0.9 C
New York
Tuesday, March 24, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 148

Tradisi Adat Budaya, Ribuan Masyarakat Desa Tanjung Baru Antusias Ikut Arak – Arakan Kepala Kerbau

BIN| Kabupaten Bekasi – Ribuan masyarakat Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat mengikuti Arak – Arakan Kepala Kerbau yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Tanjung Baru, Jum’at (12/08/2022) Siang.

Panasnya trik matahari di siang hari tak menyurutkan semangat ribuan masyarakat Desa Tanjung Baru baik yang menggunakan ratusan sepeda motor dan puluhan mobil mengikuti arak – arakan Kepala Kerbau yang mengelilingi wilayah perkampungan Desa Tanjung Baru yang sudah menjadi adat istiadat budaya leluhur dan Hajat Bumi yang selalu diselenggarakan setiap tahun, Yang selama 2 Tahun ini tidak selenggarakan karena Covid-19.

Kepala Desa Tanjung Baru, Dudu Sumbali, langsung memimpin acara arak-arakan Kepala Kerbau ke berbagai wilayah perkampungan Wilayah Desa Tanjung Baru.

Pantauan wartawan, Masyarakat Desa Tanjung Baru sangat antusia melihat arak – arakan. Bahkan tak sedikit Masyarakat menyambutnya dengan menyiramkan air kepada Masyarakat lainnya yang mengikuti arak-arakan. Karena menurut warga itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan saat arak – arakan Kepala Kerbau.

“Selain Adat Budaya atau Hajat Bumi juga menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung arak – arakan Kepala Kerbau”, kata Kepala Desa Tanjung Baru, Dudu Sumbali.

Sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT dan juga melestarikan adat budaya tradisional atau Hajat Bumi.

“Semoga masyarakat Desa Tanjung Baru selalu diberikan kesehatan, dilancarkan usahanya, Petani padi panennya bagus dan kita semua dijauhkan dari segala penyakit dan marabahaya”, harap Kades Tanjung Baru, Dudu Sumbali.

Untuk diketahui, Arak – Arakan Kepala Kerbau dimulai dari Kantor Desa Tanjung Baru dengan keliling ke berbagai Wilayah perkampungan Desa Tanjung Baru dan Finis di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang selanjutnya Kepala Kerbau dilakukan tradisi untuk di kubur. (Ahim)

Food Estate, Dukung Impian Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia



BIN | Jakarta – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Edi Santosa optimistis program Food Estate mampu mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia atau world food storage pada 2045. “(Indonesia sebagai lumbung pangan dunia) sangat mungkin (terwujud), syaratnya harus betul betul serius,” kata Edi, saat dihubungi, Jum’at (12/8).

Menurut Edi, Food Estate akan menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, program ini diharapkan memiliki daya saing tinggi.

“Food estate harus dibangun dengan daya saing, sehingga nantinya mendukung cita cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan wilayah Food Estate di dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah, tepatnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Serta Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Selain itu juga berencana memperluas program terkait ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, dan Papua.

Sebelumnya Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor menyatakan pembangunan Food Estate di Kalimantan Tengah bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara kuat di dunia.

Menurut Yadi, program yang dikembangkan Kementerian Pertanian tersebut sudah menunjukkan kemajuan hasil yang maksimal.

Berdasarkan data yang dihimpun Yadi, rata-rata penyusutan lahan di Indonesia mencapai 150.000 hektare per tahun. Sementara data cetak sawah di bawah 100.000 hektare, tepatnya 60.000 per tahun. Namun dengan adanya food estate, pencetakan sawah bertumbuh lebih cepat dan lebih maksimal. (Red)

Pemerintah Percepat Vaksinasi Guna Tekan Penyebaran PMK

BIN | Jakarta, 11 Agustus – Pemerintah menargetkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap awal selesai dilakukan pertengahan September 2022. Diharapkan percepatan vaksinasi tersebut segera bisa menekan penyebaran wabah PMK.

“Kami menargetkan distribusi dan vaksinasi dua tahap awal yang sebanyak 3 juta dosis tuntas bulan ini atau maksimal pertengahan September,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito belum lama ini.

Indonesia meniru penanganan PMK dari negara-negara yang sudah terpapar wabah terlebih dulu dengan menyesuaikan kondisi terkini di dalam negeri. “Di Asia Tenggara, kontrol PMK lebih banyak atau mayoritas menggunakan vaksin. Studi membuktikan bahwa vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara,” katanya.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Lalu fase dua, sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

“Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 800 ribu vaksin kisaran Juni-Juli 2022. Di Indonesia jumlah kasus baru PMK melandai. Ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK,” katanya.

