5.4 C
New York
Monday, March 23, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 108

Sekda Kabupaten Bekasi Ingatkan Seluruh ASN Tangani Isu Krusial Penanganan Warga Miskin Ekstrem

BIN | Kabupaten Bekasi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi kembali mengingatkan kepada seluruh ASN agar menangani isu krusial yang menjadi instruksi Kemendagri berkaitan dengan penanganan warga miskin ekstrem secara lintas sektor dari SKPD terkait.

“Tentunya kita harus tangani, kita kerjakan, seluruhnya. Tidak hanya dari Dinas Sosial, termasuk juga Dinas Perkimtan, seperti Rutilahu, SPALDS, jalan lingkungan, aksesibilitas menuju rumah tersebut berdasar By Name By Adress, di kita masih ada 3.961 miskin ekstrem yang ada di wilayah kita,” ujar Dedy Supriadi saat memimpin Apel pagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bekasi, di plaza Pemkab, Cikarang Pusat, pada Senin (06/02).

Dedy juga menyinggung mengenai validasi data dimana Pemkab Bekasi tengah berkoordinasi kepada BPS, agar data Kabupaten Bekasi bisa mandiri dengan kota Bekasi. Karena menurutnya, selama ini Bank Indonesia masih mengambil data BPS.

“Kita harus lakukan langkah, upaya, pelaksanaan program-program, kegiatan yang konkret dan bisa diimplementasikan, sehingga di 2024 sudah di angka nol,” katanya.

Mengenai penanganan pengangguran yang ada di Kabupaten Bekasi, menurutnya, Disnaker sudah menjalani program secara baik, yang dilakukan dengan kerjasama dengan komunikasi secara intensif pada para HRD maupun owner perusahaan agar berupaya menyerap tenaga lokal Kabupaten Bekasi.

“Kemudian ada program-program kita juga terkait dengan anak sekolah, link and match, ada beberapa angkatan kerja, kita berharap penuh agar perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi bisa bekerjasama,” lanjutnya.

Selain itu Pemkab Bekasi juga sudah menyebarkan informasi baik dari media sosial instansi Pemkab maupun media mainstream kaitan dengan lowongan kerja, jobfair, dan program lainnya.

“Khususnya pengangguran juga data ini harus kita validasi kembali terutama data dari BPS, ada yang memang penduduknya berKTP Bekasi ada yang dari luar, karena memang wilayah kita menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja, ini harus kita atur, supaya angkatan kerja bisa diterima di perusahaan baik formal maupun sektor Informal,” papar Dedy.(Red)

Silahturahmi Sehari Bersama Pj. Bupati (Sehati) Rapat Kerja APDESI Kabupaten Bekasi

BIN | Garut – Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan memberikan arahan khusus kepada Kepala Desa agar lebih memperhatikan pembagian tugas terkait infrastruktur di tingkat desa yang memang sangat perlu perbaikan. Hal ini sebagai bentuk program dan kebijakan untuk kemajuan desa, terutama pemerintah dan masyarakat desa.

Hal ini diungkapnya saat menghadiri kegiatan Silahturahmi Sehari Bersama Pj. Bupati (Sehati) dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bekasi, yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi, di Kampung Sampireun Resort, Garut, Jawa Barat, pada Minggu (5/2).

“Ini mungkin menjadi terobosan kepada kepala desa, pertama terkait pembagian tugas untuk infrastruktur di tingkat desa agar bisa lebih diperhatikan oleh kepala desa. Ini sebagai kebijakan untuk kemajuan desa itu sendiri,” ujarnya.

Terobosan tersebut dikatakan Dani Ramdan dapat diwujudkan dengan adanya Data Desa Presisi, yang sebelumnya sudah dilakukan di 5 desa yang ada di Kecamatan Muaragembong sebagai proyek percontohan implementasi secara Nasional.

Dirinya menilai, proyek data presisi ini bertujuan untuk mengoptimalkan digitalisasi monografi desa berbasis peta digital, yang akan memperkuat kinerja desa sekaligus memberikan sistem perlindungan sosial kepada masyarakat.

