3.3 C
New York
Sunday, March 15, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 44

Atok Nenek Senyum Bahagia, Bupati Bintan Salurkan BLT Lansia

BIN || Bintan – Salah satu program andalan yang langsung menyasar kepada masyarakat kembali dijalankan. Pemerintah Kabupaten Bintan membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga lanjut usia di Kelurahan Kijang Kota, Senin (18/03).

Masing-masing lansia akan menerima uang tunai Rp400.000 sebagai BLT Tahap I.

BLT Tahap I ini mulai dibagikan mulai hari ini hingga selanjutnya ke seluruh kecamatan. Kepala Seksi Anak, Lansia, Disabilitas, Gelandang, dan Pengemis Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Roro Novi Ngesti mengatakan jadwal pembagian BLT Lansia tahap I akan mulai dilakukan di Kijang Kota.

“Masing-masing lansia yang namanya sudah terdata dapat mengambil BLT Tahap I di Aula Kantor Camat Bintan Timur,” katanya.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum baik di bulan yang baik.

Pembagian dana BLT Lansia yang dimulai di Kelurahan Kijang Kota sebanyak 1.089 orang. Roby menyebutkan, proses penyaluran dana BLT Lansia berbeda dari tahun sebelumnya, karena banyak meja yang disediakan untuk menyalurkan dana BLT Lansia sehingga tidak perlu terlalu lama mengantre.

“Alhamdulillah, untuk tahun 2024 ini sudah bisa kita mulai. Nah, ini hasil evaluasi tahun lalu, kita perbanyak meja dan petugasnya supaya atok nenek kita tidak lama mengantre,” ungkap Roby.

Roby berharap bantuan dana ini dapat bermanfaat buat para lansia. Ini yang dikatakan Roby sebagai wujud kehadiran Pemerintah dalam menjaga dan menjamin kesejahteraan masyarakat khususnya para lansia.

Diketahui bahwa Dana BLT Lansia tersebut diperuntukkan untuk 5.068 orang lansia. Setiap lansia menerima dana BLT sejumlah Rp400.000. Dana BLT lansia tahap pertama disalurkan sejak 18 hingga 28 Maret 2024 yang tersebar di 10 Kecamatan se-Kabupaten Bintan.

Dengan rincian terbagi menjadi 1.709 orang di Kecamatan Bintan Timur, 744 orang di Kecamatan Bintan Utara, 434 orang di Kecamatan Gunung Kijang, 474 orang di Kecamatan Toapaya.

Kemudian 548 orang di Kecamatan Teluk Sebong, 302 orang di Kecamatan Seri Kuala Lobam, 510 orang di Kecamatan Teluk Bintan, 48 orang di Kecamatan Mantang, 206 orang di Kecamatan Bintan Pesisir, dan 93 orang di Kecamatan Tambelan.

Diharapkan ke depan dengan disalurkannya BLT tersebut bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di Kabupaten Bintan khususnya di bulan Ramadan menjelang hari raya.

Diingatkan kembali kepada lansia yang belum terdata agar bisa melaporkan diri ke RT/RW setempat sehingga bisa ikut merasakan manfaat BLT Lansia.(Sr)

Pemkab Bekasi Gelar Rapat Evaluasi Anggaran dan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan

BIN || Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Evaluasi Anggaran dan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dihadiri para kepala perangkat daerah dan camat di Ruang KH. R Ma’mun Nawawi, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Selasa (19/03/2024).

Rapat dipimpin langsung Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Dedy Supriyadi beserta para Asisten Daerah.

Dani Ramdan menyampaikan dalam Rapim ini, kepala perangkat daerah terus didorong untuk meningkatkan realisasi belanja atau penyerapan anggaran. Hal tersebut untuk menjaga agar kinerja perangkat daerah tetap stabil.

Selain perjanjian kinerja, instruksi khusus pimpinan (IKP) juga menjadi upaya untuk terus mengoptimalkan kerja perangkat daerah.

“Pertama seperti biasa kita bahas realisasi anggaran dan pendapatan. Kemudian pengadaan barang dan jasa, terus mengenai SP4N LAPOR! dari Diskominfosantik,” ungkapnya.

Dalam hal pendapatan asli daerah, khususnya dari perangkat daerah penghasil, jelasnya, akan ditargetkan pendapatan dari bulan ke bulan. Dengan harapan target akhir bisa tercapai, terlebih sampai melebihi target pendapatan.

