kering seluas 35.341,52 hektar.
Selanjutnya setelah diverifikasi, ditemukan LSD yang sesuai dengan Kawasan Pertanian Lahan Basah dan Lahan Kering dalam RT dan RW Kabupaten Bekasi seluas 27.318,34 hektar. Sedangkan, LSD yang tidak sesuai dengan Kawasan Pertanian Lahan Basah dan Lahan Kering dalam RT dan RW Kabupaten Bekasi seluas 11.864,95 hektar.
Menanggapi hal tersebut, Sekda mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus bekerjasama dengan Tim Kementerian ATR/BPN untuk meninjau langsung LSD tersebut, guna melihat kondisi faktual dilapangan dalam bentuk berita acara untuk memperbaiki revisi SK.
“Kita terus bekerjasama dengan Tim Terpadu dari Kementerian ATR/BPN untuk nanti mereka meninjau langsung LSD, kita juga akan kawal itu. Jadi tidak hanya dari paparan, tapi bisa melihat kondisi faktual di lapangannya,” kata Dedy.
Dedy menjelaskan bahwa LSD ini merupakan salah satu komponen utama dan upaya melakukan pengkajian terkait pengendalian dan penertiban tata ruang. Sekaligus untuk menjaga agar lahan sawah turut mampu mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Sangat penting dan bermanfaat, karena LSD ini sangat membantu dalam penyusunan revisi tata ruang kita. Terlebih ini juga difasilitasi oleh Kementerian ATR/BPN.” terangnya.
Sementara itu, menurut Dirjen PTPR Kementerian ATN/BPN, Budi Situmorang mengatakan Keputusan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 1589/Sk-Hk 02.01/XII/2021 tentang Penetapan Lahan Sawah Yang Dilindungi Pada Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dilakukan sebagai upaya menjaga lahan sawah dalam mendukung ketahanan pangan dan menyelamatkan keberpihakan pemerintah pada sawah yang dapat mendorong ketahanan pangan nasional tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Hal ini didukung ketahanan pangan nasional melalui LSD yang sudah diatur oleh undang-undang, disebutkan bahwa penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di dalam rencana tata ruang oleh Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota,” pungkasnya.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Plt. Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, meminta kepada seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan nilai capaian penyelenggaraan Reformasi Birokrasi (RB) di tahun 2022.
Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Penyerahan Hasil Penilaian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Perangkat Daerah Semester 2 Tahun 2021 dan Penyematan Pin Agen Perubahan.
“Saya kaget tadi ternyata banyak Perangkat Daerah yang nilainya masih rendah. Pada penilaian berikutnya saya minta ini untuk diperbaiki dan ditingkatkan nilainya,” kata Plt. Bupati saat diwawancarai di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kamis (14/4).
Ia mengingatkan kepada Perangkat Daerah yang masih mendapatkan predikat dengan nilai yang rendah, agar hasil tersebut harus dapat ditingkatkan hingga mencapai predikat yang lebih baik.
Selain itu, guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan RB, ia mengatakan sejak tahun 2021 Pemkab Bekasi telah menyelenggarakan penilaian secara mandiri pada seluruh Perangkat Daerah. Penilaian ini akan dilakukan secara berkala, agar dapat menjadi tolak ukur capaian kinerja Kepala Perangkat Daerah serta memenuhi target penyelenggaraan RB di Lingkungan Pemkab Bekasi.
“Upaya untuk meningkatkan nilai RB tersebut makanya kita lakukan penilaian mandiri ini sebagai upaya menjadikan tolak ukur kinerja para Kepala Perangkat Daerah agar nilainya bisa naik,” ucapnya.
Sebanyak 61 ASN telah ditunjuk sebagai agen perubahan, ditandai dengan simbolis penyematan pin agen perubahan bertuliskan “Pandita Adibrata” yang bermakna “Manusia Unggul Bertingkah Laku Bijak”, yang turut dilaksanakan dalam kegiatan tersebut.