“Data program desa presisi yaitu monografi desa akan memperkuat kinerja desa, karena data yang dihasilkan berasal dari masyarakat sekitar desa tersebut, dan sudah dilakukan pengawasan oleh instansi terkait, sehingga dapat memudahkan pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Pihaknya juga turut mendorong kesejahteraan perangkat desa melalui kelengkapan jaminan sosial, yakni berupa jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, maupun jaminan hari tua. Hal tersebut dilakukan agar cakupan jaminan sosial di Kabupaten Bekasi dapat terpenuhi 100 persen.

“Kita juga ingin mendorong kesejahteraan perangkat desa melalui jaminan sosial, ada hari tua, kesehatan, ketenagakerjaan agar mereka bisa bekerja dengan tenteram dan damai. Ini akan bertahap dilakukan, dan semoga cakupannya bisa 100 persen di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Dalam Raker ini dibahas juga terkait prosedur penyusunan APBDesa. Dani mengatakan APBDesa agar segera diimplementasikan dan ditambahkan pula beberapa poin anggaran yang bisa mempertajam pelaksanaan kegiatan di tahun 2023.

“Fokusnya juga terkait penyiapan APBDesa 2023, untuk segera diimplementasikan. Disamping itu kami juga memberikan input-input menyangkut beberapa poin anggaran yang bisa mempertajam pelaksanaan kegiatan tahun ini,” tambahnya.

Pj Bupati berharap, agar rapat kerja yang sudah dilaksanakan ini mampu menghasilkan komitmen dalam pembangunan desa yang harus segera berjalan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(Red)

Setda Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, Dampingi Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo Panen Raya

BIN | Kabupaten Bekasi – Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Setda Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, pada Minggu (05/02/2023).

Sri Enny dalam sambutannya mengatakan, panen raya padi perdana tahun 2023 bersama Menteri Pertanian ini dilaksanakan di hamparan sawah seluas 45 hektar dengan jenis varietas IR 42, dan memiliki produktivitas 6,5 ton per hektar.

Dari kalkulasi tersebut, Enny menyebutkan, Kabupaten Bekasi berada di posisi ke-7 dalam kontribusi produksi padi di Jawa Barat.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras para petani di Kabupaten Bekasi, yang didukung penuh oleh Dinas Pertanian, dengan produksi sebesar 523.024 ton gabah kering, luar biasa,” jelasnya saat sambutan di hadapan Mentan.

Sri Enny mengatakan, Pemkab Bekasi menyampaikan permohonan kepada Kementerian Pertanian agar mendukung dalam peningkatan pertanian khususnya pada pengamanan produksi, sarana dan prasarana pertania dan kegiatan lain yang mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, melihat besarnya produksi padi di Kabupaten Bekasi, dirinya optimistis dapat memperkokoh produksi pangan nasional.

“Hari ini saya melihat, ternyata hamparan pesawahan kita luas sekali, ada yang lagi panen, sebagian lagi menunggu, ada 7 ribu hektar sawah di Kabupaten Bekasi akan memasuki puncak panen, seribu hektar lebih di antaranya bisa dipanen pada Februari ini,” jelasnya.

Melihat potensi ketersediaan produksi padi di Kabupaten Bekasi, Syahrul memastikan Indonesia telah siap memiliki bahan pangan yang cukup bagi 283 juta orang di kemudian hari.

“Kita akan jaga bersama sehingga bangsa ini akan kuat menghadapi berbagai tantangan apa saja, di masa yang akan datang, karena makanan kita tersedia cukup dengan baik,” pungkasnya.(Red)

Akhmad Marzuki Dan Budi MM Hadir Dalam Diskusi Bidic Season II

BIN | Kabupaten Bekasi – Bekasi Diskusi Club (Bidic) kembali melakukan Podcast season II dengan tema ‘Menakar Calon Pemimpin Bekasi 2024’, Minggu (5/2).

Lebih menariknya, kali ini Bidic menghadirkan Ketua Partai diantaranya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, H. Akhmad Marzuki dan Ketua DPC Partai PKS, Budi Muhammad Mustafa.

Presiden Bidic, Ahmad Budiarta mengatakan, Podcast kedua ini masih sama dengan tema sebelumnya.

“Kali ini sengaja kami hadirkan para tokoh dan ketua partai agar masyarakat bisa menilai pemimpin yang mampu membangun Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Dalam diskusi tersebut, ditanya mengenai kesiapan dan strategi partai H. Akhmad Marzuki mengatakan sejak dirinya dilantik wacana dan strategi politik sudah disiapakan.