Oleh karena itu dia menginstruksikan para Camat untuk bisa mendorong agar bisa mencapai target pendapat perbulan.

“Makanya kita berikan stimulan, diskon pajak sampai 20 persen kalau dia bayar sampai akhir Maret, itu dari PBB, ini adalah sumber pendapatan kita terbesar,” tuturnya.

Selain membahas realisasi dan pendapatan, rapim juga membahas persiapan gelaran MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bekasi, pengecekan infrastruktur jalan untuk pemudik di beberapa titik, pengendalian harga bahan pokok serta pengaturan lalu lintas dari Dinas Perhubungan.(Red)

DLH Kabupaten Bekasi Bersihkan Sepanjang Ruas Jalan Nasional Antara Kota Cikarang Hingga Perbatasan Karawang

BIN || Kabupaten Bekasi – Guna menyiapkan jalur mudik Lebaran 2024 dengan kondisi jalan yang mantap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi membersihkan sisa-sisa tanah di sepanjang ruas jalan nasional antara Kota Cikarang hingga perbatasan Kabupaten Karawang.

Kepala UPTD Wilayah V DLH Kabupaten Bekasi, Samsuro Mandiansyah mengatakan, pembersihan tersebut berdasarkan instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

“Ya, pembersihan dilakukan karena sisa kapur bahan pembuat keramik di ruas jalan pantura. Akibat keluar masuk kendaraan sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan dan dapat membahayakan bagi para pengguna jalan,” ujarnya pada Selasa, (19/03/2024).

Hal ini dilakukan, kata dia, guna menambah kenyaman dan keamanan para pengguna jalan, memperlancar arus lalu lintas, serta menambah kerapian jalan nasional sebagai persiapan menjelang arus mudik lebaran di tahun 2024. 

“Kami telah membersihkan jalan ini sepanjang kurang lebih 100 meter yang berada di beberapa titik lokasi. Dengan menerjunkan sebanyak 20 personel pesapon dan 1 unit tangki mobil berisi air yang telah dibersihkan oleh tim kami,” tambahnya.

Dia mengimbau, bagi para pengguna jalan agar tetap waspada dalam berkendara, mengingat arus mudik di Kabupaten Bekasi diprediksi meningkat tahun ini.(Red)

Ketua KPU Kabupaten Bekasi Ali Rido: Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Bekasi dalam Pemilu tahun 2024 Naik 81,81 Persen

BIN || Kabupaten Bekasi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi telah merampungkan Rapat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan di Harper Hotel Cikarang Selatan pada Senin (18/03/2024)

Usai rampung, Ketua KPU Kabupaten Bekasi Ali Rido menyampaikan, sesuai dengan hasil kalkulasi partisipasi yang dihimpunnya, angka partisipasi masyarakat di Kabupaten Bekasi dalam Pemilu tahun 2024 naik. Adapun angka partisipasinya naik menjadi 81,81 persen.

“Partisipasi masyarakat pemilihan yang kami lakukan khususnya di Kabupaten Bekasi Alhamdulillah dari grade di tahun 2019 partisipasi sebesar 81,36 dan pada tahun ini di Pemilu 2024 dari 5 jenis pemilihan, Alhamdulillah tercatat tidak kurang dari 81,81% artinya meningkat dari tahun 2019,” papar Ali Rido.

Upaya ini, menurutnya, merupakan hasil kerja keras penyelenggara Pemilu dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten. Apalagi Pemerintah Kabupaten Bekasi juga terus mendukung penyelenggara dengan berbagai pendekatan yang dilakukan.

“Alhamdulillah pada hari ini 18 Maret 2024 Rapat Pleno Terbuka tingkat Kabupaten Bekasi sudah selesai, diakhiri oleh PPK Tambun Selatan. Sehingga kalkulasi dari 5 jenis surat suara sudah selesai,” tuturnya.

KPU Kabupaten Bekasi juga, sambung Ali Rido, telah menyelesaikan pembacaan rekapitulasi suara di tingkat Provinsi Jawa Barat kemarin.

“Alhamdulillah pula semalam kita sudah menjalankan kegiatan Pleno Rekapitulasi penghitungan suara tingkat Provinsi Jawa Barat, berjalan lancar,” ungkapnya.(Adv)

DPRD Provinsi Kepulauan Riau Gelar Rapat Paripurna ke-06 dan ke-07 Masa Sidang Ke-1 Tahun Anggaran 2024

BIN || Tanjungpinang – DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Rapat Paripurna ke-06 dan ke-07 Masa Sidang Ke-1 Tahun Anggaran 2024 bertempat di Ruang Balairung Wan Seri Beni Pusat Perkantoran Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak, Senin, (18/03/2024).