Selain mendatangkan vaksin PMK dari lima perusahaan asing di luar negeri, pemerintah juga menggandeng perusahaan produsen vaksin lokal agar kebutuhan vaksin cepat dan mudah terpenuhi.

“Pemerintah mengupayakan percepatan pengadaan vaksin. Pemerintah juga berencana mengimpor bahan baku vaksin yang diproduksi dalam negeri, karena perusahaan farmasi lokal juga punya kemampuan memproduksi vaksin dalam jumlah besar,” kata Wiku. (Red)

Pangan Lokal Bisa Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor



BIN | Jakarta, 10 Agustus – Isu krisis pangan global yang semakin menguat justru menjadi pendorong bagi pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan lokal untuk menekan ketergantungan impor. Impor gandum, misalnya, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengakui kondisi global saat ini tidak biasa-biasa saja. Namun, kata dia, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi peningkatan produktivitas pertanian Indonesia karena didukung oleh sistem produksi yang terjaga baik.

“Sehingga (pertanian) memiliki kontribusi positif di saat sulit. PDB pertanian malah tumbuh. Ekspor naik berlipat-lipat, 38%. Naik tinggi. sistem produksi terjaga baik,” kata Suwandi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (9/8).

Data ekspor Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2022, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2022 mencapai US$93,47 miliar atau naik 38,68% dibanding periode sama tahun 2021. Sektor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang kenaikan 11,94% untuk periode yang sama.

Ada dua langkah yang dilakukan Kementan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia, yaitu memantapkan kapasitas produksi dari tanaman pangan lokal yang sudah ada, seperti padi dan jagung. Juga melakukan diversifikasi produksi dan konsumsi tanaman pangan lokal.

“Jepang, Korea itu kuat karena cinta produksinya. Jangan membeli produk orang lain. Belilah produk-produk petani kita,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beragam tanaman pangan lokal yang berpotensi menjadi pengganti gandum, seperti singkong, sorgum, sagu, ubi jalar, talas, dan lainnya. Yang tengah digencarkan Kementan saat ini adalah perluasan produksi sorgum.

Karena sorgum mudah dibudidayakan pada lahan yang tidak subur, bahkan tandus. Sorgum juga masih satu kerabat dengan gandum dalam penamaan ilmiah. “Kelebihan sorgum adalah sekali tanam bisa dikepras dua kali. Artinya, setahun bisa tiga kali panen dengan sekali masa tanam,” katanya.

Penyuluh Pertanian Lapang Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Esti Fauziah menambahkan, sorgum tidak memerlukan persiapan banyak sebelum ditanam. “Bahkan di tanah berbatu saja sorgum bisa tumbuh dengan baik. Tidak seperti tanaman padi yang memerlukan air banyak, memerlukan olah tanah,” kata dia dalam diskusi itu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sebaran lahan tanaman sorgum banyak berada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan produktivitas berkisar 3-4 ton per hektare. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur produktivitasnya 4-5 ton per hektare. Total luas lahan sorgum di seluruh wilayah mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Sementara Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, Isfahari menilai, semua tanaman pangan lokal Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Juga mampu menurunkan ketergantungan terhadap impor gandum.

“Bayangkan kalau kita bisa mensubstitusi 10 sampai 30% terigu yang ada,” kata dia dalam diskusi daring terpisah. Impor gandum Indonesia mencapai sekitar 11 juta ton per tahun.

Kendati diakui Risfaheri bahwa tepung sorgum atau tepung pangan lokal lain belum memiliki sifat mengembang layaknya terigu dari gandum. Namun, kata dia, hal tersebut bisa disiasati dengan teknologi pangan.

“Barangkali para penelitia bisa merekayasa komoditas pangan kita yang tidak punya sifat mengembang bisa disisipkan mungkin seperti zat adiktif yang bisa membuat mengembang,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gandum dan mulai beralih ke tanaman pangan lokal, seperti singkong, sorgum, dan sagu. (Red)

PW Muhammadiyah Jabar Berikan Apresiasi Kepada Kapolri Beserta Jajaran Atas Ungkap Kasus Brigadir J



BIN | Bandung – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provisni Jawa Barat, Syuhada berikan apresiasi kepada Kapolri dan segenap pihak kepolisian yang telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan beberapa oknum perwira tinggi, perwira menengah dan bintara di jajaran Kepolisian.

