BIN | Kabupaten Bekasi – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, Ani Gustini tengah mengkolaborasikan program pendampingan anak-anak di sekolah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan pada tahun ini.
Menurut Ani, hal tersebut dilakukan dengan menurunkan ke sekolah-sekolah tenaga psikolog dengan tujuan mencegah atau mengurangi terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah kita mempunyai tenaga psikologi untuk memberikan sosialisasi serta penyuluhan kepada anak-anak di sekolah serta bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan sudah berjalan di tahun 2023,” ungkap Ani di kantornya pada Senin (06/03).
Dia menyampaikan edukasi jasmani maupun rohani menjadi hal yang penting bagi anak-anak melalui penyuluhan yang dilakukan pihaknya.
“Kami juga mempunyai program untuk pemberdayaan perempuan seperti sosialisasi, penyuluhan untuk membantu perekonomian di rumah tangga bagi kaum perempuan,” ungkapnya.
Berdasarkan pengamatannya, kebanyakan faktor penyebab kekerasan pada anak dan perempuan diawali faktor ekonomi. Terlebih di tahun lalu masyarakat dilanda virus Covid-19.
Untuk itu pemberdayaan, perlindungan bagi anak dan perempuan ini akan terus dijalankan, terlebih UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak ditiap kecamatan sudah ada sejak tahun 2021.
Dia juga mengingatkan bagi para perempuan jika ada yang mengalami kekerasan dapat langsung melaporkan ke UPTD P3A terdekat atau di Kecamatan tempat tinggalnya.
“Jadi kami punya program cegah terjadinya kekerasan kepada perempuan dan anak sudah berjalan di tahun 2021 dengan dibentuknya UPTD secara langsung bisa melayani masyarakat ketika ada kekerasan bisa segera melaporkan ke unit kerja tersebut,” katanya.(Red)
BIN | Kepri – Setelah mencermati situasi yang sedang berkembang, teristimewa narasi-narasi publik yang cenderung menyudutkan Romo Paschalis Saturnus, Imam Katolik putra asli kelahiran Dabo Singkep. Perkumpulan Keluarga Flobamora (PKF) Provinsi Kepulauan Riau membuat pernyataan sikap resmi, Senin (03/03/2023).
Setelah berdialog dengan sesama anak bangsa yang memiliki keprihatinan yang sama tentang persoalan kejahatan trafficking dan perdagangan manusia di Kepulauan Riau, yang telah memakan begitu banyak korban. “Dengan ini kami Perkumpulan Keluarga Flobamora, menyatakan sikap tegas demi terjaganya kondusivitas bumi tanah Melayu dan sesama anak bangsa yang cinta akan kedamaian tanah air,” tegas Ketua PKF Ignatius Toka Solly, SH.
(FOTO : Pernyataan Sikap Resmi Perkumpulan Keluarga Flobamora (PKF) Provinsi Kepulauan Riau )
Selanjutnya, Ignatius juga menjelaskan terkait persoalan yang terjadi antara oknum Badan Inteligen Negara (BIN) Kepri dengan Romo Paschal adalah murni gugatan hukum yang harus diselesaikan secara hukum, bukan persoalan SARA.
“Karena esensi permasalahannya menyangkut harkat dan martabat kemanusiaan. Maka seluruh anak bangsa Indonesia berkewajiban untuk berjuang menghapus segala bentuk penjajahan yang mendegradasi martabat kemanusiaan,” tambahnya.
Ignatius menilai perjuangan yang dilakukan oleh Romo Paschalis Saturnus adalah membela martabat manusia, maka pihak Pemerintah Negara Indonesia atau yang bekerja atas nama Negara sudah semestinya memberikan apresiasi karena tugas luhur itu merupakan implementasi dari amanat Pembukaan UUD 1945. “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia demi kemanusiaan yang adil dan beradab”.
Persoalan yang melibatkan Romo Paschalis Saturnus telah dibawa ke ranah hukum, maka biarkan lembaga penegak hukum yang bekerja atas nama Negara, diberi wewenang penuh untuk menangani kasus ini sesuai koridor hukum, agar masalah pelik kemanusiaan bisa terurai sampai ke akar-akarnya.
