26.4 C
New York
Monday, August 24, 2026

Buy now

spot_img
Beranda blog Halaman 128

6 Pelaku Komplotan Perampok Mobil Pick-up Berhasil Diungkap Unit Reskrim Polres Metro Bekasi

BIN | Kabupaten Bekasi – Satreskrim Polres Metro Bekasi Unit Jatanras berhasil mengamankan 6 pelaku Komplotan perampok mobil pick-up di Jl.Raya Rengasbandung, Desa Karang Sambung Kecamatan Kedung Waringin Kabupaten Bekasi, yang korbanya dibuang di Kalimalang dengan dilakban.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan berawal dari para pelaku membuntuti korban dan memberhentikan korban dengan mengatakan bahwa korban telah menyenggol mobil pelaku pada tanggal 30 September 2022.

“Mereka (para pelaku) menghentikan laju mobil korban dengan mengatakan bahwa korban telah membentur mobil pelaku yang kemudian para pelaku membawa korban dan mengancam korban lalu dibuang di Fly Over Jababeka atau Kali malang,” Tutur Kapolres, Saat konferensi pers di TKP, Jumat 25/11/2022.

“Para pelaku setelah membuang korban lalu melarikan diri dengan membawa mobil pick-up milik korban beserta membawa barang berharga milik korban,” Tambah Kapolres.

Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap dan berhasil mengamankan barang bukti mobil korban setelah mengidentifikasi mobil korban hingga ke daerah Jawa Tengah.

“Kita kejar dan berhasil mengamankan barang bukti mobil korban hingga ke Jawa Tengah,” Terang Kapolres.

Dari pada pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 unit mobil pick-up milik korban dan 1 unit mobil milik pelaku, 1 unit handphone dan sejumlah uang, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya Para pelaku ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP yaitu pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara.

Ditempat yang sama korban Jayadi mengungkapkan bahwa dirinya dibuang di daerah Kali Malang dengan mulut dan mulut dilakban oleh para pelaku serta mendapatkan ancaman.

“Saya disuruh masuk kedalam mobil dengan dipaksa dan saya diancam disuruh diam apabila ingin selamat, lalu saya dilakban dibagian mata dan mulut, setelah dibuang saya buka lakban dan saya sadar sudah berada di kali malang,” Ungkapnya.

Korban Jayadi mengatakan dirinya berjalan kaki ke Polsek terdkat untuk membuat laporan dan kemudian diantarkan ke Polres untuk proses pelaporan lanjutan.

“Saya jalan kaki ke Polsek lalu dibantu oleh petugas polsek ke Polres untuk membuat laporan terkait perampokan yang saya alami,” Tambahnya.

Masih kata Jayadi, “Saya ucapin terima kasih kepada seluruh Kepolisian Polres Metro Bekasi yang sudah mengungkap kasus ini sehingga mobil saya bisa ditemukan kembali,” Tutup Jayadi sambil bersedih.(Bisri/Red)

Sebuah Kendaraan Pengangkut Limbah Oli Bekas Dipergoki Warga Buang Limbah di Kawasan Pemukiman Warga di Desa Sukadami

BIN | Kabupaten Bekasi – Warga Kp.Kandang Roda RT 012/06 Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, merasa resah dengan bau tidak sedap yang keluar dari tempat pembuangan sampah, dimana bau tidak sedap tersebut berasal dari limbah oli bekas.

Athom (60) salah satu warga Kp.Kandang Roda mengungkapkan, dirinya memergoki kendaraan salah satu perusahaan di kawasan industri Ejip sedang membuang limbah oli (B3) di area tanah milik H.Sanusi.

“Saat itu kami memergoki sebuah kendaraan sedang membuang oli bekas, kami periksa dan mereka mengaku dari perusahaan di salah satu kawasan, itu barusan sekali sih kepergoknya,kalau dari awal kami tau itu limbah oli, pasti kami melarang untuk buang limbah oli itu disini karena membahayakan,” ungkap Athom.

Terkait kasus pembuangan limbah oli bekas di Kp. Kandang Roda, awak media mendatangi pihak pemerintah Desa Sukadami untuk konfirmasi.

“Ya, terkait itu awalnya kami menerima laporan dari salah satu lembaga dan masyarakat beberapa hari yang lalu, kami dari pemerintah Desa Sukadami langsung merespon dan mendatangi lokasi pembuangan limbah tersebut untuk investigasi, dan kami akan menyurati secara resmi pemilik lahan tersebut, adapun ada atau tidaknya pelanggaran itu pihak berwajib yang menentukan,” ujar Abeng Arif Sekdes Desa Sukadami.