Suhada mengatakan bahwa Polri sangat bekerja dengan baik dan profesional dalam pengungkapan kasus kematian atau pembunuhan Brigadir J.

“Sata atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada POLRI Yang telah menunjukan kinerjanya dengan baik,
dalam pengungkapan kasus penembakan Mr.J,” Katanya, Kamis 11/08/2022.

Dengan Polri yang bekerja dengan profesionalitas Suhada mengatakan bahwa akan tetap menjaga marwah dan tetap dicintai di masyarakat.

“Atas kinerja Polri yang profesional dalam pengungkapan kasus ini, Dengan demikian insya Allah Marwah Polisi akan tetap terjaga,” Pungkasnya. (Red)

Ketua Umum DMI Jabar Berikan Apresiasi Kepada Polri Yang Berhasil Ungkap Kasus Kematian Brigadir J



BIN | Jawa Barat – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provisni Jawa Barat, KH. Achmad Sidik, mengapresiasi Kapolri dan segenap pihak di kepolisian yang telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan beberapa oknum perwira tinggi, perwira menengah dan bintara di jajaran Kepolisian.

“Sebagai orang yang mencintai dan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, kita tentu patut memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pihak kepolisian, yang telah membongkar kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai ke akar-akarnya,” kata Achmad Sidik, Rabu 10 Agustus 2022.

Menurut dia, meskipun pada awalnya masyarakat pesimis dan memperkirakan penyelesaian kasus ini hanya akan menyentuh bagian ranting-ranting saja atau bahkan hilang ditelan bumi, namun melalui kerja keras, sikap tegas dan profesionalitas Listyo Sigit beserta seluruh jajarannya telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J dan menetapkan status tersangka pada mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. Hal ini tentunya akan menjadi salah satu momentum yang baik bagi Pihak Kepolisian untuk dapat menjawab semua keraguan yang selama ini ada di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, berkat kerja keras, sikap tegas dan profesionalitas dari Kapolri dan pihak kepolisian, kasus ini bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya dengan menangkap dan menjadikan tersangka siapa yang telah menjadi aktor utama dan atau otak intelektual dalam kasus terbunuhnya Brigadir J,” ujar Achmad.

Ketua Pimpinan DMI Jawa Barat ini mengharapkan kasus Brigadir J dapat dijadikan oleh Polri sebagai momentum untuk berbenah, memperbaiki diri dan instropeksi di dalam internal Kepolisian agar kepercayaan masyarakat terhadap salah satu lembaga penegak hukum di Tanah Air ini semakin meningkat. Dengan demikian, lanjut Achmad, Polri pun diharapkan dapat menjadi salah satu agen perubahan bangsa dan negara agar Indonesia mampu menjadi negeri yang maju, berakhlak, berkeadilan.

“Diharapkan pihak kepolisian akan bisa menjadi salah satu agen dalam perubahan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini ke arah yang jauh lebih baik sehingga diharapkan negeri ini akan bisa menjadi negeri yang maju, berakhlak, dan berkeadilan di mana rakyatnya hidup dengan aman, tenteram, damai, sejahtera, dan bahagia,” ucap Achmad. (Red)

Pemerintah Optimistis PMK tak Lagi Merebak Mulai Akhir Tahun



BIN | Jakarta, 9 Agustus – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) meyakini wabah PMK akan mencapai nol kasus baru di seluruh Indonesia mulai akhir tahun 2022. Saat ini sudah 6 provinsi dinyatakan bebas dari temuan kasus baru PMK.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito, belum lama ini.

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku.

Pemerintah memperketat penerapan biosecurity hingga ke level turis asing, baik yang datang ke Indonesia maupun yang akan pulang ke negaranya. “Salah satu contohnya dengan menempatkan foot mat dan disinfectant spray di kedatangan maupun keberangkatan Bandara Internasional Ngurah Rai dan Sentani, dan area lain yang termasuk ke dalam zona bebas PMK,” kata dia.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Satgas PMK semakin menggiatkan distribusi vaksin dan penyuntikannya dengan prioritas hewan-hewan ternak di zona hijau.

“Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 1,2 juta (dosis) vaksin. Di Indonesia, jumlah kasus baru PMK melandai. Dan ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK,” ujar dia.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Dan 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

“Studi membuktikan bahwa vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara,” katanya.

