3.8 C
New York
Thursday, March 12, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 18

Kasus Pencurian dan Pemberatan Berhasil Diungkap Sat Reskrim Polres Metro Bekasi

BIN || Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi Berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian dan pemberatan di jajaran Polsek Cikarang Selatan dan Polsek Serang Baru yang dilaksanakan di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi. Senin 10/03/2025 sore.

“Ada tiga kasus perkara tindak pidana pencurian yaitu, di jajaran Polsek Cikarang Selatan dan Polsek Serang Baru,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Ongkoseno kepada wartawan dalam press rilis Polres Metro Bekasi. Pada Senin (10/03/2025).

Salah satu kasus yang pihaknya ungkap yaitu, berdasarkan LP/B/14/III/2025/SPKT/Polsek Ciksel/Restro Bekasi/Polda Metro Jaya, tanggal 08 Maret 2025. Telah terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor di SPBU Hyundai, Jl. Kyai Haji Nawawi, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu 08 Maret 2025 sekitar jam 19.30 WIB.

“Adapun kronologi kejadian, berawal pada hari sabtu tanggal 08 Maret 2025, sekitar jam 14.30 wib, korban sedang bekerja di depan pom bensin Hyunday bersama dengan 3 orang temannya. Sebelumnya korban memarkir kendaraan di depan pom bensin Hyundai, sekira jam 18.10 WIB, korban mendapati sepeda motor yang terparkir sudah tidak ada (hilang), lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikarang Selatan,” ungkapnya.

“Atas informasi tersebut, selanjutnya Kami Reskrim bersama Anggota Reskrim Polsek Cikarang Selatan langsung melaksanakan Cek dan Olah TKP serta meminta keterangan dari korban dan saksi di lokasi,” tambahnya.

Masih kata Kasat Reskrim Kompol Ongkoseno, setelah mengantongi identifikasi serta ciri-ciri pelaku langsung dilakukan pengejaran pelaku. Saat melakukan pengejaran terhadap pelaku, anggota bersama korban melihat motor korban dengan ciri-ciri yang sudah diketahui sedang dikendarai oleh dua orang pelaku.

“Anggota Reskrim kemudian menghentikan motor tersebut dan dilaksanakan pemeriksaan kepada 2 (dua) orang yang dicurigai sebagai pelaku. Dan didapatkan ternyata motor yang dikendarai adalah milik korban serta terdapat alat-alat yang digunakan untuk melakukan kejahatan pencurian. Kemudian 2 (dua) orang tersebut berikut barang bukti langsung diamankan oleh Anggota Reskrim untuk dibawa ke Polsek Cikarang Selatan guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Adapun ke 2 (dua) orang pelaku, lanjut Ongkoseno, yaitu RO (24 th), YY (19 th) diamankan serta beberapa alat bukti lainnya seperti, satu buah pucuk senjata mainan warna hitam, satu buah kunci leter Y, satu buah kunci L serba guna, 4 (empat) buah mata kunci T, 2 (dua) buah kunci sepeda motor, satu buah kunci magnet serta 2 (dua) motor, motor pelaku dan motor korban.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku di kenakan pasal 363 KUHP tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” terangnya.(Red)

Sungai Citarum: Peradaban, Sejarah dan Mahkota Masyarakat Jawa Barat

BIN – Sungai Citarum, menjadi saksi bisu perjalanan peradaban manusia, budaya, dan sejarah kerajaan-kerajaan besar di masa lampau. Sungai Citarum telah melalui berbagai fase kehidupan manusia sejak ribu tahun yang lalu.

Sungai Citarum menjadi pintu masuk budaya, ekonomi dan perdagangan dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan bangsa lain untuk mencari rempah-rempah mau pun komoditi lainnya yang masuk melalui laut Jawa.

Posisinya yang sangat strategis, Sungai Citarum bukan hanya penting sebagai sumber air, melainkan juga sebagai penghubung berbagai aktivitas manusia sepanjang masa.

Sebagai urat nadi peradaban masyarakat, dari Sungai Citarum lahir salah satu kerajaan tertua di Jawa Barat (Sunda) yang berdiri megah dan agung pada abad ke-4 sampai dengan abad ke-7, kerjaan tersebut bernama Kerjaan Tarumanegara.