Dan oleh karena itu, PKF menghimbau lembaga apapun, termasuk ormas-ormas yang tidak memiliki kompetensi menyangkut persoalan ini, diharapkan tidak menganggu proses hukum yang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian Daerah Kepri, baik melalui aksi-aksi demo maupun melalui penyebaran isu murahan yang disinyalir bertujuan membelokkan akar permasalahan yang sebenarnya. “Kami mencintai dan mendukung Lembaga Agama/ Lembaga Kemasyarakatan yang terus giat melaksanakan aksi-aksi moral demi tata dunia yang lebih humanis. Kami juga mencintai Lembaga Intelijen Negara yang bekerja keras agar NKRI dilindungi dari berbagai ancaman.
Kami memberi apresiasi atas kedua lembaga ini, seraya mengharapkan kerjasama keduanya, sehingga karya kemanusiaan Romo Paschalis yang berkecimpung dalam misi kemanusiaan universal ditopang oleh Lembaga Negara lainnya, supaya kesejahteraan masyarakat Indonesia terus menghasilkan buah yang baik, bukan malah semakin menambah korban dari masa ke masa,” tutup Ketua PKF Kepri ini. (Di)
BIN | Kabupaten Bekasi – Media Online Beksiindonesianews.co.id berikan edukasi tentang melawan isu hoax kepada masyarakat melalui seminar ‘Literasi Digital Dalam Melawan Hoax’.
Acara yang digelar di Cafe Cinta Cikarang Utara sedikitnya melibatkan sekitar 50 orang peserta dari berbagai kalangan milenial bahkan tokoh masyarakat, Miggu (5/3).
“Seminar ini diberikan tak lain agar masyarakat dapat menilai informasi yang belum jelas sumbernya,” ucap Yusup.
Laki-laki yang sering disapa akrab Kong Mpe mengatakan, edukasi ini selain menangkal hoax juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi informasi.
“Penyebaran informasi hoax dapat menjadi pemicu terganngunya keamanan dan ketertiban masyarakat, untuk itu kami media Beksi Indonesia News menyelenggarakan diskusi dan Literasi kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya media online mempunyai peran dalam penyampaian informasi sesuai dengan fakta yang dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap adanya Literasi Digital ini dapat membangun kesadaran masyarakat sehingga terhindar dari berita hoax,” tandasnya (Daud).
BIN | Kabupaten Bekasi – Bertempat di Eco Park Jababeka Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bekasi menggelar Gebyar Senam dengan menghadirkan 150 instruktur senam Kabupaten Bekasi dan 10.000 peserta lebih, Minggu 05/03/23.
Selain menggelar senam jantung sehat pada acara tersebut juga diisi dengan penampilan pencak silat dari PPSI Kabupaten Bekasi yang juga salah satu inorga dari Kormi Kabupaten Bekasi.
Para peserta juga dihibur oleh artis Ibu Kota Rizal Gibran, Verel Bramasta serta Instruktur senam Vicky Burki.
Pada acara Gebyar senam tersebut dihadiri oleh Ketua Kormi Kabupaten Bekasi dr.Asep Surya Atmaja, Ketua Harian Kormi Budiarta, Ketua Porpi Kabupaten Bekasi Sopyan Azis, Kabid Disbudpora Yudi dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bekasi atau yang mewakili.
Ketua Harian Kormi Kabupaten Bekasi Budiarta pada sambutanya kepada seluruh peserta yang hadir dengan terlebih dulu menyapa dengan salam Kormi yaitu “Sehat bugar gembira luar biasa”.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh yang hadir, tujuan saya ingin memperkenalkan seluruh instruktur senam dari seluruh penjuru Kabupaten Bekasi,”Ungkapnya.
Budiarta juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah acara terakbar yang diselenggarakan Kormi Kabupaten Bekasi.
“Ini acara terakbar di Kabupaten Bekasi yang dihadiri oleh 10.000 peserta dan saya rasa ini sangat luar biasa antusias para peserta,” Tambahnya.
dr.Asep Surya Atmaja saat membuka acara tersebut mengatakan senam adalah investasi dan gaya hidup sehat dan menganjurkan agar lakukan senam selama 30 menit setiap harinya.