“Tetapi yang jelas konsolidasi baik internal sudah kami jalin terutama dalam kepengurusan Partai Golkar,” ujar Marzuki.

Marzuki menjelaskan mengenai Caleg di Partai Golkar sudah terstruktur sekitar 20 persen. Dan siapapun yang menginginkan nyaleg Partai Golkar membuka peluang.

“Yang terpenting siapapun yang menjadi anggota DPRD bisa merubah Kabupaten Bekasi ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Terkait koalisi, kata dia, Partai Golkar sudah dihimbau untuk tidak membicarakan Pilkada terlebih dahulu, sebab ada yang lebih difokuskan selain itu.

“Membangun Kabupaten Bekasi tidak mudah apalagi Kabupaten Bekasi sebagai penyangga dan wilayah industri terbesar,” kata dia.

Oleh sebab itu, kordinasi dan komunikasi dengan Porkopimda sangatlah penting agar permasalahan bisa terselesaikan.

“Sebab jabatan masih banyak yang kosong,” tutupnya.

Hal lain dikatakan Ketua DPC Partai PKS, Budi Muhammad Mustafa pihaknya sudah menyelesaikan sosok untuk ikut dalam kontestasi Pemilu 2024.

“Para tokoh udah siapa dibina dalam partai PKS bahkan banyak para tokoh ingin ikut PKS. PKS siap untuk berkoalisi untuk siapa pun,” tegasnya.

Terkait gabungnya Ridwan Kamil ke Partai Golkar pihaknya sangat berapresiasi karena ia tokoh juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Oleh karena itu Partai PKS harus lebih semangat lagi dan harus bisa melebihi dari Partai Golkar,” tuturnya.

Budi MM menyebutkan Anggota DPRD yang sedang menjabat rata-rata sudah memahami dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

“Adapun jika pelayanannya kurang baik, masyarakat bisa mengadu kepada kami dan akan segera kami perbaiki,” ucapnya Budi MM.

Ditanya PR untuk Kabupaten Bekasi Budi berharap pemimpin Kabupaten Bekasi memberikan pelayanan terbaik lagi bagi masyarakat meskipun masih banyak jabatan yang kosong.

“Pemerintah harus betul-betul menyiapkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Bis)

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, Ingatkan Perusahaan Pentingnya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menghadiri kegiatan Workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam rangka Bulan K3 Nasional yang diselenggarakan oleh Forum HRD bersama Paguyuban K3L Bekasi dan FK K3LH.

Acara yang menghadirkan para HRD dan penggiat K3 dari berbagai perusahaan itu, digelar di Hotel Grande Valore Kota Jababeka Cikarang, pada Sabtu (04/02/2023).

Pj Bupati Dani Ramdan menyampaikan, kegiatan workshop tersebut untuk mengingatkan kembali perusahaan tentang pentingnya penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang harus dijalankan.

“Saya mendukung kegiatan workshop seperti ini, karena memang bagian dari tugas pemerintah daerah untuk bisa menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Dani menandaskan, sangat penting bagi setiap perusahaan untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam menerapkan prosedur K3.

“Karena dengan kesiapan seperti itu, maka kecelakaan dan bencana bisa kita hindari serta mengurangi resiko terjadinya bencana terhadap nyawa dan harta benda,” terangnya.

Dani mengatakan, saat ini ada sekitar 1,5 juta orang yang bekerja di perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Kalau semua perusahaan bisa berkolaborasi dalam kesehatan dan keselamatan kerja, pasti akan memberikan dampak yang baik bagi para pekerja,” ujarnya.

Dani menuturkan, secara umum perusahaan di Kabupaten Bekasi sudah menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan akan melakukan pengawasan, dan diharapkan semua perusahaan di Kabupaten Bekasi menerapkan prosedur K3 untuk keselamatan para pekerja,” kata Dani.

Ketua Perhimpunan HRD Bekasi dan Penasehat Paguyuban K3L, Doan Herison mengatakan, kegiatan workshop tersebut bertujuan untuk melakukan penyadaran pentingnya K3 di setiap perusahaan untuk meningkatkan produktivitas baik perusahaan maupun pekerja.

“Semua sangat antusias dan mendukung kegiatan ini, seperti praktisi serta HRD perusahaan se-Kabupaten Bekasi,” katanya

Doan berharap, pihaknya dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Salah satunya, mengikuti kegiatan bulan kesiapsiagaan bencana yang akan digelar oleh BPBD Kabupaten Bekasi pada April mendatang.