Menurut naskah Wangsakerta, pusat Kerajaan Tarumanagara dipercaya terletak di kompleks percandian Batujaya, Kabupaten Karawang.
Percadian tersebut merupakan Candi Budha tertua di Nusantara, bahkan Batujaya lebih tua dari Candi Borobudur.

Citarum, Tarumanegara dan Jawa Barat memang tidak bisa dipisahkan, peradaban dan sejarah yang sangat kuat tertulis abadi dalam naskah-naskah sejarah. Masyarakatnya makmur dengan bertani, berternak, nelayan dan berdagang.

Bukti makmur dan majunya Kerajaan Tarumanegara dengan Citarum sebagai induk peradabannya sampai dikenal ke India dan China (Tiongkok). Perdagangan hasil bumi banyak di perjual-belikan dengan bangsa lain. Hulu sampai dengan hilir saling menghidupi

Citarum, Cinta Sejati Masyarakat Sunda

Masa keemasan Sungai Citarum terus mengalami kemunduran, dari tulang punggung kehidupan menjadi salah satu sungai tercemar di dunia. Cemaran yang mengotori Sungai Citarum bervariasi mulai dari plastik, sampah rumah tangga, sisa makanan, hingga limbah industri.

Sungai Citarum merupakan cinta sejati masyarakat Jawa Barat. Bagaimana tidak, walau terus dikotori, dicemari, Citarum tidak pernah berhenti memberikan kehidupan untuk masyarakat, tujuh mata air Citarum tidak pernah berhenti menyuplai air.

Tujuh mata air Citarum mulai dari Pangsiraman, Cikahuripan, Cikawedukan, Koleberes, Cihaiwung, Cisandane dan Cisanti tidak pernah berhenti menyuplai air untuk kebutuhan Citarum yang kerap digunakan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, pemasok air untuk kegiatan industri, kebutuhan air bersih, hingga irigasi pertanian.

Citarum menghidupi jutaan masyarakat yang terbentang sepanjang 297 kilometer, dengan melewati Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kota Cimahi.

Citarum dan Transportasi Air Misi Ambisius Gubernur Jawa Barat

Mengembalikan kejayaan Citarum merupakan misi strategis yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Citarum merupakan awal dan induk peradaban. Peradaban besar yang lama tertidur itu ingin dihidupkan kembali yang terintegrasi antara hulu sampai hilir.

Tidak mudah memang, khususnya mendidik masyarkat agar lebih peka dan peduli terhadap ekosistem lingkungan, kebiasaan ‘Ortodok’ membuang sampah kesungai harus dihilangkan.

Keberadaan sungai Citarum yang mengalirkan air sampai ke Jakarta melalui Tarum Barat saluran Kalimalang. Saluran tersebut melewati sejumlah daerah, seperti Kawasan Industri Klari Pindodeli, Perum Peruri Loji Pangkalan, Kobak Beureum, Cikarang, Cibitung, Tambun, Kota Bekasi, dan Jakarta Timur.

Kang Dedi ingin menyulap Kalimalang sebagai rute transportasi air melalui sungai merupakan misi lamanya. Menjadikan sungai sebagai urat nadi kehidupan kehidupan, ekonomi dan edukasi.

Konsep Negara Modern

Apabila kita ingin melihat peradaban suatu bangsa, bisa dilihat dari bagaimana mereka memulyakan dan menjaga sungai. Belajar dari bangsa Inggris dalam menangani sungai Thames yang sempat menjadi sungai matai pada tahun 1857.

Kondisi kebersihan sungai tersebut dianggap kurang baik dan bau busuk yang kerap dihasilkan akibat dari sampah, limbah dan wabah kolera yang mendera.

Setelah berbagai upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, kesadaran masyarakat terhadap Sungai Thames mulai terpupuk kembali. Pada tahun-tahun berikutnya, upaya pemulihan kebersihan pada sungai Thames secara berkala terus dilakukan.

Akhirnya sekarang menurur laporan dari Zoological Society of London (ZSL) menemukan bahwa sungai Thames menjadi tempat hidup bagi lebih dari 100 spesies ikan.

Pertanyaan sekarang apakah Sungai Citarum yang menjadi mahkota masyarakat Jawa Barat bisa harum sedia kala, jawabannya tentu bisa. Peran pemerintah memang penting, kesadaran masyarakat juga sama pentingnya dalam menjaga ekosistem sungai.

Kang Dedi Mulyadi mempelopori gerakan kesadaran tersebut. Masyarakat, korporasi harus memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga dan merawatnya sebagai urat nadi kehidupan.