Diharapkan para agen perubahan dapat mempercepat pelaksanaan RB di lingkungannya masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan RB.
“Kita juga telah menunjuk 61 ASN sebagai agen perubahan atau role model yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan kinerja RB di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap kepada seluruh agen perubahan yang telah ditunjuk untuk selalu memacu semangat kerjanya dan memberikan inovasi terbaiknya. Pemkab Bekasi juga akan memberikan penghargaan bagi agen perubahan terbaik yang penilaiannya akan dimulai pada tahun 2022 ini oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi.
“Untuk memacu semangat kerja para agen perubahan, Pemkab Bekasi akan memberikan reward bagi agen yang memiliki kinerja dan inovasi terbaik. Kompetisinya akan dilaksanakan mulai tahun ini oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah,” ujarnya. (Prokopim Pemkab Bekasi).
BIN | Kabupaten Bekasi – Kemensos melalui PT Pos Indonesia sudah mulai mengalirkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng 2022 sebesar Rp 300 ribu.
Penyaluran BLT minyak goreng disalurkan bersamaan dengan penyaluran PKH dan BPNT hingga 21 April 2022.
Sebanyak 1.687 warga Cibarusah Jaya dan Cibarusah Kota menerima penyaluran Bansos Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng. Sabtu (16/04/2022).
Kepala Pos Cikarang, Jajat Sudrajat menyampaikan, jadwal target penyaluran bantuan BPNT diharapkan rampung satu pekan sebelum Idul Fitri. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Pemdes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setiap harinya.
Lebih lanjut, Jajat merinci, nominal 500 ribu merupakan penggabungan BPNT tahap 2 sebesar Rp 200 ribu dan BLT minyak goreng yang dibayarkan sekaligus Rp 300 ribu rupiah untuk 3 bulan sebagaimana data dari Kemensos.
“Kemarin kami melakukan penyaluran untuk Desa Sindangmulya dan hari ini untuk penyaluran di Desa Cibarusah Jaya dan Cibarusah Kota, penyaluran sementara terbagi di enam titik,” urai Jajat.
Terkait data penerima, Jajat menyampaikan, secara sistemik penyaluran PT POS Indonesia sudah sesuai dengan data dari Kementrian Sosial.
“Data yang diberikan dari Kemensos ini pasti sudah dilakukan verifikasi, namun jika ada masyarakat yang merasa tidak sesuai dapat melapor pada kami untuk ditindaklanjuti, diverifikasi dan berkoordinasi dengan Kemensos,” ujar Jajat.
Jajat menegaskan pencairan dana bantuan sosial tunai (BPNT) di PT Pos Indonesia (Persero) harus dilakukan langsung oleh warga penerima manfaat sesuai basis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI.
Hal itu disampaikan kepada awak media Beksi Indonesia News. Jajat mengatakan, kebijakan tersebut sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) dari Kementerian, sehingga penyaluran BPNT itu sesuai dengan data penerima.
“Jelas tidak bisa diwakilkan oleh siapapun atau kolektif untuk proses pencairan BPNT ini. Wajib dilakukan oleh warga penerima yang sudah tercantum di DTKS dan Bansos tersebut diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM),” jelas Kepala PT Pos Indonesia, Jajat Sudrajat.
Jajat optimistis jika penyaluran akan selesai sesuai target yakni satu pekan sebelum Lebaran, sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo.(Wati)
BIN | PERNAH melihat orang naik motor pagi-pagi buta atau tengah malam, tiba-tiba melipir di pinggir jalan, di sampingnya ada kali. Dengan entengnya dia lempar bungkusan kresek berukuran sedang berisi sampah rumahan ke kali tersebut. Atau banyak juga yang membuang sampah sembarangan dengan meletakkannya begitu saja di pinggir jalan raya atau di sekitar truk sampah milik Pemda.