“Senam itu adalah salah satu investasi hidup sehat dan juga salah satu cara untuk menjaga kesehatan maka lakukan lah selama 30 menit pada setiap hari nya,” Ujarnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruhnya dan untuk memperkenalkan Inilah Kormi Kabupaten Bekasi kepada seluruh komunitas senam di 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi,” Tutupnya.(Red)
BIN | Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi kebakaran Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan terhadap masyarakat yang menjadi korban pasca-peristiwa tersebut.
“Baru saja kita melaksanakan peninjauan terkait dengan arahan Bapak Presiden untuk melakukan langkah-langkah pasca-terjadinya kebakaran,” kata Sigit usai meninjau lokasi kejadian kebakaran Depo Pertamina.
Dalam tinjauannya, Sigit mengungkapkan bahwa, Polri saat ini juga sudah bergerak cepat untuk menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat atau korban. Diantaranya adalah, disediakannya posko pengungsian, fasilitas trauma healing hingga dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan dari seluruh korban.
Menurut Sigit, respons cepat dan sinergitas serta kolaborasi TNI, Polri dan stakeholder terkait sudah dilakukan secara optimal untuk penanganan awal korban kebakaran tersebut.
“Di beberapa titik juga sudah disiapkan dapur lapangan. Sehingga kemudian untuk pengungsi semuanya sudah bisa di kelola dengan baik dan mendapatkan kebutuhan awal untuk standar dari posko-posko yang ada,” ujar Sigit.
Tak hanya itu, Sigit menekankan, Korps Bhayangkara juga mengerahkan tim DVI guna mengidentifikasi korban yang meninggal dunia kebakaran Depo Pertamina.
Saat ini, beberapa korban yang tewas dari peristiwa itu ada beberapa yang dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tim DVI melakukan identifikasi korban melalui Antemortem maupun Postmortem.
“Terkait langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengenali korban karena tadi malam situasinya crowded dan kemudian masyarakat mengevakuasi dengan cepat. Sehingga kemudian diambil dari mana korban yang sudah meninggal. Tentunya ini perlu pendalaman dengan mengecek DNA dan odontologi, yang tentunya ini harus kita lakukan untuk memastikan bahwa identitas korban dikenal dan tentunya bisa segera dilakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti, pemakaman dan sebagainya,” ucap Sigit.
Disisi lain, Sigit juga memastikan bahwa Polri akan melakukan langkah-langkah untuk mengetahui penyebab awal dari terjadinya kebakaran tersebut.
Namun untuk saat ini, Sigit menegaskan, pihaknya akan berupaya seoptimal mungkin agar seluruh masyarakat yang menjadi korban mendapatkan bantuan serta perhatian dari Pemerintah.
“Yang terdampak karena ada kurang lebih 1.300 ya yang mengungsi di tempatkan di 10 titik saat ini juga tentu harus semuanya dalam kondisi yang mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah. Dan saya lihat masyarakat juga semuanya ikut bergabung termasuk dari relawan,” tutur Sigit.
“Tentunya ini hal yang baik dan kita harapkan dalam waktu dekat ada langkah-langkah yang akan dilakukan menindaklanjuti pasca-terjadinya bencana kebakaran,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri.
BN Holik Qodratulloh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Bersama Keluarga Berangkat Umroh
BIN | Kabupaten Bekasi – Beribadah ketanah suci merupakan impian dan keinginan bagi umat muslim di seluruh dunia, baik itu dalam ibadah Haji maupun Umroh.
Salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam yang sama dengan ibadah haji adalah umroh, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa kegiatan ibadah di kota suci Mekkah.
BN Holik Qodratullah bersama istri dan keluarga berangkat ketanah suci mekah guna jalankan ibadah suci Umroh untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada yang maha kuasa, Jumat, (03-03-2023).
Ibadah yang Insya Allah dijalani hingga tanggal, 12-03-2023 ini, menjadi momen khusus dalam syukur atas banyaknya nikmat yang telah diperolehnya.Ini adalah rangkaian perjalanan ibadah saya bersama istri dan keluarga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ke depan,” kata Holik.
Ini adalah rangkaian perjalanan ibadah saya bersama istri dan keluarga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ke depan,” kata Holik.
Holik menjelaskan, apa yang dilakukannya ini semata-mata murni ibadah, moga dapat ridho Allah SWT agar lebih fokus dan ketenangan saat menjalankan tugas mengabdi kepada masyarakat Bekasi tutupnya.