Sekdes menambahkan, ketika pemerintah Desa Sukadami dan unsur terkait meninjau lokasi tempat pembuangan limbah tersebut ada bekas oli dan sampah-sampah lainnya.

“Waktu kita ngecek tempat tersebut ada titik api bekas pembakaran limbah oli yang dicampur dengan limbah lainnya yang berasal dari limbah rumah tangga, jika itu limbah oli maka ini akan menimbulkan 3 kerugian, yang pertama pencemaran udara, air dan tanah.’ tutupnya.

5 Pelaku Kejahatan Pencurian Diamankan Jatanras Polres Metro Bekasi

BIN | Kabupaten Bekasi – Jatanras Polres Metro Bekasi berhasil amankan 5 orang pelaku tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan yang terdiri dari 2 orang pelaku dan 3 orang penadah barang hasil curian.

Kelima orang pelaku FIM Als I dan JAS alias S (Pasal 363 KUH-Pidana), dan B, RA alias RT dan AH alias A untuk (Pasal 480 KUH-Pidana)

Berawal dari viralnya rekaman CCTV di media sosial polisi berhasil mengamankan para pelaku tindakan pencurian yang terjadi di Kp.Buni Asih, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat lakukan Conferensi Pers di lokasi kejadian (TKP) yang mengatakan bahwa para pelaku teridentifikasi berdasarkan rekaman CCTV yang beredar di Medsos kemudian Viral.

“Cepatnya informasi melalui medsos yang kemudian kejadian ini viral sehingga polisi dapat dengan cepat melakukan identifikasi terhadap para pelaku dan kemudian menangkap para pelaku,” Terangnya.Selasa (22/11/2022)

“Para pelaku ini terdapat 36 laporan atau melakukan kejahatan yang nantinya akan kita tindak lanjuti dari masing masing laporan,” Tambahnya.

Kapolres menegaskan bahwa para pelaku menjual hasil curianya keluar daerah atau daerah tetangga dengan harga per unit motor berkisar 3,3 juta rupiah.

Dari para pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti 2 unit sepeda motor, 3 unit handphone, 1 set kunci T, 1 buah sweater dan 2 buah jas hujan.

Para pelaku dikenai pasal yang berbeda tergantung peran nya, yaitu pasal 363 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan 480 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(Wati/Red)

Gempa Bumi M 5,6 Cianjur Banyak Memakan Korban Jiwa



BIN | Kabupaten Cianjur – Cianjur berduka, baru-baru ini terjadi gempah di wilayah ciananjur yang tidak berpotensi sunami.
yang banyak memakan korban jiwa
Gempa tersebut samapi terasa di luar kota seperti bogor , jakarta hingga kota- kota lainya 21/11/2022 siang

Gempa cianjur dengan luka- luka berat hingga memcapi 800 orang .
Jalan raya yang menghubungkaan antara kota bogor dan cianjur mengalami longsor yang memutuskan arus lalulintas .

Beberapa pondok pesantran dan rumah -rumah warga banyak yang rusak ringan maupun berat , sampai saat ini baik dari Rumah sakit maupun Puskesmas di penuhi oleh korban gempa baik orang tua maupun anak-anak.

Jaringan berupa listrik terputus dan alat – alat komunikasi terhenti sementara.
Untuk saat ini cianjur memerlukan DAPUR UMUM.Beberapa pondok pesantran dan rumah -rumah warga banyak yang rusak ringan maupun berat , sampai saat ini baik dari Rumah sakit maupun Puskesmas di penuhi oleh korban gempa baik orang tua maupun anak-anak.

Jaringan berupa listrik terputus dan alat – alat komunikasi terhenti sementara.
Untuk saat ini cianjur memerlukan DAPUR UMUM.
BMKG Dwikorita menyebutkan terjadinya gempan di duga adanya pergerakan Sesar Cimandiri.Daerah yang paling terparah data sementara di tiga kecamayan:

1 Desa cilaku kec Rancagoong.
2 Desa lumbang sari
3 Kec Cugenang.

Data sementara ini yang meninggal dunia 46 orang dan 800 mengalami luka berat
Kerusakan rumah yang baru di data ada 469 rumah. Untuk saat ni korban masih bertambah dan belum bisa di prediksi.
(Ynt)

Dispar Kabupaten Bekasi Gelar Sosialisasi Aplikasi Kunjungan Wisata Pelaku Industri

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi menggelar acara sosialisasi aplikasi kunjungan wisata kepada para pelaku industri pariwisata di Kabupaten Bekasi, pada Senin (21/11). Sosialisasi itu juga untuk melakukan pendataan secara valid mengenai kepariwisataan Kabupaten Bekasi.