“Ya, dari kawasan industri juga akan ikut serta pada kegiatan tersebut, sehingga bisa menyosialisasikan bahaya bencana di setiap perusahaan,” terangnya.(Red)

Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi Launching Program Gematapas

BIN |Kabupaten Bekasi – Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi melakukan launching Program Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gematapas) dengan melaksanakan pemasangan patok atau tanda batas secara simbolis.

Gematapas merupakan program baru dari pemerintah pusat yang dilaksanakan secara nasional. Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi memilih Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi yang merupakan penlok dari Program PTSL tahun 2023.

“Iya gerakan ini pada dasarnya adalah mengajak masyarakat di Kabupaten Bekasi untuk melakukan pemasangan patok pada bidang tanahnya, dimana tujuannya adalah meminimalisir sengketa tanah sesuai dengan taglinenya, yakni Pasang Patok, Anti Caplok, Anti Cekcok,” ujar Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Hiskia Simarmata pada Jum’at (03/02).

Hiskia menjelaskan, Program Gemapatas ini adalah ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap batas-batas tanahnya dengan melakukan pemasangan tanda berupa patok sesuai ketentuan yang telah diatur dalam pasal Nomor 19 – 23 PMNA atau KBPN Nomor 3 Tahun 1997.

“Dengan masyarakat memasang tanda batas atau patok ini, berarti mereka sudah menjaga sendiri bidang tanahnya, sehingga tanahnya tidak mudah diakui ataupun diambil oleh orang lain termasuk mafia tanah,” katanya.

Sebelumnya, Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi juga telah melakukan sosialisasi gerakan Gematapas ini sekaligus penyuluhan PTSL. Dimana Desa Sukamekar juga menjadi salah satu penlok PTSL di tahun 2023.

“Gematapas ini juga berperan dalam percepatan program PTSL. Karena tanah yang sudah dipasangi tanda batas atau patok tanah menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap,” jelasnya.

Dia menerangkan, masyarakat perlu mengikuti aturan dalam memasang tanda batas atau patok tanahnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Di antaranya, patok bisa terbuat dari beton, pipa besi, pipa paralon, ataupun kayu.

“Untuk ukuran tanda batas atau patok tanahnya sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm. 30 cm dimasukan kedalam tanah dan 20 cm lagi berada dipermukaan tanah,” tandasnya.(Red)

Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Hadiri Rakernas KNPI Serta Musyawarah Agung Raja dan Sultan

BIN | Bandung – Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Musyawarah Agung Raja dan Sultan, yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung, pada Jumat (3/2).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua DPD KNPI Jabar, Ridwansyah Yusuf, DPD KNPI se-Indonesia, organisasi kepemudaan (OKP), serta 190 Sultan dan Raja hingga tokoh adat, serta Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang mengikuti secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Dani Ramdan mengatakan Rakernas tahun 2023 ini menjadi momentum untuk memberikan inspirasi KNPI Provinsi, Kabupaten/Kota untuk membuat aksi nyata dalam pembangunan.

Sejalan dengan tagline-nya yaitu “Activist Preneur”, dirinya berharap para pengurus dan anggota KNPI khususnya di Kabupaten Bekasi, tidak hanya menjadi seorang aktivis yang punya idealisme, stamina dan jejaring, tetapi juga menjadi enterpreur yang mempunyai kemandirian dan kreatifitas.

“Kalau ini digabung akan menjadi bagus. Bentuk-bentuk nyatanya diantara tadi yaitu membuat akademi bisnis, inkubator bisnis, dan aplikasi yang menjadi sarana untuk tukar menukar informasi bahkan transaksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rakernas KNPI 2023 ini juga bisa menggugah semangat dan perjuangan pemuda dalam membangun negara. Para pemuda yang hadir juga bisa lebih bersemangat untuk merumuskan langkah-langkah perjuangan, serta turut menjaga kondusivitas di masyarakat jelang pemilu 2024.

Karena menurutnya, KNPI sebagai wadah tempat berhimpunnya Organisasi Kepemudan, sehingga semangat persatuan menghadapi Pemilu harus diutamakan, disatu padukan dan dikolaborasikan agar menjadi kekuatan yang besar.