BIN | Kabupaten Bekasi – Pimpinan Cabang (PC) Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) PP (Pemuda Pancasila) Kabupaten Bekasi memberikan bantuan pengobatan kesehatan gratis kepada masyarakat pasca banjir di wilayah Cabangbungin tepatnya desa Sindangsari , Jum’at, (03/03/2023).
Bantuan kesehatan PC BKPB PP Kabupaten Bekasi dengan membuka Posko di kantor desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi untuk masyarakat yang terdampak banjir beberapa hari terakhir.
Ketua BKPB PP Kabupaten Bekasi, Helmy, SE, memerintahkan kepada tim kesehatan yang dikomandoi Dr.Edho , agar segera membuka Posko Pengobatan Gratis untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir.
“Pada saat banjir, kita dari PP Kabupaten Bekasi dan PAC serta ranting-ranting sudah bergerak bersama intansi terkait untuk ikut melakukan evakuasi korban dan memberikan bantuan, saat ini pasca banjir tentu banyak keluhan dari warga seperti penyakit gatal-gatal, flu, batuk, panas dan lain-lain. Maka dari itu, kami BKPB Kabupaten Bekasi yang bagian dari organisasi PP bergerak di bidang kesehatan, segera terjun ke lapangan guna membantu masyarakat,” kata Helmy.
Posko pengobatan gratis disambut baik oleh warga desa sindangsari. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya posko pengobatan gratis tersebut.
Seperti disampaikan salah satu warga Kampung Putat desa Sindangsari yang terdampak banjir, H. Tajudin (50) berterima kasih atas pelayanan posko pengobatan gratis dari BKPB PP Kabupaten Bekasi, yang telah mengobati tensi dan alergi gatal-gatalnya.
“Terima kasih atas pelayanan dari BKPB PP Kabupaten Bekasi yang sudah membuka posko pengobatan gratis ini, kami sangat terbantu sekali,” ucapnya.
Sementara itu Kepala desa Sindangsari H. Abdul Kadir, melalui Staf desa menyampaikan bahwa, pemeriksaan pengobatan gratis tersebut warga mendapatkan penanganan mulai dari demam, flu, gatal-gatal dan diare hingga Infeksi saluran pernapasan.
“Terimakasih atas kepedulian BKPB PP Kabupaten Bekasi, yang telah mengadakan posko pengobatan gratis melayani warga kami yang terdampak banjir. Alhamdulillah sebagian aktivitas masyarakat kembali normal,” tutur staf desa Sindangsari.
Disela kegiatan, Ketua tim medis sekaligus Sekjend BKPB PP Kabupaten Bekasi, Dr. Edho, mengatakan kepada awak media, dalam kegiatan tersebut, BKPB PP Kabupaten Bekasi menerjunkan 6 tenaga medis.
“Kita menerjunkan 6 tenaga medis dalam kegiatan pengobatan gratis ini, yang insyaallah hari ini ada 3 titik lokasi yang kita datangi di desa Sindangsari ini. Saya mengucapkan terimakasih untuk supportnya dari Ketua MPC PP Kabupaten Bekasi, H. Apuk dan jajarannya, PAC Cabangbungin dan ranting. Tidak lupa saya ucapkan kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu kegiatan pengobatan gratis ini, semoga Allah SWT membalas kebaikannya, aamiin.” tutup Dr. Edho. (Wati)
BIN | Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pentingnya untuk menguatkan manajemen risiko bencana alam di Indonesia, sebagaimana instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri saat menjadi salah satu Pemateri pada Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis, 2 Maret 2023.
“Harapan Pak Presiden Kita memiliki manajemen risiko yang baik pada saat tahapan pra, pada saat tanggap darurat dan pasca-bencana juga akan semakin baik. Pak Presiden juga sudah menyampaikan bagaimana masalah bencana akibat climate change (perubahan iklim),” kata Sigit di awal pemaparan materinya.
Manajemen risiko, kata Sigit, menjadi penting lantaran Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki historis bencana alam yang cukup besar. Seperti, tsunami Aceh, gempa bumi di Cianjur, bencana gunung merapi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Faktor kerap terjadinya bencana alam di Indonesia juga salah satunya disebabkan terjadinya pergeseran sesar di wilayah tertentu seperti sesar Sumatera, sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna dan sesar Yapen.