“Selama ini kita butuh data misalnya kunjungan wisata saja. Untuk itu kami Dinas Pariwisata sengaja tahun anggaran ini bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membuat aplikasi kunjungan wisata gitu, walaupun di dalamnya bukan hanya kunjungan saja,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Iyan Priatna di kantornya, Graha Pariwisata, Cikarang Timur.

Iyan menjelaskan pembuatan aplikasi kepariwisataan sangat penting, bagi pelaku pariwisata dibidang restoran, perhotelan, maupun destinasi wisata.

“Saya rasa pembuatan aplikasi ini amat penting bukan cuma bagi Dinas Pariwisata juga, tapi juga bagi para pelaku-pelaku pariwisata,” jelasnya.

Iyan menginstruksikan bagi para narasumber dalam kegiatan untuk melakukan simulasi langsung agar penggunaan aplikasi dapat mudah dipahami peserta dan para staf Dinas Pariwisata untuk pelayanan kepariwisataan.

“Nanti langsung disimulasikan bagaimana pemakaiannya dan saya yakin semua peserta membawa hp semua ya, kalau bisa langsung didownload aplikasinya tinggal dicoba,” ungkapnya.

Iyan juga meminta pariwisata memberikan masukan dan saran untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Bekasi.

“Masyarakat harus responsif seandainya ada yang memberikan masukan atau saran kita terbuka dengan aplikasi ini,” tandasnya.(Red)

Gempa Bumi Magnitude 5,6 Cianjur Terasa Sampai Bekasi

BIN | Kabupaten Bekasi – Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) merilis kekuatan gempa M 5.6 terjadi pada 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, senin (21/11/22).

Gempa bahkan dirasakan warga Kabupaten Bekasi dan sekitarnya, ini terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. Namun sejauh ini tidak ada laporan kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Dalam keterangan resmi info gempa terkini, BMKG menyebut lokasi pusat gempa bumi yang dirasakan di Kabupaten Bekasi ini berada pada 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Warga dihimbau tidak panik karena gempa bumi tidak berpotensi tsunami. “Tidak berpotensi TSUNAMI,” tulis BMKG.

Gempa bumi terkini yang dirasakan di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya ini membuat warga di Tambun yang sedang beraktivitas panik.

“Gempa bumi terasa banget. Banyak orang berhamburan ke luar ruko,” ucap Yuni, warga Tambun yang sedang melakukan transaksi di kantor Finance..

Hal senada juga disampaikan Yadi, karyawan swasta di Cikarang. Meski ada gempa, Yadi dan teman-temannya tidak panik.

“Dalam situasi seperti ini jangan panik, kita keluar dari bangunan dengan tidak berlarian,” ujarnya.(Wati)

Gempa Cianjur Terasa Sampai Bekasi

BIN | Kabupaten Bekasi – Gempa yang terjadi di Cianjur hari ini Senin, 21 November 2022 pada pukul 13.21 WIB. Gempa bumi terjadi siang ini terasa kuat hingga menggunjang wilayah bekasi dan sekitarnya.

Titik gempa berada di 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tidak berpotensi tsunami. “Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG, Senin (21/11/2022).

Gempa berpusat di Kabupaten Cianjur hari ini bermagnitudo (M) 5,6. Guncangan gempa hari ini terasa kuat hingga wilayah bekasi dan sekitarnya. Selain di bekasi, gempa turut dirasakan di Jakarta, Sukabumi, Bogor, Bandung, hingga Depok.

Warga di beberapa wilayah melaporkan merasakan adanya gempa. Warga yang enggan di sebutkan namanya sangat merasakan getaran yang kuat selama beberapa detik, berasa goyang-goyang kata warga.

Seperti yang di lansir dari media detik.com Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap potensi gempa susulan dan menghimbau masyarakat keluar dari gedung sementara.

Penyebab Gempa Cianjur Terasa Kuat di Jakarta
BMKG mengungkap penyebab gempa berpusat di Cianjur terasa kuat mengguncang hingga di Jakarta. Kepala BMKG Dwikorita menyebut gempa tersebut diduga akibat dari pergerakan Sesar Cimandiri.