Berdasarkan data Satgas PMK per 9 Agustus 2022, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, 6 provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias zero case. Empat di antaranya adala Bali, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Kalimantan Selatan.

Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia



BIN | Jakarta, 8 Agustus – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah mewabah pada hewan ternak Indonesia tidak akan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. PMK bukan zoonosis karena penyakit ini tak menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

“PMK itu bukan penyakit zoonosis. Jadi tidak menular kepada manusia. Manusia bukan inangnya. PMK hanya menyerang hewan berkuku genap. Kita (manusia) berkuku ganjil,” kata Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat, Elise Wieke, belum lama ini.

Elise berharap masyarakat tetap mengonsumsi produk hewan ternak, baik dalam bentuk segar ataupun olahan, seperti biasanya. “Untuk masyarakat, tetaplah mengonsumsi hewan yang rentan PMK. Tanpa harus takut dan ragu. Yang penting pengolahannya benar: dimasak sampai dengan matang,” kata Elise.

Ia menjelaskan tidak ada perbedaan fisik produk segar dari hewan terpapar PMK dengan yang tidak terpapar. “Secara fisik tidak terlihat perbedaannya. Karena memang yang diserang PMK itu kan daerah mulut dan kuku,” katanya.

Kendati produk segar hewan terpapar PMK aman dikonsumsi, ia meminta masyarakat untuk mengolahnya dengan cara tepat. Hal ini bukan karena potensi virus menginfeksi manusia, tetapi guna memotong rantai penyebaran melalui manusia sebagai carrier.

“Misalkan daging itu minimal 30 menit direbus dulu, sebelum diolah. Harapannya virus sudah mati. Atau didiamkan di pendingin selama 24 jam, harapannya virus-virus sudah mati (di situ),” katanya.

Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja menambahkan, untuk produk olahan dari hewan ternak di zona merah tetap aman dikonsumsi masyarakat. Zona merah adalah 70% wilayah sudah terdapat wabah PMK yang menjangkiti ternak.

“Untuk semua produk olahan dari zona merah sebenarnya bisa dibawa ke zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Kenapa? Karena namanya produk olahan tentu sudah melalui berbagai proses agar memenuhi syarat kesehatan dan sebagainya, termasuk juga untuk (bebas penyakit) PMK,” katanya.

Untuk mengendalikan PMK, Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain menerapkan karantina ketat bagi distribusi hewan ternak dengan mewajibkan peternak mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Sedangkan bagi produk daging yang diimpor, harus memiliki surat rekomendasi bebas PMK dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Hadirnya CV ECO PRODUK INDONESIA Berikan Manfaat Bagi Warga Desa Situsari Bogor

BIN | Bogor – Kehadiran perusahaan arang briket CV ECO PRODUK INDONESIA didalam wilayah Kampung Karet Jl.Swadarma RT 02/01 Desa Situsari,Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor,Jawa Barat, menuai manfaat bagi masyarakat sekitar.

Hadirnya CV ECO PRODUK INDONESIA yang akan memproduksi produk arang briket di Kabupaten Bogor, juga memberikan sosial yang tinggi bagi masyarakat sekitar.



Seperti hal yang disampaikan oleh Ecih (47) salah seorang karyawan CV ECO PRODUK INDONESIA sekaligus masyarakat Kampung Karet, yang saat ini berdomisili didekat perusahaan kepada awak media(09/08/2022).

“Saya ingin kerja agar ada masukan untuk biaya sehari-hari, kalau di perusahaan lain dengan usia saya yang sudah tidak muda lagi, pasti tidak akan di terima,namun sejak adanya perusahaan ini saya jadi bisa kerja,” ucapnya.

Mengenai pro dan kontra terkait kehadiran perusahaan arang briket tersebut, saat dikonfirmasi awak media di kesempatan giat musyawarah antara warga dengan pihak perusahaan, Kepala Desa Situsari, Dahlan, membenarkan keberadaan CV ECO PRODUK INDONESIA memang masuk didalam wilayahnya.



“Kami selaku pemerintahan desa dengan adanya perusahaan arang briket ini, warga kami bisa bekerja dan ada pemasukan, kami hanya menginginkan masalah ini kondusif. Sebab dengan adanya CV ECO PRODUK INDONESIA di wilayah kami, bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar serta memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar yang tidak bekerja dengan memberikan konpensasi kepada tiap tiap kepala keluarga yang berdekatan dengan pabrik,” ungkapnya.