Paripurna ini sendiri Beragendakan Jawaban Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan yang mana kemudian dilanjutkan dengan Pembentukan Panitia Khusus DPRD Provinsi Kepulauan Riau terhadap Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Jumaga Nadeak, SH dan dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, dan masing-masing Kepala Perangkat/Wakil dari OPD Provinsi Kepulauan Riau.

Pada rapat Paripurna ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh H. Ansar Ahmad Sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Riau memberikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang telah disampaikan pada Paripurna sebelumnya.

“Tanggungjawab Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, dimana salah satunya yaitu pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan.

Dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tersebut pada Pasal 28 ayat 1 mengamanatkan untuk menyusun regulasi terkait rencana penanggulangan bencana yang mana pada rencana penanggulangan bencana memuat program-program pembangunan daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana. Rencana Penanggulangan Bencana ini  akan dilegalkan melalui Peraturan Kepala Daerah.” Ucap Ansar Ahmad.

“Tentang Peran budaya lokal (kearifan lokal) dalam penanggulangan bencana di masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Penjelasan terkait kearifan lokal pada Naskah Akademik ada pada halaman 111 dan 112, namun kami akui memang tidak terdapat secara rinci bagaimana peran keberadaan budaya lokal (kearifan lokal) dalam penanggulangan bencana di Provinsi Kepulauan Riau.

Keterlibatan masyarakat secara tidak langsung telah dilakukan pada serangkaian kegiatan sosialisasi ke masyarakat di Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, pada forum ini disampaikan betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dari saat bencana belum terjadi, saat terjadi dan setelah bencana terjadi, serta pendanaan yang dibutuhkan dari swakelola masyarakat dalam penanggulangan bencana.”Lanjutnya.

Sedangkan untuk masalah Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Penguatan kelembagaan Forum pengurangan risiko bencana telah dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 1349 Tahun 2023 tentang Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana Masa Bakti 2023-2026.  

Dengan memperkuat Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) diharapkan dapat tercipta kerjasama yang lebih efektif antar lembaga terkait dan meningkatkan efektifitas dalam mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana dimasa depan.”tutupnya.

Setelah mendengarkan jawaban Pemerintah terkait Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, maka DPRD Provinsi Kepulauan Riau melanjutkan Paripurna dengan Pembentukan Panitia Khusus terhadap Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Yang mana setelah dilakukan Diskusi serta pengambilan suara maka terpilih la Wahyu Wahyudi, A.Md sebagai ketua Pansus, Harlianto, S.Kom., MM dan Drs. Khazalik sebagai Wakil Ketua, serta Anggota yang berisikan H. Lis Darmansyah, SH :Widiastadi Nugroho, ST : Ery Suandi : Mustamin Bakri, S.Sos., M.Si : Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd : H. Kamaruddin Ali, SH : Hanafi Ekra, S.Ag., M.Pd.I : Ir. Wirya Putra Sar Silalahi : Ririn Warsiti, SE., MM : Alex Guspeneldi, SH., MH : Rudy Chua SE., MH : DR.H. Irwansyah SE.,MM.(Red)

Kecamatan Cabangbungin Sebagai Salah Satu Lumbung Padi Wilayah Bagian Utara Kabupaten Bekasi

BIN || Kabupaten Bekasi – Sejumlah area pesawahan di Kecamatan Cabangbungin sebagai salah satu lumbung padi di wilayah bagian utara Kabupaten Bekasi telah memasuki masa tanam padi di awal tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Camat Cabangbungin, Asep Buchori saat dijumpai di kantornya pada Senin, (18/03/2024).

Camat Cabangbungin Asep Buchori mengatakan, mulainya masa tanam padi di Kecamatan Cabangbungin, dilihat dari segi kondisi cuaca musim penghujan dengan intensitas curah hujan normal. Sehingga para petani tidak khawatir dengan ancaman banjir yang bisa menyebabkan gagal panen.

“Ya, untuk area pesawahan kurang lebih ada sekitar 3.000 hektar yang berada di wilayah Kecamatan Cabangbungin. Kemudian sekitar 70 persen masyarakat Kecamatan Cabangbungin ini penghasilannya dari sektor Pertanian,” jelasnya.