Kesadaran masyarakat kita dalam merawat sungai harusnya lebih maju dari pada masyarkat inggris. Bandingkan, abae ke-4 Jawa Barat sudah memiliki peradaban tersebut. Sekarang masyarkat harusnya lebih peka dalam merawat dan menjaga ekosistem sungai sebagai peradaban.

“Sungai adalah air dalam bentuknya yang paling indah, sungai memiliki kehidupan dan suara dan gerakan dan variasi yang tak terbatas, sungai adalah urat nadi bumi yang melaluinya darah kehidupan kembali ke jantung.” – Roderick Haig-Brown, penulis dan konservasionis Kanada.(Kutipan sejarah Jawa Barat)

Presiden Prabowo Subianto Turun Langsung Sambangi Warga Terdampak Banjir  Kabupaten Bekasi

BIN || Kabupaten Bekasi – Kondisi Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Bekasi. Presiden RI Prabowo Subianto yang didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Tedi dan Kepala Desa (Kades) Buni Bakti Sidi Sumardi mengunjungi warga terdampak banjir di Kampung Tambun Inpres RT 018/010 Desa Buni Bakti, Sabtu (8/3/25).

Kunjungan Prabowo kali ini untuk melihat dengan pasti kondisi banjir di wilayah Desa Buni Bakti. Terlihat dilokasi turut hadir pula Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Kades Buni Bakti Sidi Sumardi yang mendampingi Prabowo mengatakan, bahwa pihaknya ditanyakan Presiden tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) apakah sudah dilaksanakan di Desa Buni Bakti atau belum.

“Saya jawab belum. Dan Pak Presiden berjanji akan dilaksanakan segera di wilayah itu,” ungkap Sidi Sumardi.

Masih kata Kades Buni Bakti, Presiden juga menanyakan penyebab banjir di wilayah itu. Begitu juga kendalanya.

“Kendala banjirnya kenapa? Iya Pak karena di wilayah ini masuknya cepat, keluarnya lambat,” kata Sidi Sumardi.

“Pak Presiden langsung menghubungi pihak PUPR mungkin untuk perbaikan tata ruang di wilayah ini,” terangnya.

“Setelah Pak Presiden bicara via telepon ke pihak PUPR, berjanji akan segera memperbaiki Tata Ruangnya,” terangnya.(Red)

Dedi Menekankan Agar Banjir Diatasi Dengan Penyelesaian Yang Komprehensif

BIN || Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan persoalan banjir di Jawa Barat tidak akan selesai begitu saja hanya dengan memberi bantuan sembako.

Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah di Jawa Barat saat ini tengah direndam banjir. Salah satunya adalah kawasan puncak, Kabupaten Bogor.

Setiap bencana penyelesaiannya cuman dengan sembako. Saya enggak mau,” kata Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya @dedimulyadi71 pada Kamis (6/3/2025).

Menurut Dedi, pemberian sembako ini bak menjadi ciri khas dari para kepala daerah di Jawa Barat. Tak hanya untuk korban banjir, melainkan pula untuk korban bencana lainnya.

“Kita ini punya ciri khas. Banjir dikirim sembako, longsor dikirim sembako, kebakaran dikirim sembako. Seluruh masalah penyelesaiannya sembako,” imbuhnya.

Maka dari itu, Dedi menekankan agar banjir diatasi dengan penyelesaian yang komprehensif. Salah satunya, dengan mengembalikan kawasan konservasi sebagaimana mestinya.

“Puncak kembalikan menjadi daerah konservasi, menjadi daerah hijau, tidak boleh semena-mena,” ucapnya.

Selain itu, Dedi mengeklaim akan memastikan daerah-daerah perkebunan maupun perhutanan tidak lagi dialihfungsikan sebagai area lain. Dia lantas menyoroti PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

“Saya katakan PTPN sudah bertentangan dengan kalimatnya. Judulnya PT Perkebunan tapi kerjanya nyewain tanah. PT Perkebunan tapi di perkebunannya banyak bangunan. Jangan jadi PT Perkebunan menurut saya, ganti menjadi PT Kontraktor Tanah. Ini harus diubah, untuk itu caranya bagaimana? Caranya adalah seluruh area PTPN hanya dua peruntukannya, perkebunan atau perhutanan. Jangan untuk area lain,” tandasnya.