Potret kebiasaan buruk yang dilakukan oleh warga baik itu di perkampungan kota atau di daerah pesisir yang membuang sampah tidak pada tempatnya bukan hanya merugikan lingkungan, namun juga berbahaya bagi kesehatan warga dan keberlanjutan ekosistem hewan serta lingkungan hidup.
Tengok saja, keberadaan berbagai macam tumpukan sampah yang dihasilkan rumah tangga juga berbahaya bagi hewan peliharaan seperti kambing, ayam, kucing maupun burung merpati yang memakan kotoran tersebut. Sering kita lihat ternak kambing, sapi atau kerbau dibiarkan mencari makan di tumpukan sampah rumah tangga yang didominasi plastik, logam dan benda berbahaya lainnya yang mengandung bahan-bahan anorganik dan berpotensi bersifat sebagai racun yang tentu bisa mengganggu kehidupan satwa liar. Tidak hanya dijadikan makanan, keberadaan sampah-sampah itu juga bisa menjeratnya.
Karena mereka tidak bisa menyelamatkan tubuhnya sendiri, sehingga banyak peristiwa satwa mati lantaran memakan sampah plastik.
Masih banyak dari kita belum sadar bahaya sampah seperti sedotan plastik dan kantong kresek yang pernah viral menyiksa seekor penyu karena hidungnya kemasukan sedotan plastik. Video seekor penyu yang viral di tahun 2015 tersebut mungkin akan membuat anda bersumpah untuk tidak membuang sedotan plastik sembarangan. Mirisnya, meskipun Pemda atau Pemerintah Pusat memiliki regulasi yang mengatur pembatasan penggunaan plastik untuk rumah tangga, namun masih saja banyak UMKM kuliner yang menggunakan plastik, sedotan, styrofoam yang biasa digunakan pedagang untuk jualan bubur ayam, nasi goreng, dsb. Kita semua mafhum bahaya benda-benda yang tidak bisa hancur, didaur ulang atau terurai seperti plastik. Namun, kita masih saja tanpa berdosa menggunakannya sehari-hari.
Bayangkan, 1 rumah saja dalam sehari bisa menghasilkan sampah rumah tangga bisa puluhan kilogram. Taruhlah 1 keluarga 1 hari 1 kantong kresek besar berisi sampah jajanan yang dibungkus styrofoam seperti saat membeli bubur ayam di pagi hari untuk 5 orang, di siang harinya ada sampah hasil belanja sayur dan potongan ayam atau daging yang dibersihkan, malamnya makanan sisa, nasi dan sayur yang tidak habis juga jadi sampah. Semua terbuang di 1 kresek. Belum sampah mainan anak, plastik jajanan bocah, sampah bekas botol sabun, shampo yang semuanya berbahan material tidak bisa terurai. Itu baru 1 rumah. Kalau 1 RT ada 150 keluarga dimana 1 keluarga minimal ada 3-5 orang. Tidak bisa terbayangkan dalam sehari di 1 wilayah perkotaan atau perkampungan berapa ton sampah yang dihasilkan?
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah. Sebanyak 37,3% sampah di Indonesia berasal dari aktivitas rumah tangga. Sumber sampah terbesar berikutnya berasal dari pasar tradisional, yakni 16,4%. Sebanyak 15,9% sampah berasal dari kawasan. Lalu, 14,6% sampah berasal dari sumber lainnya. Ada 7,29% sampah yang berasal dari perniagaan. Sebanyak 5,25% sampah dari fasilitas publik. Sementara, 3,22% sampah berasal dari perkantoran. Berdasarkan jenisnya, 39,8% sampah yang dihasilkan masyarakat berupa sisa makanan. Sampah plastik berada di urutan berikutnya karena memiliki proporsi sebesar 17%.
Sebanyak 14,01% sampah berupa kayu atau ranting. Sampah berupa kertas atau karton mencapai 12,02%. Lalu, 6,94% sampah berupa jenis lainnya. Sebanyak 3,34% sampah berjenis logam. Ada 2,69% sampah berjenis kain. Kemudian, sampah yang berupa kaca dan karet atau kulit masing-masing sebesar 2,29% dan 1,95%. Adapun, 55,87% sampah berhasil dikelola sepanjang tahun lalu. Sisanya sebanyak 44,13% sampah masih tersisa karena belum dikelola.