“Diduga ini merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri jadi bergerak kembali,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Senin (21/11/2022).

Gempa itu, jelas Dwikorita berpusat di sekitar Sukabumi-Cianjur. Dia mengatakan gempa itu terjadi akibat patahan geser. “Merupakan gempa yang diakibatkan patahan geser dengan magnitudo 5,6,” ujarnya.(Red)

Seorang Warga Banjarsari Sukatani Diduga Jadi Korban Penganiayaan


BIN | Kabupaten Bekasi – Rian 17th Anak dari ibu Titin 45th Warga Kp Bulak Lebar RT 04 RW 05 Dusun lll Desa Banjarsari Diduga Menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum warga Desa Kp Sawah Desa Cikarageman Kecamatan Setu Kab Bekasi,

Rian 17th Anak dari ibu Titin 45th,
Menuturkan saya ikut Ema. Jualan kopi ditempat yang hajat, di Kp sawah RT 02/04 Kecamatan Setu, kebetulan hiburan nya Topeng Betawi, saya hanya moto gak tau seorang bapak-bapak langsung mukul saya hingga tiga kali dibagian Rahang dan gigi bibir saya pun sampai Jontor pada saat itu kejadian nya pada Jumat 18 November 2022 Jam 11 malam Tutur Rian Kepada Media pada Senin 21/11/202,

Ditempat yang sama Titin ibu Rian, Saya hanya hidup berdua dengan Anak saya Rian, saya berjualan kopi di setiap tempat hajatan disana saya ngontrak di Kp Cimuning Kecamatan Setu, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari,

Kronologis kejadian pada awalnya Rian moto tempat hiburan Topeng Betawi, gak tau kenapa ada yang tidak senang kepada Rian, salah satu warga sekitar Langsung menganiaya atau memukul Rian hingga tiga kali sampai gigi nya Copot dan bagian bibir nya Jontor,

Memang anak saya Rian ini orang nya kurang menyimak, atau tidak tanggap kalau di panggil sama siapapun, akibat penyakit yang pernah diderita nya empat tahun yang lalu pernah dirawat di rumah sakit waktu itu tahun 2019 bang,

Harapan saya kepada pelaku,
Harus bertanggung jawab, apa yang sudah dilakukan terhadap anak saya Rian, pelaku harus punya etikat baik, kalau tidak saya akan buat Laporan Polisi (LP) karena Rian ini Anak dan harapan saya satu-satunya Harap Ibu Titin,

Awak Media mencoba mengkonfirmasi kepada ketua RT 02 Kp Sawah Desa Cikarageman Kecamatan Setu, Sebut saja Karman Via WhatsApp,
Ia menjawab dan menerangkan kejadian tersebut betul bang,
Ada tindak penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu warga pada Jumat 18 November jam 11 malam,

Saya kebetulan sedang duduk di bangku di tempat yang hajat bang,
Soal hiburan betul topeng Betawi
Ada orang main poto-poto aja gambar nya kena anak kecil dan istri nya, sipelaku tidak terima soalnya keponakan nya ketakutan,

Saya juga menyayangkan tindak tanduk pelaku yang kebetulan warga saya sendiri, waktu itu juga sudah saya tegur sipelaku, jangan langsung main tangan tegur dulu, Sipelaku menjawab kepada saya bang, bis gimana pak RT, saya sudah terlalu Emosi keponakan saya ketakutan, Terangnya. (Red)

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Hadiri Pengukuhan PAC Gerindra Kecamatan Cibarusah

BIN | Kabupaten Bekasi – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN. Holik Qodratullah, menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang dan Ranting Gerindra Kecamatan Cibarusah.Giat tersebut dilaksanakan di Kp.Cibogo Muncang RT 02/02, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Minggu (20/11/2022)

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha. Jumlah pengurus yang dikukuhkan pada acara tersebut adalah 7 orang dari perwakilan 7 desa, yang digawangi oleh Bambang Sigit. 

“Selamat atas dilantiknya pengurus PAC dan Ranting Gerindra Kecamatan Cibarusah, semoga mampu memberikan dorongan pada Kecamatan Cibarusah agar terus berkembang dan besar, dengan selalu menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Cibarusah,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra. 

Sementara itu, Ketua PAC Gerindra Kecamatan Cibarusah Bambang Sigit, mengatakan kepada awak media Beksi Indonesia News, bahwa dirinya akan berjuang semaksimal mungkin untuk membesarkan Partai Gerindra di Kecamatan Cibarusah. 