Tak hanya itu, kondisi geografis Indonesia yang berada di lingkaran api menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam. Kemudian, pada tiap tahunnya juga kerap terjadi fenomena El Nino dan La Nina.
“Jadi ini adalah wilayah-wilayah di Indonesia yang tentunya kita harus memiliki kesiapan lebih. Karena yang namanya bencana terjadi sewaktu-waktu, namun yang paling penting bagaimana upaya kita melakukan persiapan. Sehingga pada saat terjadi, dampaknya bisa kita mitigasi seminimal mungkin,” ujar Sigit.
Dalam penanganan bencana alam, Sigit mengungkapkan bahwa, seluruh pihak terkait dapat mengadopsi rumus yang dikeluarkan oleh, UN Disaster Risk Reduction (UNDRR), untuk mengurangi dampak yang disebabkan dari bencana alam.
“Tentunya menjadi salah satu yang perlu kita pahami bahwa ada rumus terkait bagaimana kita bisa mengurangi potensi dampak bencana rumusnya itu risiko (Risk), sama dengan (=), Hazard atau ancaman bencana, dan disitu dikalikan (x) vulnerability atau kerentanan masyarakat, dibagi (÷) capacity atau kemampuan mengatasi bencana,” ucap Sigit.
“Artinya kalau kerentanan masyarakat bisa kita perkecil dan capacity bisa ditingkatkan maka risiko terjadi akibat dampak bencana bisa kita kurangi,” Sigit menambahkan.
Oleh karena itu, Sigit menegaskan bahwa, dalam penanganan bencana alam, diperlukan penguatan sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas dan stakeholder masyarakat lainnya.
“Yang paling utama adalah menguatkan sinergitas kolaborasi seluruh stakeholder, TNI, Polri, Pemerintah, BMKG, BNPB, Basarnas untuk menyatukan kemampuan dan kekuatan. Sehingga kita bisa mempersiapkan dan memperkuat apa yang menjadi kebijakan Pak Presiden terkait dengan kemampuan melakukan manajemen risiko, memiliki resiliensi yang kuat dalam menghadapi bencana,” papar Sigit.
Lebih dalam, ditegaskan Sigit, sejak awal Polri telah memasukan kebijakan penanganan bencana alam ke dalam strategi konsep transformasi menuju Polri yang Presisi, yang dituangkan dalam, transformasi operasional.
Dengan adanya hal tersebut, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus melakukan upaya-upaya manajemen risiko bencana alam mulai dari pencegahan, sosialisasi, penyuluhan, edukasi, memberikan panduan, Quick Response bersama stakeholder terkait.
Menurut Sigit, dengan kesiapan dan cepatnya respon jajaran Polri di wilayah bencana, itu merupakan bentuk representasi hadirnya negara di tengah masyarakat.
“Sehingga masyarakat merasakan negara hadir disitu. Ini harus dilakukan dan dipersiapkan khususnya di wilayah yang memang rentan terjadi bencana. Tolong dicek begitu ada peristiwa bagaimana rekan-rekan simulasi, melatih secepatnya bisa datang dan SOP yang disiapkan dan apa saja yang kita lakukan,” tutur Sigit.
Dalam penanganan bencana alam, Sigit menyatakan, personel kepolisian harus mampu berperan baik sebelum terjadinya bencana, ketika terjadi, dan setelah bencana terjadi. Ketika masa tanggap darurat, Polri harus menyiapkan personel terbaiknya untuk melakukan penyelamatan, evakuasi, identifikasi melalui DVI, membuat tenda darurat, dapur lapangan hingga menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.
Kemudian, sambung Sigit, setelah pasca-bencana, jajaran Polri harus menyiapkan langkah konkret seperti psikologi sosial, trauma healing, layanan kesehatan, dan menggelar patroli di wilayah tersebut.
Untuk di tahap pra-bencana atau sebelum kejadian, Sigit mengatakan, harus dilakukan upaya edukasi, bisa melalui konten video, bekerjasama dengan media, dan penguatan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.