Ari Indra David,S.H,M.H, kuasa hukum dari CV ECO PRODUK INDONESIA, menerangkan, jika perusahaan CV ECO PRODUK INDONESIA dari awal berdirinya tidak ada permasalahan baik terkait surat perizinan lingkungan dan legalitas perusahaan semuanya lengkap dan terpenuhi sampai dengan UKL -UPL dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

“Kami sangat mengharapkan perusahaan ini bisa berjalan tanpa hambatan, Kehadiran CV ECO PRODUK INDONESIA telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, ini guna mengurangi angka pengangguran, terkhusus di Kampung Karet Desa Situsari Kecamatan Cileungsi ini,” beber David.

“Intinya, kami dari pihak perusahaan CV ECO PRODUK INDONESIA sudah mengantongi legalitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya, kami pun berusaha untuk memberikan manfaat bagi warga sekitar dengan memberikan bantuan Corporate Social Responbility (CSR) secara rutin.” pungkas David. (Wati)

Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Dikunjungi Tim Penilai Kampung Bersih

BIN | Bekasi – Tim Penilai Lomba Kampung Bersih Tingkat Kabupaten Bekasi yang dipimpin Staff Pelaksana Pol PP Kabupaten Bekasi,Komarudin, melakukan penilaian lapangan ke Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi,sebagai salah satu peserta lomba Kampung Bersih kategori Perumahan terbaik tingkat Kecamatan Serang Baru, Senin (08/07/2022).

Kehadiran rombongan Tim Penilai Kampung Bersih Terbaik Tingkat Kecamatan Serang Baru disambut Kepala Desa Sukasari, Muhamad Nursolehudin, Sekcam Serang Baru,Cece,S.Ag.MM, Babinsa Koramil 12/Serang Baru,Bhabinkamtibmas,Staff Desa Sukasari, Ketua RW 07,Ketua RT 01 sampai dengan RT 012,BPD,Karang Taruna,PKK, Posyandu dan tokoh masyarakat serta tokoh Agama.



Pelaksanaan penilaian Kampung Bersih terbaik di Kecamatan Serang Baru, merupakan penilaian prestasi atas hasil yang dicapai oleh RW 07 Desa Sukasari.

Sekcam Serang Baru yang mewakili Camat, Cece,S.Ag.MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dengan ditetapkannya RW 07 untuk kategori perumahan terbaik tingkat Kecamatan tahun 2022,maka ditetapkan pula untuk mewakili Kecamatan Serang Baru mengikuti Penilaian Lomba Tingkat Kabupaten.



“Kami dari Kecamatan Serang Baru ada 2 tempat yang masuk kriteria untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten, yang pertama kategori perkampungan yang diwakili Desa Jayasampurna dan kategori perumahan yaitu RW 07 ini, mudah-mudahan nilainya mendekati sempurna dan menjuarai tingkat Kabupaten,” harap Cece.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukasari Muhamad Nursolehudin mengatakan, bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada warga RW 07 atas kesiapan untuk mengikuti lomba dan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh RW 07 sehingga ditetapkan untuk mengikuti Lomba tingkat Kabupaten, partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti lomba sangat tinggi yang dibuktikan dengan wajah baru keadaan lingkungan RW 07.

Dengan keunggulan tersebut, Kepala Desa Sukasari berharap, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru menjadi yang terbaik tingkat Kabupaten,tentunya dengan Evaluasi, masukan dan saran dari Tim Penilai Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

“Saya, selaku Kepala Desa Sukasari, menyampaikan terimakasih kepada warga, saya merasa bangga dengan kemajuan pesat RW 07,melihat warga begitu meriah menyambut kami, terciptanya kekompakan antar warga desa Ketua RW dan RT, ini sungguh luar biasa,” ujar Kepala Desa Sukasari dengan semangat.

Komarudin, Staf Pelaksana Pol PP Kabupaten Bekasi sekaligus perwakilan dari tim penilai Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, menuturkan kepada awak media Beksi Indonesia News,menyampaikan dalam penilaian Kampung Bersih Makin Berani ada sejumlah indikator.

Pertama, kata dia, yakni keamanan,kebersihan lingkungan, ketahanan pangan dan sosial.

“Tim penilai akan memberikan poin-poin yaitu keamanan, kebersihan lingkungan, ketahanan pangan dan sosial, karena hal itu yang diutamakan oleh pak PJ Bupati.” tutup Komarudin. (Wati)