“Kami akan berjuang membesarkan partai ini terutama bersama emak-emak, karena perlu kita ketahui suara emak-emak ini mayoritas dan dapat mempengaruhi masyarakat terutama lingkungan terdekatnya, mudah-mudahan kami bisa semakin solid dan konsisten saat pergerakan nanti, apalagi nanti kita ada hajat besar yaitu Pileg, Pilkada dan Pilpres.” kata Bambang Sigit. 

Acara pengukuhan PAC dan Ranting Gerindra Kecamatan Cibarusah kali ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi bersama jajarannya, Ketua PAC Gerindra se-Kabupaten Bekasi,tokoh Agama,tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar. (Wati)

Tak Kunjung Diangkut, Sampah di Pasar Induk Cibitung Menumpuk

BIN | Kabupaten Bekasi – Para pedagang di Pasar Induk Cibitung resah dengan keberadaan sampah yang tak kunjung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Pasalnya, penumpukan sampah yang berada diarea pasar sangat mengganggu aktivitas pedagang maupun para pembeli, karena menimbulkan aroma yang tidak sedap. Selain itu, pedagang khawatir sampah tersebut bisa menimbulkan penyakit. 

Penumpukan sampah ini sudah terjadi sejak beberapa waktu yang lalu, namun demikian tidak ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkutnya ke TPA. Padahal, sudah sering dikeluhkan. “Sudah sering kita mengeluhkan itu (sampah), tapi sampai sekarang tak kunjung diangkut,” ujar salah satu pedagang di Pasar Induk Cibitung, Sarif (34), Kamis (17/11/2022). 

Kata dia, keberadaan tumpukan sampah jelas sangat mengganggu, terlebih saat hujan aroma yang dikeluarkan dari sampah tersebut sangat bau. Oleh karena itu dirinya sangat berharap, sampah ini segera diangkut ke TPA. “Saya berharap sampah segera diangkut, karena mengganggu. Jangan hanya ngambil iurannya saja,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung, Endang Sukarya menuturkan, sampah di pasar induk Cibitung ini sebenarnya setiap hari diangkut ke TPA. Hanya saja, sebelumnya sempat ada Surat Edaran (SE) dari TPA, bahwa pembuangan sampah diliburkan selama tiga hari. Hal itu yang membuat penumpukan sampah, mengingat volume sampah sangat tinggi.

“Sampah di Pasar Cibitung dalam sehari 18-20 truk. Asumsi setiap truknya empat sampai lima ton. Bisa dihitung kalau sehari 18 sampai 20 truk, misalkan enggak diangkut tiga hari, itu yang membuat penumpukan sampah,” jelasnya. 

Memang saat ini, pengangkutan sampah ke TPA sudah kembali normal. Namun demikian, sampah yang bisa dibuang hanya 18 sampai 20 truk. Sementara sampah yang sebelumnya tidak diangkut, karena ada SE dari TPA, menumpuk setiap harinya. Belum lagi setiap Minggu libur. Oleh karena itu, dirinya sempat menjalin komunikasi dengan pihak TPA, meminta waktu untuk mengangkut seluruh sampah ke TPA.  

“Saya sudah berkordinasi dengan pihak TPA, meminta waktu lembur untuk membuang sampah. Misalnya dari pagi sampai malem, kare a mau kita habiskan sampah yang ada di Pasar. Lagi, lagi pihak TPA tidak bisa memberikan waktu, dengan alasan alatnya kurang, zonanya juga belum dirapihkan,” bebernya. 

Dari informasi yang dirinya dapatkan, ada kendala di TOA Burangkeng, yang sebelumnya ada tiga zona, sekarang hanya satu zona. Sehingga tidak bisa membuang sampah secara maksimal, karena antriannya terlalu panjang. Hanya saja dirinya menegaskan, para pedagang terus mendesak untuk pengangkutan sampah. 

“Kita juga di desak para pedagang. Saya berharap bisa dikasih waktu lembur untuk mengangkut seluruh sampah ke TPA. Kan kita enggak bisa buang seenaknya, misalkan di CBL maupun tempat lainnya,” tukasnya.

Menyikapi itu, Kepala Bidang Kebersihan pada DLH Kabupaten Bekasi, Khaerul Hamid berkilah, memang TPA Burangkeng sedang tersendat. “Memang lagi tersendat,” ucapnya melalui pesan singkat.(Red/Wati)