Disisi lain, Sigit menuturkan bahwa, pihaknya bersama stakeholder terkait juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI). Dalam hal ini, dikatakan Sigit, Polri telah membentuk 91 Command Center yang bisa diadopsi oleh seluruh Polda jajaran.
“Terkait dengan karhutla kembangkan terus aplikasi ASAP Digital Nasional. Karena ini menjadi penting didalamnya kita memiliki CCTV Live Auto Monitoring yang bisa memonitor jarak 8 kilo, berputar 360 derajat, ada sensor, bisa menampilkan suhu udara. Dan kita bisa dapatkan update titik api selama lima menit. Yang paling penting adalah posisi pergerakan personel dilapangan bisa termonitor,” kata Sigit.
Sebelum mengakhiri pemaparannya, Sigit menegaskan bahwa, seluruh stakeholder harus memiliki kesamaan visi dan misi terkait menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi soal melakukan manajemen risiko bencana alam. Sigit pun melantunkan pantun untuk mengakhiri paparannya.
“Hujan gerimis tiada henti, paling enak minum cokelat. Mari bersinergi untuk melindungi, menghadirkan negara di tengah rakyat,” tutup Sigit.
BIN | Kabupaten Bekasi – Nurmansyah Tobagyo Kepala Desa Segara Makmur Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi tinjau dan terjun langsung menyambangi korban banjir di wilayahnya.
Akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi beberapa perkampungan di wilayah Desa Segara Makmur terendam banjir, diantaranya Kampung Sungai bambu, Keramat blencong,Kapling baru,Poncol Dempul,poncol timur,poncol Blok SD,poncol Blok MI,kampung bali tanggul dan kampung kebon kelapa.
Nurmansyah Tobagyo Kepala Desa Segara Makmur mengatakan dirinya bersama jajaran pemerintah Desa Segara Makmur membetuk Tim Darurat penanganan banjir di Desa Segara Makmur, Rabu 01/03/2023.
“Kami bersama Pemerintahan desa Segara Makmur terjun langsung untuk memberikan bantuan berupa sembako dan mie instan”ujarnya.
Kami siapkan posko pengungsian di balai desa yaitu gedung gelanggang olahraga (GOR),Namun sampai saat ini warga belum ada yang mau untuk di evakuasi “tambahnya.
Lanjutnya, Kami dalam penanganan Tanggap Darurat banjir selain menyiapkan tempat pengungsian juga mengadakan pengobatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Tarumajaya, dimana pengobatan tersebut kami adakan di setiap kantor RW di masing masing kampung dan didampingi oleh bidan desa. minimal bisa membatu secara cepat dan tanggap dalam membantu korban banjir.
Dan hingga saat ini kita masih mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir,kurang lebih sudah 4.000 (KK) kepala keluarga yang kita sudah berikan, tutup nya.(Dn)
BIN | Kabupaten Bekasi – Camat Cabangbungin Asep Buhori mengunjungi warga yang terdampak banjir di Desa Setiajaya dan Desa Lenggahsari akibat luapan Sungai Citarum dan Ciherang.
Asep mengatakan, ada empat desa di Kecamatan Cabangbungin yang terdampak banjir yakni Desa Sindangsari, Desa Lenggahsari, Desa Jayalaksana dan Desa Setiajaya.
“Untuk penanganan, kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial, dan melakukan assesment untuk kebutuhan masyarakat yang terkena dampak banjir,” katanya saat meninjau warga terdampak banjir di Desa Setiajaya pada Selasa (28/2/2023).
Asep menyampaikan, warga yang terdampak banjir di wilayahnya sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) yang berada di empat desa.
“Ya, kami akan membuat tenda pengungsian di Desa Setiajaya serta dapur umum untuk keperluan warga, ” katanya.
Dia menuturkan, genangan air di wilayahnya mencapai 30-60 cm. Sebagian besar air masuk di halaman rumah, tetapi ada juga beberapa rumah warga yang terendam.
“Untuk warga yang rumahnya terendam, kita langsung evakuasi ke tenda pengungsian agar lebih aman,” ujarnya.
Dirinya menghimbau masyarakat agar waspada ketika hujan turun lebih dari satu jam dan segera mengamankan barang-barang berharga.
“Saya juga mengimbau warga untuk menjaga kesehatan dan mencabut aliran listrik ketika air masuk dirumah,” terangnya. (Red)