“Memang kebebasan politik kita boleh membentuk organisasi apapun, tetapi tetap kalau ini membangun kekuatan harus ada persatuan dan KNPI yang diberikan amanat itu,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa pada anggaran tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan dana hibah untuk KNPI.

“Kalau tahun kemarin saya kan masuk di APBD yang sudah berjalan, nah untuk tahun 2023 karena proposalnya sudah masuk sejak 2022 dan KNPI sudah terbentuk, sudah dialokasikan dana hibahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta anggota KNPI berkontribusi dalam dinamika pembangunan di Indonesia. Karena peran anak muda sangat penting dalam menjaga Indonesia berada di jalur yang benar.

“Jika anak muda hanya memupuk kebencian, maka negara Indonesia bisa bubar seperti negara lain,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap para pemuda KNPI yang hadir dalam Rakernas tersebut menjadi generasi yang cerdas, tidak terpecah-belah, serta tidak ada perselisihan agar KNPI mampu memajukan Indonesia. Dengan begitu, mimpi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

“Mari sebagai pemilik masa depan, jangan bertengkar, jangan bodoh, jangan kena stunting. Kalau semua bisa berhasil, 2045 benar-benar mimpi besar itu akan kita jemput,” ucapnya.

Pada kegiatan tersebut, juga dilakukan peluncuran Aktivis Preneur Card. Yaitu Aplikasi Mobile Apps berbasis Android dan iOS yang bertujuan untuk digitalisasi keanggotaan, dengan menggunakan sistem barcode yang nantinya bisa digunakan untuk bertransaksi, baik secara online atau transfer antar bank sesama anggota.

Pj Bupati Bekasi Ajak Forkopimda Dan SKPD Berdialog Dengan Masyarakat Perluasan TPA

BIN | Kabupaten Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi beserta SKPD terkait berdialog dengan masyarakat setempat membahas rencana perluasan TPA Burangkeng pada tahun ini.

“Hari ini kita melaksanakan kunjungan ke Desa Burangkeng, khususnya lokusnya adalah TPA Burangkeng karena memang saat ini kondisinya sedang kritis dan daya tampungnya sudah penuh,” ujar Dani Ramdan pada Jum’at (03/02).

Sebelum berdialog, Dani Ramdan mengajak Forkopimda Kabupaten Bekasi melihat secara langsung kondisi TPA Burangkeng. Termasuk meninjau rencana lahan yang akan dibebaskan pemerintah daerah yang akan segera dilaksanakan.

“Perluasan lahan TPA Burangkeng seluas 2,1 hektar adalah solusi jangka pendek yang akan dilakukan dan dipercepat Pemkab Bekasi, untuk menampung sampah-sampah dari wilayah Kabupaten Bekasi yang per harinya mencapai 600 ton.

Dengan dilakukan perluasan ini diharapkan dapat menampung sampah dalam kurun waktu satu hingga dua tahun kedepan,” katanya.

Selain perluasan TPA Burangkeng, Dani juga menyampaikan bahwa ditahap kedua, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan perluasan seluas 5 hektar untuk membangun pabrik pengolahan.

“Rencana kita di tahun ini juga akan melakukan pembangunan jalan umum pengganti yang saat ini dipakai TPA akan kita lakukan pada triwulan satu ini dan juga pemagaran agar sampahnya tidak jatuh ke area luar TPA yang akan kita lakukan secara bertahap,” katanya.

Dani Ramdan juga menampung aspirasi dari masyarakat sekitar TPA Burangkeng. Salah satunya, terkait kompensasi yang akan didiskusikan lebih lanjut dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.

Pada kesempatan itu, turut hadir dinas terkait agar dapat memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Desa Burangkeng.

Seperti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dan juga Dinas Kesehatan yang akan mengoptimalkan secara penuh pelayanan puskesmas disini.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Kapolres Metro Bekasi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Kepala Pengadilan Negeri Cikarang, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi.(Red)

Diskominfosantik Gelar Ngopi Bareng Komunitas (Ngobak)

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, menggelar acara Ngopi Bareng Komunitas (Ngobak) yang diikuti puluhan perwakilan influencer penggiat media sosial Kabupaten Bekasi.

Acara yang bertajuk Ekspose Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Bekasi tahun 2023 ini menghadirkan pembicara Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dan Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Henri Lincoln, yang digelar di Grand Valore Jababeka Cikarang, pada Kamis (02/02/2023).

