
BIN || Bekasi – Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN) menyatakan dukungan penuh dan rasa bangga terhadap langkah berani, tegas, dan blak-blakan Menteri Pertanian RI Bapak Andi Amran Sulaiman dalam membongkar dan melawan mafia pangan nasional.
Kami sebagai Pemuda Desa merasakan langsung apa yang dikatakan Pak Mentan. Harga beras, gula, minyak goreng mahal, rakyat yang menanggung,kamis 15/10/26.
Peternak ayam dan telur demo karena harga anjlok, konsumen juga demo karena harga mahal. Yang pesta pora cuma segelintir korporasi besar, kartel, mafia pangan.
Pernyataan Pak Mentan di depan Mendagri Tito Karnavian sangat mewakili jeritan kami di desa:
“Kita rapat setengah mati di sini, dia main di luar. Kalau kita tidak bicara blak-blakan, ya, habis kita,” dan “Yang kuasai cuma 2 orang, yang kuasai cuma 5 orang. Jadi kita ribut di sini, dia pesta pora.”
Kami DPP JPDN sepakat:
- Mendukung penuh Mentan Amran untuk menyurati Kapolri dan Mendagri agar penindakan hukum dilakukan kolaborasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian, sikat mafia pangan sampai pemilik modal.
- Mendesak Kapolri dan Mendagri Tito untuk membuktikan ketegasannya seperti saat menangkap Noordin M Top. Kalau teroris saja bisa ditangkap, masa mafia pangan di depan mata tidak bisa?
- Kami Pemuda Desa siap menjadi garda terdepan melaporkan praktik mafia pangan di desa-desa.
JPDN menilai Mentan Amran adalah contoh Menteri yang bekerja untuk rakyat kecil sesuai perintah Presiden Prabowo, bukan memberi ruang mafia bermain di tengah rakyat kecil.(Red)