Asep menambahkan, hal tersebut diharapkan dapat membantu para Petani di wilayah Cabangbungin agar dapat menghasilkan panen yang maksimal. Sehingga bisa meningkatkan hasil panen, dari beberapa bulan sebelumnya yang mengalami penurunan hasil panen akibat dilanda kekeringan.

“Ya, diakhir tahun kemarin merupakan masa panen, karena apabila penanaman dimulai pada Desember 2023 dan Januari 2024 dikhawatirkan terjadinya banjir. Sehingga masa tanamnya mundur dan baru dilaksanakan di akhir Februari ini,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Cabangbungin dalam menyalurkan bibit padi kepada para petani di wilayahnya.

“Alhamdulillah untuk penyaluran bibitnya berjalan lancar dan tidak ada permasalahan. Karena kita punya Gapoktan yang berhubungan langsung dengan sektor Pertanian,” tambah dia.

Dirinya berharap, untuk pertanian di wilayah Kecamatan Cabangbungin dapat berjalan baik dan maksimal sesuai apa yang diharapkan pada musim tahun ini, katanya.(Red)

Persiapan Mudik  Lebaran Pemkab, Bekasi Sudah Lakukan Perbaikan Infrastruktur Jalan Sebelum Ramadan

BIN || Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah melakukan pengecekan (inspeksi) infrastruktur jalan yang akan dijadikan jalur para pemudik. Pengecekan itu dilakukan baik jalur utama maupun jalur alternatif.

“Baik itu cek kondisi jalannya, maupun kelengkapan sarana-prasarananya,” ungkap Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan usai memimpin Upacara Hari Korpri bagi Pegawai di Lingkungan Pemkab Bekasi di Plaza Pemkab pada Senin (18/03/2024).

Dia menuturkan, dalam rangka persiapan mudik ini sebetulnya Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah melakukan perbaikan infrastruktur jalan sebelum Ramadan datang. Ini dilakukan agar dapat menghemat dan mempercepat kesiapan jalan bagi para pemudik yang melalui Kabupaten Bekasi.

Selain kesiapan infrastruktur jalan, Pemkab Bekasi menunggu arahan dari Polres Metro Bekasi akan menyiapkan dukungan dan kelengkapan di posko layanan mudik sebagai sarana istirahat para pemudik.

“Tentu menunggu arahan dari Polres Metro Bekasi ya. Karena biasanya sebagai koordinator pengamanan arus mudik ini ada di Polres,” tuturnya.(Red)

Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith Buka Kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bintan

BIN || BINTAN – Wakil Bupati Bintan, Ahdi Muqsith membuka kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan, Senin (18/3) pagi.

Saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Bintan itu mengajak seluruh unsur OPD Bintan untuk berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui kerja nyata, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja berkualitas dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, perguruan tinggi, dan pihak-pihak terlibat lainnya. 

“Dalam kegiatan Rembuk Stunting ini, saya ingin kita semua bergerak bersama-sama untuk berkomitmen, baik perangkat daerah maupun stakeholder lainnya, bila perlu menjemput bola kemudian indentifikasi terkait persoalan dan permasalahan stunting, kita tidak boleh lengah karena ini persoalan anak-anak bangsa kita,” ujarnya usai Penandatanganan Komitmen di Aula Kantor Bupati Bintan, Senin (18/3) pagi. 

Dikatakannya juga bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan telah membentuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Tingkat Kecamatan, Kelurahan, dan Desa.

Maka dari itu, dirinya mendorong agar TPPS dapat bekerja lebih maksimal sebagaimana tugas dan fungsinya. Lebih lanjut dirinya mengatakan kegiatan rembuk stunting pada hari ini sekaligus sebagai wadah evaluasi kinerja stunting yang sudah dilaksanakan sampai dengan saat ini.

”Hasil kegiatan rembuk stunting ini tentunya akan menjadi dasar dan langkah-langkah gerakan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bintan,” tutupnya.(Red)

Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi, Prioritas Peningkatan Pembangunan Sarana Pendidikan dan Kesehatan

BIN || Kabupaten Bekasi – Pemerintahan Kabupaten Bekasi Dalam rangka prioritas peningkatan pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan serta penataan serta pemeliharaa lainnya, Pemerintah Bekasi melalui Os Cipta Karya dan Tata Ruang sudah menganggarkan sekitar Rp 300 Miliar lebih melalui alokasi APBD

Sub Koordinator Teknis Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda, Bidang Bangunan Negara di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Pranoto Mengatakan.