Melihat itu, agar seluruh program pengelolaan sampah dari Pemerintah Pusat bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan langkah agresif untuk menyukseskan Gerakan Inovasi Langsung Aksi Sampah (#GilasSampah) di Bali.
Menurut saya sebagai orang luar yang melihat kenapa Kemendagri menjadikan Bali sebagai role model program gerakan #GilasSampah, karena selain Pulau Dewata tesebut merupakan daerah pariwisata unggulan, Provinsi Bali telah melarang kantong plastik sekali pakai, sedotan plastik, dan polistirena plastik (styrofoam) sejak 1 Juli 2019 melalui Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Selain itu, Bali juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 akhir tahun 2022 nanti.
Karena itu, kementerian yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ini menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) di Bali dan masyarakat setempat untuk sama-sama menggaungkan program ini jelang KTT G20, Oktober 2022 mendatang.
Menurut pemberitaan, Kemendagri telah membentuk tim pendampingan untuk percepatan penanganan sampah di Bali dalam rangka perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) 2022 di Bali.
Gerakan #GilasSampah akan menghadirkan berbagai pihak dari pemerintah pusat (Kemendagri, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian); Pemerintah Provinsi Bali; Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, Aparatur Desa dan Kelurahan di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita); pelaku usaha/industri; LSM; asosiasi; akademisi; penggiat seni; pemerhati lingkungan; media; hingga kedutaan besar dan kamar dagang asing.
Saya mengapresiasi tiga tujuan dari gerakan ini, selain literasi-edukasi, ada upaya menghubungkan antarmasyarakat (connecting people), serta aksi dan inovasi (action and innovation).
Kita ketahui bersama, Kemendagri selaku koordinator pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah ikut bersinergi dengan masyarakat sebagaimana amanat Pasal 365 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 untuk melaksanakan program ini. Di pasal itu disebutkan, kerja sama sukarela dilaksanakan oleh Daerah untuk penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah namun dipandang lebih efektif dan efisien jika dilaksanakan dengan bekerja sama.
Di luar gebrakan dari Kemendagri dengan gerakan #GilasSampah yang inspiratif dan kembali membuka mata kita semua akan pentingnya merawat bumi ini agar tetap lestari dan lingkungannya tetap terjaga hingga kelak anak cucu kita bisa menikmatinya, saya juga mengingatkan peringatan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mereminder ada puluhan ribu ton sampah medis yang terdiri dari bekas jarum suntik, alat uji, dan botol vaksin selama pandemi COVID-19 dan itu mengancam kesehatan manusia serta lingkungan.
Menurut laporan WHO yang dilansir Reuters (2/2/2022), barang-barang bekas yang sebagian dapat menularkan virus corona itu berpotensi menimbulkan luka bakar, luka tertusuk jarum suntik, dan kuman penyakit terhadap para petugas kesehatan.
Diperkirakan sekitar 87 ribu ton alat pelindung diri (APD), atau setara dengan berat beberapa ratus paus biru, telah dipesan melalui portal Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga November 2021. Sebagian besar APD diperkirakan berakhir sebagai limbah setelah menangani COVID-19.
Dan untuk itu diharapkan seluruh pemangku kebijakan di daerah, bisa membuat regulasi yang tegas dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan mengubah sampah yang dihasilkan menjadi barang bernilai ekonomi atau mengubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan.
Regulasi persampahan ini penting diterapkan di daerah. Para kepala daerah sejak berkampanye mencalonkan diri, seharusnya berkomitmen terhadap lingkungan. Selain itu, strategi menanamkan budaya pengelolaan sampah juga harus dilakukan sejak dini. Misalnya melalui pendidikan dasar kepada murid dan siswa tentang memungut sampah atau membersihkan lingkungan secara sederhana. Kebiasaan yang didapat dari siswa akan berkelanjutan dan memudahkan dalam pengelolaan sampah selanjutnya.