Di sisi lain, Dedi mengaku tak habis pikir dengan terjadinya banjir bandang di Puncak. Sebab, Puncak merupakan kawasan dataran tinggi yang sebenarnya berada di ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.

“Yang paling aneh adalah Puncak banjir. Kan aneh, Puncak banjir aneh. Kalau Karawang banjir enggak aneh, Bekasi banjir enggak aneh, Subang banjir tidak aneh karena daya tanahnya rendah, cekungannya ke bawah. Ini Puncak banjir,” terangnya.

DPP Jaringan Pemuda Desa Nusantara Sambangi Masyarakat Terdampak Banjir

Ketua Umum DPP Jaringan Pemuda Desa Nusantara Bersama Bendahara Umum berikan bantuan korban banjir

BIN || Kabupaten Bekasi – Jaringan Pemuda Desa Nusantara bersama jajaran pengurus organisasi menggelar berbagi Makanan ringan dan Minuman kepada para pengungsi korban banjir di jalan raya Bojong sari kecamatan Kedung Waringin Rabu, 5/4/25.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum jaringan Pemuda Desa Nusantara Yusup sapaan Akrabnya Kong Mpe di dampingi bendahara umum Bisri Moreno.

Berbagi itu indah  merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang kena musibah,” ucap bendahara umum DPP Jaringan Pemuda Desa Nusantara  di sela-sela kegiatan.

Menurutnya (Bendahara umum), kegiatan berbagi sesama  bertujuan membangun semangat berbagi serta menciptakan suasana saling peduli antar sesama, khususnya bagi mereka yang terkena banjir parah ini.

Ditempat terpisah Ketua Umum Jaringan Pemuda Desa Nusantara Yusup (Kong Mpe)Dia menyebutkan bahwa organisasi ini terlahir dan ada karena masyarakat,jadi ga heran hari ini kita ikut merasakan saudara-saudara yang terkena musibah banjir ini.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi, tetapi juga sebagai upaya untuk mempererat antara jaringan Pemuda Desa Nusantara dengan masyarakat Sangat dekat.

Dengan Dukungan Penuh Tim Jaringan Pemuda Desa Nusantara Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan berbagi untuk saudara – saudara kita yang terkena banjir, terangnya.(Red)

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Turun Langsung Tinjau Warga Terdampak Banjir

BIN || Kabupaten Bekasi – Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan pihak swasta untuk berkontribusi dalam menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di 16 kecamatan se-Kabupaten Bekasi. Instruksi ini disampaikan usai dirinya meninjau permukiman warga di Kampung Ranca Iga, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Rabu (05/03/2025).

Setelah diterbitkannya surat keputusan tanggap darurat bencana yang berlaku selama 14 hari, Bupati Bekasi menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami sudah menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas untuk segera menyalurkan bantuan. Selain itu, perangkat daerah juga harus bertindak sebagai liaison officer (LO) di setiap titik banjir guna memastikan bantuan tersalurkan dengan baik,” ujar Ade Kuswara Kunang.

Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi merendam 24 desa dan kelurahan di 16 kecamatan. Dengan peningkatan status tanggap darurat, Pemkab Bekasi dapat lebih optimal dalam menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, sesuai dengan alokasi anggaran kebencanaan yang telah disiapkan.

“Dalam penanganan bencana ini, kami terus bersinergi dengan TNI-Polri serta para penggiat lingkungan. Tadi juga telah dilakukan rapat bersama Forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat,” tambahnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per Rabu (05/03/2025), sebanyak 61.648 jiwa dari 16.371 kepala keluarga terdampak banjir, dengan lebih dari 48.000 jiwa mengungsi. Kecamatan yang terdampak antara lain Cibarusah, Bojongmangu, Cikarang Pusat, Serang Baru, Setu, Cikarang Timur, Cikarang Utara, Cikarang Barat, Tambun Selatan, Cibitung, Kedung Waringin, Sukatani, Tambun Utara, Babelan, dan Sukawangi.

Bupati Bekasi menegaskan bahwa selain upaya tanggap darurat, pemerintah juga akan memperhatikan dampak jangka panjang dari bencana ini.

“Kita semua harus sadar bahwa pembangunan harus mempertimbangkan analisis dampak lingkungan secara lebih spesifik agar tidak terjadi bencana serupa di masa depan,” katanya.

