
BIN || Tasikmalaya,- Pengurus Pusat Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia yang di singkat PP JAPATI INDONESIA menggelar peringatan Hari Lahir Ke-12. Dalam kesempatan ini turut hadir, Pembina Japati, Ketua Karang Taruna, Ketua-Ketua Organisasi Kemasyarakatan Tasikmalaya, serta Ratusan Anggota Japati, kegiatan ini dilaksanakan di Lapang Serbaguna Karangsari Tasikmalaya. 26/8/2026
Junen Ketua Umum JAPATI INDONESIA dalam sambutanya menyampaikan “Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah S.W.T. alhamdulillah sampai saat ini Japati di usia 12 tahun masih di beri kesempatan untuk terus berkiprah dalam tatanan kehidupan masyarakat khususnya di Tasikmalaya umumnya untuk bangsa ini, mari kita berdo’a kepada Tuhan Semesta Alam semoga selalu meridhoi dan menuntun setiap langkah Japati serta kita semua bisa istiqomah dalam garis perjuangan Japati”.
“Japati sebagai wadah persatuan orang tasik harus mampu membawa perubahan tasikmalaya lebih baik, baik secara ekonomi ataupun sosial, sehingga japati ini benar-benar benmanfaat untuk kehidupan masyarakat, kita tidak cukup mengkritisi pemerintah saja, tapi kita harus mampu juga memberikan solusi untuk kemajuan tasik dan bangsa”. Papar junen
“Melihat situasi bangsa ini, saya ingin mengingatkan dan mengajak kepada semua masyarakat khususnya seluruh anggota japati untuk mampu memahami keadaan bangsa, jangan sampai terbawa arus paham-paham yang radikal yang terlihatnya baik, seolah-olah terlihatnya islami tapi menyesatkan, tidak sedikit di media sosial yang menyebarkan paham-paham radikal berbalut dakwah, kita ikuti saja ajaran kiyai-kiayi kita, kiyai-kiayi kampung yang sanadnya sudah jelas”. Ungkap Junen
“Tanpa disadari bangsa ini sedang di obok-obok melalui media sosial, melalui medsos, hampir semua masyarakat memiliki medsos, terutama tiktok dan facebook, melalui medsos tersebut kita sedang di pecah belah, sedang di adu domba untuk menghancurkan bangsa ini, maka kita harus hati-hati dalam bermedia sosial, harus mampu menyaring informasi, lihat dulu sumbernya jangan mudah percaya, karena banyak sekali sumber berita atau informasi yang tidak bisa di pertanggungjawabkan dengan tujuan untuk menghancurkan bangsa ini”. Tambah junen
“Japati sesuai motonya Ta’at Negara – Hormat Orang Tua, harus menjadi benteng Negara, harus menjadi pelindung masyarakat, melawan semua bentuk yang mengancam keamanan bangsa, melawan radikalisme, melawan telorisme, melawan isu-isu provokatif, melawan berita hoax, siap?”. Tegas junen
Selain itu peringatan hari lahir japati ini di iringi rangkaian kegiatan sebagai berikut.
- Santunan dan Tabligh Akbar dengan tema “Lawan Radikalisme dan Telorisme”.
- Orasi Kebangsaan dan Panggung Rakyat dengan tema “Lawan Hoax yang mengancam keamanan bangsa”.
Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 25-26 Agustus 2026 dan berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah hari kemarin kita sudah melaksanakan santunan dan tabligh akbar, semoga kegiatan-kegiatan ini bisa meningkatkan keimanan kerakyatan kita serta bermanfaat khususnya untuk kita semua umumnya untuk masyarakat dan membawa keberkahan untuk kita semua, Amin ya rabbal alamin”. Tutup junen.(Red)