Berbagai macam cara dapat kita lakukan untuk mengolah sampah rumah tangga kita menjadi berbagai barang bernilai. Mulailah dari memisahkan sampah-sampah yang kita hasilkan di rumah tangga setiap harinya. Setelah kita pisahkan antara sampah organik dan anorganik, kita bisa mengolah sampah untuk kemudian didaur ulang sesuai dengan karakteristik sampah tersebut.
Yuk kita mulai dari langkah kecil dan mulai dari diri sendiri. Tentu kita tidak mau nantinya bumi tempat kita tinggal ini menjadi pulau atau lautan sampah yang tidak dapat lagi terbendung bahkan tidak bisa tertangani sehingga nanti anak cucu kita yang akan menderita karena bumi sudah tidak baik-baik lagi.
Setelah berhasil mengelola sampah di rumah tangga kita, jangan lupa untuk menularkannya ke lingkungan sekitar agar mereka bisa mengelola sampahnya secara mandiri.
Diketahui, gerakan #GilasSampah yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri dan Mendagri sendiri selama ini mengutus dua Staf Khususnya: Irjen. Pol. Bapak Sang Made Mahendra Jaya dan Bapak Kastorius Sinaga serta Dirjen Bina Bangda Bapak Teguh Setyabudi untuk turun langsung ke Bali, mengawal program ini agar bisa melibatkan banyak stakeholders dan menggerakkan Pemda serta masyarakat untuk mendukung #GilasSampah.
Bahkan, menurut rencana, Pak Mendagri Tito Karnavian akan hadir di Pantai Kuta pada acara puncak peluncuran GILAsSAMPAH (Gerakan Inovasi Langsung Tuntaskan Sampah) pada 17 April mendatang.
Gerakan #GILAsSAMPAH adalah salah satu aksi yang diharapkan memberikan edukasi dan membangun kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk pengelolaan sampah yang inovatif. Aksi utama GILAsSAMPAH pada 17 April mendatang adalah membersihkan pantai secara massal di Pantai Kuta, dengan diikuti ribuan relawan.
Peluncuran GILAsSAMPAH dilanjutkan dengan penyelenggaraan Indonesia International Waste Expo (IIWAS) di Park Mall 23 Kuta, Bali, dua hari berikutnya. Ekspo ini merupakan kolaborasi Kemendagri dengan Trisenses Bali 2022 dan Pemerintah Daerah Bali. IIWAS meliputi ekspo solusi dan teknologi pengolahan sampah, pameran dunia usaha berbasis pengolahan sampah, industri pengolahan sampah, talkshow (podcast corner), fashion show dan seni pertunjukan.
Selain melibatkan 10 Kementerian/Lembaga, kegiatan ini juga menampilkan karya-karya dan partisipasi LSM, komunitas, relawan pencinta LH, serta masyarakat desa/banjar. Kegiatan kunci lainnya adalah Rakor Kesepakatan Kawasan Sarbagita untuk smartcity dan aspek pengolahan sampah berkelanjutan. Rakor akan diadakan di Royal Tulip Hotel, Bali.