Plt. Kadiskominfosantik Kabupaten Bekasi, Ade Komarudin menyampaikan, digelarnya acara ini merupakan upaya menjalin sinergi dan silaturahmi dengan para pegiat media sosial (influencer) di Kabupaten Bekasi, khususnya dalam upaya menyebarluaskan informasi program pembangunan.

“Diskominfosantik Kabupaten Bekasi memiliki tugas dan fungsi pada aspek komunikasi publik sebagaimana yang saat ini beredar di masyarakat tentang keluhan kondisi infrastruktur di Kabupaten Bekasi perlu dilakukan penyampaian informasi kepada masyarakat luas,” kata Ade saat menyampaikan sambutan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Rhamdan Nurul Ikhsan mengatakan, selain media mainstrem, penggiat media sosial menjadi bagian penting dalam menampung keluhan masyarakat, berkaitan dengan infrastruktur yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Rata-rata masyarakat menyampaikan ini di media sosial, makanya teman-teman penggiat media sosial ini punya peranan penting sebagai jembatan untuk memberikan informasi, dari Pemkab Bekasi terkait apa dan sedang dibangun pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurutnya, agenda seperti ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan, sesuai dengan isu dan keluhan yang tengah berkembang di masyarakat.

“Karena isu-isu itu kan banyak ya, jadi kita nanti tidak hanya infrastruktur saja, tergantung isu yang sedang berkembang di masyarakat, seperti kaitan dengan kesehatan, kependudukan, atau isu lingkungan, itu yang akan kita lihat banyaknya keluhan atau yang viral di media sosial, akan kita jadikan tema pada pertemuan selanjutnya,” pungkasnya.(Red)

Disperkimtan Kabupaten Bekasi Bersama Dinsos Wujudkan Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

BIN | Kabupaten Bekasi – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui peningkatan kualitas rumah yang tidak layak huni.

Sekretaris Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir menyampaikan, pada peningkatan kualitas rumah atau program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) tahun 2023 difokuskan kepada warga yang masuk pada data miskin ekstrem.

“Ya, tahun ini ada 2500 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa. Kita mencoba berkolaborasi dengan Dinas Sosial, mengacu kepada data kemiskinan ekstrem.

Mudah-mudahan, di tahun 2023 ini program Rutilahu ini bisa menyusur atau fokus terhadap penerima manfaat warga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Nur Chaidir, di sela survei penerima bantuan, di Rt 04/ 01, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, pada Kamis (2/2/2023).

Nur Chaidir menjelaskan, pencocokan data dilakukan secara langsung. Selanjutnya diverifikasi bersama tim Dinas Sosial dan Pemerintah Desa setempat. Agar warga yang masuk pada kategori miskin ekstrem memiliki rumah layak huni.

“Kita turun ke lapangan ini untuk memastikan. Memverifikasi data yang ada di kita, dicocokkan dengan di lapangan seperti apa, agar lebih terarah dan tidak salah sasaran,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Burangkeng, Nemin menjelaskan, dengan peninjauan langsung oleh dinas terkait sangat menentukan dalam pengentasan kemiskinan yang saat ini menjadi program prioritas.

“Peninjauan ini untuk memastikan betul tidaknya apa yang diusulkan maupun apa yang tercatat di SK (Surat Keputusan) Bupati. Ada beberapa rumah yang diusulkan yang muncul di data kemiskinan ekstrem di Desa Burangkeng. Mungkin ada juga yang harus ditindaklanjuti. Nanti kita cocokkan keakuratan di lapangan, dengan data yang ada di dinas,” jelasnya.

Nemin memastikan, bahwa data dari Dinas Sosial masih menjadi acuan. Meski begitu, Nemin akan melakukan pengecekan secara merata guna memaksimalkan program dari pemerintah daerah tersebut.

“Apabila tidak ada kecocokan data, ternyata di lapangan rumah itu tidak harus dibantu atau belum saatnya dibantu, kita akan pindahkan ke yang layak untuk dibantu,” imbuhnya.

Bila ditemukan rumah penerima bantuan tidak cocok dengan data. Maka, pihaknya akan membawa ke musyawarah desa, untuk selanjutnya diusulkan untuk perubahan nama penerima manfaat.

“Saya berharap, program ini tepat sasaran. Semoga di desa kami Burangkeng di tahun mendatang tidak ada lagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujarnya.(Red)