“Kita sudah anggarkan dari rencana kerja kita di Dinas Cipta Kerya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi total sekitar Rp 300 miliar lebih untuk membangun sarana pendidikan SD maupun SMP negeri dan sarana kesehatan, baik pembangunan maupun pemeliharaan bangunan Puskesmas di 23 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Pranoto mengungkapkan, ada pembangunan 1 unit Puskesmas dengan pagu anggaran sekitar Rp 771 juta dan rehabilitas dan pemeliharaan Puskesmas sebanyak 5 unit dengan alokasi sekitar Rp 1,6 miliar lebih. Kemudian penataan bangunan dan lingkungan sekitar Rp 70 miliar,”Ungkapnya.

Pranoto menambahkan, pembangunan lainnya meliputi beberapa jenis kegiatan diantaranya, pembangunan sarana pendidikan bangun ruang kelas baru SD dan SMP negeri masing -masing dua unit, sehingga total jadi 4 unit dengan anggaran sekitar Rp 28 miliar lebih.

Dijelaskan Pranoto lagi, “Penambahan ruang kelas baru SD sebanyak 112 ruang dengan pagu anggaran sekitar kurang lebih Rp 25,5 miliar lebih.

Kemudian penambahan ruang kelas baru SMP sebanyak 16 ruang yang di anggarkan Rp 21,6 miliar lebih. Dan pembangunan sarana prasarana dan utilitas sekolah (penataan halaman dan pemagaran) SD dan SMP masing-masing 50 titik dengan alokasi total Rp 11,2 miliar lebih.

Mengenai Rehabilitasi, Pranoto menerangkan, “Rehabilitasi sedang dan berat ruang kelas SD sebanyak 243 ruang dan SMP sebanyak 80 ruang kelas total anggaran sekitar Rp 145,9 miliar lebih,” pungkasnya.(Red)

Dinsos Kabupaten Bekasi Rencana Berikan BLT Kembali kepada 1.160 KPM Pada Mei 2024

Ilustrasi

BIN || Kabupaten Bekasi – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi menghadapi keterbatasan wewenang dalam turut menangani kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Dari data Dinsos, warga yang termasuk dalam kriteria miskin ekstrem di Kabupaten Bekasi berjumlah 1.160 kepala keluarga yang tersebar di 23 kecamatan atau menurun dari 1.926 KK. Sejauh ini, dalam menangani kemiskinan ekstrem Dinsos hanya memiliki kewenangan untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Untuk bantuan yang diberikan melalui BLT saja,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, Senin (18/3).

Pada 2023, BLT sebesar Rp1,5 juta diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap kepala keluarga menerima Rp300 ribu per bulan selama lima bulan yang diberikan pada Desember 2023.

Hasan menyampaikan rencana untuk memberikan BLT kembali kepada 1.160 KPM pada Mei 2024. Meskipun angka kemiskinan ekstrem cenderung menurun, Hasan menekankan perlunya kerja sama dari berbagai pihak untuk menangani masalah ini.

Hasan mengatakan, kemiskinan ekstrem memang masih menjadi persoalan meski jumlahnya cenderung menurun. Perlu penanganan seluruh pihak yang berkomitmen tinggi berkontribusi menuntaskan angka kemiskinan ekstrem.

“Kami terus berkomunikasi dengan seluruh pihak untuk berpartisipasi menangani kemiskinan ekstrem ini, karena memang kalau mengandalkan kami sendiri agak sulit. Mereka tidak hanya perlu bantuan tapi baiknya dalam bentuk kail, stimulan untuk secara mandiri memperbaiki hidupnya,” ucapnya.

Dinas Sosial tetap berkomitmen tinggi berkontribusi menuntaskan angka kemiskinan ekstrem.

“Kami terus berkomunikasi dengan seluruh pihak untuk berpartisipasi menangani kemiskinan ekstrem ini, karena memang kalau mengandalkan kami sendiri agak sulit.

Mereka tidak hanya perlu bantuan tapi baiknya dalam bentuk kail, stimulan untuk secara mandiri memperbaiki hidupnya,” ucapnya.

Menurut Hasan, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan kemampuan, pendidikan rendah, dan masalah mental. Oleh karena itu, penanganan bersama dari semua pihak diperlukan. Memang perlu penanganan bersama untuk hal ini,” katanya.(Red)