Dalam kunjungannya, Bupati Bekasi turut meninjau rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang akibat luapan Sungai Cibeet. Ia juga berdialog dengan warga dan memastikan bahwa program 100 hari kepemimpinannya mencakup perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), terutama bagi warga yang rumahnya rusak akibat banjir.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mempertahankan tata ruang lahan pertanian agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang dapat memperburuk risiko banjir.

“Status tanggap darurat ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus,” ungkapnya.(Red)

Jamintel Kejagung Minta Pidsus Kejati Tindaklanjuti Proses Hukum Keputusan Gubernur Kepri

BIN || Kepri – Berlandaskan Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, melalui Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) menerbitkan beberapa Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL-PSWA) Pada Hutan Produksi Pulau Rempang (Tanjung Kelingking-Pantai Kalat) di Kota Batam puluhan bahkan ratusan hektar.

Dari data yang dihimpun awak media ini, terdapat 3 perusahaan yang memiliki IUPJL-PSWA di Pulau Rempang dengan total luas 73,20 hektar yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kadis DPM PTSP kala itu, Dr. Drs. Syamsuardi, M.M pada 17 Februari 2021 dan saat ini berpotensi menuai persoalan hukum.

Ditemui di kantor Kejaksaan Tinggi Kepri, Kasi Penkum Yusnar Yusuf membenarkan bahwa ada proses hukum sebelumnya ditangani oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).


“Sebelumnya penanganan di bawah Jamintel Kejaksaan Agung, kemudian dilimpahkan kesini, laporan beserta data-datanya. Februari 2024 surat dari Jamintel Kejagung kemudian dimasukkan ke Pidsus Kejati (pidana khusus) pada April 2024. Bunyi rekomendasinya ‘Untuk Ditindaklanjuti Penanganan Permasalahannya Pada Bidang Pidsus Kejati Kepri,” terangnya, Rabu (05/03/2025).

Yusnar Yusuf juga membenarkan pihak Kejati sudah lakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Kepri terkait Keputusan Gubernur tersebut.


“Terkait Keputusan Gubernur di tahun 2021, itu ternyata ada rekomendasi dari Kejaksaan Agung agar ditangani Pidsus Kejati Kepri. Sebenarnya bidang pidsus sedang menangani.

Akan tetapi ada pembentukan Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) berdasarkan Perpres (Peraturan Presiden) 5 Tahun 2025. Jadi yang diduga ada berhubungan kawasan hutan negara, semuanya harus dilakukan pelaporan dulu kesana, nanti dianalisa disana. Apakah disana langsung yang menangani, atau daerah. Belum tahu kita,” sambung Kasi Penkum.

Lebih lanjut Yusnar Yusuf juga menjelaskan bahwa pihak Kejati Kepri sifatnya masih menunggu keputusan, apakah proses penindakan hukum masuk ranah Satgas PKH atau di Kejati Kepri.


“Semua data diminta semua, kalau nanti arahannya lanjut, ya kita lanjut. Artinya jangan sampai jalan kedua-duanya. Seandainya nanti sudah ada keputusan, kita kabari lah. Kita ikuti terus, minggu depan kita tanyakan lagi,” tutupnya.

Awak media ini mencoba menghubungi Sekretaris DPM PTSP Kepri, Joni Hendra Putra, S.Hut, M.Si. yang pada saat penerbitan Keputusan Gubernur tersebut sedang menjabat sebagai Kepala Bidang Perizinan DPM PTSP Kepri.

Ia membenarkan atas pemanggilan dirinya oleh pihak Kejati Kepri.
“Permintaan keterangan mengenai prosedur perizinan waktu itu,” terangnya melalui pesan singkat whatsapp.

Selanjutnya Juni Hendra juga menyatakan bahwa surat yang sama juga sudah diterbitkan ulang oleh Kementerian LHK kemudian dicabut kembali.

“Sepengetahuan kami, izinnya sudah diterbitkan ulang oleh Kementerian LHK, dan beberapa bulan kemudian dicabut kembali oleh Kementrian LHK sesuai dengan kewenangan. Sekarang suda dicabut oleh pusat. Kalau tak salah lokasinya diperuntukan untuk Proyek Strategis Nasional,” tambahnya.

Dikutip dari laman berita liputan6.com, pada 13 September 2023, Bahlil Lahadalia saat menjabat Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan wilayah Pulau Rempang sudah pernah diberikan izin oprasi untuk 6 perusahaan. Dimana izin perusahaan-perusahaan tersebut setelah dilakukan pengusutan, terjadi kekeliruan prosedur. Maka kemudian dicabut (izinnya).