Atas inisiatif luar biasa tersebut, kita patut mendukung dan mengapresiasi setinggi-tingginya komitmen Pemerintah dalam hal ini Kemendagri bersama Kementerian/Lembaga dan Pemda lainnya atas keberpihakan terhadap masa depan kelestarian bumi kita dengan kampanye gerakan #GILAsSAMPAH.(Red)
BIN | Kabupaten Bekasi – Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Mimi Mintarsih, memanfaatkan momentum “Bakti Ramadhan” dibulan Ramadhan 1443 H ini dengan mengadakan kegiatan buka bersama sekaligus memberikan santunan anak yatim piatu. Yang bertema “Mari Kita Tingkatkan Iman dan Tali Silahturahmi” Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi menggelar santunan kepada 100 anak yatim piatu, Jumat (15/4/2022) di Ruko Tambun Bussiness Park Blok C/12 Jln. Teuku Umar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Acara buka bersama dan santunan anak yatim piatu yang digelar Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila kabupaten Bekasi Mimi Mintarsih dan semua pengurus DPC Srikandi berserta Unit Kerja Srikandi Pemuda Pancasila se Wilayah kabupaten Bekasi, dihibur oleh sajian Hadroh dan pembacaan surat Yasin oleh Ust Ali dan di sampaikan juga tausiah menjelang berbuka oleh KH. Nurmansyam.
Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi Mimi Mintarsih menyampaikan bahwa Srikandi hadir karena peduli terhadap masyarakat, maka dari itu hari ini menggelar santunan kepada anak yatim.
“DPC Srikandi membagikan santunan kepada 100 anak yatim dan bingkisan semoga anak yatim bisa ikut berbahagia di bulan ramadhan saat ini karena kami (DPC Srikandi) ikut peduli di berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya Kabupaten Bekasi”, kata Mimi Mintarsih.
Acara buka bersama dan santunan anak yatim piatu yang di gelar Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Mimi Mintarsih, berjalan lancar dengan puluhan anak yatim piatu nampak sumringah dan senang mengikuti kegiatan buka puasa bersama.
“Saya sangat mengapresiasi Silaturahmi ini. Semoga kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh untuk dapat dilakukan oleh berbagai kalangan dalam membantu saudara-saudara kita terutama anak-anak yatim. “Ujar Mimi Mintarsih Ketua DPC Srikandi PP kabupaten Bekasi.
“Semoga di bulan Ramadhan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk berbuat kebaikan apa lagi dalam suasana bulan suci ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.” Jelasnya.
Mimi Mintarsih, ketua DPC Srikandi PP Bekasi, juga menambahkan, intinya dalam acara buka puasa bersama dan santunan ini adalah kebersamaan dalam menjalin tali kasih dan kepedulian kepada sesama khususnya anak yatim piatu.
Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin setiap tahun yang akan dilakukan DPC Srikandi PP Kabupaten Bekasi, untuk menjalin silaturahmi di bulan Ramadhan antara Ketua dan anggota Srikandi PP, dan untuk berbagi kebahagiaan bagi anak yatim piatu.
Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang dan mendapat berkah bulan suci Ramadhan, Aamiin YRA”, imbuhnya.
Sementara, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi di Wakili Sekretaris Iwan Setiawan yang akrab dipanggil Iwan Lentik menyampaikan merasa bangga kepada kader-kader Pemuda Pancasila bahwa selama bulan Ramadhan ini hampir di semua kecamatan melaksanakan kegiatan sosial seperti santunan kepada Anak Yatim dan Pembagian Takjil bagi masyarakat dan pengguna jalan.
“Kami Pemuda Pancasila baik di tingkat MPN, MPW dan MPC bahwa Pemuda Pancasila harus bermanfaat untuk masyarakat dengan moto dari haram jadah kembali ke sejadah”, tegas dia.
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua MPO Entah Ismanto, Sekretaris Cabang MPC Kabupaten Bekasi, Bendahara H Wasju, Lembaga Koti Mahatidata Dankoti Bung Agil, Sekretaris Koti Moral dan bendahara Koti H.Asep Sabril, Sekretaris Hankam Yogi berserta, Panglima Ambon, Pengurus PAC Cibitung, Tambun Selatan dan Perwakilan PAC Se Kabupaten Bekasi serta juga di hadiri dari Perwakilan Pemerintah Desa Tambun dan Desa Wanasari.
Selain duduk serta tertib, puluhan anak yatim piatu dan tamu undangan yang hadir juga menerapkan Protokol Kesehatan dengan memakai hand sanitizer, masker, dan mencuci tangan.(Red)