
BIN || Kabupaten Bekasi – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan kekeringan di sejumlah wilayah , krisis air bersih, dan terancamnya lahan pertanian masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN) Yusup menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyerukan agar semua pihak turun tangan.
“Kami dari Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN) sangat prihatin melihat kondisi masyarakat desa di Kabupaten Bekasi yang hari ini kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Ini bukan hanya soal cuaca, tapi soal kemanusiaan,” tegas Ketua Umum JPDN.
Menurutnya, kekeringan ini berdampak langsung pada tiga hal vital: kebutuhan air minum warga, kebutuhan MCK, dan gagal panen bagi petani desa.
Oleh karena itu, Ketua Umum JPDN menginstruksikan seluruh jajaran pengurus JPDN dari tingkat pusat hingga desa, serta mengajak semua stakeholder untuk bahu-membahu.
“Kami mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, BPBD, Dinas Pertanian, para Kepala Desa, perusahaan-perusahaan melalui CSR, Karang Taruna, dan seluruh elemen pemuda untuk bahu-membahu. Jangan biarkan masyarakat desa berjuang sendiri menghadapi kekeringan,” ujarnya.
“Pemuda desa tidak boleh diam. Inilah saatnya JPDN hadir di tengah masyarakat. Air adalah hak hidup rakyat,” tutup Ketua Umum JPDN.
Sumber: DPP Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN)