Selain pihak DPM PTSP, ada beberapa pihak instasi di Pemprov Kepri lain juga turut diperiksa oleh pihak Kejati Kepri. Awak media ini terus berupaya lakukan investasi dan wawancara beberapa pihak terkait, termasuk pihak perusahaan yang memegang IUPJL-PSWA.(Red)

Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, Monitoring Posko Pengungsian Warga Terdampak Banjir di Kantor Desa Karangsambung

BIN || Kabupaten Bekasi – Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di Kantor Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, pada Rabu (5/3/2025). Dalam kunjungannya, ia juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi.

Sebagai seorang dokter, Asep Surya Atmaja langsung memeriksa kondisi kesehatan warga Desa Bojongsari yang mengungsi di lokasi tersebut. Ia memastikan para pengungsi dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit akibat banjir, seperti gatal-gatal atau diare.

“Alhamdulillah, saya melihat kondisi para pengungsi sehat-sehat semuanya. Biasanya kalau banjir, airnya kotor dan bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit serta diare. Tapi tadi saya melihat dan memeriksa langsung, belum ada keluhan seperti itu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa bantuan bagi warga terdampak terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, BPBD, camat, kepala desa, serta bantuan pribadi. Ia meminta agar distribusi bantuan dilakukan secara merata.

Selain itu, Wakil Bupati Bekasi menginstruksikan tim kesehatan untuk memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Ia memastikan bahwa warga yang memerlukan layanan kesehatan lebih lanjut dapat mengakses puskesmas setempat atau tenaga medis di posko.

Asep Surya Atmaja juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga selama musim hujan dan menjaga kebersihan lingkungan posko guna mencegah penyebaran penyakit pasca-banjir.

Dalam kesempatan ini, ia bersama Camat Kedungwaringin, Kapolsek, dan kepala desa setempat secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang mengungsi di Kantor Desa Karangsambung.(Red)

Diduga Saluran Air PT Platinum Mampet Debit Air Naik Kepemukiman Warga

BIN || Kabupaten Bekasi – Deras hujan masih mengguyur sekitaran karang sambung kecamatan Kedung Waringin kabupaten Bekasi, tepatnya di kampung rengas Bandung 01/05 debit air meluap,selasa,4/3/25.

Kali ini paling terparah,karena sampai 30-40 centimeter debit air naik, disebabkan saluran air yang mengalir yang berdampingan dengan Perusahan diduga  jarang dibersihkan.

Salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya, Meminta kepada pemerintah supaya melakukan pembersihan saluran air yang berdampingan dengan PT Platinum, dugaannya gorong-gorong yang terbentang jarang di bersihkan jadi pedangkalan.

Masih kata warga,kami ga minta apa-apa ,tolong saluran air di bersihkan agar tidak mengakibatkan luapan Aer kemasyarakat, musim panas debu, bising kami diam, nah malam ini air naik,buka mata kalian, CSR Pada kemana selama ini.

Kami meminta kepada aparatur pemerintah tolong sikapin dengan serius,jangan sampai kami turun aksi,katanya.(Red)

KPU Kabupaten Bekasi Diduga Lakukan  Maladministrasi Sipol Partai

BIN || Kabupaten Bekasi – Tim verifikasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bekasi diduga melakukan maladministrasi pada pemilu tahun 2024 lalu.

Kelalaian tersebut diduga dalam memverifikasi data sipol partai,bahkan data yang masuk diaplikasi pun tidak sesuai dengan fakta.

“Hal itu bukan jaman saya menjabat, bahkan setelah saya menjabat sudah terverifikasi oleh tim verifikasi,” ucap Ketua KPU Kabupaten Bekasi saat dimintai keterangan, (12/2/2025).

Ali Rido menyarankan untuk bersurat secara resmi ke pihak KPU Kabupaten Bekasi karena hal demikian bukan saat dirinya menjabat.

“Bersurat saja karena tim verifikasi data itu sudah selesai baru saya menjabat disini,” kata Ali.

Dia mengatakan ini kelalaian tim verifikasi dan untuk penyeimbang berita silahkan konfirmasi secara resmi melalui surat.

“Setelah bersurat nanti dalam kurang waktu dua sampai tiga hari pasti dijawab,” tandasnya (Red).